July 1, 2016

[Sinopsis] Bake Me Love Episode 2 - 1


Setelah ciuman tak sengaja itu, Mielle langsung melepaskan dirinya dari Kim. Mereka saling diam canggung. Saat Kim berusaha menjelaskan Mielle cepat-cepat masuk ke rumahnya. Kertas yang tadi mereka perebutkan jatuh ke lantai dan diambil oleh Kim. Ternyata isinya adalah umpatan yang mengatainya arogan sialan, berkelakuan buruk, dan bermulut busuk. Kim tertawa membacanya. Sementara itu Mielle menggerutu kesal dengan kejadian tadi, tapi anehnya ia sedikit tersenyum dan begitu sadar dengan tingkahnya ini ia balik kesal lagi “Ciuman pertamaku..” ia langsung mengusap-ngusap bibirnya.



Esok paginya ia masih saja kepikiran dengan kejadian kemarin sampai tak fokus membuat kue. Rose datang diam-diam dan mengejutkannya. “Tidak. Aku tidak pernah mencium siapapun” kata Mielle tiba-tiba. Rose keheranan “Ciuman apa? Siapa yang mencium siapa?” dia langsung menuntut jawaban Mielle. Mielle berusaha menyangkalnya tapi Rose tahu setiap kali dia berbohong pasti dia akan berkelakuan aneh seperti ini. Diapun menebak apa San atau pangeran bermulut tajam. Mielle kaget begitu mendengarnya dan langsung menyumpal mulut Rose dengan stroberi . Sedangkan dirinya langsung pergi takut ditanya-tanya lagi.


Saat Kim datang menemui rekan kerjanya, rekan kerjanya itu langsung tersenyum menatap ke arah depan mengisyaratkan ada seseorang. Kim menoleh ke belakang dan ternyata sudah ada Lita yang duduk manis disana. Lita langsung merangkul tangan Kim dan berkata kalau dia tidak kerja hari ini. Rekan kerja Kim pun keluar membiarkan mereka. Kim tampak tak suka Lita datang ke tempat kerjanya seperti ini. Tapi Lita merasa itu tidak masalah atau apa Kim yang takut dilihat wanita lain? Kim kembali mengingatkan kalau diantara mereka sudah tidak ada apa-apa lagi. Namun Lita dengan pedenya bertekad akan melakukan apapun untuk membuat Kim kembali padanya. Kim langsung menghindar saat Lita mencoba mencium pipinya lalu mengajaknya makan.

Mielle memaksa Rose ikut dengannya ke toko kue lain. Ia ingin mencicipi kue rasa baru disini sebelum habis dan meminta Rose membandingkan rasanya lebih enak yang mana. Ternyata Kim dan Lita juga ada di toko kue itu. Kim menunduk menyapanya tapi Mielle tak suka dan mengajak Rose yang kehebohan melihat Kim pergi dari situ. Lita menghentikannya dan mengenali Mielle sebagai wanita yang mengklaim Kim pacarnya. Rose pun menjelaskan kalau ada kesalahpahaman disini. Tapi Lita berkata itu bukan kesalahpahaman. Kenapa tidak tanya saja dengan Mielle jika dia tak percaya?

“Tapi tidak apa-apa. Kim dan aku tidak marah sedikitpun. Kami menganggapnya sebagai candaan” Ujar Lita merangkul mesra Kim.

 Mielle tersenyum sinis, “Baiklah. Tidakkah kamu berpikit itu munking saja benar?”

“Tidak. Karena itu tidak mungkin terjadi bagaimanapun aku melihatnya”

“Kalau begitu, kurasa kamu harus bertanya pada pacarmu tentang ciuman kami semalam. Bagaimana rasanya?” Lita langsung melotot menatap Kim apalagi melihat Mielle yang sepertinya tak berbohong.


Begitu mereka tiba di cafe, Rose bertanya penasaran tentang ciuman itu. “Apa, kapan, dimana, bagaimana? Cerita padaku sekarang” Mielle mengatakan kalau itu hanya kecelakaan, tidak seperti dia yang ingin menciumnya atau apa. Rose langsung bertanya-tanya heboh yang kemudian disangkal Mielle, apa Rose tidak lihat kalau dia merasa jijik sekarang? Tiba-tiba ibu Mielle menelepon mengabarkan dia akan ke Bangkok besok dan menyuruh Mielle berdandan karena dia akan memasak makanan enak untuk Mielle. Mielle bingung apa hubungannya memasak dengan berdandan? Tapi ibunya tetap menyuruhnya berdandan saja dan langsung mematikan teleponnya. Mielle jadi curiga pasti ada sesuatu yang ibunya ingin lakukan. Rose merasa tak enak, kali ini ia tak tahu lagi bagaimana caranya membantu Mielle. Terakhir kali dia berpura-pura sebagai Rungroj saja ketahuan. Mielle pasrah berharap ibunya benar-benar datang hanya untuk memasakinya.


Ibu Mielle sudah sampai di hotel tempat kerja Mielle, Mielle yang takut kalau ibunya membawa pria lagi intip-initp dulu sebelum menemui ibunya. Tapi saat melihat tidak ada siapa-siapa Mielle langsung keluar dari tempatnya bersembunyi. Ibu langsung memeluk Mielle dan saat Mielle hendak membantu membawakan barang bawaan ibunya, ibunya melarang dan keluarlah seorang pria yang bernama P’Leng, anak teman ibu Mielle. Mielle mundur seketika, melihat pria itu jauh banget dari harapannya. P’Leng kayaknya mirip Abdel ya nggak sih? Mielle protes kenapa ibunya mesti repot2 membawa P’Leng kemari, kan dia sudah bilang kalau dia sudah punya pacar. Tapi ibunya tetap tak percaya dan meminta Mielle jadi tuan rumah yang baik hari ini. Saat Mielle menoleh ke belakang, P’Leng pun tersenyum menatapnya, alhasil Mielle jadi tambah ilfeel melihatnya.


Saat menuju cafenya, Mielle yang ogah banget mendengar pembicaraan ibunya dengan P’Leng menggerutu sendiri. Disaat itulah ia bertemu pandang dengan Kim yang ada di dekat situ. Awalnya ia meledek Kim, tapi tiba-tiba ia langsung berubah memanggil Kim dengan Bibi dan menghampirinya. Kim yang tak mengerti terpaksa menurut mengikuti Mielle. Di depan ibunya, Mielle mengakui Kim sebagai pacarnya dan menyuruh Kim menyapa ibunya. Rencana pun sukses karena P’Leng akhirnya permisi pulang melihat Mielle yang merangkul mesra Kim. Hahahah

Ibu Mielle lalu menanyakan nama Kim, dan setelah Kim menjawabnya ia ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi Mielle selalu memotong tak membolehkannya bicara sama sekali. Kim terus berusaha mengatakan yang sebenarnya hingga Mielle menghentikannya dengan sebuah ciuman di pipi. Kim kaget, dia akhirnya mulai mengikuti permainan Mielle ini dan balik memeluk Mielle.


 “Dimana kalian berdua bertemu? Sudah berapa lama kalian saling kenal?” tanya Ibu Mielle. Lagi-lagi Mielle tak mengijinkan Kim untuk menjawab, ia lalu menjelaskan kalau sebenarnya Kim bekerja didekat cake cafĂ©-nya. Dan Kim sangat suka berkunjung karena kue yang dibuatnya sangat enak. Mielle jadi narsis dan melebihkan-lebihkan semuanya bahwa Kim tak hanya suka kue buatannya tapi juga dirinya.

“Sudah berapa lama ya kami berkencan? 4 bulan. Ya sudah 4 bulan”

“4 bulan? Jadi kalian sudah siap untuk bertunagan, kan?”

Hah? Keduanya tercengang mendapat pertanyaan ini, ditambah Ibu Mielle bertanya kapan orangtua Kim akan datang untuk mendiskusikan lamaran.

 “Bu, dengarkan aku. Bisakah ibu memberikan kami sedikit waktu lagi?”

“Ibu memberimu waktu 3 bulan. Jika tidak ada yang terjadi, kamu selesai. Ibu takkan jatuh dalam perangkapmu lagi” Kim sekilas tampak kasihan melihat Mielle.

“3 bulan. Tidak masalah, kan. Ya kan?” jawab Mielle menatap Kim yang terus saling berpelukan.


Setelah ibu Mielle pulang, Mielle langsung melepaskan diri dari pelukan Kim.

“Apa? Apa ada yang salah, Bubu? Kenapa kamu bertingkah seperti kamu merasa jijik denganku?”

“Bubu, Bibi apanya?”

“Bukan hanya kamu tidak cantik, tapi ternyata kamu juga Bipolar. Apa kamu tidak sadar kalau kamu sudah melakukan hal seperti ini padaku tiga kali?”

“Tapi ini tak bisa terelakkan, jadi tolonglah.”

“Kenapa aku harus menolong orang yang selalu membawa masalah padaku? Aku tidak dapat apa-apa kecuali kerugian”

Mielle pun pergi malas meladeni Kim lagi, tapi Kim menghentikkannya dan langsung memeluk Mielle karena mereka kan sudah pacaran. Bukannya ini yang pasangan lakukan? Mielle meronta-ronta meminta Kim melepaskannya dan saat Kim melepasakannya ia langsung pergi begitu saja. “Hei, jika aku tidak membantumu, dan ibumu mengetahuinya, aku penasaran apa yang akan terjadi?” Sukses, kata-kata itu membuat Mielle berhenti lagi. Kim pun mencuri kesempatan dan memeluk Mielle dari belakang. Mielle kesal dan mendorong Kim . Ia sudah mengayunkan tangannya akan memukul Kim, tapi Kim marah, apa ini cara balas budi Mielle pada orang yang sudah membantunya? Bukankah dia yang menyelamatkan Mielle tadi? Mielle tak bisa berbuat apa-apa, dan menarik nafas untuk menghilangkan kekesalannya itu. Tak disangka Kim malah mencium pipinya lalu mendekatkan wajahnya seperti hendak mencium Mielle. Mielle yang takut langsung menutup mata, tapi Kim ternyata hanya membisikinya “ Sampai jumpa, wanita psycho!”


Kejadian kemarin membuat Mielle jadi kahwatir kalau dia harus benar-benar bertunangan dengan Kim. Ia meminta saran dari Rose, tapi Rose juga tak tahu apa yang harus mereka lakukan. Rose meledek Mielle yang kemarin-kemarin mengejeknya karena tergila-gila pada Kim, tapi apa sekarang.. malah Mielle yang akan menjadikan Kim hubby-nya. Mielle tak bisa berbuat apa- apa karena kemarin kebetulan Kim ada disana juga. Rose menggodanya, haruskah dia membuat Mielle putus atau menjodohkannya?

“Apa kamu gila? Kamu benar-benar aku ingin berakhir dengannya?”

“Ayolah. Kamu masih bimbang kan dengan San? Atau kamu ingin bersama dengan pria yang dinginkan ibumu?”

Mielle lalu membayangkan saat P’Leng tersenyum padanya, ia jadi geli sendiri. Ia pun berkata pada Rose semakin mereka bertemu, semakin mereka membenci satu sama lain. Tapi Rose juga bilang kalau semakin mereka membenci, maka mereka semakin dekat, dan mereka bisa saling mencintai secepatnya. “Daripada berpura-pura pacaran, kenapa kalian tidak membuatnya nyata saja?” “Tapi itu tidak mungkin. Aku selalu melihatnya dengan seorang wanita. Siapa tahu kalau dia mungkin beneran pacarnya? Jika itu benar, aku akan jadi orang yang buruk”

Tiba-tiba rekan kerja Kim yang sedang berada disitu dan ikut mendengar obrolan mereka menghampiri mereka dan memberitahu kalau wanita yang dimaksud Mielle cuma mantan pacar Kim. Itulah yang dia dengar. “Dan dia juga menempel terus untuk mendapatkan Kim kembali” gossip si wanita.


Setelah rekan kerja Kim itu pergi, Rose berkata senang, “Mielle, kesempatan sudah ada didepan mata sekarang” Tapi Mielle jadi khawatir kalau semua orang bisa mendengar percakapan mereka tadi, “Apa yang akan dia pikirkan tentangku?” tanya Mielle cemas. Rose menenangkannya, takkan ada orang yang berpikir macam-macam tentangnya “Wanita jaman sekarang harus datang kepada pria duluan atau kamu hanya tetap diam jadi perawan tua selamanya”. Belum sempat menanggapi perkataan Rose, Ake memberitahu kalau semua kue sudah habis. Mielle pun bergegas membuat kue kembali, tapi Rose lagi-lagi menggodanya agar Mielle cepat memiliki Kim. Hahaha

No comments:

Post a Comment