[Sinopsis] Bake Me Love Episode 1 - 1


Bake Me Love adalah drama series terakhir dari Senior Secret Love series. Drama ini ada size atau ukuran kisahnya gitu. My Lil Boy atau size S, yang berkisah tentang Belle yang naksir adik kelasnya di SMA, S. Series keduanya berjudul Puppy Honey atau size M. Menceritakan Porsche yang naksir juniornya di kampus, Emma, gara-gara klub hewannya. Btw, pemeran Porsche ini adalah salah satu Prince di series U-Prince, tapi lupa deh judulnya apa. And the last is Bake Me Love. Yah sesuai size nya, L,  ceritanya udah gak sekolah-sekolahan lagi tapi udah pada kerja. Oke baca langsung deh episode pertamanya!




Seorang wanita yang bernama Mielle (Sakonrat Woraurai ) tengah semangat sekali membuat kue. Ia tersenyum mengingat hari dimana ia bertemu seorang pria yang membuatnya jatuh hati. Ketika jalan bersama Rose, temannya yang seorang gay, ia kembali melihat pria itu. Ia tak menyangka kalau pria itu juga memakai baju putih sepertinya. Katanya kan kalau pakai baju yang kebetulan warnanya sama bisa jodoh. Rose berkata banyak orang yang pakai baju putih, termasuk dia, jadi jangan mimpi deh. Mielle ketawa sendiri mengingat kejadian itu. Kue tart jeruk pun sudah selesai dibuatnya.


Mielle adalah seorang baker yang bekerja di café yang juka ada toko rotinya. Setiap kali selesai membuat resep kue baru ia selalu membuat video untuk diposting kepada para penggemarnya. Tepat saat Mielle meletakkan kuenya di etalase, pria pujaan hatinya yang bernama Kim (Toni Rakkaen) muncul melihat-lihat kue buatannya. Mielle tak bisa berhenti menatapnya, terpesona. Sampai kedipan mata Mielle pun terdengar “tuing..tuing”.

Kim tampak biasa saja tapi Mielle sangat senang karena ini adalah pertama kalinya ia bertemu langsung dengan Kim. Rose juga berteriak histeris dan langsung merubah sikapnya saat mendapat tatapan aneh dari Kim. Kim memesan kue tart jeruk itu dan segelas lemon tea. Masih dalam keadaan tak percaya, Mielle pun segera memberitahu Ake, karyawannya, atas pesanan Kim tadi.

“Dia tampan, kan? Kurasa aku menyukainya.” Ucap Mielle yang terus memperhatikan Kim. Rose bertanya apa benar sungguh meyukainya? Ia heran karena tak pernah melihat Mielle seperti ini sebelumnya. Anak-anak teman ibunya saja semua Mielle tolak. Lalu bagaimana dengan San? Mielle tampak tak tertarik sama sekali dengannya.

“Jadi tipemu pria yang lebih tua?” tanya Rose. Ditanya seperti itu Mielle jadi malu dan pergi, membuat Rose memintanya untuk tak bertingkah seperti itu, dia bukan anak remaja lagi.


Suatu hari, Mielle sengaja menunggu di hotel melihat Kim lagi. Rose kebetulan lewat dan langsung dipanggil Mielle untuk ikut menunggu bersamanya. Tak lama Kim muncul, Rose refleks berteriak heboh sampai Mielle harus menutup mulutnya. Mereka membuntuti Kim yang ternyata bekerja di hotel itu. Rose menebak apa dia seorang bell boy atau kepala pelayan?

“Tebakan bodoh. Apa kamu gila? Seorang senior sepertinya, kurasa dia.. ah tak tahu lah, tapi itu bukan salah satu dari tebakanmu.”

Rose berkata tak penting pekerjaannya apa. Yang penting Mielle bisa bertemu dengannya setiap hari karena dia takkan pernah check-out. Mielle sangat senang, itu berarti mungkin saja Kim akan datang ke cafenya lagi.

Esoknya ia pun bersiap membuat kue yang spesial. Karena keasyikan senyam senyum sendiri, ia sampai tak sadar tepungnya tumpah. Saat kue nya sudah jadi, Mielle melihat Kim datang lagi. Mereka menunggu dengan semangat. Rose berpkir kalau Kim itu sangat suka kue. Mielle berkata mungkin saja karena kuenya yang luar biasa ini. “Mungkin dia tak menyukai kue tapi… menyukaimu?” Pikir Rose. Karena menurutnya seorang net idol cantik seperti Mielle yang pandai membuat kue, siapa yang bisa menolak ini? Mielle setuju jika dia disebut sebagai net idol cantik juga master dalam membuat kue, tapi dia tak yakin kalau Kim menyukainya. Dia pun berandai-andai jika suatu hari dia menjadi pacarnya Kim dia akan memikirkan resep kue baru untuknya setiap hari. Lagi enak-enaknya berhayal, muncullah Kim yang berdeham di hadapan mereka. Seperti biasa, Mielle tak bisa mengalihkan perhatiannya dari Kim. Kali ini Kim memesan kue yang barusan dibuat Mielle.
“OMG, dia benar benar luar biasa.” Kata Rose tak tahan. Mereka berdua sampai lupa apa yang dipesan Kim akibat pesonanya itu.


Diam-diam Mielle mendekati Kim dengan duduk di meja yang bersebelahan dengannya. Ia pura-pura selfie, padahal ingin mengambil gambar Kim. Kim fokus membaca majalah jadi ia tak tahu ulah Mielle ini. Setelah Rose membawakan pesanan Kim, ia juga memberikan kue yang dibuat Mielle tadi untuk dipromosikan, dengan ini Kim akan tahu kalau Mielle seorang yang membuat semua kue disini. Mielle pun setuju dan Rose mulai merekamnya. Sedangkan Kim baru saja memakan kue itu, tapi tampak jelas di wajahnya kalau ada sesuatu yang tak beres dengan kue buatan Mielle.

Karena bersebelahan tentu saja dia mendengar semua narasi Mielle. Kim memujinya sungguh hebat, bisa mengingat semua kata-kata yang diucapkannya yang sama seperti narasinya kemarin. Mielle jadi salah tingkah. Tunggu dulu, karena habis itu Kim langsung memprotes rasa kuenya yang sangat sangat buruk. Mielle tak mengerti kenapa Kim bisa bilang begitu.

“Bukankah kamu blogger kue? Kamu tak tahu kalau ini dibawah standar? Oh, lupakan. Mungkin kamu hanya seorang pelayan disini yang melakukan itu hanya untuk promosi. Tak masalah.”
Mielle tak terima dibilang begitu. Konsumen hanya peduli tentang rasanya, jika rasanya enak , itulah yang penting. Dan satu hal lagi.. dia bukanlah pelayan disini, “Benarkan, Rose?” tapi Rose malah asyik memandangi Kim sampai-sampai ia tak tahu apa yang telah terjadi. “Tidakkah kamu dengar kalau dia sedang mempermalukanku?” protes Mielle.

Kim pun tak mempermasalahkan kalau Mielle bukan pelayan. Tapi bukankah aneh Mielle yang memberikan review kue yang di jual disini? Dan tentang rasa kuenya, dia tidak mempermalukan Mielle. Dia hanya mengatakan yang sebenarnya. Dan satu lagi, dia rasa Mielle harus berhenti memberikan review kue, jika Mielle tidak punya pengetahuan tentang itu.


Mielle kesal luar biasa, apalagi Kim baru saja mengatakannya bodoh. Rose malah berpikir sebaliknya, dengan mulut tajam Kim itu dia tidak hanya tampan tapi malah lebih yummie daripada kue. Hahaha

Mielle bingung apa yang terjadi dengan kuenya, iapun ingat kalau tadi ada bahan yang tidak ia masukkan. Ia mengatai Kim yang tidak hanya bermulut tajam tapi juga berkelakuan buruk. Ia mengancam jika sekali lagi ia mendengar Rose memuji-mujinya maka Rose akan mati. Tak habis kekesalan Mielle, tiba-tiba ibunya menelpon. Mielle langsung panik menyuruh Rose yang mengangkatnya. Ia tidak mau bicara dengan ibunya itu yang ujung-ujungnya hanya membahas pria. Alhasil Rose menyamar sebagai Rungroj, pacar Mielle. Tapi meskipun suara Rose berubah ibunya tetap tahu kalau itu adalah Rose. Ibunya minta di speaker-in agar Mielle mendengar kalau dia baru saja mengirim foto anak temannya.

“Bukalah sekarang. Yang ini tampan. Bilang pada ibu kalau kamu menyukainya.”

“Ya Ampun, ibu. Berapa kali aku bilang kalau aku sudah punya pacar?”

“Tidak, sampai ibu bertemu pacarmu secara langsung. Jangan lupa lihat foto yang ibu kirim.”

Rose heran begitu banyaknya teman ibu Mielle dan juga foto-foto anak mereka yang sudah ibu Mielle kirim. Tapi Mielle memang kelihatan tak tertarik sama sekali. Rose pun minta ijin untuk melihat foto yang barusan ibunya kirim, dan.. ia langsung jingkrak-jingkrak heboh. Jike Mielle tidak mau, apa dia bisa memilikinya? “Ya. Ambillah, semua milikmu.” Jawab Mielle dengan senang hati.


Lalu di luar café mereka, ada dua orang yang tengah mengintip. Mereka adalah pemilik toko roti lain yang iri pada Mielle yang tiap hari tokonya penuh dengan antrian. Ayahnya menenangkan kalau Mielle itu bukan pemiliknya, dia hanyalah pekerja, pekerja. Tapi tetap saja si anak kesal dibuatnya.
Mielle dan Rose akan menuju café mereka dan tak sengaja melihat Kim. Rose pun memberitahu kalau Pangeran bermulut tajam Mielle ada disini.

Mielle langsung kesal, “Berhentillah mengatakan kalau dia itu milikku”.

“Baikalah. Oke, dia bukan milikmu. Dia adalah pangeran bermulut tajam ku.” Hahaha

Sejak kejadian kue tidak enak itu, Mielle yang awalnya tergila-gila pada Kim berubah menjadi sangat membencinya. Dia berharap kalau Kim hanya seorang tamu disini, jadi dia bisa pergi demi kebaikan. Tapi Rose yakin kalau Mielle akan bertemu dengannya untuk waktu yang sangat lama sampai diantara mereka ada yang berhenti. Mielle semakin kesal, jika Kim datang ke cafenya lagi dia mungkin akan menyumpali kue ke mulutnya. “Hey Mielle. Ada apa denganmu? Kemarin kamu masih tergila-gila padanya. Kenapa kamu jadi begini sekarang?” Mielle langsung pergi begitu saja.


Setelah menyiapkan banyak kue, seseorang datang, dialah San. Rose langsung cepat merespon, ia bertanya kenapa San datang pagi-pagi sekali? Apa San merindukannya? San tertawa mendengarnya. Tak ingin Rose mengganggu Mielle pun menyuruhnya menjauh. San sangat senang baru kali ini Mielle memulai percakapan dengannya. Hari ini dia tidak sibuk makanya ia datang untuk membantu menjadi pelayan sehari saja. Mielle tak menyangka pria seperti San mau menjadi pelayan. Ia pun mengijinkan San.

Setelah San pergi mengantar pesanan, Rose buru-buru memberitahunya sesuatu yang penting. Rose bertanya heran kenapa tiba-tiba sikap Mielle berubah pada San padahal Mielle bilang San bukan tipenya. Mielle berkata setelah ia bertemu dengan si pria wajah tahu alias Kim, dia sadar bahwa tidak seharusnya menilai orang dari penampilan mereka. San terlihat oke hari ini. Melihat Mielle yang mulai tertarik pada San, Rose pun berpikir harus memberitahu Mielle tentang ini. Mielle serius mendengarkan Rose yang berkata kalau dia mencium sesuatu. “Emm, apa dia punya bau badan?” tanya Mielle jijik. Tapi bukan itu maksud Rose, dia berfirasat kalau San itu gay. Mielle seketika memintanya jangan mengatakan apapun lagi. Saat Rose membuat prediksi, 9 dari 10 semuanya salah. Rose selalu bilang pria ini gay, yang itu juga gay. Gara-gara Rose dia masih single sekarang karena Rose mengatakan semua pria yang mendekatinya adalah gay. LOL

No comments:

Post a Comment