Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 2 - 1


Sambil memutar lagu galau, Sakurai kembali teringat awal pertemuannya dengan Chiaki hingga ia melihat Chiaki bersama seorang wanita masuk ke gedung pernikahan tadi. Ia kembali ke restoran tanpa semangat dan mengeluarkan asparagus yang tidak ada dalam daftar belanjaan. “Dia hanya seperti asparagus. Langsing, tinggi, dan ramping” gumam Sakurai. Kanata tak mengerti apa maksud Sakurai. Sakurai mengatakan itu adalah tunangan Chiaki. Tentu saja Chiaki memiliki tunangan dan akan mengenalkan padanya segera. Sakurai ngomong sendiri sedangkan Kanata hanya diam bekerja. Ketika Chiaki datang bersama wanita tadi, Sakurai cepat-cepat bersembunyi tapi masih bisa dilihat oleh Chiaki.




Chiaki mengajaknya bicara sebentar lalu mengenalkan wanita disampingnya yang bernama Takatsuki Kaede (Nanao).

“Sebenarnya, kami ingin kau membuat kue pengantin” Ujar Chiaki

“Chiaki bilang padaku bahwa kau patissier luar biasa. kau bisa membantu kami?” tanya Kaede.

Meskipun terkejut Sakurai menyanggupinya. Dengan terbata-bata ia mengucapkan selamat pada mereka. “Kalian cocok. Aku harap kau bahagia” selepas Sakurai berjalan pergi, Chiaki tertawa terbahak-bahak, karena bukan dia yang menikah tapi ex-coursemates mereka. Sakurai pun berjingkrak-jingkrak senang mengetahui Kaede dan Chiaki hanya teman.


Mereka berempat mendiskusikan tentang rencana pernikahan itu. Sakurai membuat kue sedangkan Kanata bagian makanan. Kanata merasa tidak mungkin membuat makanan untuk tamu-tamu itu hanya dalam waktu dua hari, tapi Sakurai langsung menyetujuinya. Kanata kesal dan memperingatkan Sakurai untuk tak memutuskan sendiri lain kali. Dia pun pergi, tapi langkahnya terhenti saat Chiaki mengiming-iminginya papan selancar Daniel Thomson yang sangat diinginkannya. Kanata setuju dengan syarat restoran harus tutup sehari untuk persiapan.


Malamnya, Touma datang ke restoran saat Kanata sedang sibuk. Kanata memintanya untuk membantu persiapan besok. Mempraktekkan di sekolah saja tidak cukup, jadi harus terjun langsung ke lapangan. Touma meminta maaf karena tidak bisa membantu. Ujian akan segera datang, jadi dia harus belajar besok. Ia yakin Kanata bisa menanganinya sendiri. Tapi begitu diluar, Touma tampak merasa bersalah.


Di rumah, Sakurai ragu-ragu mengetuk pintu kamar Chiaki. Chiaki muncul dari belakang dan langsung mengajaknya masuk. Dengan malu-malu Sakurai mengatakan maksudnya untuk menanyakan karakter teman Chiaki yang akan menikah, dengan begitu dia bisa membuat kue khusus. Chiaki pun menawarkannya untuk langsung bertemu mereka. Tiba-tiba Chiaki duduk di sampingnya dan berterima kasih padanya. Sakurai sontak terdiam canggung, terpana melihat Chiaki.


Ia langsung berdiri dan pamit kembali ke kamarnya, tapi sebelum Sakurai menutup pintu Chiaki tersenyum mengucapkan selamat malam padanya. Yuhu, Sakurai sangat senang dan berteriak heboh sampai ia berulang kali mengulangi kata-kata Chiaki “Sakurai, Aku sangat senang kau disini”.


Besoknya di kedai Nobuyuki, Sakurai sudah bertemu dengan calon pengantin. Mereka berdua menceritakan awal mula mereka berpacaran dan langsung dicatat oleh Sakurai. Sakurai lalu melihat foto-foto kebersamaan mereka dan malah menemukan banyak foto Chiaki dan Kaede yang hanya berdua.


