July 13, 2016

[Sinopsis] Bake Me Love Episode 3 - 1


Mielle tertidur di rumah Kim. Disaat itulah Kim baru bisa melihat wajah damai Mielle yang kelihatan imut jika diam seperti itu. Perlahan Mielle membuka matanya dan betapa kagetnya saat melihat Kim sudah berdiri dihadapannya apalagi sekarang ia berada di rumah Kim. Ia jadi cemas takut diapain-apain, tapi Kim menjelaskan kalau tadi Mielle kedinginan jadi dia menolong Mielle.

“Kamu seharusnya berterima kasih padaku bukan meneriakiku. Jika aku memang ingin melakukan yang tidak-tidak padamu, kamu tidak akan berpakaian seperti ini” Ucap Kim menjelaskan, tapi sambil terus menggoda Mielle.




Mielle sontak melompat saat Kim mencodongkan badannya, “Hey, kau. Aku tahu apa yang kau pikirkan?” teriak Mielle takut. Kim malah bertanya menantang memangnya apa yang dipikirkannya? Mielle semakin mundur saat Kim terus senyam-senyum mendekatinya dan berkata ia akan pulang ke rumahnya sekarang. Kim tertawa mempersilahkannya pergi, memangnya dia mengikat Mielle atau apa? atau jangan-jangan Mielle yang tidak mau pergi? Secepat kilat Mielle mengambil sepatunya dan sebelum pergi ia mengatakan tidak akan berterima kasih karena Kim mengambil keuntungan melalui matanya alias lihat-lihat dia tidur. Ia pun mendorong Kim sambil mengatainya orang jahat gila.


Meskipun kesal dengan sikap Mielle, tapi setelah Mielle pergi Kim jadi senyam senyum tak karuan. Begitu juga dengan Mielle, sehabis memberitahu Rose kalau ia bak-baik saja, ia tampak memikirkan Kim dan kejadian tadi yang langsung membuatnya tersenyum.


Esok harinya, Kim berada di sebuah café bersama Lita. Lita menyodorkan sepiring blueberry cheese pie kesukaan Kim, tapi dengan sopan Kim menolak, dia tidak suka dessert itu lagi. Lita pun tak masalah, karena ini café favoritnya Kim pasti ada yang lain yang Kim sukai. Kim lalu mengatakan kalau dia tidak suka tempat ini lagi.


Di café Mielle, Ake datang dengan gelagat aneh, dia tampak mengawasi orang di sekitar. Diam-diam dia mengeluarkan sebuah botol dan teringat saat San meminta sesuatu padanya.

Flashback..

Ake berada di kediaman San. Dengan segala kata-kata manisnya, San meminta tolong pada Ake. Meskipun ia tahu ini berat untuk Ake, tapi ini bisa membuktikan bagaiamana perasaan Ake padanya. Ake pun setuju untuk melakukan permintaan San.

Flashback end



“Maafkan aku, P’Mielle” Ucap Ake sebelum ia membubuhkan cairan di semua kue Mielle. Tepat saat itu Mielle dan Rose datang. Rose merasa aneh melihat Ake tiba-tiba berada di tempat penyimpanan kue, tapi Ake beralasan kalau dia hanya mengecek saja. Dia mendengar ada suara aneh dari fridge dan ternyata tidak ada apa-apa. Rose dan Mielle tidak curiga sedikitpun. Saat Ake akan mengatakan sesuatu pada Mielle, San datang ke café. Rose langsung bertanya San mencari siapa, Mielle, dia, atau Ake?

“Kenapa kamu bertanya begitu. Tentu saja Mielle” jawab San

Ake jadi gugup dengan kedatangan San. Setelah Mielle pergi untuk menulis daftar belanjaan San menghampiri Ake menanyakan renacana mereka. Ake pun mengiyakannya lalu pergi dari situ takut Rose dan Mielle mencurigai mereka.


Seorang pelanggan wanita memotret kue yang dipesannya sebelum dimakan. Tapi begitu ia mencicipinya ia langsung memuntahkannya kembali dan mengomel kalau kue itu basi. Ake langsung menghampirinya dan menjelaskan kalau semua kue dibuat setiap hari dan fresh dari oven. Jadi, tidak mungkin kuenya basi. Si wanita langsung menyuruh Rose mencicipi jika dia tak percaya, tapi Rose juga langsung memuntahkannya, kue itu beneran basi.

Mendengar ribut-ribut, Mielle datang menghampiri mereka menanyakan apa yang terjadi. Si wanita langsung protes, dia datang ke cafe ini setelah membaca review di internet tapi ini sungguh mengecewakan. Pelanggan lain pun ikutan protes kue mereka basi dan aromanya juga tidak enak, mereka juga meminta uang mereka kembali.


Mielle cemas kenapa bisa terjadi hal seperti ini, padahal sebelumnya tidak pernah sama sekali.

“Tenanglah. Kurasa pasti ada sedikit kesalahan” Kata San.

“Benarkah? Tapi aku tidak pernah membuat kue tidak enak seperti ini sebelumnya” keluh Mielle.

Ia lalu meminta Ake membawakan kue lain yang ada di fridge, tapi Rose berkata seberapa banyakpun Mielle mencicipi semuanya rasanya akan tetap seperti itu. San menduga apa fridge nya yang salah, makanya kue-kue Mielle jadi basi semua? Rose merasa mungkin saja dan akan memanggil tukang reparasi untuk memeriksanya. Disaat Mielle khawatir, diam-diam San tersenyum simpul.


Sementara itu di café musuh Mielle, Uncle Thana dan anaknya yang bernama Wila, sibuk melayani antrian pelanggan yang beralih ke café mereka. Uncle Thana yakin penjualan mereka akan semakin baik, bahkan Ini hanya langkah pertama dengan rencana sederhana, rencana yang sebenarnya akan segera dimulai.


Keesokan harinya uncle Thana bertemu dengan San, memuji rencana mereka yang sukses besar. San mengatakan apapun akan ia lakukan untuk membantu uncle Thana sebagai balas budi atas kebaikan uncle Thana padanya. Uncle Thana lalu menyodorkan sejumlah uang untuk San, tapi dengan tegas San menolaknya dan meminta untuk menghentikan rencana mereka.

“Ayolah San. Kapanpun kamu datang meminta bantuanku, aku tidak pernah bilang tidak padamu, kan? Baiklah, mungkin bantuanku hanya masa lalu bagimu”

“Aku takkan pernah lupa kebaikanmu”

“Kalau begitu jalankan rencana selanjutnya”

“Baiklah”


Mielle dan Rose kebetulan lewat dan melihat San berbincang dengan uncle Thana. Mereka pun langsung menghampiri San. Begitu melihat mereka masuk, uncle Thana langsung gelagapan, ia menutupi wajahnya dan melarikan diri takut ketahuan tapi Rose merasa wajah orang itu tidak asing. San cepat-cepat menyangkal kalau orang tadi berasal dari tempat kerjanya. Dia mungkin hanya mirip seseorang yang Rose kenal.

San pun berpura-pura menanyakan tentang kerusakan fridge di cafe. Mielle mengatakan kalau fridge-nya tidak ada masalah, tapi ia juga tidak tahu apa penyebab semua kue nya bisa basi. Rose pun berpikir kalau ada orang lain yang sengaja mencurangi mereka, namun Mielle tak yakin dan akan mencari tahu sendiri apa penyebabnya.


Setibanya di rumah, kabar Mielle yang menjual kue basi beredar di internet. Parahnya orang-orang terus menshare berita itu. Mielle punya ide untuk membuat video klarifikasi tentang masalah ini agar orang-orang tak semakin salah paham dengan mereka. Dalam videonya Mielle meminta maaf, dia juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah menjual kue yang sudah basi, dan sebagai permintaan maaf dia akan membuat resep special dan memberikan 50 potong kue gratis kepada pelanggan. Rose protes kalau hotel tak akan meginjinkan Mielle memberikan kue-kue itu secara gratis, namun Mielle merasa sebagai seorang chef ia harus bertanggung jawab atas hal ini dan akan membayar itu semua.


Ternyata orang orang masih tak percaya meskipun Mielle sudah membuat video klarifikasi itu, bahkan banyak yang mulai unfollow Mielle. Disaat mengecek video itu, ibu Mielle menelpon memberitahu kalau dia akan datang ke Bangkok besok dan meminta pacar Mielle (Kim) untuk datang makan bersama mereka. Mielle mengatakan Kim tidak bisa datang, tapi Ibunya mengancam kalau Kim harus datang, tidak peduli apapun. Dia adalah calon ibu mertuanya, pokoknya dia harus bertemu Kim besok.

Mielle jadi bertambah kesal mendapat masalah yang bertubi-tubi di hari ini. Rose menyarankan agar Mielle meminta tolong Kim saja sekali lagi. Kim itu kelihatan baik, dia tidak mungkin meolak Mielle. Setelah itu Rose pun pamit pulang, sementara Mielle gelisah memikirkan apa yang harus dia lakukan.

1 comment: