Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 5 - 2


Hari sudah beranjak malam saat Chiaki membawa Sakurai ke dermaga untuk menyaksikan kembang api yang sebentar lagi akan menyala. Namun Sakurai tidak seantusias tadi, ia hanya melamun mengikuti Chiaki dari belakang.



Pria teman Kaede datang ke Sea Sons dan bertanya pada Kanata apa Kaede ada disini. Pria itu sebal karena ia tak bisa menemukan Kaede. Kanata langsung menanyakan apa hubungan mereka, dan dengan santainya ia berkata bahwa semua wanita tertarik padanya. Ia lalu memberitahu sesuatu yang penting pada Kanata, tapi tidak diperlihatkan karena scene beralih pada Chiaki dan Sakurai.


Ya, Sakurai benar-benar galau. Ia hanya menanggapi singkat obrolan Chiaki. Dengan manisnya, Chiaki meletakkan sapu tangan tepat disampingnya sebagai alas duduk Sakurai. Ia lalu menuntut apa yang ingin Sakurai katakan tadi. Sakurai mengaku ia sangat senang saat Chiaki mengajaknya ke festival kembang api. Sejak saat itu, dia menantikan hari ini. Dia begitu bersemangat hingga tidak bisa tidur saat malam. Tapi ini semua akan berakhir jika dia memberitahu Chiaki.


“Apa maksudmu?” tanya Chiaki bingung.

Sakurai menghembus nafas berat sebelum akhirnya dia mengatakan, “Malam ini Kaede pergi. Tadi aku tidak sengaja bertemu kakaknya Kaede. Dia memberitahuku hal yang sebenarnya. Setelah putus denganmu, Kaede dipaksa bekerja di club malam untuk membayar hutang kakaknya. Kakaknya juga ingin meminjam uang darimu, jadi dia membohongimu kalau dia kuliah di luar negeri dan memutuskanmu agar kamu tidak tertimpa masalah. Dia melakukan semuanya demi kamu. Karena akhirnya bisa melunasi semua hutang, dia datang kemari untuk berbaikan denganmu. Tapi kakaknya datang lagi. Jadi, dia harus pergi malam ini. Kali ini juga demi kamu. Kamu harus mengejar Kaede. Jangan mencemaskan aku, aku akan baik-baik saja”


Chiaki berkaca-kaca selama mendengar pengakuan jujur Sakurai. Sakurai bahkan berbohong kalau temannya dari Tokyo akan datang untuk melihat kembang api bersama, jadi Chiaki bisa pergi tanpa perlu mengkhawatirkannya. Dan tanpa ragu lagi Chiaki langsung berlari pergi. Sakurai yang pura-pura menelpon hanya bisa melihat kepergian Chiaki dengan sedih. Dan tepat saat itu kembang api meletus dengan indahnya.

Ohh, jadi pria yang ongomong sama Sakurai tadi adalah kakaknya Kaede. Kasian banget plus salut sama Sakurai. Sebesar apapun dia mencintai Chiaki, dia rela kehilangan kesempatan dengan memberitahukan yang sebenarnya karena dia tahu Chiaki masih mencintai Kaede.


Chiaki terus berlari melewati kerumunan orang yang berteriak gembira menyaksikan kembang api. Kaede yang sudah hampir memasuki stasiun kereta menoleh ke belakang, berharap Chiaki akan datang memintanya jangan pergi.


Sementara itu, Kanata juga melihat kembang api dari balkon restoran. Raut wajahnya tampak sedih. Apakah kakak Kaede juga memberitahu kejadian yang sebenarnya padanya?


Sakurai menyaksikan kembang api seorang diri. Ia melepas kondenya, ingat pesan si ibu perias kalau dia akan semakin terlihat cantik. Kaede sudah akan pergi, tapi Chiaki berteriak memanggilnya tepat saat kereta datang. Alhasil Kaede tidak jadi pergi. Ia keheranan saat melihat Chiaki dan bertanya dimana Sakurai. Tapi yang keluar dari mulut Chiaki hanya kata maaf, karena dia tidak tahu hal ini lebih awal. Dia sudah mendengar semuanya.


Kaede berpura-pura tidak mengerti dan merasa Chiaki hanya salah paham. Hal itu tidak ada kaitannya dengan alasan mereka putus.

“Kamu selalu seperti ini. Rasa tanggung jawabmu terlalu kuat. Kamu selalu merasa bersalah saat ada yang tidak beres. Karena itulah aku meminta putus denganmu. Sepertinya aku lebih cocok dengan pria yang lebih ceroboh dan bebas. Jadi kembalilah pada Sakurai.”


