July 18, 2016

[Sinopsis] Bake Me Love Episode 5 - 1


Kim datang menemui Ake untuk meminta penjelasan lebih detail karena dia tahu ada cerita lain lebih dari yang dia dan Mielle ketahui.




Mielle memenuhi janjinya dinner bersama San meskipun dengan setengah hati. Tiba-tiba Kim datang lalu bergabung bersama mereka. San jelas sekali tidak menyukai kedatangan Kim, apalagi saat Kim bertanya tanya tentang pekerjaannya.

“Aku barus saja ngobrol dengan seseorang yang kau kenal”

“Apa masksudmu?”

“Ake. Kamu memanfaatkannya dan memainkan perasaannya. Itu sangat buruk, kau tahu?”

San kaget, tapi dia langsung menyangkalnya. Kim lalu memberitahu kalau dia pernah melihat San di café uncle Thana. Urusan apa yang San punya disana? San berkata dia cuma makan desserts seperti biasa, apanya yang aneh?

“Kamu merasai desserts mereka untuk membantu meningkatkan café Mielle, kan?”

“Ya”

“Tapi aku pikir kamu bermaksud semakin menghancurkan cafenya”


San terpojokkan, tak ingin mengakui kesalahannya di depan Mielle ia langsung pergi begitu saja. Kim pun memperingatkannya tak usah muncul di hotel lagi. Mielle yang dari tadi cuma diam bingung memperhatikan mereka bertanya pada Kim apa yang terjadi, tapi Kim tak mau memberitahu Mielle sekarang dan menyuruhnya makan saja.


San menemui Uncle Thana dan juga Wila. Ia memohon untuk menyudahi ini semua. Hampir saja dia ketahuan, ia juga merasa bersalah setiap kali melihat Mielle di café. Dia tak bisa melakukan apapun karena berhutang budi pada uncle Thana.

“Bagimu, mungkin aku orang yang baik. Tapi bagi Mielle, aku merasa aku orang yang benar-benar jahat”

“Ya, kamu memang jahat” jawab Mielle yang tiba-tiba muncul bersama Kim.


San akhirnya ketahuan berkomplot dengan Uncle Thana. Ia memohon agar mereka semua mengakui kesalahan di depan Mielle, tapi Uncle Thana membantah kalau ia bersalah, San lah yang harus bertanggug jawab atas ini semua, bukan dirinya.


Kim lalu menghampiri Uncle Thana, “Aku tidak akan memberimu kesempatan. Jika cafemu tidak pindah, kita akan berjumpa di pengadilan”. Wila ketakutan, ia pun segera meminta maaf pada Mielle, Mielle hanya mengangguk sekilas dan langsung menarik tangannya, tak ingin memandang wajah Wila.


Esok harinya, Rose yang sudah mendengar cerita yang sebenarnya tak menyangka San tega berbuat begitu pada mereka. Mielle pun mengingatkannya untuk hati-hati, mereka tidak tahu orang-orang sekarang itu seperti apa. Ake setuju, tapi bagaimana dengan Ake? Mielle sangat merasa bersalah padanya, semakin dia pikirkan semakin dia merasa bersalah. Tak lama Kim muncul dengan kue yang baru selesai ia buat.

“Well.. well, muridmu ini tampan dan belajar dengan cepat” Ucap Rose.

“Tentu saja, ini murni buatanku”


Mielle menerimanya dan menyuruh Rose memasukkannya di fridge, ia juga meminta agar Rose tidak memuji-muji Kim, karena Kim itu hanya bisa menghias kuenya. Hhahha


Tiba-tiba Lita muncul merusak suasana. Dengan manjanya ia berkata sangat merindukan Kim dan mengajaknya keluar sebentar. Mielle diam saja dengan wajah cemberut.


Lita langsung menginterogasi Kim apa Kim punya perasaan untuk Mielle? Kim menampiknya, membuat Lita senang karena ia tahu tatapan Kim pada Mielle dan padanya saat pacaran dulu tidaklah sama. Kim malas meladani Lita, tapi Lita kemudian mendengarkan Kim rekaman pengakuan Mielle yang tidak akan pernah menyukai Kim. Kim merasa itu tidak penting untuk didengarkannya. Lita berkata dia hanya ingin mengkonfirmasi bahwa mereka tidak tertarik satu sama lain. Kim kesal, Lita sudah kelewatan mencampuri urusan orang lain. Tapi Lita tetap saja ngotot mengatakan Mielle tidak menyukai Kim. “Kenapa aku butuh kamu untuk memberitahuku siapa yang suka atau tidak suka padaku?” balas Kim ketus.


Kim langsung pergi tapi ada fans “hot chef” yang minta foto dengannya dan siapa orang yang mengambil foto? Lita. Fans Kim meminta Lita yang mengambil foto mereka. Dengan wajah juteknya, Lita tak bisa menolak. Fans Kim memuji kue buatannya yang enak, Kim pun memberitahu dia diajari chef Mielle. Dengan lucunya fans Kim megatakan “Kami sungguh menyukai kalian berdua” . Hhahaha, Lita menatap tak percaya.


Di rumanya, Mielle sibuk membuat desserts cantik yang kelihatan sangat spesial. Ternyata dessert itu untuk Kim. Tak peduli dengan Kim yang mengatakan ia tidak makan itu di malam hari, Mielle langsung nyelonong masuk rumahnya. “Apa kita sedekat itu seperti bebas masuk ke rumah orang lain?” pikir Kim sambil tertawa geli.


Kim bingung kenapa Mielle mebuatkan dessert untuknya semalam ini, bukannya Mielle sudah capek seharian kerja? Mielle ingin mengungkapkan rasa terima kasihnya, tapi saat Kim bertanya untuk apa, dia malah menjawab tidak tahu, dia cuma ingin membuatnya saja.

“Jangan-jangan kamu naksir aku, kan?”

“Apa kamu gila? Siapa yang naksir kamu?”



Mielle langsung menyuruh Kim untuk makan, dan curi kesempatan untuk sepuasnya memandangi Kim. Kim tampak suka dengan dessert yang juga resep baru buatan Mielle. Mielle berkata saat dia merasa senang ataupun merasa spesial, dia suka membuat resep kue baru seperti ini. Kim lantas bertanya apa resep baru ini dibuat untuk orang yang spesial juga? “Apa kamu gila? Siapa yang spesial? Kamu kepedean”


Mielle cepat-cepat menyuapkan kue ke mulut Kim supaya berhenti ngomong yang tidak-tidak. Ia bergegas pulang dan berpesan agar Kim tidur yang nyenyak, jangan menggonggong terlalu kuat hingga membuatnya sulit tidur.

“Apa yang kamu bilang barusan?” tanya Kim menarik tangan Mielle.

“Aku bilang, tidur nyenyak”

“Kamu tadi bilang aku anjing. Coba katakana sekali lagi!”

Kim mengapit kedua tangan Mielle, ia lalu makan kuenya dan mencoba menempelkan krimnya ke mulut Mielle. Mielle langsung melepaskan diri dan berlari pulang.


Pelajaran kali ini adalah menggiling adonan. Mielle mengajarkan Kim bagaimana cara meroll adonan yang baik, ingin segera mempraktekannya Kim ikut memegang rol dari belakang seakan Kim sedang memeluknya. Mielle kesal dan menyuruh Kim coba sendiri tapi Kim meroll nya asal-asalan membuat Mielle akhirnya turun tangan lagi sampai posisi mereka dekat kembali. Mielle melirik canggung dan untuk sesaat ia membiarkan Kim merangkulnya sebelum ia melemparkan tepung ke wajah Kim dan berkahir dengan bermain-main, saling bercanda riang, sampai kue mereka jadi.


Ketika di bawah, Mielle memasang wajah cemberutnya karena ternyata ada Lita yang sudah menunggu Kim. Lita protes kenapa Kim juga ikut membantu Mielle membuat Kue, bukankah itu kerjaannya Mielle. Mielle yang tersinggung langsung merebut kue yang dipegang Kim dan menjauh dari mereka. Kim menghampiri Mielle berharap Mielle mengatakan sesuatu untuk menahan Lita membawanya pergi, tapi Mielle meminta Kim pergi dengan Lita. Ia hanya bisa melihat dalam diam saat Lita mengelap keringat Kim dan merapikan dasi Kim. Kim lalu masuk ke café kembali menawarkan makanan yang Mielle mau, dia akan makan siang dengan Lita dan akan membelikan Mielle. Mielle menolak dengan sopan, tapi saat Kim pergi ia tampak tak rela.


“Apa kamu cemburu?” tanya Rose tiba-tiba. Tapi Mielle mengelak, ia kesal saja karena Kim melalaikan tuganya. Rose berkata seharusnya Mielle berterima kasih sudah dibantu Kim, dia itu assistant manager, jadi ya terserah mau ngapain.

“Aku terkadang lupa siapa diriku!” gumam Mielle.

“Apa yang kamu bilang? Hey, kamu beneran cemburu padanya”

“Tidak. Aku hanya.. hanya pusing” jawab Mielle lalu pergi.
“Jangan menyangkalnya. Kamu itu beneran cemburu tahu”

2 comments: