Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 4 - 2


Setelah kejadian itu Kaede akhirnya pulang sedangkan Sakurai duduk termenung sendirian. Kanata hanya memperhatikannya dari jauh.



Sesampainya di rumah, Sakurai menceritakan semuanya pada Wakaba tentang dirinya yang salah paham pada Chiaki. Dia pikir saat Chiaki bertanya maukah dia tetap bersama mereka hingga musim panas berakhir, itu karena Chiaki menaruh hati padanya. Tapi nyatanya tidak. Tak ada gunanya lagi ia mengaku, toh Chiaki hanya menganggapnya sebagai seorang koki kue. Jika mengaku dan ditolak, dia tak bisa tingal disini lagi. Dia sudah merasa puas selama Chiaki membutuhkannya, puas dengan hubungan mereka sekarang. Tapi menurut Wakaba jika kelak Chiaki memiliki kekasih, apa bisa Sakurai menyelamatinya dengan sepenuh hati?

“Kalau aku jadi kamu, aku tidak sanggup melakukannya. Aku lebih memilih menyatakan perasaanku. Ditolak, lalu kembali ke Tokyo”


Sakurai tak mengatakan apapun lagi, ia lalu melihat sejenak brosur festival kembang api itu sebelum menuju kamar Chiaki. Dia berulang kali meyakinkan diri untuk mengatakan keinginannya mengajak Chiaki, tapi ketika di depan Chiaki keberanian itu runtuh. Dia hanya mengatakan kalau dirinya setuju untuk tetap bekerja di Sea Sons. Chiaki senang dan juga akan memberitahukan hal ini pada Kanata dan Touma. Akhirnya Sakurai membuang brosur festival itu
..

Pagi-pagi sekali Sakurai datang ke restoran untuk membuat kue-kue baru. Tak lama Kanata datang bersama Chiaki. Chiaki ingin mencicipi kue buatan Sakurai itu, tapi tiba-tiba ada yang menelepon hingga akhirnya tidak jadi.


Kanata memperhatikan kuenya, Sakurai pun memberitahu arti dari kue yang berbentuk seperti siput itu. Di setiap isinya, terdapat sebuah rasberi utuh. Temanya, perasaan yang terpendam. Rasberi merah melambangkan gairah atau perasaan terkuat manusia. Mungkin impian lamamu, hal yang ingin kamu lindungi, atau perasaanmu kepada seseoarang. Tapi kita tidak akan mengungkapkan perasaan ini walaupun perasaan itu benar-benar ada. Meski tak tampak dari luar, perasaan itu terpendam begitu dalam di lubuk hati kita. Sakurai benar-benar terhanyut dalam kata-katanya sendiri, seperti dia yang mengubur perasaannya untuk Chiaki.


Touma menelepon temannya, menceritakan Manami yang sudah membuatnya jatuh hati. Tepat saat dia mengatakan “Aku sangat merindukannya” Manami muncul di hadapannya. Dan brakkkk, Kanata sampai tak sadar sudah menjatuhkan sepedanya. Hahahah


Touma mengajaknya ke pantai dan mereka pun berkenalan. Ia sangat senang begitu tahu mereka juga seumuran. Tapi tidak dengan Manami, ia terdiam seperti memikirkan sesuatu dan tiba-tiba menanyakan kalau Touma memiliki kakak, kan? Chiaki dan Kanata? Touma kaget Manami mengetahui tentang mereka. Dan tak disangka, Manami meminta untuk dipertemukan dengan mereka berdua.


Sementara itu, di restoran, ketika Kaede melihat foto-fotonya dengan Chiaki, seorang pria masuk memanggil Kaede. Kaede menoleh dengan wajah tak suka. Hmmm, apa hubungan Kaede dengan pria itu?


Tenyata yang menelepon Chiaki pagi tadi adalah tuan Higashimura. Chiaki menemuinya dan langsung minta diberitahu ada masalah apa. Tuan Higashimura memberinya sebuah map lalu melemparnya ke samping agar Chiaki duduk untuk melihatnya. Chiaki membukanya sedikit dan tampaklah surat “Perjanjian pengalihan bisnis”. Chiaki kembali menegaskan bahwa dia tidak mau bergabung dengan perusahaan mereka. Dengan wajah santainya tapi menyeramkan, Higashimura menyuruh Chiaki membacanya saja dan begitu ia melihatnya matanya langsung melotot kaget. Itu adalah salinan surat penggadaian rumah.


“Adik-adikmu, masih belum tahu, bukan? Kamu berusaha keras untuk menyembunyikannya, kan?”

“Lantas apa?”

Dengan senyum puasnya, Higashimura meminta Chiaki menandatangani surat kontrak mereka. Chiaki diam menahan geram.


Touma membawa Manami ke rumah. Manami mengaku iri dengan mereka bertiga yang tampak akrab tinggal bersama. Touma pun bertanya apa Manami juga punya saudara. Manami menagtakan dia punya saudara laki-laki, tapi mereka belum pernah bertemu. Dia juga sedang mencarinya.

“Kamu tidak tahu keberadaanya?” tanya Touma

Manami langsung terdiam, ia pun bergegas pulang karena sudah malam. Tapi sebelum Manami pergi, Touma menawarkan membantu mencari kakaknya juga. Dia akan melakukan apapun untuk Manami.

“Jadi siapa nama kakakmu?”

“Takumi. Takumi Nishijima”


Dan saat Manami menyebut nama itu, diperlihatkan Chiaki yang berjalan menuju restoran tanpa semangat. Ia meremas amplop yang dibawanya pulang dan berdiri cukup lama didepan pintu, melihat Sakurai. Chiaki akhirnya terpaksa menandatangani kontrak dengan Higashimura karena ancaman itu.


Sakurai lalu menoleh melihat Chiaki. Ia heran kenapa malam-malam begini Chiaki ada direstoran. Namun, Chiaki balik nanya kenapa Sakurai belum pulang. Sakurai mengaku dia dapat ide lagi. Semenjak dia jadi pegawai tetap Sea Sons, maka dia harus bekerja lebih giat. Dia akan bekerja keras untuk memenuhi harapan Chiaki. Chiaki lalu tertawa karena melihat cream menempel di hidung Sakurai.

“Aku merasa tenang saat bersamamu. Maukah kamu minum bersamaku?”

Sakurai kaget dengan ajakan Chiaki barusan dan tentu saja dia takkan menolaknya.


Di kedai Nobuyuki, Kanata minum sendirian. Ia melihat brosur festival kembang api yang terletak di meja. Mikako lantas mengajak Kanata ikut bergabung. Berhentilah berkata benci keramaian. Lagi-lagi Kanata bilang kalau dia tak tertarik.

“Datang ke festival kembang api dengan orang yang kamu suka sangatlah menyenangkan”

“Tidak ada yang aku suka!”

“Dengarkan aku. Kamu tidak jatuh disini” Kata Mikako menunjuk kepalanya “Tapi disini” lanjutnya sambil menunjuk ke hati Kanata.


Sakurai dan Chiaki minum dengan hidangan kue yang tersaji di meja. Sakurai mengungkapkan rasa kagumnya akan restoran ini. Meskipun sikap Kanata sangat dingin, tapi dia sangat terampil. Dia belajar banyak darinya. Dia sangat senang bekerja dengan mereka berdua apalagi Touma juga akan ikut bergabung tahun depan. Dia sangat menantikan itu. Chiaki hanya mengiyakannya singkat, pikirannya terus melayang pada surat itu.


Sadar karena panggilan Sakurai, ia lalu meminta ijin untuk mencicipi kue siput dengan tema perasaan terpendam itu. Chiaki sudah tahu karena Kanata yang memberitahunya. Ia terkejut menyadari Sakurai juga memiliki perasaan yang tak dapat diungkapkan. Tapi tentu saja, semua orang pasti memiliki perasaan itu. Menyenagkan jika bisa mengemasnya dalam kue ini, lalu mengirimkannya.


Tanpa sadar, Sakurai bergumam mengatakan kenginannya ke festival kembang api. Sakurai beusaha mengelak, tapi Chiaki malah mengajaknya untuk datang bersama ke festival itu, hanya berdua. Sakurai kaget, senang, dan tak menyangka, dan saking gugupnya ia jadi mengatakan yang tidak-tidak. Hahaha


Begitu di rumah, ia langsung membuat note di calendar ponselnya “pukul 19.30, 7 Agustus. Festival kembang api bersama Chiaki” ia juga menempel kembali brosur yang sempat dibuang nya itu sebagai penyemngat.


Sakurai memberitahu Kanata kalau dia akan tetap bekerja di restoran. Jadi mohon kerjasamanya. Saat Kanata akan pergi, Sakurai menghentikanya. Ada satu hal lagi yang ingin dia katakan.

“Aku dan Chiaki akan datang ke festival kembang api. Karena sudah menceritakan banyak hal padamu, aku hanya ingin memberitahumu hal ini. Terima kasih”

“Jangan melaporkan semua hal kepadaku”

“Ada apa dengan sikapmu? Aku hanya ingin berterima kasih. Tunggu, apa kamu malu? Atau kamu cemburu?”


Sakurai menggodanya, tapi tak berhasil karena Kanata hanya diam membisu tanpa memandang wajahnya sedikitpun. Dan saat Sakurai beranjak pergi, tiba-tiba Kanata berkata “Jangan pergi. Jangan datang ke festival kembang api”


Wooaaa.. gak sabar nunggu episode 5. Apa yang terjadi ya selanjutnya, apa Kanata mau ngajak Sakurai juga, atau dia gak mau lihat Sakurai terluka lagi, makanya dia ngelarang Sakurai pergi??

4 comments:

  1. Wah nambah seru. Ditunggu lanjutannya mba

    ReplyDelete
  2. Campur aduk 😭😭😭 cinta segitiga kah? Minami adik mereka kah? Rrrrrrrrr

    ReplyDelete