Love Myself or You Episode 13 - 1


Setelah mengantarkan Xiao Yi, mereka jalan-jalan alias kencan pertama ke museum kelautan. Ah Jie sengaja mengajak Kai Qi ke tempat ini karena Kai Qi sebelumnya mengatakan kalau ayahnya tak pernah memberinya kesempatan berkunjung ke tempat pendidikan seperti ini saat sekolah dulu. Dan sekarang Ah Jie lah yang akan menjadi tour guide Kai Qi. Mengelilingi semua tempat di museum itu sambil bergandengan tangan.



Spot pertama yang mereka datangi adalah kolam paus beluga putih yang sangat imut. Tak ada pengunjung lain disana selain mereka berdua. Kai Qi tampak sangat senang, ia bermain dengan paus itu sedangkan Ah Jie memperhatikannya dari tepi kolam. Mereka sampai basah kuyup karena semprotan paus itu, tapi itu semakin membuat keduanya tertawa lepas bahagia. Hmmm.. sweet banget


Setelah ganti pakaian, pemandu mengantarkan Kai Qi ke sebuah aquarium, dimana lagi-lagi tak ada siapapun disana. Walau bingung karena Ah Jie belum muncul, Kai Qi tetap menunggu sambil melihat-lihat. Dan seorang penyelam yang ada di aquarium tiba-tiba muncul tanpa henti mengikuti kemana Kai Qi pergi.


Kai Qi heran, ia lalu berjalan maju mundur untuk memastikan penyelam itu mengikutinya atau tidak. Kesal, Kai Qi pun berhenti dan melihat ke arah penyelam itu yang langsung membentuk tanda love diatas kepalanya. “Fu Zi Jie” teriak Kai Qi kemudian. Dan ternyata itu adalah Ah Jie. Kai Qi menggunakan bahasa isyarat bertanya apa yang Ah Jie lakukan. Ah jie menjulurkan sebuah sendok padanya. Seketika, Kai Qi teringat akan ucapan Ah Jie saat mereka lolos ke final di kompetisi waktu itu bahwa Ah Jie berjanji jika dia punya pacar dia akan memberikan sendok sebagai hadiah pasangan.

 
Kai Qi tersenyum, namun tiba-tiba sendok itu terjatuh. Ah Jie sengaja menjatuhkannya, ia lalu berpura-pura mencari sendok itu dan mengambil sebuah peti yang terkubur dalam pasir untuk diberikan pada Kai Qi.


Masih dengan pakaian selamnya, ia keluar memberikan peti yang berwarna pink itu pada Kai Qi. Ternyata isinya adalah sebuah kalung cantik dengan mainan sendok kecil. Ah Jie lalu memakaikannya pada Kai Qi sambil berkata “Wanita paling cantik di hatiku dan seorang koki terbaik”. Kai Qi tak bisa berhenti tersenyum, ia sangat tersentuh dan langsung memeluk Ah jie walau Ah Jie melarangnya karena takut baju Kai Qi basah lagi. Ia lalu mendekat dan mencium Ah Jie.


Kai Qi menunggu Ah Jie untuk ganti baju sambil mengipas-ngipas wajahnya yang memerah. Ah Jie datang tak lama kemudian dengan baju yang sama. Ia juga menghadiahi Kai Qi kue kacang merah favoritnya.


Mereka sama-sama memandang indahnya laut di seberang sampai Ah Jie bicara kalau lautan selalu mengingatkannya pada Taiwan. Kai Qi jadi penasaran kalau Ah Jie sangat menyukai Taiwan kenapa Ah jie tinggal di Perancis selama bertahun-tahun? Suasana jadi sedih saat Ah Jie berjanji akan menceritakan semuanya setelah masalah pribadinya selesai, namun ia langsung menjerit heboh saat melihat ada kacang merah di atas bibir Kai Qi.


Dia bahkan tak membiarkan Kai Qi mengambilnya sendiri, karena ia tak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya karena dulu kesempatan seperti ini sudah diambil Da Zhi. Hahahah, Kai Qi tak bisa berhenti ketawa dengan sikap Ah jie yang menurutnya kekanak-kanakan itu. Dan Ah Jie langsung mengecup bibir Kai Qi sampai Kai Qi akhirnya diam dan gantian Ah jie lah yang ketawa ngakak.

“Berhenti tertawa” Ucap Kai Qi

“Mengapa aku tidak boleh tertawa?” balas Ah Jie

Ah Jie iseng dengan menempelkan kacang merah di atas bibirnya dan menyuruh Kai Qi balas menciumnya juga. Kai Qi tidak mau dan Ah Jie pun menggelitikinya samapi membuat Kai Qi kesal sendiri.


Sampai malam hari mereka terus mengelilingi aquarium. Saat asyik melihat-lihat, Kai Qi memerhatikan ada sebuah tanda panah, ia langsung menyeret Ah jie karena tahu ini pasti ulahnya. Hingga sampailah mereka di lorong aquarium dimana dibawahnya sudah tersedia dua kasur dengan sepasang boneka lumba-lumba plus tanda hati dari kelopak bunga mawar di tengahnya. Wahh, Kai Qi sampai speechless saking senangnya dengan semua kejutan yang diberikan Ah Jie hari ini.


Mereka tiduran sambil melihat ikan yang mondar-mandir di aquarium. Saat melihat pari lewat, Kai Qi mengumpakannya sebagai Ah Jie yang selalu berwajah ceria. Tapi begitu seekor hiu lewat, Ah jie langsung menunjuk itulah Kai Qi yang berwajah garang. HAHAHAH


Kai Qi merasa ini semua seperti mimpi, sungguh luar biasa sampai dia ingin waktu tetap seperti ini selamanya. Ia lalu memperingatkan Ah Jie jika suatu hari ayahnya datang untuk meminjam uang ataupun semacamnya maka jangan sampai Ah jie berikan dan bersikap lunak. Mereka pun tidur dengan bergenggaman tangan dan saling mengucap terima kasih.


Keesokan paginya, Da Zhi menjalankan tugas untuk mengantar Xiao Yi.

“Paman Da Zhi, paman tidak memakai sepatu jelek hari ini?”

“Bagaimana penampilan paman? Tampan, kan?”

“Paman Ah Jie lebih tampan!” Hahahah

Mendengar itu, Da Zhi langsung balik lagi, tak ingin mengantar Xiao Yi. Tapi kemudian Xiao Yi mengatakan kalau Da Zhi lebih keren. Hahaha, Da Zhi pun berbalik untuk mengantarnya lagi sedangkan Xiao Yi tertawa sendiri.


Akhirnya Le Xuan datang juga ke kuil yang dibilang Young Qian bersama Hao Wei. Le Xuan protes seharusnya Hao Wei berusaha lebih keras untuk mendekati Kai Qi, dan tahulah Hao Wei orang yang disukai Le Xuan adalah Ah Jie. Hao Wei merasa tak bisa berbuat apa-apa, karena Kai Qi sendiri yang mengaku kalau dia menyukai Ah Jie. Dia sadar dia sudah terlambat namun jika dia bergerak cepat maka itu akan jadi bumerang. Seperti kotak, sebelum kita buka maka kita tidak akan tahu jawabannya. Makanya dia tak bisa mengaku pada Kai Qi karena kapanpun dia mengaku, Kai Qi pasti akan memberinya sebuah jawaban.


“Kai Qi menyukai Ah Jie saat ini, tapi siapa yang tahu suatu hari hubungan mereka akan berubah?”

“Hmmm.. kamu seperti kutu buku licik yang tidak lagi hidup dalam ruangan. Aku lebih baik berdoa agar Ah Jie diberikan padaku. Aku akan menukarnya dengan apa saja demi dia”

Hahaha, kali ini gantian Hao Wei yang membalikkan kata-kata Le Xuan, seharusnya Le Xuan berusaha keras juga untuk mengejar Ah Jie bukan berdoa pada arwah seperti ini. Le Xuan mengeluh itu karena ia tidak punya waktu, Ah Jie akan pergi meninggalkan Taiwan.


Sementara itu di restoran, semua sibuk mendekorasi balkon untuk merayakan bulan pertama Ah jie juga hari jadian mereka. Da Zhi menaikan sepatu barunya ke atas meja untuk pamer tapi Bao Zhu langsung menjerit dan mengomelinya kalau itu meja makan. Yang lain pun langsung menertawainya dan tepat saat itu Linda datang mengabarkan kedatangan pasangan baru Figaro, Ah Jie dan Kai Qi.


Keduanya jalan sambil bergandengan tangan dan tiba tiba “Surprise” muncul dari atas balkon. Semua karyawan minus Le Xuan dan Young Qian merayakan pesta ini. Mereka turut senang dengan hubungan Kai Qi dan Ah Jie serta mendoakan agar selalu bahagia. Mereka bersenang-senang sambil makan es krim dan juga launching kue baru buatan Linda spesial untuk Kai Qi-Ah jie. HAHAHA launching.. album kali


Suasana ceria tiba-tiba berubah menjadi tegang saat Hao Wei datang. Hao Wei langsung mengajak Ah Jie bicara di bawah. Saking emosinya Hao Wei sampai menonjok Ah Jie. Ia tak menyangka Ah Jie tega membodohi Kai Qi.


“Berdiri!” teriak Hao Wei “Kita berdua tahu bagaimana beratnya untuk Kai Qi membuka hatinya, bagaimana beratnya bagi dia untuk percaya pada orang lain. Kamu harusnya lebih tahu daripada aku, tapi mengapa kamu melakukan hal seperti ini pada Kai Qi?”

“Apa yang kamu katakan?” balas Ah Jie mendorong Hao Wei

“Apa kamu akan pergi nanti? Butuh waktu lama bagiku untuk meyakinkan diriku sendiri hanya sebagai teman dengan Kai Qi. Sepanjang dia bahagia, aku bisa memberikan restuku! Tapi bagaimana denganmu? Apa yang sebenarnya kamu pikirkan? Jelas kalau kamu hanya tinggal sebulan sebelum kembali ke Perancis. Kenapa kamu membuat Kai Qi goyah? Mengapa kamu serius dengannya? Mengapa kamu membiarkan Kai Qi menyukaimu?”


Dan tepat disaat itu Kai Qi turun, ia berjalan perlahan mengahampiri Ah Jie, menanyakan apakah semua yang dikatakan Hao Wei tadi benar? Ia mulai berkaca melihat Ah jie tak mengeluarkan sepatah katapun.

“Kamu pembohong besar!” Kai Qi melemparkan kedua es krim yang dipegangnya dan berlari pergi ke balkon tepat saat yang lain turun melihat mereka.


No comments:

Post a Comment