August 3, 2016

Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 3 - 2



Kanata duduk melamun di tepi pantai sampai Chiaki datang menempelkan minuman dipipinya. Saat itulah Kanata akhirnya mengatakan kalau ia akan menggunakan saus demiglace kalengan untuk hamburger omelette. Seperti yang Chiaki katakan, dia akan memasak dengan caranya sendiri. Melihat tekad kuat Kanata Chiaki pun menyetujuinya dan tak lama kemudian ia mendapatkan telepon lalu pergi meninggalkan Kanata dan Sakurai berdua.




Sakurai langsung mendekati Kanata untuk mendapat penjelasan. Kanata merasa sebagai koki dia juga harus memikirkan soal biaya namun Sakurai menilai Kanata berbohong soal perasaanya demi orang lain. Ia mengembalikan kata-kata Kanata waktu itu “Jika kamu menyerah hanya karena itu, artinya perasaanmu (sebagai koki) hanya sesaat. Bukankah hamburger omelette tidak tergantikan untukmu?”

Sakurai mengerti Kanata memanglah seorang koki, tapi bukankah sebagai pria, ada hal yang tidak bisa ditoleransi? Kanata pergi dan membalas ucapan Sakurai, bukankah sebagai wanita Sakurai juga begitu? Sakurai terdiam memandangi gelang pemberian Kaede.


Chiaki muncul dan mengajak mereka pergi, namun karena Kanata pulang duluan Chiaki pun mengajak Sakurai pergi berdua saja untuk melihat penguin yang Sakurai inginkan. Berulang kali Sakurai menyakinkan diri bahwa ini bukan kencan, bukan kencan, terlebih saat tangan Chiaki tak sengaja bersenggolan dengan tangannya.


Berhubung ini pertama kalinya Sakurai ke aquarium, Chiaki menawarkannya untuk berfoto dan saat itu tiba-tiba ada seorang pria yang berbaik hati untuk memfoto mereka berdua. Pria itu memuji mereka yang terlihat sangat serasi. Sakurai kaget, Chiaki langsung mengatakan kalau mungkin mereka terlihat seperti pasangan. Sontak, Sakurai diam tersipu dan tersenyum senang melihat hasil foto mereka tadi.


Saat Chiaki mengajaknya masuk, Sakurai memandangi gelangnya. Ia teringat pengakuan Kaede padanya juga Kaede yang memintanya untuk merestui dia dengan Chiaki sebagai teman. Sakurai tiba-tiba meminta maaf dan berlari pergi meninggalkan Chiaki sendiri disana. Ia terus berlari, berlari, dan berlari sampai akhirnya sampai di restoran tempat kerja paruh waktu Kaede.


Dengan nafas terengah-engah ia meminta maaf pada Kaede karena ia sudah berbohong.

“Sebenarnya, aku suka kepadanya. Aku menyukai Chiaki. Aku suka kepadanya. Aku berpikir bahwa aku harus menyerah, karena kamu sangat hebat dan aku tidak mungkin menang. Tapi masih ada satu hal.. perasaanku pada Chiaki takkan kalah oleh perasaan siapapun”


 Kaede kaget dan tak menyangka Sakurai datang jauh-jauh hanya untuk mengatakan hal ini. Namun yang Sakurai inginkan hanyalah bersaing dengan adil. Ia lalu mengembalikan gelang Kaede. Walau dia terlalu percaya diri, tapi daripada memperlakukannya sebagai teman, mulai sekarang anggap saja dia sebagai saingan cinta.


Lega sudah mengatakan semua uneg-uneg dihatinya, Sakurai memutuskan untuk kembali ke aquarium walaupun hari sudah gelap dan tak ada satu orang pun disana karena aquariumnya sudah tutup. Ia masih berharap Chiaki menunggunya dan saat sudah putus harapan, tiba-tiba terdengar suara Chiaki memanggilanya. Ternyata itu memang Chiaki yang muncul dari balik pilar dengan boneka penguin di tangannya.


Ia segera mengajak Sakurai masuk lewat pitu belakang yang ternyata tidak dikunci. Diam-diam mereka masuk mengelilingi spot di aquarium itu. Sakurai sedikit khawatir akan ketahuan tapi Chiaki malah berkata bukankah Sakurai senang saat melakukan hal yang seperti ini? Tentu saja Sakurai senang, dan ia bertambah senang plus takjub melihat pemandangan indah di aquarium.


Mereka pun saling merekam moment indah itu sampai secara tak sadar Sakurai bergumam bahwa kencan penguin romantis hari ini sudah berakhir dan Chiaki yang tengah merekamnya dari belakang tampak terkejut mendengar itu.


Sakurai jadi kepikiran dengan apa yang dikatakannya tadi, ia jadi canggung saat Chiaki memanggilnya untuk menunjukkan sebuah ubur-ubur yang berbentuk hati.


Konon katanya, jika melihat ubur-ubur di malam hari keinginan kita akan terkabul , tapi menurut Chiaki itu tidak sebanding dengan mitos penguin. Dengan terbata-bata Sakurai bertanya kenapa Chiaki menunggunya. Entahlah, mungkin aku merasa kamu akan kembali, jawab Chiaki. Mereka saling menatap lama sampai sebuah cahaya senter dari penjaga aquarium mengenai wajah mereka.


Keduanya langsung berlari menghindari kejaran penjaga itu. Dan saat penjaga hampir menemukan mereka, Chiaki menarik Sakurai bersembunyi di balik meja. Penjaga yang sudah kelelahan tak melihat mereka. Namun ketika penjaga itu berbalik, refleks Chiaki langsung memeluk Sakurai agar tidak ketahuan. Tapi Sakurai malah jadi grogi dan saking gugupnya ia langsung melepas pelukan Chiaki dan berakhir dengan menubruk meja. Alhasil mereka pun ketahuan.


Chiaki berdiri dan langsung memegang tangan Sakurai, menariknya berlari sampai berhasil keluar dari tempat itu. Dan tiba-tiba Chiaki beralih menggenggam erat tangannya tanpa berhenti tersenyum. Mereka terus berlari sambil bergenggaman tangan walaupun sudah lolos dari kejaran penjaga itu.


Sakurai juga tak bisa berhenti tersenyum dan saat sadar tangan mereka masih saling menggengam ia langsung menarik tangannya. Chiaki sangat senang karena dia sudah lama tak berlari seperti itu lagi dan langsung rebahan di tepi dermaga memandang indahnya langit malam.


Sakurai pun ikut berbaring di samping Chiaki.

“Indah, bukan?”

“Memang indah”


Dan suasana romatis berubah menjadi tawa keras Chiaki saat mendengar bunyi perut keroncongan Sakurai.

“Hey, apa kamu tahu? Otak kita memproduksi hormon dopamin saat kita senang agar kita tidak merasa lapar. Ahh, jadi hanya aku yang merasa senang. Sayang sekali..” Ucap Chiaki. Sakurai kaget tapi kemudian senyumnya langsung mengembang.


Begitu dia kembali ke restoran dan mendapati Kanata masih disana, dia langsung memberitahu bahwa dia takkan membohongi dirinya lagi. Dia lega tidak menyerah soal Chiaki. Hanya berada di dekatnya hari ini membuatnya sangat senang. “Saat jatuh cinta, walau tidak melakukan atau mengatakan apapun, kamu akan merasa senang hanya dengan memandang wajahnya” awalnya dia lupa tentang perasaan itu, tapi berkat Kanata di berhasilnya mengingatnya kembali. “Terima kasih” Ujar Sakurai. Kanata hanya diam mendengarnya.


Ketika Sakurai akan membuat adonan kue, tiba-tiba Kanata memberinya seporsi lengkap hamburger omelette. Ia sengaja menyiapkannya untuk memberitahu Sakurai bahwa dia takkan mengganti rasanya. Dia akan memasaknya seperti biasa. Ucapan semangat keduanya sukses. Sakurai tak lagi menyerah soal Chiaki dan Kanata tetap mempertahankan resepnya.


Sakurai senang mendengarnya dan berkata Chiaki juga pasti ikut senang. Kanata tak yakin, darimana Sakurai bisa tahu? Sakurai lalu menunjukkan artikel tentang Chiaki yang mengaku hidangan favoritnya adalah hamburger omelette buatan adiknya. “Entah apakah kamu bisa menjadi koki andal jika menekan biaya, tapi itu tindakan yang tepat sebagai putra kedua dalam keluarga Shibasaki. Apa maksud sikap aroganmu? Aku tahu sebenarnya kamu senang” ledek Sakurai “Kamu menyebalkan!” Balas Kanata sedikit tersenyum.


Ia akan balik ke dapur lagi tapi ia berhenti untuk bertanya berapa nilai untuk omelette nya. Sakurai menjulurkan dua jari. Kanata bingung, dua? Dua ratus, jawab Sakurai kemudian.


Di kedai Nobuyuki, Chiaki datang mengembalikan saus demiglace kalengan itu dan meminta maaf padanya. Nobuyuki tak masalah, ia tahu Chiaki dan Kanata sama-sama keras kepala kalau menyangkut masalah ini. Entah kenapa wajahnya sedikit berubah saat mengatakan itu karena mereka bersaudara.


Kanata sudah akan pulang, sementara Sakurai tertidur pulas setelah menyantap hamburger omelette yang lezat itu. Kanata membangunkannya, namun saking lelahnya ia malah membenarkan posisi tidurnya. Kanata tersenyum mengambil post it yang tertempel di pipi Sakurai dan iseng memencet hidungnya sampai Sakurai kesulitan bernafas.


Untuk yang kedua kalinya, Sakurai yang sedang tidurpun berhasil membuat Kanata tersenyum lebar. Kanata lalu duduk mendekat memandangi wajah Sakurai. Ia ingin merapikan rambut Sakurai tapi saat Sakurai mengigau menyebut nama Chiaki, Kanata langsung menarik tangannya kembali.


Komentar.. 

Wahhh, di episode ini sepertinya Kanata mulai suka sama Sakurai. Sakurai dan Chiaki juga makin dekat, dan entah apa maksud Chiaki dari ucapanya yang bilang kalau hanya dia yang senang sendiri, karena ia tidak lapar akibat hormon dopamin yang diproduksi ketika manusia lagi happy yang membuatnya tidak merasakan lapar sama sekali. Apakah dia juga mulai menyukai Sakurai?? Chiaki juga sedikit aneh waktu bilang dia bersaudara dengan Kanata, apa jangan-jangan dia bukan saudara kandung keluarga Shibasaki? Lalu bagaimana dengan Takumi, apakah dia orangnya?? Aduhh.. makin penasaran hehehe

6 comments:

  1. Makin penasaran karena mbak nya kasih komentar begitu hahaha :D sebelumnya enggak begitu

    ReplyDelete
  2. Suka dengn komentar nya mbak jd tambh penasaran tolong d lanjutin yaa

    ReplyDelete
  3. Suka dengn komentar nya mbak jd tambh penasaran tolong d lanjutin yaa

    ReplyDelete
  4. waaaahhhhh penasaran lanjutannya !!! mksih yaaa udh bikin sinopsis yg bgus bgt ^^

    ReplyDelete
  5. Ahhh periiihhhh jadi kanata😢😭😭😭

    ReplyDelete