Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 1 - 1


Episode 1


Tampak sebuah boneka pengantin wanita berjalan menghampiri boneka pengantin pria dengan bentuk wajah mereka yang dibuat seperti berciuman.Seorang gadis yang meletakkan boneka itu di kue tart yang baru ia buat juga mengikuti pose ciuman ala bonekanya. Gadis itu bernama Sakurai Misaki (Mirei Kiritani). Ia sangat lega sudah bersusah payah menyelesaikan kue tart itu. Jam menunujukkan pukul setengah sembilan pagi, karena terlambat ia segera mematikan music playernya dan bergegas pergi.




Sambil membawa bungkusan kuenya ia berlari terburu-buru.


Kembali ke masa lalu..

Sakurai adalah putri satu-satunya dari pemilik toko. Sedari kecil ia terbiasa bersikap ramah dan menyapa orang lain. Selama 365 hari dalam setahun keluarganya hanya punya pangsit sebagai makanan ringan, bahkan di hari ulang tahunnya sendiri. Itulah sebabnya dia sangat terkejut saat makan kue tart untuk yang pertama kali di ultah temannya. Karena itulah ia bercita-cita ingin menjadi patissier.


Mimpinya pun menjadi kenyataan. Dia sudah memanggang 2.700 kue sampai sekarang dan itu 100 kali lebih banyak dari umurnya sendiri yang sekarang menginjak 27 tahun. Natal tahun lalu, ia menghabiskan lima malam di toko roti. Rekan-rekannya bersenang-senang dengan pacar mereka sementara dirinya harus mengoleskan lip balm di bawah matanya untuk menangkal lingkar hitam. Karena kerja keras yang luar biasa ia berhasil memanggang kue super besar setinggi 2 meter.

Kembali ke masa sekarang..



Ternyata Sakurai buru-buru karena hari ini adalah jadwalnya untuk interview. Ia menceritakan pengalamannya yang sudah menjadi patissier selama 7 tahun. Sejak itu ia hanya menatap kue dan terus memperbaiki dirinya.

“Lalu kenapa kau ingin berhenti dan bergabung dengan kami, Hotel Vitz Charleston?” tanya seorang interviewer yang dari tadi menyisir rambutnya.


“Itu karena..” Sakurai lalu terbayang saat dirinya dipecat dari toko tempat kerjanya karena toko itu akan beralih ke toko roti. Interviewer pun memustukan untuk menghubungi Sakurai tentang hasilnya nanti, tapi sebelum pergi Sakurai menunjukkan kue yang dia buat.

“Aku membuat kue ini berdasarkan konsep gereja suci” .

“Bagaimana dengan boneka itu?”

“Aku ingin mempertahankan momen khusus ciuman setelah sumpah pernikahan”

Ketiga interviewer bingung kenapa wajah boneka itu cemberut . “Itu karena mereka berciuman” jawab Sakurai. Ketiga interviewer langsung diam menahan tawa mendengar jawaban Misaki.


Hari itu juga, Sakurai mendapat pesan kalau ia gagal dalam interview. Sahabatnya jadi penasaran seperti apa sih ciuman itu. Ia langsung memperagakannya dan temannya merasa itulah kenapa ia gagal, karena bonekanya berwajah cemberut saat berciuman. Sakurai kesal padahal ia hanya sedikit melebih-lebihkan, tapi gara-gara hal sesepele itu ia jadi gagal.

“Kapan terakhir kali kau dicium cowok?”

“Empat tahun lalu, itu ketika Murofushi memenangkan medali perunggu di Olimpiade London. Ya ampun, waktu benar-benar cepat berlalu!” Ujar Sakurai tertawa.


Sahabatnya juga ikut tertawa, tapi kemudian ia mengatakan, “Apanya yang lucu? Bibirmu seperti plum kering” balasnya tertawa. Sakurai sangat sibuk makanya ia tak sempat mengurus bibirnya ataupun kencan. Sahabatnya itu lalu menjelaskan kenapa Sakurai membuat boneka aneh ini, karena Sakurai belum pernah berciuman selama empat tahun dan itulah kenapa dia gagal interview. “Terserahlah! Aku tidak berniat bergabung dengan hotel yang memiliki interviewer seperti itu juga!”

Seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka, Wakaba, sahabat Sakurai itu langsung memberikan kue nya untuk si pelayan dan mengatakan Sakurai lah yang membuatnya sendiri dan ia juga sedang mencari pacar.


Mereka nongkrong lama di restoran itu, sampai pacar Wakaba mengirim pesan. Sakurai menyuruhnya pergi saja, dia tak apa minum sendirian. Wakaba pun pergi dan menyemangatinya untuk mencari pekerjaan baru. Sakurai lanjut minum sendirian, ia lalu beralih pada sepasang kekasih di meja sebelahnya, dan ternyata semua pengunjung di situ datang bersama pacar mereka, hanya dirinyalah yang duduk di tengah sendirian.

Pelayan tadi muncul sambil tersenyum kearahnya, Sakurai yang geer langsung merapikan rambutnya dan bicara pada pelayan itu. Tapi pelayan itu bukan tersenyum padanya melainkan pengunjung di belakang mejanya. Alhasil semua orang langsungtertawa geli melihatnya.


Malu, Sakurai pun beralasan pergi ke toilet. Ia meratapi nasib burknya dan menangis untuk menenangkan diri. Tapi saat hendak membuka pintu toilet, pintunya malah sulit dibuka sampai kuncinya rusak. Ia berusaha menggedor pintu dan berteriak minta tolong tapi tak ada yang mendengar.


Pengunjung lain sudah pada pulang, tinggal Sakurai yang masih belum keluar dari toilet. Kue tart Sakurai diletakkan di dapur, pelayan lain melihat kue itu dan mencicipinya. Akhirnya pelayan datang menolong Sakurai dengan mendobrak pintu itu dari luar. Sakurai terkejut, tapi begitu melihat siapa yang menolong ia jadi teringat masa-masa SMA ketika teman cowoknya datang membantunya. “Chiaki-san?” Kata Sakurai pelan. “Sakurai?” ingat pelayan itu yang bernama Shibasaki Chiaki (Shohei Miura).


Suatu hari, saat berlatih yoga di taman, Sakurai menceritakan pertemuannya dengan Chiaki, cinta pertamanya. Wakaba kaget mengetahui Sakurai mengenal Chiaki. Sakuari lantas memberitahu kalau ia bertemu dengan Chiaki saat kerja paruh waktu ketika SMA.

“Apa dia mantanmu?”

“Tentu saja tidak! Hanya cinta bertepuk sbelah tangan”

“Jadi, apa yang terjadi semalam?”

Kembali ke masa lalu..



Sakurai dan Chiaki pulang bersama. Karena Chiaki menanyakan pekerjaanya ia jadi berbohong mengatakan kalau ia seorang patissier yang bekerja di hotel Vitz Charleston, sebuah hotel bintang lima. “Kau mengagumkan” puji Chiaki, tapi ia heran kenapa Sakurai pakai jas, apa sedang cuti? Sakurai berbohong lagi mengatakan mereka sebenarnya berencana liburan di musim panas ini setelah dapur di renovasi. Chiaki lalu menawarkan pekerjaan di restorannya karena dia sudah mencicipi kue buatan Sakurai yang sangat lezat. Tanpa ragu Sakurai setuju, tapi Chiaki berkata restorannya bukan di Tokyo melainkan di Shonan. Jika kesulitan dengan transportasi, Sakurai bisa tinggal bersamanya.


“Tinggal bersama?”

“Mmm.. aku tinggal disana dan ada kamar kosong di sebelah”

“Kamar sebelah?”

“Kau bisa tinggal bersamaku”

Sakurai sangat syok dan meminta waktu untuk mempertimbangkannya.

Kembali ke masa sekarang..




Wakaba heboh sendiri mendengar cerita Sakurai, tapi yang Sakurai khawatirkan adalah dirinya yang tidak pernah berciuman selama empat tahun terakhir. Jika dia tinggal dengan Chiaki, itu seperti mendorongnya ke “Star Wars”. Dia pikir dia harus mundur saja. Tiba-tiba Wakaba mengambil ponsel Sakurai dan menelepon Chiaki untuk diijinkan bergabung di restoran Shonan. Sakurai langsung merebutnya tapi ternyata Wakaba hanya berpura-pura menelepon.

“Lihat! Jujurlah pada dirimu sendiri. Apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin pergi. Aku ingin mengubah diriku” jawab Sakurai agak lama.


Wakaba tersenyum senang dan langsung mengajak Sakurai pergi shopping, ke salon, dan memberinya tips agar setiap habis mandi selalu pakai make up, ikat rambut, dan tunjukkan leher.


Wakaba juga menginstalkan instagram di ponsel Sakurai. Mulai sekarang dia harus mengunakannya untuk memperkaya hidup. “Mulailah kehidupan indahmu dari instagram!” Dan untuk yang terakhir Wakaba memberikannya lip cream. Ia menyemangati Misaki untuk berubah “Ketika kau jatuh cinta, seluruh dunia seluruhnya berubah. Aku harap kau akan ingat perasaan itu” Sakurai pun tersenyum yakin.


Di kereta menuju Shonan, Sakurai tidak lupa memakai lip cream sambil tersenyum bahagia melihat wajah Chiaki di ponselnya. Tapi pemandangan indah pantai Shonan yang terbentang di sepanjang jalan mengalihkan perhatiannya. Ia langsung memotret pantai itu dan mempostnya di instagram dengan caption “Aku akan jatuh cinta musim panas ini”.


Begitu tiba, ia segera menuju pantai itu dan meminta seorang nenek untuk memotretnya, tapi tidak jadi karena anjing nenek itu terus menyalak. Ia lalu meminta tolong pada seorang pria, awalnya pria itu menolak tapi Sakurai langsung memberikan ponselnya dan berlari untuk berpose. Pria itu adalah Shibasaki Kanata (Kento Yamazaki).


Sakurai lupa kalau foto Chiaki masih terpampang hingga Kanata melihatnya. Ia buru-buru mengembalikannya dan mengistruksikan Kanata untuk mengambil foto saat dia melompat. Ini sangat penting untuk dipost-nya di instagram. Sakurai sudah melompat tapi Kanata malah diam saja. Sakurai pun melompat sekali lagi dan tepat disaat itu bocah-bocah yang bermain bola di pantai melemparkan bolanya lalu menggelinding kearah Sakurai hingga Sakurai akhirnya terjatuh terjerembap karena menginjak bola itu.


Kanata lalu menghampirinya dan malah memotret Misaki dengan pose kesakitan seperti itu. “Baiklah. Lompatan yang bagus” ledek Kanata kemudian pergi. Misaki menghentikannya dan mengomeli Kanata, tapi Kanata tidak peduli sama sekali.


Alhasil dia berjalan menenteng koper dengan baju basah dan berpasir. Dia pun tiba di depan rumah Chiaki yang ada tulisan ‘Shibasaki’ nya, menandakan itu memang benar rumah Chiaki. Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.

“Aku sudah lama menunggumu”

“Chiaki-san, aku minta maaf. Pakaianku basah sekarang..”


Tapi begitu Sakurai berbalik, keduanya saling berteriak kaget. Ternyata itu bukanlah Chiaki melainkan Shibasaki Touma (Shuhei Nomura), adik Chiaki. Touma lalu mengajaknya masuk.


Risau dengan wajahnya, Sakurai permisi untuk ke kamar mandi dan wooaaaaa.. ia berteriak panik melihat Kanata mengeringkan rambutnya tanpa busana. Ia langsung berlari keluar menuduh Kanata seorang penguntit. Kanata juga ikut keluar dan mereka serempak berkata “panggil polisi!”


Setelah Chiaki datang dan Sakurai berganti pakaian, Chiaki menjelaskan kalau Touma dan Kanata adalah adiknya. Touma si bungsu masih kuliah dan Kanata adalah koki di restoran mereka.

“Jadi kita berempat akan tinggal bersama?”

“Apa kau berpikir hanya tinggal dengan Chiaki?” goda Touma.

“Tidak.. tidak”


Chiaki pun memberitahu Sakurai adalah patissier hotel Vitz Charleston. Tapi Kanata yang tampak tidak menyukainya merasa tidak yakin dan membocorkan kalau Sakurai menyimpan foto Chiaki. Takut didengar yang lain, Sakurai langsung cepat-cepat mengucap salam dengan suara keras pada Kanata sambil memelototkan matanya.


Chaiki menunjukkan kamar Sakurai, dan sebelum pergi ia mengingatkan Sakurai agar merasa nyaman karena dia pikir “mereka” nongkrong di kamar ini. “Mereka? maksudmu?” Sakurai sontak ketakutan berpikir ada hantu di kamarnya. Chiaki langsung tertawa dan berkata Sakurai tidak berubah sama sekali. “Kau juga tidak berubah” Ujar Sakurai.


Mereka lalu ke restoran dengan berjalan kaki. Chiaki senang bisa bertemu Sakurai tepat saat dia mencari patissier baru. Tapi dia butuh Sakurai untuk melayani pelanggan juga. Sakurai tak mempersalahkannya, dan setelah gerbong kereta terakhir lewat nampaklah restoran Chiaki yang terletak di seberang rel. Emmm.. keren.


Sakurai tersandung rel tapi Chiaki langsung menangkap tangannya membuat Sakurai kegirangan sambil terus mendengar penjelasan Chiaki tentang restoran. Saat tiba di lantai dua, Sakurai bertambah senang melihat pemandang laut yang luar biasa indah dari atas teras. Kanata melihat mereka berdua dan melempar lap dengan kesal.


Chiaki mendapat telepon, ia pun menyuruh Sakurai bertanya-tanya tentang dapur pada Kanata. Tapi Kanata dengan tegas menolaknya untuk menginjak dapur dan menyuruhnya membersihkan toilet sebagai gantinya.


“Mengapa kau menyewa gadis itu?” tanya Kanata.

“Kenapa kau begitu tidak menyukainya? Hey, Sakurai!” balas Chiaki


Kanata langsung menoleh ke belakang, itu adalah trik Chiaki mengalahkan Kanata bermain basket. Chiaki memerintahkan Kanata agar memeriksa Kue Sakurai dan Kanata akan tahu jawabannya.


Di kamarnya, Sakurai membaca horoskop bintang Aries di bulan ini “keberuntungan cintamu pada puncaknya. Kamu akan dicium oleh Mr Right mu” Sakurai sangat senang, ia lalu membuka instagramnya dan muncul komentar Wakaba yang melarangnya kembali sebelum berciuman.
Suara Chiaki yang menyuruhnya mandi duluan membuyarkan kosentrasinya. Ia melihat make up dan segala peralatan tempur lainnya juga teringat pesan Wakaba untuk selalu pakai make up setelah mandi.


Ia melaksanakan semua pesan Wakaba, saat ia sedang dandan tiba-tiba Kanata masuk mengagetkannya.

“Hey, kau harus masuk mengetuk pintu. Bagaimana jika aku tidak memakai apa-apa?”

“Aku tidak tertarik sama sekali” jawab Kanata memandangi Sakurai dari atas sampai bawah.

“Keluar! Aku belum selesai. Kau benar-benar pria yang tidak peka”


Kanata menatap Sakurai sampai Sakurai tersipu malu. Ia lalu melangkah ke depan dan meletakkan tangannya di pundak Sakurai. Sakurai yang gugup langsung menutup matanya, padahal Kanata hanya mengambilkan bandrol baju Sakurai yang belum dibuang. “Tunggu.. eyeliner mu tercoreng juga” Hahahaa


Dari situ Kanata menilai Sakurai hanya akan bekerja setengah hati dengan motif tersembunyi. Sakurai persis tipe orang yang dia benci. Kanata juga memastikan tidak aka nada orang yang memakan kue buatan Sakurai. Sakurai kesal, bisa-bisanya Kanata berkata begitu padahal dia belum mengenalnya. Tak peduli, Kanata langsung mendorongnya keluar.


4 comments:

  1. Suka......g̲̮̲̅͡Γ₯ΠΊ̲̮̲̅͡ tau selalu suka aja ama dorama.apalagi ada Yamaken.....Dilanjut ya......

    ReplyDelete
  2. lanjut minn, seruuu! apalagi ada yamazaki kento ♡

    ReplyDelete
  3. Seruu.. Ada yamazaki kento πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜

    ReplyDelete
  4. Umur sakurai berapa?
    Umur kanata berapa?

    ReplyDelete