June 16, 2016

Yankee-kun to Megane-chan Episode 5 - 2

                        

Tak mau ikut kontes bersama Hana akhirnya Daichi memilih kerja sebagai wakil ketua. Kerjaannya adalah membujuk Takuya untuk ikut kontes itu, itupun Hana yang melakukannya. Takuya menolak untuk ikut bersama Saori. Hana mengusulkan apa dia saja yang harus memberikannya pada Saori. Takuya sudah putus asa, ia yakin Saori tidak akan menerimanya. Saori sudah bilang kalau dia adalah masalah untuknya dan tidak bisa membayangkan jika berkencan dengannya. Hana berkata kalau kata-kata itu tidak benar. Saori memberikan kue yang enak untuknya. Kue itu dibuatnya selama kelas memasak. Dia sangat lucu dan tampak bahagia saat membuat nya. Takuya sedikit tersentuh tapi ia tak tahu harus berbuat apa dan pergi meninggalkan Hana.



Hana menyayangkan hadiahnya. Padahal ia ingin sekali mereka (Saori-Takuya) mendapatkannya. Tanpa sadar Hana mengeluarkan ponselnya dan melihat hadiah itu yang ternyata adalah tv LCD ibu Daichi. Daichi sudah ada di rumah Hana, menemui ibunya yang berada disana. Daichi kaget saat kakek muncul ia pun tahu kalau kakek peramal adalah kakeknya Hana. Daichi kesal ia tak diberitahu ibunya ada disini. Daichi bertanya kenapa ibunya kabur ke rumah Hana.



Flashback,
Ibu cerita pada kakek tentang ayah yang selingkuh di cabaret. Kakek awalnya membela Ayah, tapi saat ibu mengatakan kalau kakek yang mengajak Ayah pergi ke cabaret spontan Kakek mengijinkan ibu untuk tinggal selama yang dia inginkan. Flashback end.
Hana dan Rinka senang ibu Daichi ada dirumah mereka. Masakan ibunya benar-benar enak. Tiba-tiba Ayah datang dan langsung meminta maaf pada ibu. Ibu tidak mau. Ayah berusaha membujuknya untuk pulang kalau tidak mereka berada dalam kesulitan. Gula darahnya saja sampai naik karena Daichi hanya bisak masak kari dan nasi goreng. Ibu kecewa ayah hanya baik karena masakannya saja.

“Ayah, kenapa kau menikah denganku? Pertama kali berkencan, apa kau ingat sesuatu yang kau katakan? ” tanya ibu tiba-tiba. Ibu tidak akan pulang sampai Ayah mengingat kata-kata itu.


Di ruang OSIS mereka berempat memeriksa kotak surat yang sudah banyak dengan entri kontes. Hana memasukkan nama mereka semua agar terlihat banyak dan penuh. Bahkan dia sampai membuat namanya sendiri dengan Keisuke dan Toru. Hahaha.
Hana senang jika namanya semakin banyak, dia kemungkina akan bisa memenangkan hadiah itu dan bisa menonton tv kabel.

“Kalian berdua! Apakah kau melupakan tujuan awal kontes ini? Bukankah kita harus mendamaikan Takuya dan Saori.” Kata Daichi.

“Ya…itu benar.” Ucap Hana.

Dengan kesal Daichi membuang semua kertas entri yang ada nama mereka. Lalu Seiya menujukkan entri yang bertuliskan Izumi Gaku <3 Tachibana Saori. Mereka berempat langsung menatap curiga kearah Gaku. Hana bertanya apa Gaku menyerahkan entri ini? Gaku tak tahu menahu tentang itu. Mungkin dia digunakan untuk menutupi hubungan Saori dan Takuya. Hana tak yakin Saori yang melakukannya. Gaku memperingatkan mereka untuk berhenti saja. Ini hanya akan membuatnya kesulitan.


Ternyata Yuki lah yang menulis entri itu karena ia ingin sekali mendapatkan hadiahnya. Ayumi juga berpendapat kalau Saori dan Gaku sangat cocok. Takuya yang ada di kelas akhirnya pergi, tak tahan mendengar obrolan mereka. Saori melihatnya seperti tak tega.
Malamnya, Daichi datang lagi ke rumah Hana. Ayahnya tidak ingat apa yang dikatakannya dulu makanya dia menyuruh Daichi datang untuk bertanya pada ibu. Hana menebak pasti itu adalah kata-kata yang indah. Ibu membenarkannya, kata-kata yang mengubah seluruh hidupnya. Ibu bercerita kalau dulunya dia adalah pramugari. Ada keadaan darurat selama penerbangan dan Ayah datang untuk membantunya. Ayah menggenggam tangannya dan meyakinkan situasi akan aman. Ayah mulai sering naik penerbangannya. Pada kencan pertama, dia mengatakan “Aku suka kamu”. Ternyata hanya itu kata-kata pentingnya. Ibu lalu berkata kalau Ayah tidak mengatakan hal itu dia tidak akan menikah dengannya, meskipun ia tahu perasaan ayah.

“Daichi, jika kau memiliki seseorang yang kau sukai, kau harus memberitahu perasaanmu.”
“Aku suka kamu. Aku tidak akan mengatakan itu.” jawab Daichi. Ibu berkata kalau Daichi seperti itu dia tidak akan pernah mendapatkan pasangan. Kesempatan itu tidak akan datang sendiri setiap hari.
“Hana-chan juga, ketika kau mencintai seseorang, apapun yang kau rasakan atapun yang kau pikirkan kau harus memberitahu dengan benar tentang perasaanmu.”
“Apa itu cinta…?” tanya Hana kemudian.
“Hei, kau tahu kata kencan tapi kau tidak tahu cinta?” ejek Daichi. Hana tidak tahu karena kakek tidak cerita tentang hal itu. LOL.
“Han-chan, jatuh cinta adalah..bila kau berpikir tentang seseorang dan memiliki perasaan yang sesak.” Jawab ibu.


Hana bingung “sesak”? Tiba-tiba Ayah datang dan menyingkirkan Daichi. Ayah berkata kalau dia ingat, “Kau 10.000 kali lebih indah daripada langit.” Yah jelas saja itu salah. Daichi mencoba membantu ayahnya dengan kata “Suno (cuka)” agar ayahnya bisa menebak “Suki (suka)”. Tapi ibu berkata itu sudah cukup dan mengajak ayah pulang.
Hana dan Rinka mengobrol tentang orangtua Daichi yang akhirnya berdamai. Hana teringat dengan “sesak” seperti yang ibu Daichi bilang. Ia pun bertanya apa Rinka pernah merasa hatinya sesak. Rinka tersenyum mengatakan dia punya hati yang cukup kuat dan mereka tertawa bersama.

Tibalah saatnya acara “kontes pasangan terbaik”. Sekolah sudah dipenuhi dengan promosi kontes itu dan Hana mengabsen pasangan satu per satu. Seiya berperan sebagai operator acara dan Keisuke-Toru muncul sebagai MC. Sementara acara sudah di mulai, Yuki dan Ayumi sibuk membujuk Saori agar ikut kontes itu. Mereka sampai harus menyeret Saori agar ikut. Hana juga membujuk Takuya . Ia memberikan hadiah itu kembali. Menurutnya Takuya lebih baik memberikan ini pada Saori. “Tinggalkan aku sendirian.” kata Takuya. Ia ingin pergi, Daichi datang di hadapannya. Ia langsung merangkul Takuya.


Gaku yang tidak ingin terlibat di acara kontes itu menyendiri di ruang OSIS. Keisuke-Toru mulai memanggil peserta satu per satu. Di belakang panggung Daichi memberikan entri kosong untuk Takuya. Takuya tidak mau dan berniat pergi. Ia berhenti saat Daichi menanyakan dirinya yang menyukai Saori.
“Kau akan menyesal jika kau tidak memberitahu perasaanmu. Tidak masalah jika semua orang melihatmu. Jika kau menyukainya, bilang saja padanya kau meyukainya.” Ujar Daichi.
Gaku melihat kamera Hana dan menonton rekaman Takuya-Saori. Ia juga bisa melihat dari wajah Saori yang bahagia saat Saori memberikan Takuya kue, bahwa sebenarnya Saori juga memiliki perasaan untuk Takuya.


Takuya berpikir tidak ada gunanya dia memberitahu Saori. Dia bukan pria tampan, yang sesuai seleranya adalah Gaku. Daichi tak peduli. Jika ada orang yang Takuya sukai dan berdiri disisinya, jika Takuya memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaannya, maka lakukanlah!

“Bahkan Cuma satu kata bisa merubah seluruh hidupmu. Jika kau tidak memberitahunya, kau tidak akan berubah dan kau tidak akan bisa melupakannya. Cinta ini..perasaan ini..tidak ada waktu lain selain sekarang.” ucap Daichi tulus.
Hana berkata ini masih belum terlambat. Setelah menguatkan tekadnya, Takuya mengambil entri yang diberikan Daichi. Kemudian Gaku muncul sambil membawa laptop. Meskipun dia tidak suka terlibat dengan hal yang seperti ini tapi dia tetap melakukannya.


Semua kaget dan bertanya-tanya saat melihat Takuya keluar padahal pasangan terakhir sudah dipanggil. Cahaya meredup dan fokus pada Takuya.

“Dari kelas 2-A Kudo Takuya. Aku menyukai Tachibana Saori dari kelas yang sama.”

Saori dan juga semuanya terkejut. Kemudian sorotan lampu mengarah pada Saori.


“Aku bukan pria tampan dan berbakat. Aku tahu, aku tidak pantas untuk Saori. Tapi ketika datangnya perasaan ini, aku tidak akan berpaling pada siapapun. Perasaanku terhadap Saori….”

Tiba-tiba di layar muncullah video keakraban Takuya-Saori. Takuya, Saori, dan semua orang yang ada disitu terpaku melihatnya. Saori terseyum melihat video itu. Yah itu adalah ide Gaku. Menurutnya tak cukup hanya membuat pengakuan, mereka perlu dampak yang dramatis. Karena Takuya-Saori dewan OSIS akhirnya juga bisa semakin dekat.
Takuya semakin bertekad..

“Perasaanku terhadap Saori tidak akan berpaling kepada siapapun. Saori…aku mencintaimu!” teriak Takuya dengan suara lantang.
Saori menahan tangisnya, sedikit kecewa dengan yang dilakukan Takuya. Ia berjalan ke panggung, tapi akhirnya ia mengulurkan tangannya pada Takuya. Takuya menyambut uluran tangan Saori, mereka tertawa bersama. Lalu Takuya memasangkan gelangnya pada Saori. Saori terharu dan semua yang ada disitu bertepuk tangan untuk mereka. Suasana semakin romantis saat balon warna warni berjatuhan dari atas layar yang membingkai wajah mereka.
Acara selesai dan mereka berdua yang mendapat hadiah tv LCD itu. Mereka pun akan difoto bersama. Hana merasa ini kesempatan langka dan mengajak semuanya ikut berfoto. Semua setuju, dan mereka berfoto dengan background lukisan mural mereka. Alhasil Takura-Saori tak jadi foto bersama.


Setelah itu semua sibuk bercanda ria. Daichi menghampiri Hana yang tengah memberi makan ikan. Hana berbalik menatap Daichi. Daichi berpikir, perkembangan ini, didepan semua orang? Tiba-tiba Daichi dan Hana sudah di dalam air. Hana meminta Daichi mengajarinya tentang cinta. Daichi berkata pelajarannya akan semakin sulit. Hana ingin menciumnya tapi saat Daichi menutup mata Hana berubah menjadi ikan Koi (Koi dalam bahasa jepang berarti cinta dan juga ikan). Itu hanya khayalan Daichi karena nyatanya Hana lagi memberi makan ikan Koi.
Seiya muncul di belakang Daichi. Ia bertanya apa Daichi memiliki seseorang yang dia cintai. Karena yang Daichi katakana tadi seperti tentang dirinya. Yah padahal sih itu kata-kata ibunya kemarin. HAHAHAA

“Aku kehilangan kesempatan untuk mengatakannya.” Kata Daichi lalu pergi. Rinka melihat Daichi dengan tatapan aneh. Sepertinya Rinka mulai menyukai Daichi. Dan Hana juga melihat Daichi pergi.
Seiun berkunjung ke rumah Daichi. Melihat Daichi yang memainkan pulpen pinknya, Seiun berpikir kalau Daichi masih belum lupa tentang gadis itu. Seiun berkata mungkin dia masuk sekolah lain. Daichi menyesal karena tak meminta nomor telponnya saat itu.
Rinka membicarakan tentang Daichi yang ia pikir Daichi punya orang yang dia sukai. Tiba-tiba Hana merasakan sesak di hatinya.

No comments:

Post a Comment