July 28, 2016

Love Myself or You Episode 12 - 2


Saat jam istirahat makan siang, Kai Qi request menu pada Da Zhi yang bertugas hari ini. Tapi yang Kai Qi minta adalah ayam goreng, cumi goreng, kentang goreng, tempura, pokoknya semua digoreng. Walau heran Da Zhi menuruti semuanya. Dan setelah Da Zhi pergi Kai Qi nampak tersenyum memandang Ah Jie.



Hao Wei mengajak Kai Qi makan siang bersama lagi. Namun Kai Qi tiba-tiba bertanya berapa hutang ayahnya sebenarnya. Dia pun mengakui memiliki perasaan yang berbeda pada Ah Jie. Hao Wei nampak sedikit kecewa tapi ia berusaha menyembunyikannya di depan Kai Qi dengan berkata kalau Kai Qi sudah salah paham dengan pertemanan mereka ini. Kai Qi meminta maaf dan meminta waktu sendiri, ada sesuatu yang harus dipikirkannya kembali. “Mmm.. jangan merasa kalu aku menekanmu. Apakah kamu tahu, apapun itu aku akan mendukungmu” Ucap Hao Wei.


Saat Da Zhi sudah menghidangkan menu gorengan itu, semua lesu melihatnya. Xiao Li protes, bagaimana bisa mereka makan ini di hari yang panas seperti ini. Terpakasalah mereka harus memakannya. Ah Jie sendiri kesal karena ia tahu Kai Qi pasti sengaja melakukannya HAHAHA.


Young Qian datang dengan terburu-buru dan langsung mengajak Ah Jie untuk melihat sesuatu yang menjijikkan. Hah apaan ya? Dan ternyata Young Qian ingin menunjukkan rekaman CCTV hari ini yang merekam kegelisahan Kai Qi. Kai Qi sebenarnya ingin memberikan handuk pada Ah Jie yang basah kuyup tapi ia ragu melakukannya. Dia hanya mondar-mandir di depan loker, memasukkan handuk ke loker dan mengambilnya lagi.

Karena di rekaman suara Kai Qi tak terdengar, Young Qian mendubbing-nya “Hmmm, handuk ini sudah sangat tua! Lebih baik aku membuangnya. Oh tidak, orang perlu berhemat. Ini pemborosan kalau aku membuangnya, aku akan menyimpannya saja. Tapi handuknya sangat bau! Handuknya bau dan sudah tua, lebih baik aku buang saja!” HAHAHAH ada-ada aja nih..


Lalu diperlihatkan Kai Qi yang kembali lagi dan mengomel pada baju Ah Jie. “Kenapa kamu melakukan itu? Kenapa kamu menciumku? Apa kamu benar-benar lupa daratan?” Wkkwkwk
Kai Qi benar-benar bingung. Kalau dia bertanya langsung pada Ah Jie dan jawabannya memang dia benar-benar lupa daratan, apa yang harus dia lakukan? Lagipula, Ah Jie sudah punya orang yang dia sayang. Kai Qi mengomel lagi tentang Ah Jie yang menaruh kue makaron di depan pintu. Apa Ah Jie tidak tahu kalau dia bisa salah paham? Huh, kenapa seperti ini? Kai Qi semakin uring-uringan. Lagi-lagi Young mendubbingnya, tapi agak sedikit jorok sampai Ah Jie pun ikutan tertawa dan mengatainya cabul.


“Hey, bukan itu intinya. Intinya, kenapa Kai Qi melakukan sesuatu yang tidak sopan pada bajumu? Apakah dia menyukaimu?”

“Apa kamu bilang?

“Aku bilang Kai Qi tidak sopan padamu”

“Bukan itu, katakan kalimat berikutnya” kata Ah Jie antusias.

“Apakah dia menyukaimu?”

Ah Jie langsung tersenyum puas. Jika orang lain bisa melihatnya, ia pun yakin kalau Kai Qi memang menyukainya.


Xiao Li yang mengambil saus bersama Xiao Qiang menggerutu kesal pada Kai Qi. Bisa-bisanya Kai Qi membuat mereka makan gorengan sementara dia makan enak-enakan dengan Hao Wei. Ah Jie buru-buru turun dengan penuh senyuman. Hampir saja dia menabrak Xiao Li. Ia lalu pergi dengan semangat saat mendengar Xiao Qiang berkata bahwa Kai Qi pergi sendirian, bukan bersama Hao Wei.


Kai Qi masih bertanya-tanya motif Ah Jie menciumnya. Waktu itu gara-gara takut gelap, apa lagi kali ini? Tapi ia jadi tidak enak saat mengingat senyum kecewa Hao Wei tadi. Dan tepat disaat itu Ah Jie muncul dan berteriak dari seberang jalan ada sesuatu yang ingin dia katakan. Kai Qi terkejut dengan kedatangan Ah Jie, ia lantas balas berteriak agar Ah Jie jangan datang padanya.

“Apakah kamu jadi aneh sepanjang hari karena kamu peduli padaku?”

“Siapa? Siapa yang peduli padamu?”


Hahaha, wanita di sebelah Kai Qi jadi bingung melihat mereka teriak-teriakan. Ketika bus tiba, Kai Qi langsung pergi dan tak tinggal diam Ah Jie mengerahkan semua tenaganya untuk mengejar bus yang sudah berjalan agar bisa bertemu Kai Qi dan menjelaskan semuanya.


Kai Qi terperangah tak menyangka. Tanpa ragu Ah Jie langsung berdiri disamping Kai Qi dan menggodanya saat melihat danau tempat mereka berciuman malam itu. Kai Qi yang masih belum sadar kalau orang yang Ah Jie sukai itu adalah dirinya malah memperingatkan Ah Jie jika Ah Jie macam-macam maka dia akan mengatakan semuanya pada wanita yang Ah Jie sukai. Tapi saat Ah Jie diam dan pindah duduk di depannya, Kai Qi jadi risau melihat betapa menurutnya Ah Jie bahkan saat dia menyebutnya, apa Ah Jie sangat memperhatikan wanita itu? Lalu kenapa dia menciumku? HAHAHAH


Saling lirik-lirikan, akhirnya Ah Jie mulai bicara.

“Wanita itu… wanita itu”

“Apa?”

“Wanita itu sangat cantik, antusias pada pekerjaannya dan baik pada keluarganya. Hanya saja.. dia tidak begitu pintar. Jika berpikir salah pada sesuatu, dia akan terus berpikir seperti itu. Aku mulai bertanya-tanya kenapa aku justru menyukainya. Dia punya kepribadian yang sangat buruk, sulit bergaul, dan sulit untuk didekati. Senyumannya sangat cantik, tapi dia jarang tersenyum”

Ah Jie mengatakan itu semua agar Kai Qi sadar selama ini dialah orang yang Ah Jie suka, namun Kai Qi tidak peka sama sekali. Dia malah marah karena cemburu. Saat Ah Jie ingin merapikan rambut Kai Qi, Kai Qi langsung menepis tangannya.


“Oiya, aku lupa bilang kalau wanita ini suka sekali mengatakan kata ‘pi’ (Pi artinya kentut, dipakai ketika bersumpah). Dia akan terus mengatakan ‘apa hubungannya denganmu?’ memakai kata pi juga. Bahkan aku berpikir hanya seseorang yang murah hati saja yang bisa menyukainya”

“Orang itu adalah aku?” tanya Kai Qi yang akhirnya sadar dengan semua petunjuk Ah jie tadi.

Tapi Ah Jie sengaja membuatnya bingung lagi dengan berkata dia salah. Kesal, Kai Qi tiba-tiba mendekatkan wajahnya dan cusss, ia buru-buru turun dari bus. Kai Qitersenyum senang karena Ah Jie tertipu olehnya.


Ah Jie cepat-cepat turun dan mengikuti Kai Qi yang pergi ke sebuah taman. Ah Jie bertanya heran, bagaimana bisa Kai Qi salah menganggap orang lain yang ada didalam hatinya, padahal dia sudah sangat jelas memberikan “tanda” pada Kai Qi. Kai Qi terus berjalan mengabaikan Ah Jie.

“Hey Du Kai Qi, ada apa dengan sikapmu? Berhenti mengabaikanku?”

“Seperti yang kamu bilang, aku bodoh dan gampang marah. Jangan mengikutiku, pergilah!”


Tapi bukan Ah Jie namanya kalau ia menyerah begitu saja. Ia lomba cepat-cepatan jalan dengan Kai Qi dan menghalangi Kai Qi berjalan duluan. Saat dia terkekeh sendirian, Kai Qi malah mengambil jalan lain meninggalkannya. Kekekeke..


Ah Jie berusaha mengejar Kai Qi sampai ke kolam air mancur. Kai Qi berdiri tak jauh di depan Ah Jie, ia lalu menantang “karena aku susah didekati jangan membuat dirimu sendiri susah” dan tanpa ragu Ah Jie berjalan masuk ke kolam yang hanya semata kaki itu. Berdiri di depan Kai Qi dan menggendongnya ke batu di tengah kolam. Ia bertanya serius apa Kai Qi melarikan diri karena malu atau karena membencinya. Kai Qi buang muka tak ingin menjawab. Ah Jie lantas berpikir Kai Qi membencinya dan ternyata itu hanyalah trik Ah Jie, karena saat dia akan pergi Kai Qi langsung menarik baju Ah Jie. Yey, sukses..


Ah Jie lalu berdiri dihadapan Kai Qi. Ia berkata lembut “Meskipun kamu punya sifat yang buruk, dan sulit didekati, intinya adalah… AKU MENYUKAIMU”


Kai Qi belum menjawab, Ah Jie mendekat dan langsung menciumnya lembut. Kai Qi juga membalas ciuman itu dan tepat saat itu air mancul menyala membuat suasana semakin romantis. Orang-orang ikut merasa bahagia melihat mereka. Ada satu pasangan yang juga terkesima, dan saat si cowok mencium pipi pacarnya itu, pacarnya malah menamparnya. HAHAHA pengen ikutan romantis malah dapat tamparan.


Mereka berdua kembali ke restoran. Sebelum turun, Kai Qi melihat situasi dulu, ia tak ingin ketahuan kalau mereka sudah berpacaran dan memperingatkan Ah Jie untuk tidak memberitahu siapapun tentang hubungan mereka karena ia tak ingin menjadi bahan gossip nantinya.


Saking takutnya ketahuan Kai Qi bahkan meminta Ah Jie jauh-jauh darinya. Tapi begitu masuk, Xiao Li terkejut melihat mereka pulang bersama dan refleks Kai Qi menutup mulut Ah Jie dan mulutnya sendiri. Yang lain pun berdatangan dan jelas saja sikap aneh mereka membuat semuanya ketahuan. Ah Jie pun mengakui dengan tersenyum lebar kalau mereka berpacaran.


Da Zhi marah memberontak sementara Xiao Li pura-pura menangis dengan menaruh air liur di pipinya. Hahahah, gak berhenti ketawa lihat scene ini, apalagi Ah Jie yang tadi bilang dia bisa menyimpan rahasia malah dia yang membocorkannya kekekeke…


Xiao Qiang dan Xiao Shu sampai harus memegangi Da Zhi. Da Zhi yang awalnya ingin mengadakan pesta untuk merayakan satu bulan Ah Jie bekerja di restoran, jadi bersumpah tak akan mengadakannya. Sampai mati pun Ah Jie bekerja dia tak akan mengadakan pesta. Tapi Xiao Qiang dan Xiao Shu malah semangat sekali untuk mengadakan pesta merayakan jadian mereka. “Kalau kamu tidak mengadakannya, kami akan mengadakannya… dengan memuaskan dan kemegahan!” HAHAHAH


Semua pun pergi bertugas kembali. Le Xuan kembali ke ruangan dengan wajah sedih, padahal ia yang menyuruh Ah Jie untuk mengungkapkan perasaannya. Tak lama Young Qian datang, ia berkata sudah melihat CCTV dan menepuk pundaknya sambil berkata “kemarilah” Le Xuan langsung bersandar pada Young Qian tapi sedetik kemudian ia protes mengatai Young Qian cabul karena sudah mengintip kehidupan mereka. Young Qian menyangkal, memangnya dia yang memasang CCTV? Kan boss yang memasangnya. “Ahh, aku hanya bercanda” sahut Le Xuan manja dan bersandar lagi di pundak Young Qian.


Malamnya, Ah Jie menemui kakaknya dan memberitahu kalau dia ingin tinggal di Taiwan dan tidak akan kembali ke Perancis. Dia tahu apa yang dia janjikan dan berusaha untuk tidak membangun perasaan pada apapun atau seseorang disini. Tapi dia sungguh tidak bisa melakukannya. Dia tidak bisa pergi lagi. biarkan dia tinggal, hanya itu yang dia butuhkan.



Zi Xiang ingat Kai Qi adalah wanita yang dekat dengan Ah Jie dan berpikir karena itulah Ah Jie ingin tinggal. Ia lalu mengijinkan Ah Jie tinggal tapi ia tidak akan bertanggung jawab jika karir Kai Qi hancur. Ah Jie balik mengancamnya. Dia akan tinggal, dan akan mengikuti setiap kompetisi yang dia bisa, dan akan melakukan apa saja untuk membangun restoran.

