[Sinopsis] Bake Me Love Episode 5 - 2


Lita mengajak Kim ke café biasa. Ia bertanya cemburu kenapa akhir-akhir ini Kim jadi fokus ke café-nya Mielle. Kim berkata itu karena manager menugaskannya karena ada sedikit masalah. Seseorang mencoba merusak reputasi café yang berarti juga merusak reputasi hotel. Dia juga tak tahu ini berlangsung sampai kapan, mungkin sampai café mendapatkan reputasinya kembali. Lita mengeluh kesal kalau ia melihat banyak pelanggan yang kembali berdatangan, ia juga melihat video Kim. Orang-orang terus menshare di akun facebook nya.


“Kau melihatnya juga?”

“Yeah. Aku tertarik segalanya tentangmu. Jadi, kapan kamu akan kembali ke hotel?” Kim malas menanggapinya dan terus gelisah melihat jam.


Sementara itu, ibu Mielle berkunjung ke café. Tak lama kemudian Kim dan Lita datang yang langsung disambut omelan Mielle kenapa Kim perginya lama sekali. Mielle beralasan pelanggan lagi banyak tapi sebenarnya ia cemburu tuh lihat Kim dan Lita bergandengan tangan.


Rose berusaha mengkode-kode Mielle kalau ibunya lagi disini, tapi Mielle tak melihat kearahnya sama sekali dan terus mengomeli Kim sampai akhirnya terdengar suara ibu menegurnya. Mielle sontak kaget dan langsung menghampiri ibu. Ibu bertanya heran apa mereka bertengkar tapi sedetik kemudian ibu malah berkata tidak apa-apa. Sangat wajar bagi calon suami istri saling berbeda pendapat, tapi jangan lupa untuk berdamai. Ibu tak curiga sama sekali karena Mielle cepat-cepat berhambur menggandeng Kim.

“Ibu.. kenapa nggak bilang-bilang sih mau datang?”

“Surprise kan?”

“Emmm.. sangat” jawab keduanya kompak.


Di belakang, Lita menatap kesal melihat mereka berakting “Bubu & Bibi” dengan mesra. Tak tahan lagi ia langsung bertanya apa yang terjadi. Kenapa Kim akan menjadi suami Mielle? Kim terdiam bolak balik melihat ibu Mielle.

Suasana sedikit lebih tenang, ibu lalu menjelaskan kalau Kim adalah pacar Mielle, anaknya. Lita yang tampak sangat kesal meminta Kim untuk menjelaskan secara langsung padanya nanti. Setelah itu ia mengucap salam pada ibu Mielle dan pergi.


Ibu jadi khawatir apa tadi berkata salah, kenapa Lita kelihatan sangat marah? Mielle lalu meminta ibunya menunggu di rumah, dia akan menjelaskannya nanti dan menyuruh Rose membantunya. Rose pun berbohong menyebutkan peraturan hotel yang melarang keluarga ataupun teman berkunjung saat jam kerja. Kalau tidak gaji mereka bisa dipotong karena melanggar. Kim saja sampai senyam-senyum mendengar Rose. Tapi rencana itu sukses, karena ibu Mielle langsung minta maaf dan bergegas pergi.


Mielle meminta maaf pada Kim atas kejadian tadi. Kim berkata tidak apa-apa.

“Dan tentang mantanmu, kamu harus menjelaskan padanya. Bilang kalau kita tidak berpacaran"

“Bagaimanapun juga, dia takkan mempercayaiku. Tapi.. apa kita tidak kelihatan seperti sepasang kekasih sama sekali?

“Aku tidak tahu kita kelihatan seperti sepasang kekasih atau tidak. Nyatanya kita memang tidak berpacaran” Wajah Kim berubah sendu mendengar jawaban Mielle.


Besoknya, Kim mengikuti Lita yang Lita kira Kim akan menjelaskan perihal kemarin padanya. Tapi Kim menegaskan dia takkan menjelaskan apapun karena tak melakukan kesalahan. Lita marah, bagaimana bisa Kim bilang dia tidak salah sedangkan Kim selingkuh?

“Aku tidak selingkuh. Apa kamu lupa kita bukan siapa siapa lagi?”

“Tapi kamu tak pernah bilang kalau kamu berpacaran dengan wanita itu. Dan kamu membiarkanku mengikutimu, memintamu kembali lagi seperti ini?”

Kim berusaha menyakinkan Lita bahwa tidak ada apa-apa diantara dia dan Mielle. Tapi Lita malah semakin marah dan bertanya kenapa ibu Mielle mengklaim dia adalah pacar anaknya kalau begitu? Akhirnya Kim menceritakan alasan bodoh dibalik itu semua, karena Mielle yang mengakuinya pacar di depan ibunya untuk yang pertama kali. Lita berkata anggap saja dia percaya, tapi apa Kim dan Mielle yakin tidak saling jatuh cinta satu sama lain? Kim menjawab tanpa menatap Lita bahwa dia tidak melihat tanda-tanda Mielle jatuh cinta padanya. “Lalu bagaiman dengamu?” tanya Lita serius. Kim terdiam membisu, ia pun langsung pergi meninggalkan Lita yang yakin Kim sudah jatuh cinta pada Mielle.


Malamnya, di kamar masing-masing, Kim dan Mielle galau mengingat kenangan mereka bersama. Bercanda saat membuat kue, kejadian di lift, berakting menjadi pacar Mielle, yang pada akhirnya membuat mereka menjadi dekat dan tanpa sadar mencintai satu sama lain.


Pagi-pagi sekali, Lita sudah nongkrong di café Mielle. Rose langsung memberitahu Mielle tentang ini. Ia merasa wanita sekarang mengerikan. Lita menunggu Kim sejak tadi, padahal dia sudah memberitahu kalau Kim tidak datang hari ini dan tetap saja Lita menolak untuk pergi. Apa Mielle yakin dia itu Cuma sekedar mantan? Tapi dari yang dia lihat, Lita berusaha mati matian mendapatkan Kim lagi, apalagi kemarin Lita banyak nanya kepoin Mielle. Dan entah apa maksud Lita, ia mengarahkan kamera ponselnya kearah Mielle dan Rose. Mereka tak menaruh curiga sedikitpun dan malah berpikir Lita sudah gila.


Ternyata Lita punya maksud tersembunyi. Ia menemui Kim di hotel dan memberitahunya saat dia berkunjung ke café Mielle tadi dia merasa ada sesuatu yang aneh, apa Kim tak pernah memperhatikannya? Kim heran, aneh apanya? Dan memperhatikan apa? Lita lalu memberitahu kedekatan Mielle dan Rose. Ia merasa ada sesuatu diantara mereka. Kim tertawa tak percaya karena yang ia tahu Rose itu adalah.. ladyboy. Lita menyebutkan kecurigaannya satu per satu dan menujukkan foto kedekatan Rose-Mielle, tapi Kim tetap tak mempercayainya. Saat Lita melihat daftar chef di file yang tengah dibaca Kim, Lita tiba-tiba tersenyum simpul.


Sehabis bertemu Lita, Kim langsung ke café Mielle. Ia mondar mandir gelisah sampai wajahnya berubah kaget saat melihat Rose datang dan langsung merangkul Mielle. Kim jadi bertanya apa Mielle mau ditinggal sendiri saja dengan Rose? Mielle lantas memberitahu dirinya dan Rose sudah sejak lama bersama-sama yang awalnya saling membenci. Kim sepertinya percaya dengan hasutan Lita, tebukti dia yang dengan ragu-ragu mulai bertanya apa Mielle merasa Rose itu tampan? “Ya, dia sangat tampan. Punya mata besar, hidung mancung, ras campuran, juga bibir tipis yang pas banget dicium” Seketika Kim langsung memegang bibirnya HAHHAHA.


Tak lama Rose datang dengan dua gallon air di pundaknya. Dengan perhatian Mielle membantu Rose meletakkan gallon itu lalu memuji-muji Rose yang semakin berotot sekarang. Kim hanya bisa memandangi mereka cemburu.


Kini gantian Rose yang di kepoin sama Kim. Kim langsung to the point menanyakan apa menurut Rose Mielle itu cute? Tentu saja Rose heran dengan pertanyaan aneh dan tiba-tiba Kim ini, ia malah jadi curiga ada apa dengan mereka.

“Rose, Apa kamu pernah jatuh cinta pada Mielle”

“Hey, kamu gila ya? Kenapa menanyakan hal seperti ini padaku? Jika kau memintaku mencium Mielle pipi Mielle di depanmu, aku mungkin melakukannya. Tapi memikirkannya saja membuatku merinding. OMG, ada apa dengamu” keluh Rose dengan gaya centilnya, HAHAHAHA. Kim hanya bisa garuk-garuk kepala. Dugaannya terbukti salah total.


Setiap hari Kim masih setia mengawasi café dan juga membantu disana. Hari itu, tiba-tiba Lita datang memesan kue. Kim memandanginya muak dan saat Mielle turun Kim memnghampiri Lita memperingatkannya untuk tidak datang kesini lagi. Tapi dasar, Lita selalu saja punya alasan, anggap saja dia sebagai pelanggan.



Tepat disaat itu San datang dengan sebuket bunga. Sama muaknya, Mielle memperingatkan San untuk tidak pernah datang lagi. San datang untuk mengakui kesalahannya. Rose yang kesal dengan San juga ikut menomelinya. San mengatakan yang sebenarnya bahwa dia melakukan itu karena harus balas budi pada uncle-nya. Dia tidak bermaksud menyakiti Mielle.

“Aku menyadari sejak lama bahwa aku tidak ingin menyakitimu. Karena aku sungguh menyukaimu sebenarnya”


Semua orang kaget dengan pengakuan San terlebih Kim. Ia langsung membantah ucapan San yang berjanji untuk bertanggung jawab dengan mengatakan San tak mungkin bisa menghapus rasa sakit hati Mielle.

“Aku punya hak untuk melarangmu berada di café ini, meskipun kau disini dengan alasan pribadi”

“Apa orang ini pacarmu, Mielle?” tanya San tak suka Kim mencampuri urusannya.


Mielle dan Kim saling melirik sesaat sampai Kim berkata “Tidak. Tapi aku adalah assistant manager di hotel ini. Aku bisa datang kapanpun aku mau” Mielle pun ikut membenarkan, Kim hanyalah seorang assistant manager, hanya itu. Kim memandang Mielle dan mereka saling bertatapan penuh tanya. Hmm, Mielle berkata begitu karena ia berharap Kim menjawab dia adalah pacarnya dan Kim juga tak menyangka Mielle akan membalasnya seperti itu.

2 comments:

  1. Please update next chapter author

    ReplyDelete
  2. Aduh gx sabar nunggu kelanjutN ny,,
    Semngat y nukis siopsis ny,,
    Aq akan setia sampai terakhir hehehe,,,, :)

    ReplyDelete