Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 6 - 2


Kanata membangunkan Sakurai yang masih pulas tertidur esok paginya. Dia sudah sembuh, bahkan membiarkan Sakurai tidur di kasur dan membuat sarapan. Sakurai tentu saja senang dan langsung pergi mencuci muka.



Mereka pun sarapan berdua, dan lagi-lagi Sakurai tertawa melihat Kanata yang meniup-niup makanannya karena tidak bisa makan makanan yang panas, sedangkan dirinya biasa saja. Ia kemudian bertanya tentang Kanata yang ingin pergi ke Tokyo tower, apa dia belum pernah pergi kesana? Kanata cerita bahwa ayah pernah mengajaknya kesana saat dia masih kecil. Ayah memberinya teka-teki. Apa yang berada di tengah Tokyo, tapi tidak bisa dilihat dari Tokyo tower? Dia lupa menayakan jawabannya. “Ayo! Ayo pergi ke Tokyo tower” ajak Sakurai.


Yeyyy.. untuk pertama kalinya mereka hanya jalan-jalan berdua. Sakurai iseng, saat Kanata sibuk memperhatikan lantai kaca ia langsung mendorong Kanata sampai tersungkur jatuh lalu terkekeh sendirian. Dan akhirnya sampailah di puncak Tokyo tower, dimana mereka bisa melihat seluruh pemandangan kota dari atas.


Sakurai muncul lalu bertanya apa Kanata sudah tahu jawabannya. Kanata menjawab belum. “Apa mau aku beritahu? Apa yang berada di tengah Tokyo tapi tidak bisa dilihat dari Tokyo tower?” Sakurai langsung melemparkan sebuah gantungan kunci yang berbentuk Tokyo tower. Ya, jawabannya adalah Tokyo tower itu sendiri. Kanata tertawa mengetahui betapa konyolnya ini.

Sakurai menghampirinya dan tiba-tiba menanyakan Ayah Kanata orang yang seperti apa. Tanpa ragu Kanata mengatakan ayahnya suka usil dan bercanda. Tapi dia sangat pandai memasak. Dia sangat keren saat berdiri di dapur. Dahulu dia selalu mengaguminya . Sekarang, dia masih mengaguminya. Ayah memberinya banyak teka-teki, tapi hanya ini yang tidak bisa dijawabnya dengan benar. Kini dia merasa lega. Kanata beralih menatap Sakurai dan berkata dia senang datang kemari. Aku juga, balas Sakurai.


Sekarang, Sakurai bisa melihat sisi lain dari diri Kanata yang belum pernah dia lihat. Sekali lagi dia tahu, Kanata memang koki andal, menjadi jujur saat terserang flu, dan tidak bisa makan makanan yang masih panas. Suasana menjadi hening sesaat sebelum akhirnya Sakurai berkata “Bisakah kamu memberiku lebih banyak waktu? Aku ingin lebih mengenalmu, Kanata. Setelah itu, aku akan menjawabmu ” Kanata menjawab dia tidak keberatan.


Senyum langsung mengembang di wajah Sakurai. Ia pun mengeluarkan notes yang berisi pertanyaan yang sudah dia siapkan. Hihihi, melalui pertanyaan itu dia pikir dia akan lebih kenal dengan Kanata, tapi pertanyaan pertamanya malah apa Kanata lebih suka kecap atu telur di telur goreng. “Kamu benar-benar bodoh” ucap Kanata berlalu pergi tapi sesaat kemudian dia berbaik hati menjawabnya kalau dia suka garam.

Aduhhh.. jadi senyam-senyum sendiri nih dibuat Kanata n Sakurai. Terkadang sikap polos Sakurai itu berhasil mengungkapkan diri Kanata yang sebenarnya. Kanata juga mulai menunjukkan perhatiannya pada Sakurai, gak marah-marah lagi saat dia bertanya ini itu. Melting deh.. hehehe


Di restoran tepi pantai Shonan, Keade menunjukkan pada Chiaki kembang api yang sudah dia beli untuk mereka nyalakan nanti. Saat Kaede pergi mengambil menu, kebetulan Kanata dan Sakurai lewat di jalan. Chiaki terkejut, terlebih melihat mereka yang asyik berdua dan perhatian Kanata pada Sakurai yang melindunginya dari orang-orang yang berlarian. Tanpa disadarinya, Kaede yang baru datang juga melihat hal itu dan dia merasakan ada sesuatu yang beda dengan Chiaki.


Tiba-tiba tuan Higashimura menelepon. Chiaki langsung menemuinya. Tanpa basa-basi tuan Higashimura langsung menayakan perihal kontrak, sudah ditandatangani atau belum.

“Tolong jangan sakiti kami! Sea Sons sangat penting bagiku dan adik-adikku. Kami tidak bisa kehilangan restoran itu. Kumohon padamu!”

“Aku dan adik-adikku?” sindir Higashimura, ia tiba mencekik leher Chiaki dan mengancam bahwa sekarang hanya ada dua pilihan. Menandatangani kontrak dan kehilangan restoran itu atau tidak menandatanganinya dan kehilangan keluarga. Chiaki tersudut di tepi pagar gedung sampai ia terbatuk-batuk kesakitan. Higashimura meminta keputusannya besok. (Jadi ternyata itu bukan surat penggadaian rumah tapi surat perjanjian pengalihan bisnis)


Setibanya dirumah, Chiaki langsung melihat surat-surat itu. Ia bingung keputusan apa yang harus diambilnya, kehilangan restoran atau kehilangan keluarga. Tak lama suara Touma terdengar memanggilnya untuk makan malam.


Mereka semua berkumpul bersama. Touma yang selalu kepo bertanya penasaran mereka berdua (Kanata-Sakurai) nginap dimana semalam. Di kamarnya, jawab Kanata enteng. Hahaha, tentu saja si Touma kaget. Sakurai pun langsung mengomeli Kanata untuk tidak mengatakan sesuatu yang membuat orang salah paham. Sebenarnya, dia hanya merawat Kanata karena Kanata sakit.

“Kudengar kalian berdua sangat akrab. Tenyata benar.”

“Sudah kukatakan, kamu salah paham. Benar, kan?” Kata Sakurai minta dukungan Kanata.

“Pertemuan itu hanya alasan agar kalian bisa berkencan, kan?” tuduh Touma.

Sakurai langsung menyangkal. Dia mewakili Sea Sons untuk.. belum sempat Sakurai melanjutkan ucapannya Kanata langsung memotong, jangan seenaknya mewakili kami dan Touma pun ikut-ikutan berkata begitu.


Chiaki terdiam saat melihat Kanata dan Sakurai yang mencuci piring berdua, lalu Touma datang berlari dan tiba-tiba brakkk, ia menabrak tiang didepannya. HAHAHAHA, ia mengaduh kesakitan tapi gak kedengaran karena mulutnya tersumpal jagung rebus. Alhasil semua tertawa melihat tingkah lucunya itu. Sejenak, Chiaki bisa tertawa lepas melupakan masalah yang dihadapinya.


Keesokan paginya, Sakurai pergi lebih dulu ke restoran. Tak biasanya ia pamit pada Kanata, tapi pagi ini dia mengucapkan sampai nanti dengan sedikit malu-malu sampai membuat Kanata tersenyum. Tak lama telepon berdering. Entah siapa yang menelpon, tapi Kanata tampak sangat terkejut. Di tempat lain Manami juga menelpon seseorang yang mengabarkn sudah tidak ada waktu lagi.


Touma duduk sendirian menyaksikan pemandangan pantai di depannya. Ia ingin merokok tapi tiba-tiba Kanata datang merebut rokoknya. Touma pikir Kanata marah karena ia merokok, namun ternyata bukan itu, melainkan dia yang sudah di DO dari kampus.

“Kampusmu menelepon. Mereka bilang kamu dikeluarkan. Ada apa?”


Wajah Touma mengeras. Ia diam tak mau menjelaskan. Dia sudah menyerah dalam memasak, tapi tidak dengan Kanata. Kanata lah yang harus berjuang. Dia akan mendukung.


Kanata mengejarnya, dia mengingatkan janji mereka pada Ayah. Apa dia tidak mau melindungi Sea Sons bersama-sama?

“Inilah alasannya. Inilah bagian yang paling menyebalkan. Bisakah kakak berhenti berharap kepadaku? Karena aku pasti tidak bisa memenuhi harapan kakak. Tidak seperti kalian, aku sama sekali tidak berbakat.”

“Apa maksudmu?” teriak Kanata

“Aku sudah muak!” Balas Touma meneriakinya lebih keras “Untuk mengikuti jejak ayah atau bekerja di Sea Sons, dan bekerja dengan kakak.. terlalu menyiksa. Biarkan aku istirahat.”

Kanata diam tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tak menyangka kalau selama ini itulah isi hati Touma sebenarnya.


Saat sampai di restoran, Sakurai langsung bertanya ada apa karena melihat wajah kusut Kanata. Kanata pun memberitahunya kalau Touma akan menyerah menjadi koki. Sakurai terkejut dan tepat saat itu Higashimura datang ke restoran.


Dengan santai ia masuk dan menayakan dimana Chiaki. Mengetahui dari Sakurai kalau Chiaki belum datang ia langsung duduk angkat kaki di meja. Kanata menegurnya, tapi kemudian Higashimura berkata bahwa tenang saja, dia akan mengganti semua meja lalu mengatakan impiannya untuk membuat restoran ini menjadi restoran kelas atas lebih dari Sea Sons.


Touma yang lagi berbaring santai tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Manami. Ada apa, tanya Touma. “Tolong bantu aku!” Ujar Manami memohon sambil membungkuk dalam-dalam meminta bantuan.


Kembali lagi ke restoran, dimana akhirnya Higashimura tahu kalau Chiaki belum memberitahu saudara-saudaranya tentang hal ini. Diapun langsung memberitahu kalau Chiaki akan menjual restoran padanya. Mereka tak percaya, tapi Higashimura menyuruh mereka tanyakan saja sendiri jika tak percaya. Dengan berani Kanata mengusir Higashimura pergi sampai Higashimura tersenyum licik dan beralih menatapnya. Kanata balas menatapnya tanpa berkedip sedikitpun.

Higashimura tertawa “Kamu memang berani. Kamu dan saudara-saudaramu.. harus membicarakan hal itu” Ucapnya sambil menepuk pundak Kanata.


Sementara itu dirumah, Chiaki bingung dengan surat-surat dihadapannya. Sakurai tak percaya Chiaki menjual restoran, tanpa berkata sedikitpun Kanata langsung keluar berlari pulang yang akhirnya juga diikuti Sakurai. Dengan berat hati akhirnya Chiaki memilih satu keputusan dengan berlinang air mata. (belum tahu keputusannya itu apa)


Kanata dan Sakurai sampai di rumah. Dengan nafas tersengal-sengal Kanata langsung mengambil map dari dalam tas Chiaki. Chiaki berusaha menahannya tapi tidak sempat karena Kanata sudah melihat isinya.

~ Surat perjanjian pengalihan bisnis. Pemilik, Chiaki Shibasaki ~

“Apa ini? Ada apa? Mereka bilang kakak akan menjual restoran kita. Ada apa? Kenapa kakak diam saja? Kenapa kakak diam saja? Katakan sesuatu!” teriak Kanata

“Tidak ada cara lain.”

“Apa maksud kakak? Jelaskan semuanya agar aku bisa mengerti. Bukankah restoran itu adalah tempat yang paling penting bagi kita?”

“Maafkan kakak.” Jawab Chiaki sedih.


Tiba-tiba Touma datang dan berkata Chiaki melakukan ini untuk merahasiakan sesuatu, kan? Kak Chiaki ingin melindungi hal yang lebih penting dari restoran. Kanata makin tak mengerti apa maksud ini semua.

“Manami menceritakan semuanya. Aku terkejut.”

“Hentikan, Touma.”

“Aku tidak bisa tinggal diam soal itu.”

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Kanata bingung.

“Jangan katakan, Touma. Touma!” Jerit Chiaki memperingatkan.


Tapi Touma tetap melanjutkan perkataannya, “Kita.. tidak benar-benar bersaudara. Kita tidak memiliki hubungan darah. Kamu bukan saudara kandungku dan kak Chiaki. KANATA…”


Seketika, Kanata diam terpaku. Ia bergantian melihat keduanya dengan bingung, masih tak mengerti dengan ini semua. Sedangakan Sakurai, matanya terus berkaca-kaca. Ia juga sangat terkejut mengetahui rahasia keluarga Shibasaki yang sebenarnya.


Komentar:

Akhirnya ketahuan siapa yang sebenarnya bukan bagian dari keluarga Shibasaki. Takumi.. ya dialah Kanata. Awalnya sempat salah menduga kalau Chiaki itu Takumi, tapi ternyata Chiaki cuma berjuang mati-matian sampai rela kehilangan restoran agar rahasia ini tak pernah terbongkar untuk tetap melindungi keluarga mereka. Kanata yang tidak tahu apa-apa tentu saja syok mengetahui hal ini. Hatinya terluka, terlebih dia yang sangat mengagumi sosok ayah yang selama ini dia pikir itu adalah ayah kandungnya.

Touma.. dia juga merasa tertekan dengan tuntutan untuk menjadi koki dan bisa membantu di restoran. Dia meluapkan semua perasaannya. Sampai akhirnya dia menceritakan ini semua, mungkin bukan karena dia membenci Kanata, tapi dia hanya ingin Kanata tahu, karena pada akhirnya Kanata tetap tetap akan tahu hal ini. 

16 comments:

  1. di tunggu next episode nya semangat!

    ReplyDelete
  2. sayang banget, episode 7 nya gak tayang. Diundur jadi minggu depan..

    ReplyDelete
  3. Oo pantes bolak balik Cek blm ada lanjutanx 😞. SEMMangat y..

    ReplyDelete
  4. Ga sabar tnggu episode selanjutnya

    ReplyDelete
  5. Gak sabar buat baca episode selanjutnya... Kangen sama kanata <3<3
    Semanget yaaa mbaaaa

    ReplyDelete
  6. Bnar2 gak sabar tunggu lanjutannya, semangat ya kk bikin sinopnya dan juga klo bisa gak kelamaan soalnya gak sabar bamget sama ni dorama. Baru kli ini aku jatuh cinta sama dorama. Hhhh

    ReplyDelete
  7. Semangat kak episode selanjutnya.. Di tunggu ya

    ReplyDelete
  8. 😞knp lama sekali.. pdhal pengen baca lanjutanx..

    ReplyDelete
  9. :-(
    Semanget Mba...
    Ditunggu sinopsis selanjutnya...
    Makasih banyak...

    ReplyDelete
  10. Kanata kun nya dilanjut dong min... Hehehe...

    ReplyDelete
  11. Lanjut dong kak.. please ��

    ReplyDelete
  12. penasaraaannnn.... lanjutannya, onegai....

    ReplyDelete
  13. penasaraaannnn.... lanjutannya, onegai....

    ReplyDelete
  14. penasaran bgt... selanjutnya, onegai... please....

    ReplyDelete
  15. Cari di google ada banyak,jangan terpaku pada satu web saja.

    ReplyDelete