Vampire in Love part 1


Dahulu kala, lahirlah seorang bayi perempuan di suatu jalan di Taiwan dengan kulit seputih salju dan bibir semerah buah Beri. Bayi itu diberi nama Kira. Ayahnya adalah seorang vampire dari Taiwan dan ibunya seorang vampire dari Jepang.

Kakek Kira datang berkunjung ke Jepang ketika Kira sudah tumbuh menjadi anak yang cantik. Karena vampire tidak menua, kakeknya yang hidup bersama manusia meracik sebuah obat yang akan membuatnya menjadi tua. Keluarga Kira memutuskan untuk tidak meminum darah manusia. Tidak seperti vampire lainnya, mereka memilih cara hidup yang berbeda.




Sejak Kira masih kecil, dia tumbuh dengan cinta yang berlimpah dari kedua orangtuanya. Sampai Kira bisa mengendalikan diri dari darah manusia, dia tidak diperbolehkan meninggalkan rumah.
Suatu hari Kira berjalan-jalan di halaman rumah, ia melihat kelinci yang lezat. Matanya berubah menjadi biru. Ia mengejar kelinci itu dan menemukan sebuah lubang untuk keluar. Ia berjalan menyusuri hutan dan melihat kelinci yang dicarinya tadi. Tapi seorang anak lelaki tiba-tiba menangkap duluan kelinci itu. Kira terpesona melihatnya. Merasa seperti ada orang, anak lelaki itu menoleh ke arah Kira. Kira sontak berlari pulang dan dengan nafas tersengal-sengal ia minum minuman yang berwarna seperti darah. Jantung Kira berdetak kencang. Ia jatuh cinta dalam sebuah cinta terlarang.


Akhirnya Kira kembali lagi menemui anak lelaki itu yang bernama Tetsu. Mereka kemudian berteman. Kira jadi sering ke hutan untuk menemuinya. Tetsu mengajak Kira ke markas rumah pohonnya, disaat itulah Kira melihat sebuah gitar. Ia tidak tahu itu apa. Tetsu pun memainkannya, ia berkata ia ingin menjadi penyanyi seperti ayahnya, berkeliling ke seluruh dunia. Kira sangat senang saat Tetsu memberikannya kaset lagu ciptaannya sendiri. Ia meminta Tetsu untuk menyanyikannya. Kira senang sekali bisa mendengar suara merdu Tetsu, dia yakin pasti Tetsu akan menjadi penyanyi. Lalu Tetsu memberikan Kira barang berharganya, petikan gitar. Karena Kira tak punya apa-apa jadi ia memberikan ikat rambut bintang buatan ibunya yang sangat ia sukai.

Kaset yang dipegang Kira terjatuh, saat Tetsu juga berjongkok untuk mengambilnya, mata Kira berubah menjadi biru melihat leher Tetsu. Tiba-tiba terdengar suara jeritan keras dan bermunculan banyak kelelawar menerjang mereka. Saat kelelawar itu hilang, Kira sudah tidak ada. Ia pulang, sementara di rumah, kedua orang tuanya sudah tewas dibunuh vampire jahat. Untunglah kakek menyelamatkan Kira sebelum ditemukan oleh vampire jahat itu dan membawanya pergi.


Itulah saat terakhir kali Kira melihat orang tuanya. Waktu pun berlalu, kini Kira ( Mirei Kiritani ) sudah tumbuh dewasa dan kebiasaannya setiap pagi mengucapkan selamat pagi pada ayah juga ibunya. Kira tinggal bersama bibi, adik ibunya, di Jepang, di sebuah toko roti yang bernama Ban Panya (Vampire) yang sudah beroperasai selama 120 tahun. Pendiri toko roti itu adalah kakek Soijiro ( Akira Emoto ), kakek Kira. Bibi Kira yang bernama Maria (Nene Otsuka ) datang dengan membawa tepung yang beratnya 20 kg hanya dengan diangkat satu tangan. Suami bibi Maria bernama Rikihiko (Seiichi Tanabe) adalah seorang manusia yang tenu saja keberatan membawa tepung itu saat bibi melemparkannya.


Kira dibesarkan di keluarga yang hangat dan bahagia, seperti roti yang baru dipanggang. Keluarga vampire mereka menyembunyikan identitas dan hidup bersama manusia. Tepat pukul 8 malam, kakek memimpin yang lain untuk ritual minum obat penuaan yang sangat tidak enak. “Pentru Noi” adalah mantra mereka. Wah udah kayak sekolah Hogwarts tu yang punya ramuan penua. Hihihihi
Suatu hari, Bibi Maria menunjukkan foto-foto pria vampire untuk dijodohkan dengan Kira. Tapi Kira tidak mau, ia ingin menemukan pria seperti paman Rihiko-san. Bibi berkata sangat sulit menemukan seseorang yang ingin jadi vampire, tapi jangan khawatir karena mereka adalah vampire yang ramah dan baik.

Kembali ke masa lalu..

Beberapa tahun yang lalu saat Kira pindah ke Jepang, ia melihat Tetsu pergi naik bus.


Kembali ke masa sekarang..

Di tempat yang sama, Kira melihat bus itu lagi. Kemana-mana ia selalu memakai kalung dengan petikan gitar Tetsu sebagai mainannya, berharap jika suatu saat mereka bertemu kembali Tetsu bisa mengenali dirinya.
Kira pergi mengantar pesanan roti ke sebuah café. Ia terpesona melihat orang yang tengah bermain gitar di café itu. Goege-san, pemilik café menyadarkannya dan bertanya apa Kira sudah menemukan penyanyi itu. Kira menggeleng belum.

Sepanjang perjalanan pulang, ia mendengarkan lagu Tetsu. Di sebuah tepian danau, seorang wanita berdiri seperti hendak bunuh diri. Ia begitu ketakutan sampai akhirnya berjongkok mengurungkan niatnya. Tiba-tiba Kira datang membuat gadis itu terkejut.

“Jika kamu lompat dari sini, otakmu akan tercecer dan organ dalammu akan keluar.” Katanya menakuti.

Gadis itu menggeleng takut. Ya iyalah bayanginnya aja udah serem. Kira mengulurkan tangannya dan tanpa ragu Gadis itu menyambut uluran tangan Kira. Gadis itu adalah Miki-chan (Summer Meng). Cintanya bertepuk sebelah tangan dan mencoba untuk bunuh diri.


Miki kemudian dipekerjakan di Ban Panya oleh paman Rikihoku atas permintaan Kira. Tapi Paman juga menaikkan gaji Miki tanpa sepengetahuan bibi. Paman beralasan karena Miki dari Taiwan, dan itu ada kaitannya dengan mereka. Bibi mengintip Miki yang lagi bersih-bersih, dia memuji Miki yang cantik. Sementara paman dari jauh melambaikan tangan boneka yang sedang dijahitnya itu kearah Miki. Bibi kesal dan menarik kerah baju paman. “Tanda di lehermu tidak akan hilang, kau mengerti?” ucap Bibi memperingatkan. Sesaat tanda yang berbenttuk love di leher paman menyala. Karena menikah dengan bibi, paman akhirnya bersedia menjadi vampire juga.

Suatu hari, Kira bermimpi buruk tentang orangtuanya. Dia ketakutan, dan saat Miki membangunkannya, Kira tanpa sadar mendorong Miki ke tembok. Mata Kiraberubah biru, gigi taringnya pun keluar seperti hendak menghabisi Miki. Kira sadar dan segera berbalik membelakangi Miki yang kaget setengah mati.


Setelah keadaan membaik, Kira meminta Miki untuk tidak menceritakan pada siapapun apa yang barusan dilihatnya atau ia akan menghapus paksa ingatan Miki. Miki tak mengerti apa maksud Kira. Kira pun menceritakan dari awal saat kakek Soijiro pergi ke New York untuk belajar menjadi pembuat roti. Desa yang dia kunjungi adalah tempat tinggal vampire. Lalu, kakek bertemu nenek dan membuka toko roti ini. Setiap vampire memiliki kemampuan sendiri-sendiri, sama dengan karakter manusia. Kakek Soijiro bisa melakukan teleportasi dan kemampan Kira adalah menghapus ingatan. Miki bukannya takut, ia malah sangat antusias mendengar cerita Kira sampai mencatatnya sebagai ide cerita untuk komiknya.

“Kakekmu bisa teleportasi? Hmmm, keren. Keren banget!” Ujar Miki.

“Hei, kau sungguh tidak takut?” tanya Kira aneh.

“Aku suka vampire. Tak kusangka mereka benar-benar ada!” jawab Miki semangat.

Miki memeriksa kamar Kira untuk mencari peti mati. Kira berkata itu kuno, sekarang mereka menggunakan kasur. Miki tak puas, dia bertanya lagi apa Kira tak takut dengan sinar matahari? Hahaha, ini kan vampire kebanyakan tapi Kira kan beda, dari Jepang pula.
Kira mengatakan itu tidak masalah, karena mereka memiliki obat penua, jadi mereka tumbuh seperti manusia. Mereka tidak takut dengan sinar matahari.

“Ohhh.. kerenn! Lainnya?” tanya Miki terus mencatat.

“Kami mirip dengan vampire asli. Takut dengan bawang. Takut dengan perak. Tapi, kami tidak takut dengan salib. Dan kami tidak berubah” Jawab Kira dengan senang hati sambil tertawa-tawa sendiri.

“Ada apa?”

“Aku senang. Karena sebelumnya aku tidak memiliki teman yang bisa membuka hatiku.”

Miki meraih tangan Kira, dia berjanji mereka akan selalu berteman.


Kakek terkantuk-kantuk mendengar siaran radio tentang Festival Yokohama Minato. Hari yang tepat untuk para gadis toko roti untuk memilih penyanyi dari indudtri toko roti. Kira pun tak ingin ketinggalan. Dia membuat poster tentang festival itu dan menulis lagu tentang roti.
Seseorang membuyikan lonceng dan masuklah seorang pria yang tampak aneh dengan tas yang dipegangnya. Awalnya pria itu ragu hendak mengatakan apa yang diinginkannya, jadi ia berjalan sangat cepat sampai membuat Kira dan Miki mundur.

“Ambillah jika kau butuh ini.” kata Pria itu menyodorkan secarik kertas.

Hhahah, ternyata itu adalah brosur krim pembesar payudara. “Tolong belilah” ucap Pria itu membungkuk. Seketika Kira bisa merasakan aroma yang sama dengan Tetsu kecil.
Sebelum pria itu menjelaskan panjang lebar tentang produknya, Miki menyuruhnya pergi karena tidak sopan.

“Kurang ajar sekali! Kamu pikir payudara kami kecil? Punya kami besar. Kamu pikir kami butuh barang ini?” kata Miki kesal sambil membusungkan dadanya. LOL

Melihat Kira yang masih tak menyangka kalau itu Tetsu, Miki berpikir Kira akan membelinya. Kira langsung menyodorkan brosur audisi festival pada pria itu. Jika datang, maka dia akan membeli banyak. Jantung Kira berdegup cepat seperti saat pertama kali ia melihat Tetsu dulu. Sesuai perkiraan Kira, pria itu memanglah Tetsu yang kini berprofesi sebagai sales namun ia tak mengenali Kira sama sekali.


Entah apa yang terjadi, sekarang Kira tengah membuat roti cokelat sambil besenandung ria. Bentuk roti nya lucu sekali, panda vampire dengan mata love besar. “Tetsu-kun, apa kau ingat aku?” tanya Kira pada roti panda itu. Tiba-tiba rotinya nya berdiri dan bernyanyi di depan mata Kira. Alngkah terkejutnya Kira melihat itu.

“Oh cokelat. Lelaki kejam yang melupakan cinta pertama yang penuh dengan kecantikan terbuai akan cinta.” Hahaha itulah nyanyian si kue cokelat.

Kesal, Kira langsung memanggangnya. Namun terdengar lagi suara nyanyian dari boneka panda yang dijahit paman Rikihiko. Kali ini nyanyiannya bukan mengejek Kira melainkan menyemangatinya untuk bertemu dengan cinta pertamanya kembali. Miki lah yang memainkan boneka itu.


Tetsu membungkuk minta maaf pada konsumen lain yang mungkin memarahinya lagi seperti Miki. Ia berhenti sesaat ketika melihat poster audisi festival yang tertempel di toko roti. Miki dan Kira belanja ke pasar dan disaat itu Miki melihat Ken, mantan pacarnya yang tengah berjualan dan menggombali para gadis untuk melihat dagangannya.

Mereka kemudian ke café George, tak disangka Ken bersama teman-temannya datang ke café itu. Teman Ken tahu kalau Ken sudah putus dengan Miki, jadi ia ingin mengejar Miki. Ken pun berkata Miki itu sangat kaku. Dia tahan dengannya. Betapa sakit hatinya Miki mendengar alasan Ken memutuskannya karena itu.


Ken permisi pergi menelpon pacarnya, dari belakang Kira menendang Ken hingga terjatuh.

“Aduh. Kau siapa?” tanya Ken.

“Apa kau tahu betapa kau menyakiti Miki-chan? Beraninya kau menganggapnya sebagai gurauan.” Ancam Kira.

Ken tak tinggal diam, ia mengeluarkan jurus Shaolinnya dan bersiap melawan Kira, tapi dengan sigap Kira hanya menepi sedikit dan mejegal kaki Ken sampai Ken tersuruk ke tong sampah. Hhahah.
Ken mencoba melawanya lagi tapi Kira sangat cepat dan entah bagaimana Ken terpeleset dan celananya melorot. Sedangkan tali pinggangnya sudah ada ditangan Kira. Semakin emosi, Ken ingin memukul Kira tapi Ken keburu pingsan duluan karena dipukul sama Miki dengan roti besar yang dibawanya. Misi pun berhasil.


Festival Yokohama pun tiba. Ban Panya sudah menyiapkan roti panda mereka. Dan yang paling meriah adalah kontes audisi bintang toko roti. George menjadi MC acara itu. Kontestan dipersilahkan tampil satu persatu, mulai dari yang aneh, tampil ala idol grup, sampai paduan suara ibu ibu. Miki menyemangati Kira, Tetsu-kun pasti akan datang. Benar saja, Tetsu menonton acara itu. Tapi baru sebentar ia pergi lagi. Ia lalu tertarik ke salah satu stand yang menjual roti nanas Taiwan, roti kesukaannya. Beruntung sekali, Kira melihat Tetsu dan menariknya ke panggung untuk bernyanyi.

Awalnya Tetsu tak mau, ia sudah lama sekali tidak menyanyi. Kira memohon dan sebagai imbalan dia akan membeli banyak krim Tetsu. Setelah Kira mengambilkan gitar untuknya, ia pun setuju. Tapi ia tak semahir dulu bermain gitar, dan saat ingin pergi saja dari situ Natsu membantunya bermain gitar. Tetsu jadi semangat menyanyi lagu yang sama dengan yang dinyanyikannya dulu. Kira menyemangatinya “Chayo”.. membuat kenangan Kira kecil terlintas saat mengatakan itu juga. Tetsu pun tersenyum, orang-orang bergoyang menikmati lagu yang dimainkannya.

Hmmm, mungkinkah Tetsu sudah mengingat Kira??

No comments:

Post a Comment