Love Myself Or You Episode 12 - 1


Setelah mendapatkan hadih uang tunai itu mereka langsung pergi ke showroom untuk membeli motor baru. Hao Wei tertarik pada motor yang modelnya hampir sama dengan motor Kai Qi dulu, namun lebih cantik. Kai Qi setuju dan ia memilih warna putih.


Ah Jie tengah menyiram tanaman saat Kai Qi sampai di restoran dengan mengendarai motor barunya. Ah Jie menghampirinya menanyakan motor itu. Dengan raut wajah bahagia Kai Qi mengatakan kalau Ah Jie jelas tidak bisa menebaknya, dia saja bahkan tak percaya. Dia lalu memberitahu saat mereka pergi ke pantai dan melewati menara lonceng, mereka dinobatkan sebagai pasangan yang ke-520 yang melewati menara itu dan disuruh memilih undian. Beruntung, dia mendapat NT$50.000 makanya dia membeli motor ini. “Kamu tahu, aku belum pernah menang undian. Aku tidak pernah berpikir aku akan mendapat hadiah besar. Apakah aku, Du Kai Qi, akan mendapatkan keberuntungan mulai sekarang?” Ujar Kai Qi senang.

Ah Jie sebenarnya ikut senang, tapi ia jadi bete mendengar Kai Qi yang mengatakan ia dan Hao Wei pasangan. Kai Qi yang sudah berjalan menuju restoran tiba-tiba ingat kalau tadi Ah Jie ingin mengatakan sesuatu padanya. Apa itu? “Apakah masih penting?” Jawab Ah Jie ketus mengabaikan Kai Qi.


Saat Bao Zhu selesai berganti pakaian Kai Qi langsung memberikan kunci motor itu padanya. Bao Zhu berpikir kalau Da Zhi sudah memperbaikinya tapi Kai Qi mengatakan kalau ia menang undian jadi ia beli yang baru. Mulai sekarang dia akan menggunakan yang lama dan Bao Zhu menggunakan yang baru. Bao Zhu tidak mau menerimanya, jika itu dia maka dia juga akan meminjamkan Da Zhi, lagipula dia tidak biasa mengendarai motor. Kai Qi tetap memaksa memberikan kunci motor itu pada Bao Zhu. Saat Kai Qi sedang ganti pakaian, Bao Zhu meninggalkan kunci motornya di meja.

Kai Qi membagi tugas atas pesanan yang dibacakan Le Xuan. Namun Ah Jie malah menukar tugasnya dengan Xiao Shu. Kai Qi menatapnya heran, terlebih lagi semua yang ia perintahkan pada Da Zhi malah langsung diambil alih olehnya untuk dikerjakan tanpa bicara sama sekali. “Hey, apa yang kamu lakukan? Apa kamu salah minum obat?” Tegur Kai Qi. Ah Jie tak menanggapinya, ia langsung mengerjakan tugas Xiao Shu. Mereka pun bertanya-tanya ada apa dengan Ah Jie hari ini.


Begitu waktunya pulang, Ah Jie langsung buru-buru keluar mengabaikan Kai Qi yang berteriak memanggilnya. Kai Qi menghentikan Ah Jie sebelum ia masuk mobil.

“Ada apa denganmu hari ini?”

“Apa maksudmu?” jawab Ah Jie dingin.

“Kenapa kamu membuat ulah?”

“Tidak. Aku hanya melakukan pekerjaanku. Atau kamu lebih suka melihat orang bercanda di dapur?”
 
Kai Qi tak habis pikir dengan sikap Ah Jie yang baginya sangat menyakitkan. “Meyakitkan? Apa maksudmu dengan menyakitkan? Jika aku tidak senang, itu menyakitkan? Apakah aku tidak boleh emosi?” ia langsung menyuruh Kai Qi minggir, waktunya sudah habis untuk bicara dengan Kai Qi.

Setibanya di rumah, Kai Qi ingin berbicara dengan Ah Jie, tapi yang ada hanya Da Zhi dirumah. Da Zhi memberitahu bahwa Ah Jie pergi katanya ingin melihat pemandangan malam. Kai Qi pun tahu kemana perginya Ah Jie dan meminta tolong Da Zhi untuk menjaga Xiao Yi.


Ketika sampai di tepi danau tempat Kai Qi biasa menghabiskan waktu saat bad mood, Ah Jie langsung membuka bagasi mobilnya yang penuh dengan balon yang sudah ia persiapkan untuk Kai Qi. “Aku kehabisan waktu. Hari ini, aku ingin menjelaskan padamu” ia memegang balon-balon itu dan terlintas kenangan-kenangan mereka saat Kai Qi mulai percaya padanya, melihat kembang api bersama, juga senyuman Kai Qi saat dia menghiburnya. Ah Jie mngurungkan niatnya untuk melepas balon itu “Du Kai Qi. Aku pergi. Aku menyukaimu. Aku akan pergi tapi aku menyukaimu”. Seakan sudah mengatakan semua isi hatinya, Ah Jie pun bersiap melepas balon itu tepat saat Kai Qi datang.

Kai Qi masih tak mengerti dengan Ah Jie hari ini, tapi Ah Jie langsung melepas balon itu ke udara. Ia mengomeli Ah Jie, jika Ah Jie menganggapnya teman, katakan padanya dengan jela s. Mengapa Ah Jie marah dan menyimpannya dalam hati? Dengan nada lirih Ah Jie menjawab karena Kai Qi tidak menepati janjinya untuk pergi mengambil barang Da Zhi dan malah pergi dengan Hao Wei. Ia tahu itu masalah sepele tapi Kai Qi sudah berjanji duluan padanya.


Kai Qi menghentikan Ah Jie yang ingin pulang “Sebenarnya kamu kecewa karena apa? Bukankah kak Bao Zhu sudah pergi?”

“Kamu seharusnya menyelesaikan apa yang sudah kamu janjikan. Kamu bilang aku diam-diam berkencan, tapi itu kamu. Kamu yang diam-diam melakukannya dan diam-diam mulai pacaran. Kamu tersenyum setiap kali dia datang. Kamu pergi hanya dengan satu panggilan telepon. Satu menit kamu berjanji padaku, dan kemudian kamu melupakannya. Di hatimu, apa artinya aku?”

“Apa yang sedang kamu bicarakan? Lalu apa artinya usahaku? Bukankah kamu mengatakan padaku untuk berusaha dan menyelesaikan kesalahpahaman? Bukankah kamu mengatakan padaku untuk minta maaf dan lebih berinteraksi dengan orang lain? Aku berusaha keras melakukan hal ini, namun kamu membuatku gila”

“Kamu benar. Aku mengatakan semua itu. Aku yang mengatakan agar kamu membuka hatimu dan menjernihkan kesalahpahaman. Aku jadi gila ketika aku mengatakan padamu untuk mencarinya. Aku bahkan punya sesuatu yang lebih gila”


Ah Jie langsung mendekat dan menarik Kai Qi lalu menciumnya. Kai Qi terkejut tapi ia juga membalas ciuman Ah Jie. Sadar dengan apa yang dilakukannya ia langsung memukul Ah Jie dan pergi dari situ. Ah Jie tersenyum senang melihat Kai Qi.


Sementara itu Young Qian yang belum pulang melamun sedih di ruangannya. Meskipun begitu ia tahu saat Le Xuan masuk dan bertanya kenapa Le Xuan belum pulang. “Akulah yang seharusnya bertanya padamu, kenapa kamu bersembunyi disana membuat orang lain takut?” Young Qian jadi senang ternyata masih ada yang peduli dengannya. Ia mengeluhkan setiap orang yang mendapat coklat. Bahkan Xiao Shu pun dapat. Tapi dia, yang selalu peduli pada karyawannya, kepala koki yang berempati dan hebat, dia tidak melihat satupun kardus coklat. Hah? Maunya sekardus?

Le Xuan pun jadi terbawa kesedihan Young Qian “Aku juga. Hari ini, aku memberikan parfum pada Ah Jie, dan mengungkapkan perasaanku padanya” Young Qian jadi kaget, bukankah ini terlalu kasar? Le Xuan secara langsung memberinya kalimat mematikan. “Tapi, aku ditolak” Young Qian langsung semangat kembali.

“Aku tahu ada orang lain di dalam hatinya. Tapi setiap kali aku melihatnya tersenyum, aku merasa bahagia. Aku ingin menghabiskan waktu bersamanya, tapi dia bilang padaku jangan membuang-buang waktu untuknya. Bagaimana bisa menyukai seseorang itu membuang-buang waktu?” Le Xuan tiba-tiba bersandar pada Young Qian yang duduk di sebelahnya dan tanpa ragu Young Qian merangkulnya. Young Qian lalu memberitahu bahwa ada sebuah kuil yang bisa menyelesaikan masalah hati. Perasaan orangtuanya dulu tidak baik, tapi setelah mereka mengunjungi kuil itu mereka tidak pernah bermasalah lagi. “Jangan menyusahkan dirimu sendiri, cepat cari pria idamanmu!” Ujar Young Qian menyemangati tapi di dalamnya hatinya dia berkata kalau pria itu adalah dirinya. Hahaha


Begitu tiba di rumah, Kai Qi lalu menuju kulkas dan mengambil air. Ia sampai menutup pintu kulkas itu dengan kakinya dan langsung menenggak setengah botol air. Ia masih syok dengan ciuman mereka tadi. Tak lama bel rumah berbunyi dan saat Kai Qi membuka pintu hadiah Ah Jie sudah terletak manis disana. Kai Qi tersenyum melihat isinya dan mencari orang yang mengirim itu, Ah Jie langsung cepat-cepat bersembunyi di balik tembok. Kai Qi mengernyit sakit di bibirnya saat akan memakan biskuit itu dan Ah Jie juga meresakan hal yang sama saat ia ingin minum.


Esok paginya di restoran, mereka berdua terkejut melihat satu sama lain menggunakan masker untuk menutupi luka di bibir mereka. Suasana jadi canggung, Ah Jie akan menjelaskan kejadian kemarin tapi Kai Qi keburu mengomel duluan “Aku merasa bersalah pada gadis yang ingin kamu sayang. Pria paling buruk!” ia lalu menyemproti Ah Jie air sampai basah kuyup.


Xiao Qiang dan Xiao Li pun kode-kode bergosip tentang mereka. Xiao Li sengaja mengambil pesanan untuk mengorek informasi. Tepat disaat itu ia melihat tangan Kai Qi dan Ah Jie tak sengaja bersentuhan saat mengambil pan. Begitu Linda datang, ia langsung menyuruh Linda melihat keduanya, karena Linda tidak tahu apa-apa Xiao Li ingin menyebarkan gossip padanya tapi tidak jadi saat melihat Bao Zhu sudah berdiri disampingnya.


Da Zhi dan Xiao Shu turut memperhatikan sikap aneh mereka, saat Ah Jie mencicipi masakan, Xiao Shu pun menyadari ada sesuatu di bibir Ah Jie. Ia langsung berlari untuk melihatnya “Hey apa ini?” Da Zhi yang penasaran juga ikut nimbrung dan memaksa Ah Jie memperlihatkannya. “Hey, itu tidak ada disana kemarin. Siapa wanita liar itu?” tanya Da Zhi curiga. Kai Qi yang mengintip langsung bersembunyi takut. Ah Jie lantas membantah ia hanya menabrak sesuatu kemarin. Tapi Da Zhi tetap yakin, untunglah Le Xuan datang menyelamatkan Ah Jie dengan menyuruh Da Zhi cepat menyiapkan pesanan. Kai Qi jadi gelisah mondar-mandir tak jelas.


Hao Wei berkunjung ke restoran dan disambut dengan gaya centil Xiao Li. Xiao Li lalu memberitahu pesanan Hao Wei yaitu hati bebek buah berry, bisakah Kai Qi membuatnya? Kai Qi mengiyakannya tapi Ah Jie yang cemburu tak membiarkan Kai Qi membuatnya, apalagi pesanan Hao Wei adalah menu di kompetisi mereka waktu itu. Lagi-lagi hal ini membuat Da Zhi dan Xiao Shu berpikir penasaran ada apa dengan mereka.


Saking cemburunya Ah Jie sampai tak mngijinkan Kai Qi yang mengantar pesanan itu. Ia juga meperingatkan Hao Wei agar tak memesan makanan yang tidak ada di menu. Koki disini tidak hanya melayani dirinya. Kai Qi langsung memanggil Ah Jie keras hingga pengunjung restoran menoleh padanya. Ah Jie langsung pergi begitu saja.

Hao Wei bertanya heran kenapa Kai Qi pakai masker. Dia menebak apa sakit? atau…? Kai Qi berkata tidak ada apa-apa, dia hanya menabrak orang gila! Tapi Hao Wei juga merasa ada yang aneh diantara mereka.

8 comments:

  1. Kakk lanjtin atuh.smakin mnrikk crtanya..serunya untk hbngn mrka brdua it gak ada penentangan dr ortu si cowok.walaupun ortu si cow kaya..suka pokoknya!!tlong di lanjutkan..aku tunggu..fighting!!!!

    ReplyDelete
  2. Wah.. akhirnya ada yang lanjut drama satu ni. sip dah.. Izin ngelink yah mba, semangat sampai the end ^_^

    ReplyDelete
  3. Lanjutin donk mbak...penasaran deh sama ceritanya...
    Semangat ya...smg sehat selalu 😊

    ReplyDelete
  4. Lanjutin donk mbak...penasaran deh sama ceritanya...
    Semangat ya...smg sehat selalu 😊

    ReplyDelete