August 18, 2016

Sinopsis A Girl & Three sweethearts Episode 6 - 1


Yukata, konde, dan sapu tangan yang dikenakan Sakurai di festival kemarin masih terletak manis di kamarnya. Dengan bosan ia memantul-mantulkan bola sampai alarm berbunyi. Akibat kejadian kemarin, Sakurai jadi sedikit canggung bertemu Kanata tapi ia mencoba bersikap biasa dan mengucapkan selamat pagi dengan ceria. Ia lalu berterima kasih untuk kemarin karena sudah menghiburnya. “Seperti lirik Dreams Come True ‘terima kasih sudah menemaniku tanpa minta imbalan’. Benar, bukan?” Ucap Sakurai. Kanata menatapnya aneh sesaat lalu mengatainya bodoh. Hihihi, Sakurai masih belum sadar kalau Kanata jatuh hati padanya.



Tak lama Chiaki datang, Sakurai pun buru-buru pergi dengan alasan cuci muka untuk menghindarinya. Tapi Chiaki langsung menanyakan perihal kemarin, apa semuanya berjalan lancar setelah dia pergi? Sakurai menarik nafas sebelum berbalik, dengan senyum ia menjawab kalau semuanya baik-baik saja. Dia menonton kembang api bersama temannya. Kanata hanya diam menatap Sakurai yang berbohong.

“Bagaimana denganmu? Kamu berhasil mengejar Kaede?”

“Kami sudah membahasnya. Karena selama dua tahun lalu, aku tidak berbuat apapun untuknya. Mulai sekarang aku ingin membalas dan mendukungnya.”


Sakurai tampak sedih, dia pun ikut senang dan Kaede pasti akan jauh lebih baik dengan dukungan Chiaki. Ia langsung berlari ke kamar mandi dan mencuci wajahnya. Kini harapannya benar-benar tiada, walau hanya satu persen. Diapun menceburkan wajahnya ke air.


Di restoran, Sakurai masih saja kepikiran Chiaki. Ia bahkan tak sadar saat Kanata menegurnya. Kanata lalu mengatainya bodoh, Sakurai sendiri yang menyuruh Chiaki pergi lalu kenapa dia kecewa? Sakurai tahu itu, tapi wajahnya masih saja cemberut dan itulah yang membuat Kanata kesal. Sakurai membalas kalau seharusnya katakan saja sejak awal, tak perlu bersimpati padanya. 

“Sudah kukatakan, itu bukan simpati. Itu bukan simpati. Sudah kubilang, aku menyukaimu.” Ucap Kanata.

Sakurai melotot tak percaya. Ia malah berpikir Kanata sedang bercanda. Ia ingin berlari keluar restoran tapi Kanata melarangnya pergi. Sakurai kemudian berkata bahwa Kanata juga melihat dirinya dicampakkan. Disaat begini Kanata menyatakan perasaanya, dia jadi bingung. Yaiyalah, Sakurai yang belum bisa lepas dari Chiaki tiba-tiba harus mengetahui rahasia besar dari Kanata, hahaha rahasia besar.. tentu saja Sakurai bingung apalagi Kanata mengungkapkan perasaannya dengan wajah dingin tanpa ekspresi, seakan-akan itu semua hanya gurauan.


Keesokan paginya, Sakurai dan Kanata sudah berada di bus menuju Tokyo. Mereka akan menghadiri pertemuan mengenai Dining Out, kolaborasi yang akan diadakan dengan restoran mereka. Chiaki yang ada di rumah bersama Touma tengah asyik main game. Chiaki memberitahu hal ini pada Touma bahwa mereka akan bekerjasama dengan restoran RIOPSE, restoran yang sangat terkenal di Tokyo. Mereka ingin bekerjasama dengan Kanata. Touma terdiam mendengarnya dan langsung berhenti hingga Chiaki menyadarkannya. Touma lalu memuji Kanata yang benar-benar hebat.


Begitu sampai di restoran yang dituju, Sakurai tak kalah kagetnya mengetahui mereka akan bekerjasama dengan RIOPSE. Terlebih saat si manager restoran, Naomi Oohashi, datang. Tanpa sadar ia memukul-mukul pundak Kanata saking senangnya bisa bertemu dengan si manager. Kanata melihatnya heran, hahaha sadar dengan barusan yang dilakukannya Sakurai berhenti dan teringat momen mereka di festival kembang api waktu itu. Kanata lalu memperkenalkannya sebagai koki kue di restoran mereka. Sakurai pun berkesempatan mengenalkan diri dan berjabat tangan sampai ia tak rela untuk melepaskan tangan si manager. Wkwkwk..


Selama obrolan tentang acara Dining Out, Sakurai sibuk mencatat hal-hal penting yang akan dilakukan. Kanata kemudian pergi memeriksa bahan-bahan hidangan hingga tinggalah Naomi dan Sakurai berdua. Naomi bertanya kenapa Sakurai bisa akrab dengan Kanata. Chiaki bilang kalau mereka berdua adalah tim yang baik. Sakurai berkata sulit untuk mengatakannya, dia pun bertanya kenapa Kanata bisa ikut bekerjasama dengan RIOPSE. Naomi mengaku dia adalah penggemar masakannya. Sebenarnya, dia pernah meminta Kanata untuk menjadi koki, tapi Kanata menolak. Dia bilang hanya memedulikan Sea Sons. Sekilas tampak senyum kecil di wajah Sakurai.


Chiaki dan Kaede jalan-jalan ke pantai. Kaede mengungkapkan penyesalannya karena tidak memberitahu Chiaki soal kakaknya sejak awal. Jika dua tahu lalu dia mengatakan yang sebenarnya, tahun ini mereka tidak akan menonton kembang api bersama, kan? Chiaki yakin mereka akan tetap menyaksikan kembang api. Ia pun mengajak Kaede untuk bermain kembang api yang langsung disambut senyum bahagia Kaede.


Touma akhirnya tahu kalau Chiaki dan Kaede balikan lagi. Mikako memberitahunya kalau mereka balikan tepat saat festival kembang api. Nobuyuki yang lagi main gitar langsung menyahut kalau itu semua berkat dirinya dan berakhir dengan rayu-rayuan dengan Mikako. Tepat saat Touma memikirkan Sakurai yang sudah patah hati karena kakaknya itu, ia mendapat pesan “Surat pemberitahuan pemberhentian” dari kampus.


Mumpung Sakurai lagi di Tokyo, Wakaba mengajaknya bertemu di stadion untuk nonton pertandingan. Ia pamit pergi pada Kanata, tapi Kanata langsung menarik tasnya “Datanglah ke Toranomon pukul 9 malam ini. Aku ingin pergi ke suatu tempat. Pergilah bersamaku” ucapnya lalu menempelkan post it di pipi Sakurai yang berisi denah tempat mereka akan bertemu. Sakurai kaget. Itu tidak mungkin, dia ada janji dengan temannya. Tak peduli dengan penolakan Sakurai, Kanata bekata dia akan menunggu. Sakurai berteriak kalau dia tidak bisa pergi. Dia tidak akan datang.


Sakurai yang sudah bergabung bersama Wakaba langsung memberitahunya perihal Kanata. Wakaba senang, cinta yang baru sudah menghampiri Sakurai setelah dia dicampakkan. Tapi tidak dengan Sakurai. Hatinya masih untuk Chiaki. Mana mungkin perasaannya berubah dengan begitu mudah dan cepat. Wakaba menyarankan untuk mencoba berpacaran dengan Kanata, tapi Sakurai langsung menolak.

“Tidak mungkin! Dia pria arogan, seperti Kolonel Muska. Jika aku menjadi pacarnya, dia akan merendahkanku dan membuangku dari Laputa, istana di langit.”

“Tapi menurutku dia keren. Jarang ada pria yang langsung menyatakan perasaannya kepadamu seperti yang dia lakukan. Zaman sekarang, kebanyakan pria tidak berani menyatakan perasaannya. Begitu juga kamu, Sakurai. Kamu bilang kamu dicampakkan dan semua tidak berjalan lancar, tapi itu semua hanya alasanmu karena tidak mau menghadapi Kanata!”


Wakaba kemudian menasihatinya, saat seseorang melempar bola sekuat tenaga, balas lemparannya! Meskipun begitu Sakurai tetap tidak yakin kalau Kanata itu serius padanya.


Sakurai berjalan pulang sampai hujan pun turun dengan derasnya. Saat ia sudah berada di halte, ia tiba-tiba teringat dengan pengakuan Kanata juga Kanata yang memintanya pergi bersama hari dan mengatakan akan menunggunya. Dilema.. dia melihat kembali post itu dan saat supir bus bertanya apa dia jadi naik atau tidak, dia pun memutuskan untuk kembali menemui Kanata.


Sakurai sampai di tempat. Dan benar saja, Kanata masih setia menunggunya disana walau ditengah hujan deras. Sakurai tak menyangka, ia langsung menghampiri Kanata yang berjongkok kedinginan dan memayunginya. Kanata tak mau, ia balik memayungi Sakurai.


“Kenapa kamu masih disini?”

“Sudah kukatakan, aku akan menunggumu.”

“Kamu bodoh? Menunggu di tengah hujan seperti ini. Sudah kukatakan aku tidak akan datang.”

Kanata berdiri sambil menahan dingin “Lalu kenapa kamu disini?”


Sakurai tak menjawab, Kanata langsung menariknya menuju Tokyo tower, tempat yang ingin dia datangi bersama Sakurai. Tapi belum sampai di tempat, lampu menaranya padam menandakan sudah tutup. Sakurai merasa bersalah dan meminta maaf namun tiba-tiba Kanata memegangi pundaknya dan jatuh tak sadarkan diri.


Touma datang ke restoran. Ia mencoba masuk ke dapur, tapi tiba-tiba ia mengurungkan niatnya dan hanya berdiri melamun sampai tak lama kemudian Chiaki muncul. Chiaki heran karena tak biasanya Touma ada di restoran. Touma pun beralasan kalau dia kehabisan uang untuk beli minum dan ingin mengambil bir di restoran.

Touma mulai membicarakan restoran yang ia rasa sangat stabil. Chiaki sangat hebat mengelolanya dan Kanata seorang koki yang terpandang. Sama sekali tak ada masalah. Dia sangat yakin ayah akan senang. Chiaki hanya menanggapinya singkat. Touma lalu membahas tentang mereka yang balikan lagi. Bukankan saat festival kakak bersama Sakurai? Tanya Touma. Chiaki mengangguk pelan.

“Gadis yang malang. Dia berniat menyatakan perasaannya pada kakak di festival kembang api.”

“Hah?”

“Dia berusaha keras, bahkan mengenakan yukata. Entah bagaimana, aku yakin kakak tidak tahu, kan? Tentang perasaannya!”


Sementara itu dirumahnya, Sakurai merawat Kanata yang sedang demam. Ia juga membuatkan bubur untuk Kanata. Saat ia akan menyuapi Kanata, Kanata malah berkata tidak bisa memakannya. Sakurai hampir kesal, tapi sedetik kemudian Kanata berkata itu terlalu panas, mana bisa dia memakannya. Sakurai tertawa, ia tak tahu kalau seorang koki seperti Kanata ternyata tak bisa makan makanan panas. Pantas saja Kanata selalu meniup masakannnya sebelum dicicipi. Sakurai pun langsung meniup buburnya tapi saat Kanata bangkit dan membuat jarak mereka cukup dekat, Sakurai jadi gugup.


Ia menyuapi Kanata dan kemudian tertawa sendiri. Ia merasa Kanata menjadi jujur setelah sakit. Kanata tiba-tiba memonyongkan mulut Sakurai “Berisik” ucapnya lalu kembali tiduran lagi.


“Hei. Kenapa aku?” tanya Sakurai “Aku tidak pernah menyangka kamu akan menyukaiku. Karena kamu selalu membentakku. Perkataanmu kejam dan selalu membuatku kesal. Kenapa?”

“Aku merasa kesal. Aku merasa kesal saat melihatmu bersedih karena kak Chiaki. Aku ingin berbuat sesuatu untukmu. Aku ingin tetap ada disisimu. Bukankah artinya… aku menyukaimu?”

Sakurai diam mendengar semua ungkapan Kanata sampai Kanata sendiri menyesal sudah mengatakan alasannya. Kekekeke.. Dan sesaat kemudian Sakurai tersenyum mengucapkan terima kasih.


Chiaki melihat foto Sakurai yang mengenakan yukata di ponselnya. Ia melihat kearah kamar Sakurai, ia kembali teringat dengan ucapan Touma tadi.


13 comments:

  1. lanjut kakak ,, aku slalu nunggu drama ini ,, aku nyari di youtube tp susah ketemu.
    terimakasih

    ReplyDelete
  2. lanjut kakak ,, aku slalu nunggu drama ini ,, aku nyari di youtube tp susah ketemu.
    terimakasih

    ReplyDelete
  3. eonnie tetap semangat recap ya. Aq suka ceritanya, simpel dan mirip manga :)
    sayang CD dorama ini susah banget nyarinya hehe

    ReplyDelete
  4. drama yang sukses bikin penasaran iap hari.. boleh tanya, bisa download di mana ini???????

    ReplyDelete
  5. semangat buat penulisnya. aku jg penggemar film ini.. smg tetep lanjut bikn sinopsis. ganbatte

    ReplyDelete
  6. D tunggu lanjutan nya,tetp semngt yaaaa

    ReplyDelete
  7. D tunggu lanjutan nya,tetp semngt yaaaa

    ReplyDelete
  8. jatuh cinya ma dorama ini. apalagi ada shohei ma kento... kyaaaa.... suki desu...

    ReplyDelete
  9. jatuh cinya ma dorama ini. apalagi ada shohei ma kento... kyaaaa.... suki desu...

    ReplyDelete
  10. jatuh cinya ma dorama ini. apalagi ada shohei ma kento... kyaaaa.... suki desu...

    ReplyDelete