Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 4 - 1


“Ohayo gozaimasu” ucap Sakurai menyapa semuanya. Tapi sunyi senyap, hanya sebuah post it tertinggal di meja yang bertuliskan “Sakurai. Kami memancing untuk sarapan. Tunggu kami. Chiaki” Sakurai langsung tersenyum lebar membacanya.



Sementara itu Shibasaki bersaudara tengah memancing ria sambil mengobrol santai. Touma angkat bicara kalau akhir-akhir ini dia merasa Chiaki mendapat tangkapan yang besar.

“Ini tidak besar” jawab Chiaki yang berhasil mendapatkan ikan

“Bukan itu maksudku! Aku bicara tentang wanita. Kakak tampan, rajin bekerja, dan bersifat agak konyol. Berapa banyak umpan kakak?” teriak Touma iri.

Chiaki jadi bertanya-tanya apa Touma putus dengan Fuka. Touma berkata tidak, namun ada gadis yang membuatnya tertarik akhir-akhir ini. Tidak hanya polos dan misterius, dia cantik saat berpakaian putih, puji Touma. Kanata hanya tersenyum kecut mendengar obrolan mereka.


Touma lalu bertanya hubungan Chiaki dengan kekasih baru hasil tangkapannya. Dan maksud Touma dengan tangkapan baru itu ternyata Sakurai. Chiaki menyuruhnya berhenti mengatai Sakurai tangkapan, itu kasar sekali. Ia lalu memberitahu kalau Sakurai lah yang memutuskan untuk bekerja di Sea Sons. Tapi bukan itu maksud pertanyaan Touma. Kesal, Touma pun malas membicarakannya lagi, tapi sedetik kemudian Chiaki berkata bahwa mereka jangan khawatir karena dia serius dengan Sakurai. Whoaa..


Pandangan Kanata langsung teralih, ia teringat saat dirinya ingin merapikan rambut Sakurai, dan Sakurai mengigau memanggil nama Chiaki. Kanata bengong sampai Chiaki menyadarkannya kalau ia dapat ikan. Sikap anehnya itu tak luput dari perhatian Touma.


Di kedai Nobuyuki, ia memberitahukan hal ini pada Mikako. Mungkinkah ini terjadi, Kanata menyukai Sakurai? Ternyata dugaan Touma persis seperti apa yang Mikako rasa selama ini. Mereka berdua cukup akrab, bahkan melihat matahari terbenam bersama. Kanata terkejut, tapi itulah yang terjadi. Nobuyuki selalu berkata bahwa musim panas membuatmu selalu ingin jatuh cinta. Dan bagi pasangan yang sedang kasmaran.. ini dia!! Kata Mikako sambil menyerahkan sesuatu pada Touma. Itu adalah sebuah brosur festival kembang api.


Di restoran, Sakurai juga melihat brosur yang sama dan tepat saat itu Kaede datang. Ia langsung mencari Chiaki yang ternyata sedang pergi ke restoran di Tokyo. Mereka saling diam beberapa saat sampai Sakurai kembali meminta maaf padanya atas kata-katanya kemarin. Wajah Kaede berubah sinis. Ia menegaskan kalau perasaannya pada Chiaki takkan terkalahkan. Ia tidak akan pernah menyerahkan Chiaki pada Sakurai. Ia pun langsung pergi setelah mengatakan itu.


Kaede bertemu Kanata di depan restoran dan menyapanya dengan ramah namun Kanata hanya menanggapinya sekilas. Kaede lalu meminta bantuan Kanata untuk membujuk Chiaki agar mengangkat teleponnya. “Tidak bisa” jawab Kanata “Aku tahu tujuanmu yang sebenarnya setelah kamu memutuskan Chiaki. Aku tidak tahu rencanamu, tapi kumohon jangan dekati Chiaki lagi”


Di sebuah restoran di Tokyo, Chiaki tengah sibuk bertemu dengan kliennya. Dan tiba-tiba seseorang yang bernama Anzai menyapa Chiaki. Dia adalah teman sekolah Chiaki dulu dan sekarang akan bekerjasama dengan Chiaki mengurus restoran ini. Dia mengungkit masalah Kaede, ia pikir Chiaki kesulitan setelah mereka putus dua tahun lalu. Apa akhir-akhir ini Chiaki bertemu Kaede? Chiaki mengiyakannya, mereka bertemu saat mengurus pernikahan. Katanya Kaede sedang liburan musim panas.

“Ada apa dengan Kaede?” tanya Chiaki kemudian

“Sebenarnya, kami bertemu sekitar setengah tahun lalu” dan entah apa obrolan mereka selanjutnya, setelah mendengar itu Chiaki tampak sangat terkejut. Uhh, jadi penasaran. Apa ya yang dibilang Anzai tentang Kaede? Semantara itu Kaede berjalan terburu-buru sambil menelepon seseorang untuk meminta bantuan.


Sakurai menelepon Wakaba, curhat tentang perang yang terjadi antara dia dan Kaede. Namun Sakurai takut karena dia tak tahu bagaimana cara berperangnya. Wakaba merasa ini sudah sangat jelas, sebaiknya Sakurai mengaku saja pada Chiaki.

“Mengaku? Tidak mungkin”

“Sakurai, jika kamu terus seperti ini, musim panasmu akan berakhir dengan cinta bertepuk sebelah tangan”

Sakurai jadi khawatir dia bisa melakukannya atau tidak. Dia takut Chiaki menganggapnya tidak cocok dijadikan pacar. “Maka, untuk memastikannya kamu harus mengajaknya berkencan. Ada alasan bagus untuk berkencan?” Sakurai ingat tentang festival kembang api itu dan Wakaba yang lagi berendam dalam pasir langsung keluar saking antusiasnya. Itu sangat pas. Festival kembang api sangat berbeda dengan kencan biasa. laki-laki tidak akan datang ke festival kembang api jika mereka diundang gadis yang tidak mereka suka. Jadi ajaklah Chiaki, dan jika dia mau maka Sakurai memiliki kesempatan.


Setelah di rumah, Sakurai latihan mengajak Chiaki ke festival kembang api dengan boneka penguin. Dan saat frustasi karena bingung bagaimana caranya mengajak Chiaki, tiba-tiba Chiaki mengetuk pintunya. Sakurai langsung berlonjak kaget. Chiaki datang memberikan gaji Sakurai. Sakurai bimbang untuk mengatakan maksudnya, ia malah mengatakan “Api.. api” dan berakhir dengan memuji hidung Chiaki yang mancung. Hahahahh

Sakurai lagi-lagi menghentikan Chiaki yang akan pergi. “Bisakah kamu..” Sakurai ragu saat menatap Chiaki dan akhirnya dia berkata untuk diajak memancing lain kali. Chiaki senang dan berjanji akan mengajak Sakurai.


Tak lama kemudian terdengar suara Nobuyuki yang datang dengan Mikako untuk mengajak mereka semua mengadakan pesta barbeque tahunan saat liburan nanti. Lokasi acara akan diadakan di pegunungan. Dengan suasana alam yang indah, mereka bisa menjadi lebih jujur dan mengatakan hal yang tidak terucap karena malu. Nobuyuki meminta Touma mengajak Fuka juga. Suasana akan semakin meriah jika banyak ceweknya.

Sakurai meminta ijin untuk ikut juga. Chiaki berkata tentu saja, karena Sakurai juga bagian dari Sea Sons.

“Semuanya mari menantikan puncak musim panas ini atas nama pegunungan”

“Yeyy…” teriak semuanya gembira.


Hari itu pun tiba. Mereka semua sudah berkumpul. Nobuyuki meminta mereka menarik sumpit yang sudah ia siapkan, dan bagi dua orang yang mendapatkan sumpit bertanda merah maka mereka akan naik mobil sewaan berdua. Hahahah, ide siapakah ini sebenarnya?


