Sinopsis A Girl & Three Sweetheart Episode 5 - 1


“Jangan pergi. Jangan pergi ke festival kembang api” Sakurai kaget mendengar larangan Kanata itu, tapi saat Kanata akan melanjutkan ucapannya, Sakurai berkata duluan bahwa dia tahu apa yang Kanata maksud. Pasti Kanata berpikir acara mereka takkan berjalan lancar, kan? Dia tahu itu, tapi Chiaki setuju untuk pergi. “Wah, aku tidak menyangka kamu memedulikan orang lain. Itu mengejutkan sekali. Terima kasih” Ucap Sakurai lalu kembali ke kamarnya.



Seperti biasa, Sakurai curhat pada Wakaba yang tengah mengikuti suatu acara. Entah apa nama acaranya, tapi semua orang menggunakan kostum yang sama dan berteriak-teriak kompak. Sakurai menyampaikan keinginannya untuk menjadi kekasih Chiaki, karena mereka akan datang ke festival bersama. Dia ingin melakukan banyak hal sebagai kekasihnya Chiaki, bergandengan tangan atau pergi ke Toshimaen bersama. Wakaba super duper senang dan mendukung apa yang Sakurai inginkan. Dia yakin Sakurai akan semakin manis setelah menjadi kekasih Chiaki.

“Kalau berhasil, perkenalkan kepadaku ya? Pertemukan aku dengan kekasihmu!”

“Katakan lagi!” pinta Sakurai senang

“Kekasihmu”

“Aku pasti akan mengenalkannya” janji Sakurai

Sakurai pun makin semangat mendengar Wakaba dan teman-teman di acara yang diikutinya itu juga bersorak menyemangati dirinya.


Chiaki baru saja mendapatkan kiriman foto pada pesta Barbeque yang ke-12. Ia tersenyum melihat foto-foto itu sampai pada foto Kaede yang membuatnya kembali teringat dengan pertengkaran mereka waktu itu.

Semua dikirimin foto, termasuk juga Kanata dan Sakurai. Kanata memperhatikan foto Sakurai yang tersenyum lebar berdua dengan Chiaki. Dan Sakurai pun melihat foto yang sama, tapi hanya fokus pada Chiaki.


Di kamarnya masing-masing, Chiaki dan Kanata termenung memikirkan sesuatu. Chiaki jelas memikirkan Kaede, ia mungkin belum bisa melupakan Kaede walaupun Kaede sudah membohonginya selama bertahun-bertahun. Tapi Kanata, apa yang dia pikirkan? Sementara itu Sakurai tersenyum bahagia memandangi brosur festival kembang api. Pikirannya penuh harapan akan Chiaki.


Besok paginya, Sakurai menonton berita ramalan cuaca dan festival yang akan diadakan di akhir pekan ini. Untungnya, cuaca akan cerah jadi sangat cocok bepergian dan ikut festival dan pastinya akan menyaksikan yukata dimana-mana. Tiba-tiba Touma datang sambil berbisik apa Sakurai juga akan pakai Yukata?

Sontak, Sakurai kaget dan menjauh. Ia membenarkan dirinya akan pergi dengan Chiaki, tapi masih ragu apa dia akan pakai yukata juga. Touma menyuruhnya pakai saja. Menurutnya, wanita akan kelihatan dua kali lebih cantik saat memakai yukata. Namanya “Sihir Yukata”. Pria tersentuh karena kekasihnya tampak lain dari biasanya. Namun, Sakurai masih belum yakin dengan pendapat Touma itu.


Tak lama Chiaki datang, Touma langsung menanyakan pendapat Chiaki tentang Yukata. Chiaki berkata yukata manis juga, dan saat Touma berbaik hati untuk menanyakan model Yukata apa yang Chiaki suka, Sakurai langsung membekap mulut Touma dengan bantal. HAHAHA, Sakurai langsung berangkat ke restoran meninggalkan Touma yang sampai sesak nafas.


Restoran lagi sibuk-sibuknya. Kali ini Mikako berkunjung ke restoran untuk Matcha tart Sakurai. Sakurai bertanya penasaran apa Mikako juga akan datang ke festival kembang api. Tentu saja, jawab Mikako. Dia akan datang dengan Nobuyuki. Sakurai lalu bertanya apa Mikako akan mengenakan Yukata juga? Mikako mengiyakannya, ini kan kencan di festival kembang api.


Lalu Manami datang ke restoran. Ia melirik kearah dapur sesaat, dan ketika Kanata melihatnya Manami langsung mengalihkan pandangan. Chiaki beralih ke mejanya untuk mencatat pesanan Manami, namun Manami malah memperkenalkan dirinya. Dia mengaku sebagai anak dari Isoyama Nagisa. Chiaki terkejut saat mendengar nama itu. Ia melihat ke arah Kanata sebentar dan mengajak Manami bicara di luar. Tapi sesampainya di luar, Chiaki tak mengatakan apapun, ia langsung mengusir Manami.


“Tunggu. Aku..” Manami mencoba menahan Chiaki yang akan pergi.

“Hey. Jangan coba melibatkan aku dan adik-adikku” Kata Chiaki.


Saat Chiaki kembali, Kanata langsung bertanya siapa gadis itu. Dia juga pernah datang beberapa waktu yang lalu. Chiaki tak menjawab dan malah nanya balik apa yang Manami katakan. Tidak bilang apa-apa, kenapa dia mencari kakak? Tanya Kanata.

“Sebelumnya dia menelepon dan berkata ingin kerja disini. Kakak sudah menolaknya, tapi dia tidak mau menyerah” Kata Chiaki berbohong. Chiaki lalu berkata sudah terlambat, dan meminta tolong Sakurai untuk pergi ke bank.


Di jalan, Sakurai melihat sebuah yukata cantik yang dipajang di toko. Kebetulan, Nobuyuki juga ada disana. Ia menebak Sakurai pasti akan mengenakan Yukata. Sakurai menampiknya, namun saat Nobuyuki mengatakan mengenakan yukata sama sekali tak ada hubungannya dengan sifat seseorang, Sakurai tak lagi menampiknya bahkan saat Nobuyuki menduga dirinya akan berkencan. Dia hanya khawatir kalau seseorang akan menganggapnya terlalu berusaha “untuk jadi pacar” jika dia mengenakan Yukata.


“Tidak akan. Bahkan, justru sebaliknya! Dia akan berpikir, ‘dia’ berusaha keras demi ‘aku’. Dia akan terharu”

“Kamu yakin?”

“Aku master yukata. Aku yakin soal itu!”

Dia pun menawarkan diri untuk membantu Sakurai memilih Yukata. Saking antusiasnya, Nobuyuki bahkan tak sengaja menabrak pintu kaca yang ada dibelakangnya. HAHAHAH


Nobuyuki udah  memang masternya yukata, ia menjelaskan panjang lebar ini dan itu serta memberikan tipsnya. Sakurai tertarik pada satu yukata dan ia memutuskan untuk membelinya.


Ia lalu berhenti di depan sebuah café karena melihat brosur festival kembang api ditempel disana, juga pesan yang bertuliskan satu hari menuju festival. Dan ternyata di dalam café itu ada Kaede bersama pria yang menemuinya kemarin. Pria itu pergi setelah menerima amplop yang berisi uang dari Kaede. Kaede menoleh dan akhirnya melihat Sakurai berdiri di luar.


Mereka berjalan bersama. Kaede meminta Sakurai untuk menghiraukan kejadian tadi. Dia hanya membayar hutang pada seorang teman atas pinjaman biaya kuliah di luar negeri. Sakurai yang tahu kalau Kaede berbohong akhirnya berkata kalau dia sudah mendengar pembicaraan mereka saat pesta barbeque.

“Kamu tidak kuliah di luar negeri, bukan?” Ucap Sakurai

“Chiaki sangat baik, tapi membosankan. Tapi aku tak bisa mengatakannya begitu saja dan meminta putus. Jadi, cara terbaik adalah berbohong bahwa aku akan ke luar negeri” Jawab Kaede.

Sakurai merasa Kaede sangat kejam, tapi menurut Kaede alasan yang digunakanya cukup umum. Sakurai kesal melihat Kaede seenaknya saja memperlakukan Chiaki. Ia lantas bertanya kenapa Kaede kembali lagi. Kaede mengaku dia hanya ingin mengunjungi pantai. Mengenang momen indah dengan mantan kekasihnya. Sakurai benar-benar tak menyangka Kaede orang yang seperti itu. Saat Kaede melihat bungkusan yukata yang dibawa Sakurai, Sakura dengan ketus berkata itu bukan urusan Kaede. Kaede pun memberitahu bahwa dia akan kembali besok. Ia tak bilang pada Chiaki karena Chiaki tak ingin melihatnya lagi. Lagipula ia juga tak ingin melihat Chiaki. Setelah mengatakan itu Kaede pun pergi.


Begitu tiba di restoran, Sakurai melihat Chiaki termenung di balkon. Ia pun segera menghampiri Chiaki. Chiaki yang tengah bingung dengan perjanjiannya dengan Higashimura langsung menyembuyikan mapnya. Chiaki mengajak Sakurai bertemu jam 6 sore besok, karena dia ada janji siang hari. Sakurai pun mengiyakannya.


Malamnya, Sakurai galau memikirkan masalah ini. Tiba-tiba ada yang melemparinya dari atas, dan itu ulah Kanata yang tengah duduk santai di jendela. Sakurai lalu minta ijin untuk main ke kamarnya Kanata. Mau curhat lagi dia..


Kaede melampiaskan kesedihannya dengan bermain piano, walaupun sudah tak ada orang di restoran. Pemilik restoran bertepuk tangan untuknya. Ia heran kenapa tiba-tiba Kaede ingin pergi padahal ia pikir Kaede akan tetap di Shonan selama musim panas. Kaede berkata musim panasnya sudah berakhir dan kemudian ia pergi dari situ.


Sakurai sepertinya tidak bisa menyimpan rahasia sendiri, terbukti ia selalu menyampaikan apapun pada Kanata. Hehehe, Kanata aja sampai kesal. Sudah diperingatkan pun untuk tidak melaporkan semua hal padanya tapi tetap saja ia tak bisa. Begitu juga kali ini, di kamarnya Kanata, ia memberitahu tentang kepergian Kaede. Ia ragu apakah ia harus memberitahu Chiaki atau tidak. Kanata memintanya jangan khawatir, toh saat itu Sakurai juga melihat mereka bertengkar kan? “Aku tidak akan mempercayai ucapanmu lagi. Jangan muncul di hadapanku lagi” melihat betapa marahnya Chiaki saat itu, percuma saja untuk memberitahunya.


Sakurai jadi lega sudah membahasnya dengan Kanata. Besok dia bisa pergi tanpa beban dengan Chiaki. Sakurai lalu duduk di samping Kanata dan menunjukkan gambar yukata yang baru dibelinya. Kanata hanya diam, tersenyum remeh.

“Saat menyukai seseorang, kamu merasa sangat senang” Kata Sakurai. Kanata tak berkata sepatah katapun. Tiba-tiba ia mendekat dan gedubrakkk!! Kanata mendorong Sakurai dari tempat tidurnya. HAHAHA, kasian Sakurai sampai jatuh tersungkur gitu.


“Kapan kamu pergi? Aku tidak tertarik soal ini. Kamu akan ke festival kembang api atau tidak, aku tidak peduli. Siapa yang ingin melihatmu mengenakan yukata? Kamu merasa pantas? Berapa usiamu?”


Kesal dengan kata-kata kasar Kanata, Sakurai pun pergi dengan membanting pintu. Hmm.. padahal Kanata juga tampak menyesal habis mengatakan itu.


Festival kembang api pun tiba. Orang tua, anak-anak, juga pasangan kekasih merayakan festival ini dengan meriah. Mikako dan Nobuyuki juga ikut serta, mereka berkeliling ke stand-stand makanan juga permainan dan saling romantis-romantisan.


Entah ada angin apa, Touma mencoba memasak hamburger omellete, tapi dia tampak kecewa dengan rasanya. Dan tiba-tiba Sakurai datang membuatnya kaget. Ia pun langsung menyembuyikan hasil buatannya. Sakurai bertanya apa Touma ada ujian praktek hari ini? Touma mengiyakannya. Ia lalu menggoda Sakurai yang ingin mengatakan cinta hari ini. Kalau Chiaki mencampakkanmu, jadilah kekasihku! Kata Touma. Haahah, Sakurai langsung mendorongnya dan menyemangati Touma untuk sukses ujian. Wajah Touma berubah sedih.


Di depan, Sakurai bertemu Kanata yang lagi mandi. Kanata melihat Sakurai membawa yukatanya. Sakurai yang masih kesal padanya langsung beranjak pergi.


Ternyata Sakurai pergi ke salon untuk dirias secantik mungkin. Awalnya dia tak setuju untuk dipakaikan konde, tapi kata si ibu perias, Sakurai harus tampil beda di hari yang spesial ini, dia pun mau. Si ibu juga menyarankan agar Sakurai mengungkapkan perasaannya sebelum kembang api dinyalakan, karena menyaksikan kembang api dengan kekasih itu lebih luar biasa.


Kanata tak sengaja bertemu Kaede di jalan. Mereka seperti berpura-pura tak melihat, tapi sedetik kemudian Kaede mengatakan kalau Kanata sudah tahu dia tidak pergi Boston, kan? Ya, Kanata mengaku melihat Kaede di Tokyo tahun lalu. OMG.. Kanata sudah tahu dari awal sebenarnya, tapi dia sengaja merahasiakannya demi Chiaki. “Kamu adik yang baik. Aku iri kepadanya. Jaga dirimu!” Ucap Kaede berlalu pergi. Ohh, makanya selama ini Kanata benci banget ketemu Kaede, karena Kaede membohongi kakaknya.


Sakurai dengan yukatanya berdiri manis menunggu Chiaki. Seseorang memotretnya, dan tak disangka itu adalah Chiaki yang juga mengenakan yukata. Ohoo, semangat Sakurai.. Bahkan Chiaki memujinya sangat manis dengan yukata itu. Sakurai pun makin senang.


Mereka jalan-jalan dengan senyum yang tak pernah surut. Menikmati jajanan dan permainan juga lucu-lucuan dengan memakai topeng. Saat makan es krim berdua, Chiaki berpura-pura akan menyuapi Sakurai tapi begitu Sakurai sudah membuka mulutnya Chiaki langsung melahapnya sendiri. Ammm..


Mereka juga selfie bersama dan wajahnya diedit seperti topeng mereka tadi. Hah, udah kayak couple beneran deh. Sakurai langsung ngepost foto mereka tadi di IG.


Pengumuman akan segera dinyalakan kembang api terdengar dimana-dimana. Sakurai khawatir karena dia masih belum mengatakan perasaanya pada Chiaki.


Sementara di lapangan tepi pantai, Kanata main basket sendirian ditemani Touma yang bersepeda. Touma yang suka kepo ini, bertanya penasaran apa yang akan dilakukan Kanata jika Chiaki dan Sakurai pulang sebagai sepasang kekasih? “Bukan ursanku” jawab Kanata santai tapi setelah Touma pergi ia jadi kepikiran juga.


Sakurai akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya pada Chiaki, tapi lagi-lagi gagal karena dua bocah gendut waktu itu tiba-tiba menabraknya dan malah main kejar-kejaran di belakang Chiaki. HAHAHAhh



Alhasil dia pun harus menahan diri lagi untuk mengungkapkan perasaanya itu. Saat Chiaki pergi membeli minum, pria teman Kaede kebetulan lewat dan tak sengaja menabrak Sakurai. Ia mengingat Sakurai dan menanyakan kemana perginya Kaede, karena Kaede tak bisa dihubungi. Tapi Sakurai tidak tahu dan mengaku tidak dekat dengan Kaede. Sementara itu, Kaede sudah akan pergi. Entah apa yang dibicarakan pria itu dengan Sakurai, tapi Sakurai tampak terpukul sekali. Ia sampai tak sadar sudah menjatuhkan balon kecil pemberian Chiaki tadi.


2 comments:

  1. Nunggu part 2 nyaaaaa. Kanata susah mengungkapkan perasaannya, begitupun sikapnya yang dingin tapiii manis😂

    ReplyDelete
  2. Setuju, walaupun sikap dinginnya kdg membuat sakurai kesal, tpi sbenarnya dia pduli sma sakurai

    ReplyDelete