“Mereka cocok bersama-sama, kan?” Kata Kedua teman Chiaki itu. Mereka lalu memberitahu kedekatan Chiaki dan Kaede yang waktu dikampus dicap sebagai pasangan paling serasi. Sakurai kaget mendengarnya dan langsung menenggak segelas susu sampai Nobuyuki terhera-heran. Ia lalu bertanya penasaran apa Chiaki dan Kaede pernah berpacaran?

“Mereka sangat dekat. Aku pikir mereka akan menikah. Tapi mereka putus dua tahun lalu. Kaede adalah seorang pianis, dan dia akan belajar di luar negeri, tepatnya di Boston”

“Aku harap mereka kembali bersama”

“Karena mereka penyelenggara dari pesta pernikahan, mereka akan dekat lagi karena ini! dan kemudian mereka pasti akan menikah!” Ketiganya tertawa terbahak-bahak dan saling menjawab bersahutan sementara Sakurai syok sendiri.


Saat ia sedang bertanya “apa pasangan yang sudah putus tertutup satu sama lain” di aplikasi ponselnya, Touma datang mengagetkannya. Ia merasa Sakurai sedang stress, apa yang mengganggu Sakurai? Beritahu dia jika tidak keberatan. Sakurai tidak mau mengatakannya tapi setelah Touma meyakinkan ia pun menanyakan perihal tadi. Menurut Touma jika seorang pria masih dekat dengan mantan pacarnya bukan berarti pria itu menyukainya. Itu tergantung siapa orangnya, jika dia wanita yang baik, tentu saja dia ingin memilikinya lagi. Touma jadi heran kenapa Sakurai menanyakan ini, apa dia ada masalah cinta? Sakurai cepa-cepat menyangkalnya.

“Lalu kenapa kau tidak jatuh cinta?” tanya Touma tiba-tiba.

“Dengan Siapa?”

“Aku. Kau bisa datang padaku kapan saja, aku tidak keberatan. Bye bye” Ucap Touma pergi meninggalkan Sakurai yang kaget dengan sikap ceplas ceplos Touma itu.


Sesampainya di rumah, Sakurai mendesign kue pengantin. Namun ia kehabisan ide bagaimana bentuk yang akan dibuatnya. Tiba-tiba Kanata masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu. Sakurai panik menyembuyikan pakaian dalam yang ia jemur di kamar Hahhaha. Dengan wajah dinginnya itu ia mengajak Sakurai pergi dan tak perlu tanya pergi kemana, ikuti saja dia.


Ternyata Kanata mengajaknya belanja dan yang membawa semua belanjaannya adalah Sakurai. Sedangkan dia hanya berjalan santai di depan. Sakurai melihat ada Kaede dan juga Chiaki, ia pun cepat-cepat bersembuyi di balik papan menu. Ia menyuruh Kanata juga ikut sembunyi tapi Kanata tidak mau. Kanata-kun, panggil Kaede kemudian. Kaede juga melihat Sakurai bersembuyi dan memanggilnya. Ketahuan, Sakurai pun berbohong kalau mataharinya terlalu panas HAHAHAH.


Kaede lalu mengajaknya makan siang bersama. Kanata yang malas ikutan langsung mengambil belanjaan dari tangan Sakurai dan beranjak pulang. Sakurai malu jika hanya bertiga dan membujuk Kanata untuk ikut, tapi Kanata tak tetap tak mau pergi.


Saat di restoran, Chiaki dan Kaede berdebat tentang restoran yang sudah berubah, sepertinya tempat itu adalah kenangan mereka. Sementara Sakurai duduk diam ditengah memperhatikan mereka. HAHAHA


Kaede lalu memanggil pemilik restoran untuk memesan. Tak disangka pemilik restoran itu masih mengenal Kaede dan meminta tolong sesuatu sambil melirik anak kecil di belakang mereka. Kaede langsung mengiyakannya dan berjalan kearah piano di pojokan. Chiaki memberitahu Sakurai bahwa dulunya Kaede bekerja paruh waktu di restoran ini. Jari-jari Kaede mengayun indah di tuts piano sebelum akhirnya terdengar lantunan lagu happy birthday. Chiaki tersenyum melihat Kaede dan tanpa Sakurai sadari Kaede melihatnya menatap sedih Chiaki.


Touma asyik main game di tepi pantai bersama teman-temannya. Ia diberitahu kalau pacarnya datang. Ohhh, ternyata gadis waktu itu pacarnya Touma toh. Pacarnya khawatir melihat Touma yang jarang masuk kuliah. “Ujian sebentar lagi, kau harus mengulang jika terus seperti ini” tapi Touma terus bermain sepeda sampai sebungkus rokok jatuh dari sakunya. Pacarnya terkejut mengetahui Touma merokok.

“Bagaimana bisa seorang koki merokok?” Ucapnya khawatir

Touma langsung merampas rokoknya, “Aku tidak ingin menjadi koki dan aku akan berhenti kuliah”


Di dalam limosin mewah, tuan Higashimura mendapatkan informasi tentang rahasia restoran Sea Sons dari anak buahnya. Ia langsung tersenyum sinis mengetahui rahasia itu. Rahasia apa ya??


Setelah Kaede permisi pulang, Chiaki dan Sakurai pulang bersama. Sepanjang jalan Sakurai tak henti memuji-muji Kaede bak seorang dewi yang sangat sempurna. Benar-benar jauh berbeda darinya. “Kau tak perlu membandingkan diri dengannya. Kau punya kelebihanmu sendiri” hibur Chiaki. Chiaki memberanikan diri bertanya apa Kaede punya pacar sekarang? Chiaki berkata ia tidak tahu. Mereka tidak berhubungan selama dua tahun terakhir. Tapi menurutnya sih Kaede punya pacar.

Ia lalu pamit pergi, tapi baru beberapa langkah ia kembali memanggil Sakurai dengan “Misaki”. Chiaki berpesan dia ingin melihat kue buatan Sakurai nanti. Sakurai yang awalnya bingung dipanggil Misaki jadi tersenyum senang sampai lompat-lompat di jalan karena dipanggil dengan nama depannya. Hmm, ternyata nama Sakurai kebalik bukan Sakurai Misaki tapi Misaki Sakurai.


Dengan penuh semangat, Sakurai membuat kue itu bersama Kanata yang juga sibuk membuat hidangan untuk besok. Di kedai Nobuyuki, Chiaki dan Kaede bersantai bersama. Sementara Touma malah bersantai enak-enakan menikmati angin malam di tepi pantai.


Akhirnya wedding cake bertingkat-tingakt berhasil diselesaikan Sakurai. Setelah ia meletakkan tulisan happy wedding Keigo & Riko di puncak kue, ia bergegas pulang karena melihat sudah jam 2 pagi. Tapi tak jadi karenat tak tega melihat Kanata yang masih belum selesai dengan pekerjaannya. Akhirnya Sakurai ikut membantu sampai semua menu dapat mereka selesaikan bersama.


Kanata tiba-tiba bersikap lembut padanya dan memberikannya sebotol bir lalu bersantai di balkon restoran. Sakurai ingin cheers tapi ia tahu Kanata pasti tidak mau, dan saat Sakurai tak melihat, Kanata langsung nge cheers Sakurai. Sakurai teringat saat kecil sering mendapat hadih jika unggul dalam tes ataupun yang lainnya tapi kenapa setelah dewasa tidak? Tapi ia tak masalah karena yang penting ia bisa melakukan yang terbaik dan semua orang bisa menikmati makanan mereka.

“Maksudmu Chiaki, kan?”

“Chiaki hanya seseorang yang kuhormati”

“Tidak akan ada yang percaya itu. Kenapa Chiaki?” Tanya Kanata kemudian.

3 comments:

  1. Semangat......ditunggu lanjutannya.

    ReplyDelete
  2. Ayo lanjut... ayo *.*
    D tunggu ya. Paling ska sma pemain heroine lucu ceweknya

    ReplyDelete