Kaede berusaha tersenyum dan menyuruhnya pergi berulang kali, tapi lagi-lagi Chiaki mengatakan maaf, maaf, dan maaf. Dengan mata berkaca-kaca ia memandang Kaede penuh penyesalan. Kaede menghampiri Chiaki lalu memukulinya, menyuruhnya pergi. Sambil menangis, Kaede terus menyuruh Chiaki pergi tanpa memandang wajahnya sedikiktpun.


“Maaf, karena membuatmu menderita. Maafkan aku” Ucap Chiaki tulus. Kaede semakin tertunduk sedih dan menangis terisak, sampai akhirnya ia menjatuhkan dirinya dalam pelukan Chiaki. Chiaki pun balas memeluk Kaede sambil membelai lembut kepalanya untuk menenangkannya.


Di dermaga, Sakurai juga menangis sedih, dan tiba-tiba Kanata datang, bertanya kenapa Sakurai menangis? Sakurai mengaku ia tidak menangis. Kenapa kamu disini? Bukankah kamu bilang tidak tertarik pada kembang api? Tanya Sakurai kemudian tanpa melihat Kanata. Kanata akhirnya memberitahu Sakurai kalau dia juga bertemu kakaknya Kaede. Dia sudah tahu semuanya.

“Kamu memang bodoh!” ujar Kanata

“Jadi kamu kemari untuk menghiburku?”

“Tidak juga!” tapi kemudian Kanata langsung duduk bersama Sakurai menyaksikan kembang api itu.


Sambil terisak, Sakurai mengagumi betapa cantiknya kembang api di langit. Ia jadi penasaran apa Chiaki berhasil mengejar Kaede. Mungkinkah mereka sedang menyaksikan kembang api bersama? Dia sangat yakin mereka menyaksikannya.


“Sebenarnya, aku berpikir ada sedikit peluang bahkan satu persen kalau Chiaki akan tetap menyaksikan kembang api bersamaku, walau dia sudah tahu tentang Kaede. Tapi, dia pergi tanpa ragu-ragu. Aku memang bodoh. Aku terbawa perasaan dan bahkan mengenakan yukata yang tidak cocok untukku. Aku bahkan memakai konde ini. Ucapanmu benar. Aku tidak muda lagi, memalukan sekali”


Kanata yang dari tadi hanya mendengar keluh sedih Sakurai, tiba-tiba memuji Sakurai yang terlihat cantik. Sakurai semakin menangis sedih, ia tak mau disaat seperti ini Kanata bersikap baik padanya. itu akan semakin membuatnya merasa terpuruk. Menyukai seseorang terasa sangat menyakitkan. Air mata terus mengalir di pipinya. Kini dia sudah pergi… Chiaki sudah pergi.


Kanata menatapnya penuh perasaan. Ia mendekat lalu menarik Sakurai dalam rangkulannya. “Tapi aku masih disini. Aku akan berada disisimu”



Komentar:

Episode ini benar-benar sedih. Sungguh mengaduk hati. Akhirnya Chiaki mengetahui alasan tulus dibalik kebohongan Kaede. Tanpa ragu iapun memilih kembali padanya dan meninggalkan Sakurai ditengah jalan. Ditengah harapan yang selama ini diimpikannya, untuk bisa menjadi pacar Chiaki. Sakurai jelas patah hati, namun ia ikhlas melepas Chiaki dan berpura-pura bahagia di depannya. Kanata yang tahu kalau selama ini Sakurai menyukai Chiaki juga ikut mendukung Sakurai, namun kali ini, setelah melihat keadaan Sakurai, ia tak lagi menyimpan perasaannya. Secara tak langsung ia mengungkapkannya pada Sakurai. Walau Chiaki sudah pergi, tapi dia masih disini. Dia akan selalu berada disisi Sakurai.

8 comments:

  1. Makasih, kak udah dibuatin sinopsisnya. Soalnya kebetulan belom sempet download. Semngat terus bikin sinopsisnya ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  2. semangat jg. smg tetep bs lanjut ke ep berikutnya

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. tmbah suka deh sma blog ini, semangaat ya nulis nya,,, cerita nya tmbah seru... :)

    ReplyDelete
  5. sungguh dinantikan sinopsis episode selanjutny...figting mbak...pngen sakurai jadian sma kanata...

    ReplyDelete
  6. Aaaa, melepas seseorang untuk orang lain emang nyakitin. dan aku tau gimana rasanya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  7. mlm ini tayang ya?? smg ep. 6 segera kk buar recap nya.

    ReplyDelete
  8. Iya mlam ini tyang. Tpi subnya agak lama kluar, jd hrus sbar nggu deh. .

    ReplyDelete