Sinopsis Thumping Spike Episode 1


~ Episode 1 : Pertemuan Pertama ~




Di sebuah taman bermain, seorang pria yang masih dengan seragam kerjanya seperti berpamitan pada dua rekannya itu. Ia berjanji akan datang berkunjung lain kali. Dia adalah Hwang Jae Woong (Song Jae Rim).




Orang-orang berteriak gembira menaiki kora-kora, termasuk juga seorang gadis dengan hoodie yang menutupi kepalanya. Dia adalah Kang Se Ra (Hwang Seung Eun). Sesaat terlintas ingatan di masa kecilnya yang juga menaiki kora-kora bersama sang ayah. Se Ra kecil menutup mata saking takutnya, tapi setelah ayah menyuruhnya membuka mata karena itu lebih menyenangkan, ia pun segera membuka matanya dan berteriak kencang.


Se Ra yang sekarang tak takut lagi, ia malah yang paling semangat berteriak sampai hoodie yang menutupi kepalanya tertiup angin. Sontak, orang-orang yang duduk di sebelahnya langsung mengenalinya sebagai Kang Se Ra dan mengaku sebagai fans-nya. Tak ingin orang-orang mengenalinya lagi, Se Ra memutuskan untuk membeli topeng. Woo, siapa sebenarnya Se Ra?


Di stand permainan lempar basket, ia melihat sebuah boneka beruang besar yang terpajang disana dan ingatan masa kecilnya kembali terlintas.


Flashback..

Se Ra berteriak memanggil-manggil ayahnya dan tiba-tiba muncullah sebuah boneka beruang besar.

“Aum! Aku beruang” kata Ayah dari balik boneka.

“Itu suara Harimau!”

“Oh, terus suara beruang gimana?”

“Beruang..beruang..beruang”


Ayah tertawa dan langsung menghadiahi Se Ra boneka beruang itu. Se Ra sangat senang, ia mencium pipi ayahnya dan memeluk bahagia boneka barunya.


Se Ra pun memutuskan untuk bermain agar mendapatkan boneka itu. Tapi ia tidak sendiri, ada Jae Woong yang juga ikut bermain dan mereka sama-sama bertarung sengit. Namun sial, Se Ra hilang konsentrasi saat ingin memasukkan bola yang terakhir, sementara Jae Woong terus bermain tanpa ada masalah.

Penonton yang dibelakang berteriak heboh menyemangati Jae Woong.

“Wow.. pria tampan ini melakukannya dengan baik. Oke..oke! Kalau dia mencetak satu skor tembakan lagi, dia akan memenangkan hadiahnya!”


Entah apa yang Se Ra pikirkan, ia langsung mendorong Jae Woong sampai Jae Woong gagal melempar bola terakhirnya. Ia menantang Jae Woong main dari awal lagi dan yakin pasti dirinya yang akan menang. Tapi pada akhirnya tetap Jae Woong lah yang berhasil memenangkan boneka itu.


Masih dengan topengnya Se Ra memohon agar boneka itu diberikan padanya. Boneka itu sangat berarti, mungkin dia bisa mulai dari awal lagi. Jae Woong menebak Se Ra adalah seorang siswa dan menasihatinya jika ingin meminta bantuan maka tunjukkan wajah, jangan memakai topeng seperti itu. Tapi begitu Se Ra setuju untuk melepas topengnya dan menunjukkan wajahnya, Jae Woong malah diam terpana melihat Se Ra dan langsung menyuruhnya pakai lagi HAHAHAH..

“Tuan. Itu karena.. beruang itu sama dengan yang ayahku beri”

“Cerita sedih? Kenapa.. mungkin kamu juga bilang kalau itu benda terakhir ayahmu!” jawab Jae Woong tak percaya.


Se Ra kesal, saat ia melihat tag nama Jae Woong ia pun mengancam akan melapor karena Jae Woong bermain saat jam kerja. Ia lalu meminta Jae Woong menjual boneka itu saja. Berapa harganya?
Marah, Jae Woong langsung melepas tag namanya dan menyerahkannya pada Se Ra untuk dilaporkan. Ia pun pergi, kesal melihat Se Ra yang bicara soal uang.



Tiba-tiba Se Ra berlari mengejar Jae Woong dan saat jarak mereka sudah dekat ia langsung melayangkan pukulannya, tapi dengan sigap Jae Woong menghindar dan malah membuat tubuh Se Ra tak seimbang sampai ia terpeleset. Untunglah Jae Woong cepat menangkapnya. Sesaat mereka saling berpandangan, sebelum Se Ra mencoba merebut boneka itu dari tangan Jae Woong.


Dan tepat disaat itu air mancur pun menyala. Tak peduli dengan orang-orang yang menonton mereka, keduanya saling berebut boneka itu dan malah membuat mereka terlihat seperti pasangan yang lagi bertengkar. HAHAHA


Alhasil keduanya pun basah kuyup, namun Se Ra tetap tidak berhasil mendapat boneka itu. Se Ra tiba-tiba minta dipinjami uang. Karena Jae Woong, uangnya habis untuk main game. Dia bahkan gak punya ongkos bus setelah beli jaket. Ia juga mengeluh hp nya rusak dan minta Jae Woong bertanggung jawab karena dia adalah pelanggan.

“Pelanggan siapa? Hei, hari ini hari terakhirku disini!” protes Jae Woong

“Aku akan menukar hp ku. Cepat beri aku uang! Aku telat..” Hahaha,, bisa ya minta uang sma orang yang gak dikenal.



Tapi akhirnya Jae Woong memberikan Se Ra uang, karena sekarang Se Ra menggerutu kesal di dalam taksi. Si supir taksi juga mengenali Se Ra sebagai atlet voli dan saking terkenalnya semua orang menganggapnya sebagai dewi kebanggaan korea selatan. Ohhh, jadi Se Ra ini atlet voli toh..
Si supir bahkan menasihatinya untuk tidak bernempilan lusuh begitu, bernampilanlah bagaikan seorang dewi. Se Ra langsung mengacak rambutnya ke depan dan mengaku ia bukan Kang Se Ra. Si supir malah yakin kalau dia bukanlah Kang Se Ra walaupun wajahnya sangat mirip. “Kalau saja kau operasi plastik hidung dan mata, maka akan persis mirip” tambah si supir yang langsung membuat Se Ra semakin kesal.



Saat Jae Woong akan ke suatu tempat dengan membawa boneka itu ia tiba-tiba berhenti ketika seorang wanita datang memanggilnya oppa. Dia adalah Son Soo Bin dan ayahnya, pelatih Song Byung Joo. Soo Bin senang mengira boneka itu adalah untuknya, tapi Jae Woong menyangkal, itu adalah hadiah ultah untuk Jae Eun.


Mereka lalu ngobrol di sebuah kedai kecil. Pelatih Song bertanya bagaimana kabar Jae Eun. Jae Woong memberitahu kalau kondisinya sama saja. Pelatih Song turut prihatin, dan kemudia bertanya kapan Jae Woong akan kembali ke kamp pelatihan. Jae Woong berkata ia akan kembali setelah operasi Jae Eun.

“Oke, ini semester terakhirmu. Di pertandingan nanti, kamu harus menunjukkan keterampilanmu! Itulah caranya agar kamu menonjol ke tim pro!” Ucap pelatih berapi-api.

“Gimana dengan pertandingan terakhir kita?”

“Kita mampus. Pernah lihat skor 25-0? Aku belum pernah lihat skor begitu selama hidupku! Sangat menyedihkan sampai-sampai pelatihnya melarikan diri!” HAHAHA


Jae Woong juga kaget dan penasaran siapa kaptennya. Pelatih berkata senior yang bernama Woo Jin. “Baek Woo Jin?” dan tepat disaat wajah kagetnya itu Soo Bin mengajaknya selfie. Kekekke


Se Ra pergi ke suatu tempat, tapi ia mengurungkan niatnya untuk masuk saat mendengar seseorang mengomel panjang lebar dari dalam ruangan. Orang itu adalah Manager Kim. Ia mengomel karena bawahannya mengijinkan Se Ra pergi untuk main. Padahal jelas itu bisa merusak tubuhnya walaupun pikirannya baik-baik saja. “Cepat hubungi Kang Se ra!” perintahnya. Dan ia semakin marah saat tahu kalau hp Se Ra tidak aktif.



Se Ra hanya bisa menunduk sedih mendengar semua omelan itu dan melampiaskannya dengan karaoke sendirian. Air matanya terus berlinang ditambah dengan lagu yang mengekspresikan kondisinya sekarang. Tak sampai disitu, seorang pria asing datang mengomelinya karena mendengar lagu sedih yang dinyanyikan Se Ra. Saat sadar kalau itu bukan ruangannya, pria itu bergegas pergi tapi kemudian ia mengenali Se Ra dan langsung berteriak histeris kesenangan. Sementara Se Ra semakin tertunduk sedih.



Ia juga memberitahu temannya yang lain kalau di ruangan itu ada Se Ra dan akibatnya semua orang mengerumuni ruangannya sampai Se Ra tak bisa keluar. Setelah menelpon bantuan, pihak Karaoke pun datang membawa Se Ra pergi, tapi fans nya langsung mengejar. Se Ra langsung sembunyi ke toilet seperti perintah orang yang ditelponnya tadi. Saking takutnya, ia sampai tidak sadar kalau salah masuk ke toilet pria.


Lagi-lagi ada saja yang mengenalinya. Namun pria yang satu ini sangat senang sampai ia gugup dan ketawa-ketawa sendiri sebelum memberanikan diri mengetuk pintu toilet tempat Se Ra sembunyi. Dia adalah Baek Woo Jin (Lee Tae Hwan).

“Permisi, Kang Se Ra kan? Kau tahu, pemain legendaris no 2. Dewi Voli Kang Se Ra, aku fansmu. Aku menyukaimu”



Se Ra sebal, ia mendorong keras pintunya. Saat akan bergegas lari langkahnya terhenti karena tali jaketnya tersangkut di pintu. Hahhaha dia pikir si Woo Jin yang narik jadi dia berteriak minta dilepaskan dan saat berbalik menatap Woo Jin, Woo Jin langsung pasang senyum tiga jari. Sontak, Se Ra tercengang menatapnya.

Notes..
Episode pertamanya sangat menarik. Kasihan banget Se Ra, mau main aja susah sampai harus sembunyi-sembunyi kayak gitu. Emm, emang gitu sih ya nasib seorang idola yang banyak fans nya, apalagi sampai seluruh negeri. Wahh…ribet deh!! Btw.. baru kali ini lihat drama Song Jae Rim, karena aku tahunya dia di WGM bareng Kim So Eun.

1 comment: