[Sinopsis] Bake Me Love Episode 4


Saking kesalnya dengan Kim, Mielle langsung melepas apron dan pergi begitu saja lalu mengajak San yang ada di bawah pergi nonton.

“Apa mereka dekat?” tanya Kim penasaran.

“Tidak. San yang mengikutinya setiap hari” jawab Ake.




Esok paginya, Kim sudah sampai di café bahkan sebelum Mielle datang. Mielle yang masih kesal bersikap acuh pada Kim. Ternyata Kim membawa sepiring pancake yang ia buat sendiri untuk membuktikan pada Mielle bahwa dia juga bisa membuat kue. Mielle pun mencicipinya dan langsung memuntahkannya kembali karena rasanya tidak enak. Tapi Kim tak percaya dan menilai ini adalah balas dendam Mielle padanya. Begitu Lita datang, Mielle dengan manis mengatakan kalau pancake ini dibuat oleh Kim, maukah Lita mencobanya? Lita mencicipinya sedikit dan langsung mengernyit tidak enak.

“Bagaimana?” tanya Mielle.

“Benar-benar tidak enak”

“Ya, tidak enak, kan? Tapi dia membuatnya untukku. Betapa baiknya dia. Aku bilang aku tidak mau makan, tapi dia tetap memaksaku. Aku yakin dia bahkan tak mau memakannya”

Mielle langsung pergi meninggalkan mereka, sementara Lita mengomeli Kim yang tak pernah cerita padanya kalau dia bisa membuat pancake. Tapi Kim tak terlalu menanggapinya dan tampak kepikiran Mielle yang tak mempercayainya sedikitpun.


Saat akan pulang, Mielle dan Rose bertemu dengan Ake. Ake sengaja menunggu Mielle untuk meminta diajari cara membuat desserts. Ake heran kenapa tiba-tiba sekali, tapi Ake beralasan dia hanya ingin bekerja keras dan menyimpan uang agar ia bisa membuka bakery kecil-kecilan di kampungnya. Mielle dengan senang hati bersedia mengajari Ake dan menyuruhnya untuk datang cepat besok. Rose langsung berakting dramatis melihat ada anak sebaik Ake yang berpikir sangat bijaksana.


Setelah Mielle dan Rose pergi, Ake tidak langsung pulang, ia teringat saat San memohon bantuannya untuk yang terakhir kali yaitu, mencuri resep kue Mielle. Ake jelas menolak, tapi San meyakinkannya yang perlu Ake lakukan hanya meminta Mielle mengajarinya dan mencatat resepnya, hanya itu. “Apa kamu tidak mencintaiku lagi?” kalimat itulah yang akhirnya membuat Ake bersedia melakukan apa yang San minta. San tiba di tempat Ake menunggu dan langsung menanyakan apakah Mielle setuju atau tidak. Ake mengiyakannya dan dari jauh Kim melihat gelagat aneh mereka berdua.


Pagi-pagi sekali, Mielle sudah bersiap hendak mengajari Ake tepat saat Kim datang. Tapi Mielle yang masih kesal tak mempedulikannya sama sekali. Ia asyik mengajari Ake sambil sesekali melirik kesal pada Kim yang terus mondar mandir mengawasi.


Malamnya, Ake menemui San memberikan semua resep yang sudah ia catat. San tersenyum puas melihat catatan itu, tapi Ake meminta agar mereka berhenti melakukannya karena dia merasa bersalah pada Mielle. San mengatakan ini yang terakhir. Dia juga tak ingin menyakiti Mielle dan tak ingin membuktikan cinta Ake dengan cara kotor seperti ini. “Aku minta maaf” kata San dan tiba-tiba Ake langsung memeluk San, tampak jelas kalau San sangat kaget dengan reaksi Ake.


Keesokan harinya, San menyerahkan catatan resep itu pada uncle Thana. Uncle Thana senang lalu memberikan San sebuah amplop. San tidak mau menerimanya dan ingin keluar dari rencana licik uncle Thana.

“Uncle bisa bilang aku tak berterima kasih, tapi aku tidak ingin melakukan ini lagi”

“Ah, itu akan baik-baik saja. Kerjamu luar biasa” puji Uncle Thana.

Sementara diluar café, Kim yang tengah bersama Lita curiga melihat San bersama Uncle Thana.


Dengan sikap yang lebih sopan dan lebih lembut, Kim datang menemui Mielle. Ia bertanya apakah pancake yang ia buat kemarin benar-benar tidak enak? Mielle mengiyakannya, lagipula kenapa dia harus berbohong. “Baiklah kalau begitu, bisakah kau mengajariku bagaimana membuat pancake yang enak?” Ucap Kim tiba-tiba. Mendapat tatapan heran dari Mielle, Kim pun menjelaskan agar Mielle tak mempermalukannya lagi.

“Boleh saja. Tapi ada satu syarat, kau harus memanggilku mentor Mielle. Itu sih terserah mu, jika kau tidak ingin memanggilku begitu, aku tidak akan mengajarimu”

“Tidak” jawab Kim bersungut-sungut.

“Hey, kau!”


Kim langsung tertawa menggoda Mielle yang betapa mudahnya marah padahal ia hanya bercanda.

“Ayolah, jangan bertengkar sehari sajaa! Aku punya sesuatu yang penting untuk dibicarakan padamu” Ujar Kim

“Tentang apa?”

“Tentang café ini. Apa kamu tidak heran kenapa kejadian seperti ini terjadi saat kita menggunakan bahan-bahan berkualitas top untuk kue kita? Bagaimana bisa rasanya berubah tidak enak seperti itu ?”

Mielle juga heran, rasanya baik-baik saja saat keluar dari oven tapi saat di berikan pada pelanggan rasanya berubah tidak enak.


Besoknya, Kim menunujukkan video CCTV di café pada Mielle dan juga Rose. Akhirnya mereka tahu kalau Ake lah yang ada di balik semua ini. Mereka menuggu kedatangan Ake, dan begitu Ake datang Mielle langsung to the point menanyakan apa Ake yang sudah mengacaukan kuenya?

“Aku tidak akan menyalahkanmu, aku hanya ingin tahu untuk apa kau melakukan itu”

“Aku minta maaf. Aku melakukannya karena… “

San lalu datang dan Ake pun melanjutkan perkataannya tadi bahwa dia melakukannya karena San. San lah memintanya untuk melakukan itu. San berpura-pura tidak tahu dan malah menuduh Ake , tapi Ake mengungkapkan kalau dia sudah melakukan apa yang San minta karena dia mencintai San. Semua kaget mendengarnya, Mielle lantas meminta penjelasan Ake.


“Baiklah, aku dan dia.. kami berkencan”

“Hey, Ake. Bagaimana mungkin aku berkencan denganmu. Aku normal, dan kamu tahu sendiri kalau aku mencoba mengajak Mielle berkencan”

Semua semakin bingung sampai Ake menjelaskan kalau malam itu dia menginap di apartemen San. San memintanya untuk melakukan itu, termasuk mencuri resep-resep Mielle. San tetap tidak mau mengaku, ia berkata ia memang menyukai Ake, tapi hanya sebagai seorang kakak. Ia juga menuduh Ake telah mengarang-ngarang cerita bodoh.


Ake tak bisa berbuat apa-apa karena tak ada yang mempercayainya, ia menyesal sudah percaya pada orang jahat sambil memandang kearah San. Akibatnya Ake harus siap dipecat karena sudah menyebabkan effek burruk untuk hotel. Setelah menucapkan permintaan maafnya Ake pun pergi meninggalkan café. San berusaha menyakinkan Mielle untuk tak mempercayai apa yang Ake katakan, tapi Mielle tak ingin membicarakannya sekarang dan dengan sopan meminta San pergi.


Mielle terduduk lesu, cemas memikirkan masalah ini. Kim yang masih ada di café juga ikut prihatin melihat Mielle. Ake bertanya apa mungkin yang Ake katakan itu benar? Mielle juga tidak yakin, dia tidak mengerti untuk apa Ake melakukan itu. Kim mengatakan mungkin saja itu benar dan menceritakan bahwa kemarin dia melihat Ake dan San bermesraan dan juga melihat San mengobrol dengan pria pemilik bakery di ujung jalan (Uncle Thana).


Kim dan Mielle pulang bareng, tapi Mielle masih saja kepikiran tentang Ake. Kim berkata untuk apa Mielle mengkhawatirkan Ake sementara Ake tak peduli dengan Mielle sama sekali. Dia tidak mungkin tega berbuat hal kotor seperti itu jika dia peduli pada Mielle.

“Jangan terlalu mengkhawatirkan ini. Orang yang salah harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Aku pikir Ake melakukan hal yang benar”

“Aku tidak percaya Ake bisa menjadi orang yang seperti itu”

“Jangan hawatir. Keadaan akan membaik”


Meskipun begitu, Mielle tetap saja khawatir dan kata “Bubu” dari Kim sukses membuat Mielle balik menjadi dirinya yang sebelumnya. “Hey, berhenti memanggilku dengan nama idiot itu. Panggilan itu tidak cocok untukmu” tapi Kim terus saja menggodanya dengan panggilan Bubu. “Baiklah, jika kau memanggilku P’Kim kau tidak akan mendengar kata Bubu dariku lagi”. Mielle jelas menolak meskipun ia tahu Kim adalah seniornya.


“P’Kim”

“Tidak. Aku tidak akan memanggilmu seperti itu”

“Benarkah? Yakin tidak mau? Panggil Aku!”

“Tidak akan pernah dalam hidupku memanggilmu P’Kim”

Kim langsung meletakkan tangannya di tembok, menghadang Mielle. Ia akan melakukan segala cara agar Mielle memanggilnya P’Kim. “Mimpi!” Ucap Mielle dan beringsut pergi dari bawah tangan Kim saat Kim berniat menciumnya lagi. Saat di rumah, gantian Mielle yang mengejeknya tolol dan langsung masuk ke rumahnya meninggalkan Kim yang senyam-senyum sendiri.


Esok paginya, Kim sudah bersiap diajari oleh “Mentor Mielle”. Pelajaran pertama, menyaring tepung. Bukannya memperhatikan, Kim malah curi-curi kesempatan mendekati Mielle. Saat gilirannya, ia malah mengerjai Mielle dengan menyaring tepung kuat-kuat di depan wajah Mielle sampai Mielle tersedak.

Mielle menyesal bersedia mengajari Kim dan bergegas pergi tapi Kim langsung menahannya dan memerangkap Mielle agar tak melarikan diri. Mielle meronta melepaskan diri tapi malah jadi semakin dekat dengan Kim seakan mereka saling berpelukan.


Tepat disaat itu Rose datang dan langsung menutup wajahnya mengira mereka sedang bermesraan. Kim buru-buru menjelaskan kalau dia meminta Mielle mengajarinya membuat kue. “Membuat kue? Aku tak pernah tahu kalau berpelukan juga bagian dari pelajaran membuat kue” hahahh. Mielle dan Kim jadi saling memandang canggung.


Suatu hari, saat akan ke café, Lita tiba-tiba muncul mencegat Mielle. Lita penasaran apakah Mielle punya perasaan pada Kim.

“Apa kamu pikir aku menyukainya?”

“Kim adalah orang yang menarik. Banyak wanita yang mengejar-ngejarnya”

“Tapi tidak denganku. Bagiku, pria itu jauh dari kata tampan. Wajahnya selunak tahu. Kamu bisa mempercayainya. Aku tidak akan pernah menyukainya”

“Baguslah kalau begitu. Lagipula aku tidak mau menyuruhmu untuk berhenti menyukainya. Kuharap kamu ingat apa yang kamu katakan padaku hari ini”


Setelah Lita pergi, Mielle jadi menyesal dengan apa yang dikatakannya barusan apalagi dia sudah berbohong. “Bagaimana bisa aku menghentikkan perasaanku saat aku sudah menyukainya?” Kim diam-diam muncul dari belakang “Apa yang kau suka?” takut ditanya-tanya Mielle langsung berlari pergi.


Pelajaran kedua dimulai, memisahkan kuning telur. Saat Mielle serius mencontohkannya, Kim curi-curi pandang dan terus mencoba dekat-dekat dengan Mielle. Karena Kim berkata ini sangat mudah maka Mielle pun menyuruhnya langsung praktek. Kim dengan mudah melakukannya, tapi tiba-tiba ia malah jadi memandangi wajah Mielle sampai membuat keduanya jadi canggung.


Kim memberanikan diri bertanya lagi siapa yang Mielle suka. Dia dengar itu saat Mielle mengomel sendiri tadi pagi. Mielle dengan terbata-bata mengatakan kalau dia suka baking, desserts, yah sesuatu yang seperti itu. Dia pun ingin pergi, tapi Kim tertawa mengatainya malu di depan dirinya. Mielle jadi kesal lagi “Aku tidak malu di depanmu” tapi nyatanya Mielle memang benar-benar malu.

“Kau bilang kau suka dessert, baking, atau sebenarnya kau menyukaiku?” Ujar Kim membisiki Mielle.

“Di hidup ini, aku tidak akan pernah menyukai pria arogan sepertimu. Kau itu terlalu percaya diri, kau pikir kau itu tampan? Tak perlu disebutkan kau juga bermulut busuk” balas Mielle


Kim kesal dan mengambil tepung lalu ia tiup ke wajah Mielle, tapi tepungnya malah kena wajahnya sendiri. Mielle tertawa melihatnya, tak mau kalah Kim langsung mendekatkan wajahnya untuk menempelkan tepung itu ke wajah Mielle juga.


Kue yang mereka buat sudah jadi dan siap dipacking Mielle. Rose lalu datang, ia mendengar ada suara dari dapur, ia pikir Mielle mempekerjakan karyawan baru, tapi Mielle mengatakan itu adalah Prince Charming-nya Rose. Rose menggoda Mielle kalau mereka berdua pasti rayu-rayuan, Mielle langsung membantahnya dengan tersipu malu.

“Ahh, jangan bilang kamu naksir dia lagi? Kamu menyukainya, kan?”

“Hey, kenapa kuat-kuat? Sssttt…”

“Aku tahu itu. Kamu memang menyukainya”

“Tidak. Emm.. Baiklah, bahkan jika memang iya, itu sia-sia sekarang”

Mielle menceritakan pertemuannya tadi dengan Lita. Ia berpikir kalau hubungan Kim dan Lita belum berakhir, jadi sia-sia saja. Rose menyayangkan sikap Mielle yang seperti gadis baik-baik dalam drama, ia berharap Mielle seharusnya mengejar Kim. Ternyata semua obrolan mereka didengar oleh Kim yang baru saja keluar dari dapur, diam-diam Kim tersenyum mengetahui semua itu.


Kim menunjukkan kue yang dibuatnya dan ikut membantu Mielle mempacking kue-kue yang akan diberikan gratis sebagai ganti waktu itu. Tak lama San datang dengan membawa bunga untuk Mielle. Ia mengajak Mielle untuk dinner sebagai pembuktian kalau Mielle masih mempercayainya. Mielle hanya diam dan San menganggap Mielle menyetujuinya. Kim langsung menyuruh San pergi dan mengomeli Mielle yang seharusnya bilang tidak tadi, kenapa Mielle masih mau dengannya.


Mereka duduk bertiga sambil membicarakan maslaah yang terjadi. Followers Mielle hanya meningkat sedikit hingga Rose berpikir kalau orang-orang sudah bosan dengan net idol wanita seperti Mielle, terlebih dengan masalah Mielle. Mielle yakin dengan berjalannya waktu pelanggan mereka akan kembali lagi. Rose memperhatikan Kim dan muncullah ide brilliant, Kim akan menjadi hot chef mereka. Saat orang-orang di media social melihat Kim, pelanggan pasti ingin kembali ke café mereka lagi. Kim tak perlu mengatakan apapun, dia hanya cukup memamerkan ketampanannya dan memasang senyum menawan. Awalnya Kim menolak tapi karena Mielle meledeknya ia pun setuju.


Mereka tertawa senang menentukan pose yang cocok untuk Kim dan kemudian Kim foto bersama Mielle dengan pose yang manis.





1 comment: