[Sinopsis] Bake Me Love Episdoe 1 - 2


Mielle dan San pergi makan malam berdua. San pun perimisi karena ada yang menelponnya. Kim yang juga akan restoran itu menyapa Mielle dengan ramah. Tapi Mielle menanggapinya dengan ketus. Kim berpikir sangat bagus kalau Mielle makan disini karena kuenya yang enak. Dan menyindir Mielle agar jangan lupa untuk mereview restoran ini di blog Mielle. Mielle menggerutu kesal, ia bahkan tak sempat membalas ejekan Kim padanya karena Kim langsung pergi begitu saja.



Begitu San selesai menelpon, ia segera mengajak Mielle masuk yang ternyata sudah ada Kim dan seorang wanita disana. Seketika Mielle tersenyum punya ide. Ia langsung menuju meja Kim dan merangkulnya mesra. Kim sangat kaget apalagi Mielle memanggilnya sayang dan mengaku di depan wanita yang bernama Lita itu sebagai pacarnya Kim. Kim kesal dan melepaskan tangan Mielle. Tapi Mielle tetap saja tak menyerah. Ia berkata pada Lita kalau Kim malu untuk mengakui hubungan mereka di depan wanita lain. Kim berusaha menjelaskan pada Lita yang tampak sangat bingung. Alhasil Mielle pun berhasil membuat wanita itu pergi. Ia puas, ini adalah balasan untuk Kim karena mempermalukannya kemarin dan sekarang mereka impas.


Esok harinya, Lita datang ke apartemen Kim. Ia lama berdiri di depan pintu mengira pacar Kim, alias Mielle kemarin ada didalam. Kim berkata bahwa dia tak pernah berhubungan dengan siapapun semenjak mereka putus. Dengan manja Lita merangkul Kim, ia senang karena Mielle bukanlah pacar Kim. Kim tampak menjaga jarak dari Lita, ia pun menjelaskan yang sebenarnya bahwa dia dan Mielle tidak pacaran. Dia saja kaget saat Mielle mengaku-ngaku sebagai pacarnya. Tiba-tiba Lita berkata jika Kim ingin punya pacar lagi bilang padanya jadi ia akan berhenti mengikuti Kim. Kim berkata dengan jujur bahwa dia tidak ingin pacaran untuk saat ini. Dia masih takut untuk menjalin sebuah hubungan. Namun Lita merasa aneh, jika tidak ada apa-apa kenapa Mielle berbuat seperti itu kemarin? Kim kembali menjelaskan tapi Lita tetap tak percaya dan meminta bukti kalau Kim memang tidak pacaran dengan Mielle. Kim pun berkata terserah Lita mau percaya atau tidak.

Di toko roti saingan Mielle, si anak mengeluh kalau dia sudah memukul semua nyamuk yang ada disini karena tak ada seorangpun pelanggan yang datang. Si ayah malah bercanda dia akan mendapatkan nyamuk lebih banyak. Si anak kesal, kue yang setiap hari dibuatnya pada akhirnya harus dibuang karena tak ada yang membeli. Ayahnya menengkannya, dia akan memakan kuenya walaupun harus sakit perut. Mereka hanya perlu bersabar untuk mengalahkan Mielle, tapi si anak merasa ia sudah lama kalah dari Mielle bahkan sejak di kuliah dulu. Pokoknya, kali ini dia harus menang. Lalu ayahnya menelpon seseorang untuk menanyakan rencana mereka sambil makan roti buatan anaknya itu. Tapi ayahnya langsung memuntahkannya lagi karena kue nya sangat tidak enak. Ia tidak akan menjalankan rencana sebelum mengirim anaknya ke kursus kue.


Setelah pulang kerja Ake berencana akan makan, tapi begitu dia keluar muncullah San yang langsung mengajaknya makan. San bahkan mentraktir Ake dan meminta Ake untuk tidak memanggilnya P’San, mereka lebih baik memanggil nama panggilan masing-masing saja. Wooah.. sepertinya benar yang dikatakan Rose.

Rose membantu Mielle pindahan ke apartemen barunya. Mereka berdua kesusahan membawa barang-barang itu dan dari ujung ruangan keluarlah Kim yang langsung membantu mereka. Betapa kagetnya Kim saat tahu orang yang dibantunya adalah Mielle, apalagi Mielle adalah tetangga barunya. Mereka pun bertengkar lagi tentang masalah Mielle yang mengaku pacar kemarin. Kim memperingatkannya untuk tak mengklaim pria lain sebagai pacarnya, tak bagus untuk seorang wanita melakukan itu. Tak ingin menghadapi Mielle lagi, Kim langsung pergi meninggalkan mereka.


Rose yang tak tahu apa-apa hanya bengong melihat mereka bertengkar dan menuntut penjelasan dari Mielle. Mielle bilang kalau dia sudah menceritakannya kan pada Rose, dia yang senang karena sudah mengalahkan musuhnya. Rose kesal, memangnya dia mengerti dengan hanya cerita singkat seperti itu. Jika Mielle tidak menceritakan secara detail bagaimana dia bisa membela Mielle? Tidakkah Mielle lihat tadi dia sampai tak bisa berkata apa-apa kayak orang bodoh?

“Baiklah, Mielle. Kamu harus menceritakan semuanya dari awal. Aku hanya ingin mendengar cerita yang sebenarnya.”

Namun setelah mendengar cerita Mielle, Rose malah setuju sama Kim kalau kelakuan Mielle itu diluar batas. Bagaimana bisa dia melakukan itu? Mielle pun kesal, Rose itu teman siapa sih? Aku temanmu, jawab Rose sadar. Tapi Rose balik lagi memuji-muji Kim yang tampan. “Mereka bilang orang-orang yang memulai sebagai musuh bisa jadi berakhir sebagai pasangan. Kurasa aku harus memulai pertengkaran dengannya juga.” Ucap Rose

Mielle dan Rose lalu mengatur ruangan. Setelah semuanya selesai Rose terduduk capek, dan berharap ada seseorang yang menghilangkan letihnya itu. Mielle pun mengejeknya yang langsung dibalas Rose sebagai wanita yang mengejar-ngejar pria dan mengklaim pacarnya. Mereka pun perang bantal.


Saat selesai makan malam, Rose ingin mencuci piring tapi langsung dilarang Mielle. Rose kan sudah capek membantunya sepanjang hari jadi dia yang akan melakukannya. Tapi Rose kemudian berkata kalau dia hanya mengetes Mielle, memangnya dia beneran mau? Hahaha

Rose bertanya khawatir apa Mielle yakin tinggal disini sendirian? Mielle mengiyakannya, memangnya kenapa? Jangan harap Rose juga mau tinggal disini. Mielle pun segera menyuruhnya cepat pulang. Sebelum pergi Rose memperingatkannya untuk tidak mengundang Kim ke rumahnya karena rumah mereka yang depan depan-an. Mielle berkata si mulut tajam itu bukanlah tipenya. Hanya memikirkannya saja bisa membuatnya muntah. Rose kembali meledek Mielle yang hilang ingatan atau apa? Kalau saja Kim tidak memprotes Kue Mielle, Mielle pasti sudah pingsan mengetahui mereka bertetangga. Dengan gaya centilnya Rose pun pergi takut dilempar jeruk oleh Mielle.



Diam-diam Mielle keluar membawa sebuah kertas, setelah memastikan tak ada orang ia berjalan ke pintu Kim hendak menempelkan kertas itu. Tapi telat karena Kim keburu keluar dan melihat Mielle. Kim curiga dengan kertas yang Mielle pegang. Mielle berbohong kalau dia tadi salah mengetuk pintu mengira itu miliknya karena dia baru pindah. Kim tak percaya dan langsung bediri di depan pintu Mielle. Ia memaksa untuk melihat kertas itu, jika itu bukanlah kertas yang berisi hal buruk kenapa Mielle tak mengijinkannya untuk melihat? Mielle tetap tak ingin memberikannya sampai Kim mencoba merebut kertas itu sendiri. Alhasil Mereka berebutan kertas, dan agar tak diambil Kim, Mielle mengacungkan kertasnya tinggi-tinggi. Kim menarik tangan Mielle hingga wajah mereka berdekatan dan terjadilah accidental kiss. Mielle melotot tak percaya.

1 comment:

  1. Ayoo kakk..dilanjutkan sinopsisnya.aku tunggu..fighting:)

    ReplyDelete