“Aku pasti tidak akan membiarkanmu melakui Du Kai Qi”

“Baiklah, tinggallah. Ikutilah kompetisi. Katakan pada ayah dan ibu kalau akulah yang kecanduan alcohol, kalau akulah yang jahat” teriak Zi Xiang

“Aku tidak mau bertanggung jawab pada hidupmu lagi! Setelah beberapa tahun ini, aku tidak pernah berani mengatakan tentang kau mengunciku di lemari. Kamu ingin aku meninggalkan Taiwan, jadi aku pergi ke luar negeri. Kamu tidak ingin aku ikut kompetisi, jadi aku bekerja sebagai pegawai magang rendahan. Pernahkah kamu berpikir untuk siapa aku melakukan ini semua? Ketika tanganmu terluka, ayah dan ibu sangat sedih. Aku takut kalau mereka semakin sedih, jadi aku tidak pernah bilang pada mereka tentang kecanduan alkoholmu. Karena aku percaya kau akan sadar dan menjadi lebih baik. Tapi lihat dirimu sendiri, apa kau jadi lebih baik?”


Zi Xiang masih saja tak terima dan tetap keukeh kalau dia disini maka Ah Jie tidak. Ah Jie bertekad jika Zi Xiang tetap tidak bisa merasakan pengorbanannya selama ini maka dia takkan mundur. Dia ingin Zi Xiang tahu bahwa dia takkan menyerah terhadap Kai Qi dan dia tidak akan menyerahkan takdirnya pada Zi Xiang. Ppftt Good Ah Jie.. Zi Xiang pantas dibalas dengan sikap egois dan childish nya itu.



Saat Ah Jie akan menuju apartemennya, Xiao Yi menyapanya dan memberitahu kalau dia baru saja membeli minuman yang waktu itu Ah Jie belikan. Ah Jie menggendongnya dan tersenyum tapi Kai Qi bisa merasakan mood Ah Jie yang buruk. Ah Jie berkata tidak apa-apa. Dia baik-baik saja sekarang setelah melihat Kai Qi. Xiao Yi terkekeh mendengarnya dan apa yang kemudian Xiao Yi katakan?

“Paman Ah Jie norak sekali” HAHAHAH, anak kecil aja tahu ya.

“Kamu tahu juga! Paman akan terus melalui ‘rute norak’ ini mulai sekarang”

“Aku tahu. Kalau paman tidak sedikit norak bibi tidak akan bisa merasakannya!” Hahahah, bener bangett


Ah Jie mengantarkan mereka sampai depan pagar. Saling diam malu-malu, Xiao Yi pun celingak-celinguk melihat mereka. Setelah menucap selamat malam, tiba-tiba Da Zhi muncul menghalangi senyuman mereka dan langsung mengajak Ah Jie pulang.

Setibanya di rumah, Ah Jie melihat sepatu Da Zhi yang sedikit lusuh lalu mengajaknya ke toko sepatu dan membelikannya untuk Da Zhi. Itu sebagai ucapan terima kasihnya karena sudah menjaga Kai Qi. “Jangan kira kamu bisa menyuapku seperti itu. Okay.. okay. Restoran tutup untuk 2 hari yang akan datang, jadi kalian berdua harus menggunakan kesempatan ini untuk berkencan. Sedangkan aku, aku akan liburan dengan sepatu baruku” akhirnya Da Zhi merestui hubungan mereka.


Esok paginya, Ah Jie dan Kai Qi mengantarkan Xiao Yi pergi sekolah. Kai Qi dan Ah Jie bermain dengan gembira di belakang, sementara Ah Jie menyetir sambil sesekali tersenyum memperhatikan mereka. Xiao Yi bertanya kenapa Ah jie sangat baik mengantarkannya hari ini. Ah Jie berkata karena suasana hatinya sedang baik. Kenapa sangat baik, paman? Itu karena paman Ah Jie akan berkencan dengan bibi. Kai Qi menegurnya, Xiao Yi lalu berkata kalau gurunya bilang di lingkungan ini penuh dengan cinta, semua orang memiliki cinta di hatinya. “Paman Ah Jie, jagalah bibiku!” pesan Xiao Yi “Oke, bye..”

No comments:

Post a Comment