Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 1 - 2


Sakurai kesal luar biasa diremehkan oleh Kanata. Saat ia menulis sesuatu di buku catatannya, Wakaba tiba-tiba menelepon menanyakan emoji love yang ditulis Sakurai di instagram. Apa ada kemajuan?

“Aku tidak punya waktu untuk itu sekarang. Aku punya musuh yang harus kukalahkan”

“Musuh?”

“Adiknya buruk. Dia berprasangka buruk dan sombong”


Sakurai tidak tahu kalau kamar disebelahnya adalah kamar Kanata bukan kamar Chiaki. Alhasil Kanata bisa mendengar semua obrolan Sakurai. Sakurai bertekad untuk membuat kue yang enak agar Kanata menyesali semua perbuatannya. Wakaba jadi penasaran apa adik Chiaki itu tampan? Tapi dengan malas Sakurai menjawab bahwa dia tidak bisa melihatnya lagi.


Ternyata dari tadi Sakurai sibuk menulis resep kue dan langsung membuatnya malam itu juga. Ia tak lupa selalu mengoleskan lip cream dibawah matanya untuk menangkal lingkar hitam, bahkan demi membuat kue itu ia rela begadang sampai pagi. Wah, baru tau ni fungsi lain dari lip cream.


Begitu Touma turun Sakurai langsung memintanya mencicipi. Touma malah dengan manjanya minta disuapin Sakurai, Sakurai pun menurut dan kerja kerasnya tak sia-sia karena Touma sampai terkejut dengan rasanya yang super duper lezat. Tapi seketika wajah Sakurai berubah khawatir saat Touma mengatakan kuenya sangat enak seperti yang ada di hotel Tokyo. Ia ingat saat Chiaki memberitahu bahwa sebagian besar pelanggan di restoran adalah pelanggan tetap yang menyukai masakan yang dibuat dengan bahan-bahan asli dari Shonan, sementara dirinya menggunakan bahan-bahan dari Tokyo.


Sakurai sudah siap berangkat ke restoran. Ia mengucapkan selamat pagi pada Kanata, tapi Kanata mengabaikannya seperti dia tidak melihat Sakurai. Sakurai memberanikan diri mengajak Kanata pergi bersama, ia hanya ingin lebih dekat untuk mengenal Kanata.

“Jadi kau baik-baik saja dengan pria manapun?” Ujar Kanata ketus.

Sakurai tak peduli dan tetap saja mengikuti Kanata. Ia juga menanyakan umur Kanata yang ternyata berusia 24 tahun, tiga tahun lebih muda darinya.

“Apa? jadi, kau lebih muda dariku?

 Bisakah kau singkirkan sikap aroganmu sekarang?

 Aku sudah senior di SMA ketika kau baru saja masuk”

“Aku tidak tertarik” balas Kanata.

Sakurai bertanya hal yang lebih pribadi tentang alasan Kanata jadi koki dan ujung-ujungnya bertanya bahan-bahan Shonan apa yang Kanata gunakan. Ya, Sakurai ingin mengorek informasi darinya.


Tapi Kanata malah tak menggubrisnya sama sekali dan asyik mendengarkan lagu di ipod-nya. Sakurai kesal, ia sangat yakin pasti Kanata tak punya teman. Apa dia tak tahu kalau ada yang salah dengan karakternya itu?

“Hey, dengarkan aku ketika aku sedang bicara” Bentak Sakurai kesal dan mencabut earphone yang satunya. Penasaran lagu apa yang didengarkan Kanata ia lalu memakai earphone itu. Merasa Sakurai juga suka genre musiknya, Kanata memasangkan earphone yang satunya lagi pada Sakurai. Sakurai awalnya senang tapi tak lama Kanata menaikkan volume musiknya.


“Hey, kau memang benar-benar ya! Bagaimana jika gendang telingaku pecah. Jika kau tidak mengubah sifatmu..” Kanata langsung memonyongkan mulut Sakurai untuk menghentikannya dan tertawa mengejek bibir Sakurai yang seperti plum kering.


Saking kesalnya Sakurai sampai jingkrak-jingkrak di jalan dan menyapu asal-asalan ketika sampai di restoran. Tepat saat itu Chiaki datang, ia tahu Sakurai sedang marah dan bertanya ada apa. Sakurai berkata jujur bahwa sebenarnya ia membuat kue untuk dicicipi Kanata, tapi ia tidak puas dengan dirinya dan menyadari ia bukan apa-apa untuk restoran ini ataupun Kanata.
Chiaki mengerti lalu menunujukkan papan menu yang salah satunya adalah Omelette hamburger, resep masakan almarhum ayahnya yang juga merupakan pendiri restoran ini. Sekarang Kanata lah yang memasak resep itu. Sakurai kagum ada tiga anak sekaligus yang mampu mengelola warisan sang ayah.

“Dia meminta kami melindungi restoran ini. Touma bertujuan untuk menjadi koki juga. Dia kuliah di jurusan kuliner dan akan membantu Kanata bekerja di dapur setelah lulus dan mendapat sertifikat koki”


Saat Chiaki menceritakan itu semua diperlihatkan Touma yang tengah asyik bersepeda dengan teman-temannya dan dari jauh ada seorang gadis yang memperhatikannya.


Tak lama setelah Chiaki masuk ke restoran, ada beberapa pria aneh datang yang langsung memanggil Chiaki. Chiaki tampak sangat terkejut dengan pria bertopi yang bernama Ryo Higashimura (Kotaro Yoshida). Tn. Higashimura berusaha membujuk Chiaki untuk bergabung dengan perusahaan franchise mereka. Tapi dengan tegas Chiaki mengatakan mereka tidak berniat bergabung dan mempersilahkan Tn. Higashimura pergi.


Sikap keras kepala Chiaki malah membuat tuan Higashimura menyukainya. Ia lebih suka anjing liar waspada untuk dijinakkan. Tapi Chiaki berkata bahwa beberapa anjing tidak dapat dijinakkan. “Tidak ada anjing yang tidak dapat dijinakkan” Ucap tuan Higashimura mengancam sambil membelai lembut wajah Chiaki.


Kanata memandang khawatir kepergian tuan Higashimura. Ia lalu sibuk menyiapkan omelette hamburger.


Saat Sakurai mengantarkan pesanan omelette hamburger itu, ia jadi penasaran karena ternyata banyak pelanggan yang memesan menu itu.


Diam-diam dia masuk dapur dan bersembunyi mencicipi omelette nya. Tak disangka rasanya sungguh lezat. Mumpung Kanata tidak melihat, ia segera mencatat bahan-bahan yang Kanata gunakan untuk memasak, tapi tiba-tiba Kanata datang memergokinya.

“Apa yang kau lakukan? Aku bilang orang luar dilarang masuk dapur” Ucap Kanata mengusirnya keluar.

“Aku hanya ingin mecoba omelette hamburger”

“Apa kau ingin menjilatku?”

“Aku mungkin telah mengambil bukan menjilatinya” jawab Sakurai. Hhahah

Sakurai lalu meminta untuk dibuatkan omelette hamburger juga tapi Kanata tak mau membuatkan untuk orang sepertinya, “Kembalilah ke Tokyo” Kata Kanata ketus.



Setelah pulang dari restoran, Kanata bersantai di sebuah kedai. Seorang pria yang kelihatan akrab dengan Kanata bertanya tentang karyawan baru di restorannya (Sakurai) yang ia dengar lumayan cantik. Apa nilainya lebih dari 100? “Aku paling benci tipe cewek seperti itu. Dia bergabung dengan restoran kami untuk mendapatkan pacar” Temannya itu menegurnya, anggap saja Kanata seperti jatuh cinta selama musim panas.

“Nobuyuki, kau keren juga!” teriak wanita pemilik kedai yang bernama Mikako Okuda (Hinako Sano)

“Sungguh? Mikako, kau agak lucu juga” balas Nobuyuki yang berlanjut dengan rayu-rayuan, sampai Kanata jengah melihatnya.

Nobuyuki menyuruhnya untuk jatuh cinta juga, tapi menurut Mikako wanita akan datang berkerumun bahkan jika Kanata hanya duduk diam. Tapi sekali jatuh cinta ia akan jungkir balik, Ucap Nobuyuki.


Sementara itu, Sakurai berbelanja bahan kue yang asli dari Shonan dan ia langsung membuat kue begitu sampai di restoran. Tak ada kata lelah dalam kamusnya sampai ia benar-benar bisa menghasilkan kue yang lezat sesuai dengan standar Kanata.



Touma nongkrong sendirian sambil merokok, entah karena apa ia langsung mematikan rokoknya dan menyembunyikannya. Ternyata ia melihat Kanata datang. Mereka lalu pulang bersama. Kanata sepertinya kakak yang baik, ia menanyakan sekolah Kanata dan menyemangatinya untuk menghadapi ujian nanti. Anehnya, Touma tampak tidak tertarik dengan pembicaraan mereka. Ia juga mengiyakan saat Kanata bertanya apa dia baru pulang sekolah, padahal tadi ia bermain sepeda dengan teman-temannya.

Touma lalu menunjukkan sesuatu di ponselnya, foto pantai Shonan yang di post Sakurai dengan username “beautiful bloom”. Touma menanyakan apa artinya dalam bahasa Jepang, yang ternyata berarti “Misaki”). Touma yakin itu adalah Sakurai melihat yang dipost nya adalah pantai Shonan dan juga ikon kue. Kanata membaca caption dan juga komentar Wakaba yang melarangnya kembali sebelum berciuman. Dari raut wajahnya Kanata terlihat semakin tidak menyukai Sakurai.


Kue yang dibuat Sakurai akhirnya jadi tepat saat Kanata datang ke restoran. Tak peduli ancaman Kanata yang melarangnya masuk dapur, dengan semangat 45 ia memperlihatkan kue itu.


Tapi Kanata benar-benar membencinya, ia bahkan tak ingin melihat kue itu sedikitpun sampai akhirnya kue itu jatuh ke lantai kena tepisan tangannya. Seketika Sakurai terdiam sedih, sama seperti kuenya yang hancur berantakan.

"Kenapa? Kenapa kau melakukan itu?”tanpa rasa bersalah Kanata malah menyuruhnya cepat membersihkan. Tanpa berkata apa-apa lagi Sakurai langsung membersihkannya dan meletakkannya di meja. Ia juga membuat ulang kue itu. ia takkan menyerah sampai Kanata memakannya.


“Aku tahu bagaimana rasanya bahkan tanpa makan itu”

“Kau menyebut dirimu seorang koki? Kau membuat kesimpulan tanpa mencicipinya. Apa kau seorang koki?” tanya Sakurai penuh emosi.

“Aku memang seorang koki. Dan aku ini koki restoran. Aku hanya tidak mengenalimu. Orang sepertimu tidak memenuhi syarat untuk berada disini” Bentak Kanata.

“Kaulah yang tidak memenuhi syarat! Kau mewarisi restoran yang penting ini dari ayahmu, kan? Aku merasa kasihan pada ayahmu karena memiliki koki sepertimu!”


Tiba-tiba Kanata langsung memonyongkan mulut Sakurai dan menciumnya. Sakurai sontak terdiam tak percaya apa yang barusan Kanata lakukan.“Kau hanya ingin ciuman, kan? Pergilah jika kau puas sekarang!” Kesal, marah, semua campur aduk, tanpa basi-basi Sakurai langsung menampar Kanata, “Jangan meremehkanku” Balas Sakurai kemudian pergi.


Sakurai kecewa, ia tak menyangka Kanata sampai segitu membencinya, padahal dirinya sudah berusaha untuk mengenal Kanata lebih dekat. Chiaki datang ke restoran mencari Sakurai karena Sakurai tak bisa dihubungi. Kanata berkata mungkin Sakurai pergi, lagipula mereka tidak membutuhkannya disini. Chiaki melihat kue yang hancur di meja, ia lalu mengambil buku catatan yang berisi resep Sakurai. “Kau hanya belum mengenalnya” Kata Chiaki lalu pergi mencari Sakurai.


Sakurai berlari menyusuri jalanan, sementara Kanata baru saja akan pulang. Tapi ia sedikit penasaran dengan buku resep Sakurai dan membacanya. Ternyata Sakurai mencatat resep omelet hamburger agar dia bisa menyesuaikan hidangan penutup apa yang cocok, dan kue yang dibuatnya tadi adalah hidangan penutup itu, Matcha tart. Kanata mencoba mencicipinya dan rasanya memang enak karena dia sampai ketagihan memakannya.


Kanata jadi terbayang tingkah ceria Sakurai saat berkata ingin mengenalnya lebih dekat, dan menanyakan semua tentang dirinya. Ia merasa bersalah sudah memperlakukan Sakurai dengan buruk dan langsung keluar mencari Sakurai.


Sakurai duduk sendirian di stasiun kereta, ia bahkan tak menjawab telepon dari Chiaki. Tak lama Chiaki muncul dan mengajaknya pulang. Tapi Sakurai yang ngambek hanya diam saja. Chiaki tahu Sakurai bermasalah dengan Kanata, namun Sakurai tak usah khawatir karena Kanata sudah menyadari kesalahannya.

“Bukan itu. Kanata tidak bersalah. Aku melakukan ini untuk diriku sendiri”

“Apa maksudmu?”

Sakurai tiba-tiba membungkuk minta maaf. Dia mengakui kebohongannya yang mengatakan dia bekerja di Vitz Charleston, tapi sebenarnya dia hanya bekerja di sebuah toko roti kecil. Dia dipecat sebulan yang lalu dan sudah berusaha mencari pekerjaan tapi gagal. Dia hanya bisa membuat kue, namun tak ada yang mengakui kue buatannya. Dia merasa tidak berguna dan malu pada dirinya sendiri, makanya saat Chiaki mengundangnya malam itu, dia benar-benar bahagia. Dia merasa seperti akhirnya diakui, bahwa masih ada yang membutuhkan dirinya.

“Kanata berkata benar tentangku. Jadi aku benar-benar melakukan ini untuk diriku sendiri. Apa yang kulakukan? Aku hanya seperti orang bodoh. Aku benar-benar.. bodoh.” Ucap Sakurai menyesal. Chiaki menatapnya bersimpati lalu menariknya pergi.



Chiaki tak marah sama sekali padanya, dengan lembut ia memakaikan helm pada Sakurai. Dia tahu semua tentang Sakurai dengan baik, itulah sebabnya dia ingin Sakurai tetap disini. Sakurai tersentuh dengan sikap lembut Chiaki padanya. Akhirnya Sakurai bersedia pulang dibonceng Chiaki. Chiaki memintanya pegang yang kuat, tapi berulang kali pun Chiaki mengatakannya Sakurai tetap tak mendengar sampai Chiaki mengambil tangan Sakurai sendiri untuk memeluknya. Dan tepat disaat itu Kanata muncul dan melihat mereka.


Setibanya di rumah, Sakurai masih saja kepikiran dengan Chiaki dan teringat ramalan horoskop yang benar terjadi hari ini. Melihat ada bayangan lewat di depan pintu, Sakurai memeriksanya dan sudah terletak sepiring makanan di lantai. Ia berterima kasih pada orang yang di dapur yang dia pikir adalah Chiaki, tapi ternyata itu adalah Kanata. Malu karena sudah memuji nasi rumput laut itu enak, ia berkata anggap saja Kanata tak mendengarnya HAHAHAHAH.


Kanata menghampirinya dan mengkritik Matcha tart Sakurai yang terlalu manis. Rasa telur akan lebih terasa jika terlalu manis. “Bekerja keraslah jika kau ingin membuat suatu hidangan untukku” pesan Kanata. Ia lalu melemparkan kunci “Sea Sons”, restoran mereka pada Sakurai. Ia akhirnya mengijinkan Sakurai masuk dapur dengan peraturan Sakurai harus datang sebelum restoran buka untuk bersih-bersih dan bersih-bersih lagi setelah tutup.

“Tunggu, mengapa kau masih begitu sombong. Ingat ya, aku belum memaafkanmu”

“Untuk apa?

“Hah, untuk apa?” Sakurai langsung memegang bibirnya ,“Jika kau melakukannya lagi, aku pasti akan menendangmu”


Kanata tetap tak mengerti apa yang Sakurai katakan sampai Sakurai kesal sendiri karena ini adalah ciuman pertamanya dalam empat tahun. Sebelum balik ke kamarnya, Kanata bertanya rasa nasi rumput laut mana yang enak dan meminta Sakurai mencoba yang lain. “Orang itu..” gumam Sakurai dengan senyum bahagia.


Esok paginya, Sakurai buru-buru berangkat ke restoran karena sudah keduluanan Kanata. Ia berlari sepanjang jalan, walaupun terburu-buru ia tetap menyapa nenek juga bocah-bocah yang ada dipantai waktu itu yang kebetulan lewat.

Dengan nafas terengah-ngengah ia sampai juga di restoran dan untungnya Kanata tidak ada. Tapi seperti hantu Kanata tiba-tiba muncul dan langsung minta kuncinya kembali. Ia melarang Sakurai masuk dapur dan menyuruhnya belanja bahan-bahan.


Seorang gadis cantik masuk ke restoran, begitu melihat Kanata ia jadi gugup dan langsung pergi lagi. Woahh, siapa ya gadis itu?


Sakurai tak sengaja melihat Chiaki bersama seorang wanita cantik. Penasaran tingkat tinggi, dia langsung mengikuti mereka sampai ia lupa tugasnya untuk belanja. Chiaki dan wanita itu masuk ke sebuah gedung yang ternyata adalah gedung pernikahan. Oohh… oohh.. sakurai sampai terjatuh saking terkejutnya.

2 comments:

  1. Seru banget...sakurainya imut bgt biarpun lebih tua dri kanata...ditunggu ep.selanjutnya sista...thanks

    ReplyDelete
  2. Beruntung banget ortunya bisa punya anak 3 ganteng" berbakat lagi 😘😘

    ReplyDelete