Touma langsung menggoda Sakurai yang terlihat sangat senang karena berharap akan semobil berdua dengan Chiaki. Dia cepat-cepat membantahnya dan Nobuyuki pun meminta Sakurai untuk yang pertama mengambil sumpit itu. Sakurai antusias sekali sampai bergaya menyeramkan seperti entah mengambil apa, tapi ujung-ujungnya dia semobil dengan Kanata. HAHAHAHAH pupus sudah harapan Sakurai..


Dalam perjalanan, Sakurai memberitahu Kanata tentang festival kembang api. Ia yakin festivalnya pasti akan meriah. Kanata hanya menanggapi singkat karena ia tidak tertarik sama sekali.

“ngomong-ngomong, apa Chiaki suka kembang api? Sebenarnya, aku berniat mengajaknya datang kesana. Apa Chiaki juga benci tempat ramai?”

“Tanya saja sendiri!”

“Aku bertanya padamu karena tidak bisa bertanya padanya. Huhhh” Kanata hanya diam mendengar gerutuan Sakurai.


Mereka pun sampai di lokasi. Chiaki langsung membagi-bagi tugas, dan lagi-lagi Sakurai yang berharap akan membantu Chiaki malah ditugaskan untuk membantu Kanata dibagian memasak. Sakurai melihat kembali brosur festival yang dibawanya, ia semakin bertekad untuk mengajak Chiaki.


Semua pasangan bersenang-senang, Touma dan Fuka bermain dan bercanda bersama begitu juga dengan Nobuyuki-Mikako. Tapi tidak dengan Kanata yang sibuk menyuruh Sakurai ini dan itu.


Saat Sakurai mencuci semangka di sungai, tiba-tiba seseorang menyemprotinya air, dan orang itu adalah Chiaki. Mereka pun juga ikut bersenang-senang saling menyomprati air. Kanata kebetulan lewat dan melihat kedekatan keduanya. Aww.. mulai cemburu nih hehehe


Sakurai jadi senang, walaupun Kanata tetap menyuruhnya dan mengomelinya ia tidak marah dan menuruti semuanya. Lalu Chiaki datang mengajakanya memancing. Ohoo.. kali ini hanya berdua. Sakurai langsung melambai senang pada Kanata. Hihihih


Mereka memancing di tengah danau. Suasana jadi canggung, karena mereka diam-diaman. Dan saat akan bicara keduanya malah bicara berbarengan. Chiaki menyuruh Sakurai bicara duluan, Sakurai malah meminta Chiaki yang bicara duluan saja. Chiaki akhirnya bicara, dia meminta Sakurai untuk tetap bersama mereka hingga musim panas berakhir. Sakurai senyum tersipu. Ia akan mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba pancingnya tertarik ke bawah karena umpannya dimakan. Sontak Sakurai jadi ikut tertarik dan hampir saja terjatuh kalau saja Chiaki tidak menarik Sakurai.


Sesaat Sakurai terdiam berada di pelukan Chiaki. Ia lalu berkata tidak apa-apa dan melepaskan diri. Chiaki gantian bertanya apa yang ingin Sakurai katakan. Sakurai meremas brosur di kantongnya. Ia ragu sampai terbata-bata dan hanya mengatakan “bisakah kamu” karena setelah itu jeritan Nobuyuki mengalihkan mereka untuk memberitahu kedatangan Kaede.


Ternyata saat itu yang ditelepon Kaede adalah Nobuyuki untuk meminta bantuannya agar bisa bicara dengan Chiaki. Makanya kali ini Nobuyuki mengajak Kaede ikut bersama mereka agar Kaede bisa bertemu Chiaki. Chiaki tampak tidak suka bertemu Kaede tapi Nobuyuki menyuruh mereka berdua bicara dan akhirnya meninggalkan Sakurai sendirian.


Di sungai, Mikako menemui Kanata. Ia tahu kalau Kanata khawatir pada Sakurai, seharusnya Kanata menghentikan Sakurai pergi tadi bukannya mengijinkannya. Kanata diam sebelum menjawab itu tidak mungkin. Tapi Mikako tetap bisa merasakan keraguan dalam diri Kanata. Malas ditanya-tanya lagi, Kanata pun pergi meningalkan tugasnya itu pada Mikako.


Touma yang lagi bersantai tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Fuka. Fuka menyuruhnya untuk membantu Kanata menyiapkan makanan, tapi Touma tidak mau karena itu akan membuat Kanata tambah repot. Touma lalu mengajak Fuka ke festival kembang api. Fuka menolak, itu tepat di hari ujian mereka.

“Kalau begitu, datanglah sesudahnya” Ujar Touma

“Apa maksudmu? Kamu tidak ikut ujian?”

“Hmm.. tergantung suasana hatiku hari itu.

Fuka tertunduk sedih sebelum akhirnya dia memutuskan untuk tidak datang ke festival itu. Touma tak mempermasalahkannya dan lanjut tidur-tiduran lagi. Fuka kecewa dengan sikap Touma. Dulu, touma sangat serius belajar agar bisa hidup mandiri dan membantu saudaranya. Tapi kenapa Sekarang tidak? Takut dibanding-bandingkan dengan Kanata? Touma terdiam dan tersenyum kecut.


“Astaga. Kamu perusak suasana. Kamu tahu alasanku memintamu jadi pacarku? Karena kamu cantik. itu saja! jadi, diam dan tersenyumlah!” PLAKKK.. Fuka langsung menamparnya dan pergi meninggalkan Touma. Sementara itu, Chiaki terus berjalan duluan tanpa memedulikan Kaede yang dari tadi membujuknya untuk bicara.


Karena kejadian tadi, Fuka mengemas barangnya dan pulang. Touma berbohong kalau Fuka ada urusan penting. Sakurai menghampiri Touma tepat saat Fuka mengirim pesan putus padanya. Touma menunjukkan itu pada Sakurai dan cerita bahwa sebenarnya mereka tadi bertengkar. Touma sedih juga tapi ia senang karena sekarang bebas dan malah mengajak Sakurai pergi bersama ke festival kembang api. Melihat Sakurai yang hanya diam, Touma pun tahu kalau Sakurai pasti ingin mengajak orang lain. “Sakurai, apa kamu yakin tidak mau menyusul mereka (Chiaki dan Kaede)?” tanya Touma dan tanpa ragu lagi Sakurai langsung keluar mencari mereka.


Sakurai berhenti tepat saat melihat Chiaki dan Kaede bicara berdua. Kaede mengaku selama ini dia memang tidak berpendirian. Tapi selama dua tahun terakhir ia tidak bisa melupakan Chiaki. Selama dia luar negeri dia terus saja memikirkan Chiaki.


Chiaki langsung menyahut “Luar negeri mana? Kamu sama sekali tidak malu akan kebohonganmu! Kamu tidak pergi ke Boston, kan?” Ucap Chiaki “Ada yang melihatmu.. kamu.. bekerja di klub Roppongi. Sontak, Kaede terdiam.

“Selama dua tahun terakhir kamu berada disana, kan? Kenapa kamu membohongiku kalau kamu pergi ke luar negeri? Seharusnya katakan saja kalau kamu ingin kita putus!”

Kaede berusaha menjelaskan semuanya, tapi Chiaki sudah tak ingin mendengar apapun. Dia sangat kecewa, bisa-bisanya selama ini dia dengan mudah tertipu. Apapun yang Kaede katakan, mulai sekarang dia takkan pernah percaya lagi. “Jangan muncul di hadapanku lagi” Kata Chiaki untuk yang terakhir kalinya.


Namun tiba-tiba Kaede bertanya apa Chiaki menyukai Sakurai? Sakurai terkejut dengan pertanyaan itu dan hatinya hancur seketika saat mendengar jawaban Chiaki yang mengatakan bahwa dirinya penting hanya sebagai pegawai Sea Sons. Dan tak jauh dari situ Sakurai melihat Kanata memandang iba kearahnya.

2 comments: