June 14, 2016

Yankee-kun to Megane-chan Episode 4 - 1

                             

Hana tidak tahu kalau ternyata Gaku juga ikut mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS. Mereka melihat daftar nama yang mencalonkan diri di papan pengumuman dan benar, nama Gaku tertulis disana. Hana lah yang salah membaca nama Gaku. Lalu Gaku muncul, ia mengatakan kalau ia yang akan menjadi no. 1 di sekolah ini. Perjuangan mereka akan membuang waktu percuma.

Ia menatap Daichi, “Kenapa kau tidak menyerah saja?”

“Kenapa kau mengatakan ini padaku?”

“Aku tidak menyukaimu. Akan kupastikan kau berlutut di depanku.”



Hana cepat-cepat melerai mereka yang mulai emosi. Mereka tidak akan tahu itu buang-buang waktu atau tidak sebelum mereka berusaha. Hana ingin bersalaman dengan Gaku agar mereka bisa bersaing dengan adil, tapi Gaku langsung pergi mengacuhkannya. Saat Hana ingin bersalaman dengan Daichi untuk berjuang bersama-sama dalam kampanye ini, Daichi malah memukul tangan Hana, karena ia bukan bagian dari kampanye ini. Hana pun menunjukkan bahwa setiap siswa yang merekomendasikan calon ketua OSIS secara otomatis akan menjadi bagian dari kampanye.
Keesokan harinya, Hana memulai kampanye mereka di depan pintu masuk. Tapi mereka hanya bertiga karena Daichi tidak mau memakai kostum kampanyenya. Saat Hana tengah membagikan kostum, Gaku muncul bersama dua orang cewek. Gaku terus saja meremehkan Hana dan dengan sombongnya ia yakin sekali kalau dialah yang akan dipilih.


Jam pelajaran sudah tiba, sebagai murid baru, Pak Sakai menyuruh Rinka memperkenalkan dirinya. Murid2 lain bergosip tentang Yankee (preman) yang datang satu lagi dan harus masuk ke kelas mereka. Pak Sakai bangga karena dua calon ketua OSIS berasal dari kelasnya. Ia kemudian membagikan hasil nilai ujian Mid-semester. Izumi Gaku berada di posisi teratas, dan mirisnya kelas mereka masih dibawah rata-rata.
Gaku mengomentari Daichi yang berada di peringkat terendah. Dengan nilai yang buruk, Daichi hanya memalukan mereka, membuat buruk citra kelas 2A, dan bahkan menurunkan tingkat seluruh sekolah. Gaku terus menjelek-jelekan mereka. Ia mengatakan, bahwa yankee adalah sampah manusia. Rinka marah, ia memukul kayunya ke meja di belakang Gaku.

“Kamu terus mengatakan yankee, yankee bodoh. Jika kamu pikir kita sampah, lawan aku..kita buktikan siapa yang sampah!”

“Mengapa kita harus melakukan kekerasan pada masalah kecil? Itu mengapa aku memanggilmu sampah.”

Gaku tak mempedulikan Rinka dan meminta pak Sakai mulai mengajar saja. Pak Sakai tampak sedikit takut, ia menyuruh Rinka duduk di tempatnya. Melihat Rinka yang masih belum bergerak dari tempatnya, sebagai ketua kelas, Hana menyuruh Rinka mendengarkan apa kata pak Sakai. Ketiga cewek, Tachibana Saori (ketua), Kuwana Yuki (gembul), dan Shiota Ayumi (seragam putih) mulai bergosip tentang kelas mereka yang semakin parah. Mereka tak habis pikir kenapa guru menerima yankee seperti, Hana-Daichi-Rinka. Apalagi Hana mencalonkan sebagai ketua OSIS, mereka tak mau dan akan memilih Gaku. Hana, Daichi, dan Rinka mendengar ucapan mereka itu.


Rinka bertanya pada Hana, apa benar nilai kelas 2A menurun karena yankee. Hana mengatakan kalau itu karena Yankee atau tidak, dia lebih khawatir dengan nilai-nilai jelek Daichi. Ia merasa ada benarnya juga perkataan Gaku tadi. Daichi tidak suka Hana setuju dengan Gaku. Hana berkata ia bukan membela tetapi setuju. Ia pun melihat hasil tes Daichi. Mengagetkan, nilai Daichi semuanya satuan.

“Lihatlah ini. Bagaimana seseorang bisa mendapatkan nilai rendah seperti ini?” kata Hana tak menyangka.
“Diam! Aku tidak begitu buruk dalam nilai satu digit.” Balas Daichi

Seiya melihat nilai Hana, ia belum pernah melihat hasil yang mengherankan seperti ini. Daichi pun penasaran dan mengambil nilai Hana itu. Daichi menertawakannya karena ternyata nilai Hana lebih buruk darinya. Nilainya kebanyakan 2. XD

Hana membela diri kalau bahasa jepangnya lebih baik dari Daichi. Daichi melihat nilai total Hana dan berkata kalau dengan adanya Hana dia bukan murid terbodoh di sekolah ini. Daichi kemudian bertanya apa mungkin Hana menjadi ketua OSIS dengan nilai buruk seperti ini?

Hana tersenyum dan menunjukkan sebuah kertas. Peraturan kedua “jika karena alasan apapun kandidat yang tidak dapat menjalankan pemilunya, orang yang membuat nominasi akan mengisi posisi” Daichi terkejut, karena jika Hana gagal maka dialah yang akan menggantikan posisi Hana. Ia menyuruh Seiya saja, tapi Seiya merasa tidak sebanding untuk menggantikan Hana.
“Kau bodoh dan juga kuat. Kau satu-satunya yang setara dengan Hana-san, benarkan?” ujar Rinka. Daichi kesal, tidak bisa mengelak lagi.


Daichi masuk ke kamarnya. Ia kaget begitu melihat Hana, Rinka, dan Seiya sudah ada dikamarnya. Seiya baru tahu kalau rumah Daichi itu klinik. Rinka pun ikutan, ia mengatakan walaupun ayah Daichi tidak tampak seperti dokter. Daichi kesal dan menyuruh mereka pergi ke tempat lain jika mau buat poster. Mereka tidak mau dan tetap melanjutkan pembuatan poster kampanyenya.

Posternya pun selesai dengan slogan yang sangat cocok dengan mereka yaitu “Melawan sampai kamu menang atau sampai kamu mati”. Seiya berpendapat kalau mereka tidak harus menggunakan slogan itu. Gaku menganggap Yankee sebagai musuh-musuhnya. Itu akan menguntungkannya jika mereka menggunakan bahasa yang aneh. Hana merasa ada benarnya juga. Tapi ia heran kenapa Gaku sangat membenci Daichi. Seiya mengatakan bahwa tahun lalu Gaku tidak seperti itu. Gaku selalu belajar. Dia tidak pernah memikirkan apa yang orang pikirkan tentang dirinya. Tapi ia juga tidak tahu kenapa Gaku begitu terganggu dengan Daichi.

“Ini adalah misteri. Gaku adalah anak yang sangat pintar dan cukup menonjol. Dia juga sangat populer diantara cewek2. Kenapa dia begitu marah pada Daichi?” tanya Hana bingung.


Mereka akhirnya selesai membuat poster. Seiya bertanya apa Daichi juga ingin menjadi dokter? Ia mengusulkan agar mereka mengambil kursus ilmu pengetahuan bersama-sama. Tapi Daichi tak menjawabnya.
Kakek checkup ke klinik ayah Daichi. Kakek bertanya apakah Daichi nanti juga akan mengikuti jejaknya?

“Itu konyol. Aku tidak bisa mempercayakan ini padanya.” ucap Ayah. Kakek berpikir kalau dia pasti bercanda. “Serahkan istana yang dibangun oleh tanganmu sendiri untuk anakmu. Itu dulu impianmu, bukan?” kata kakek. Ayah tersentak. Kakek pun pamit pulang. Ia memeriksa kantongnya, “Sepertinya aku lupa membawa dompetku. Dr. Osaki, aku bisa membayarnya di waktu berikutnya?” Ayah meremas rambutnya kesal, “namaku Shinagawa!” kata Ayah. Shinagawa adalah nama stasiun dan Osaki adalah stasiun yang termsuk dalam stasiun Shinagawa.

Daichi diluar dan mendengar ucapan ayahnya tadi. Lalu kakek berpapasan dengannya. Kakek lagi-lagi memperhatikan raut wajah Daichi. Kakek meramalkan kalu kalau ini bukan wanita, tetapi lebih ke masalah manusia. Daichi sebal dan menghindar pergi ke kamanya. Ia masih memikirkan ucapan ayanhya tadi. Di komiknya terselip sebuah kertas, jurusan yang harus dipilhnya.


Suatu hari, saat istirahat Saori, Ayumi, dan Yuki ke kantin ingin beli roti Yakisoba. Berhubung Yakisobanya tinggal satu, mereka bertiga pun main batu-gunting-kertas untuk mendapatkannya. Belum sempat mereka mengulurkan tangan Rinka datang dan mendorong mereka. Ia yang membeli Yakisoba itu. Mereka bertiga dengan takut-takut meminta Rinka mengembalikannya karena mereka duluan yang ingin beli itu. Rinka mendekati mereka dan berkata kalau ini untuk Hana. Ketiganya pun tak berani memintanya lagi.

Mereka sedang asyik-asyiknya browsing di internet, sampai Rinka kemudian datang dan mengusir mereka untuk membiarkan Hana yang memakai komputer itu. Saat si trio ini lagi mencuci muka sehabis bermain basket, lagi-lagi Rinka mengusir mereka pergi hanya untuk mempersilahkan Hana mencuci muka. Padahal wajah Yuki masih penuh busa sabun. HAHAHA
Gara-gara masalah tadi, Yuki harus memakai tetes mata. Mereka merasa aturan Yankee itu mengerikan sekali. Apa jadinya kalau Hana yang akan terpilih? Saori mengusulkan kalau mereka harus melakukan kampanye negatif agar Gaku bisa terpilih.

Keesokan harinya, mereka membagikan brosur dukungan kepada para siswa yang datang. Mereka tidak sadar saat Daichi datang dan turut memberikan brosur itu padanya. Yuki dengan takut-takut mengatakan bahwa kata-kata “Yankee” disitu bukan ditujukan untuk Daichi. Daichi menatap mereka sinis, sontak mereka mundur ketakutan.


Daichi menunjukkan brosur itu pada Hana dan Seiya. Brosur itu berisi tentang keburukan-keburukan “R”. Hana menduga inisial itu tak lain adalah Rinka. Hana kesal, ia ingin menyuruh Gaku meminta maaf pada Rinka. Daichi menahannya, ia meminta Hana jangan berkelahi kalau Hana masih ingin jadi Ketu OSIS. Mereka harus melawan dengan jujur dan adil atau Gaku yang akan menang.
Melihat Hana yang masih kesal, Daichi berkata kalau dia yang akan menemui Gaku. Tapi ia malah mengajak Seiya dan menyuruh Seiya yang menanyakan hal ini sedangkan dirinya akan menjaga Seiya.

Seiya menunjukkan brosur itu pada Gaku. Gaku mengatakan kalau ini perbuatan para sisiwi, jadi tidak ada hubungannya dengannya. Seiya sambil sesekali melirik Daichi memberanikan diri untuk menyuruh Gaku menghentikan perbuatan siswi itu. Gaku berkata kalau itu takkan pernah terjadi. Apa yang mereka tulis di brosur adalah apa yang semua orang di sekolah pikirkan. Gaku beralih pada Daichi. Ia menanyakan kenapa Daichi datang ke sekolah ini.

“Apa kamu pikir kamu bisa menjadi no. 1 disini? Disini adalah tempat yang penuh dengan orang yang tidak memerangi. Kamu berpikir jika seorang yankee sepertimu sedikit mengancam setiap orang yang mendengarkanmu? Kau begitu menyedihkan.” Ujar Gaku.

Gaku terus meremehkan Daichi sampai Daichi mulai emosi. “Lihatlah. Kau menggunakan kepalan kepalamu, bukan otakmu. Aku katakan lagi. sekolah ini bukan tempat untuk yankee sepertimu. Jadi tinggalkan.” Kata Gaku lalu pergi.

Setelah pulang sekolah, Daichi mampir ke bengkel Seiun, curhat tentangnya dengan Gaku tadi. Seiun merasa ia pernah mendengar tentang Gaku. Ia pun bertanya tentang ciri-cirinya. Daichi menjelaskan kalau Gaku pakai kacamata, selalu suram, sangat popular dengan cewek-cewek, tapi super rumit. Saat Seiun mencoba mengingat-ingatnya, ia melihat Daichi tengah melipat kertas jurusannya. Seiun mengambil itu dan kemudian ia melingkari jurusan Science untu Daichi. “Kau kan ingin sekolah kedokteran, semangat ya!” ucap Seiun.

No comments:

Post a Comment