Sinopsis Thumping Spike Episode 2


~ Episode 2 : Reuni ~



Woo Jin terus saja tersenyum menatap Se Ra dan saat ia hendak melepaskan tali jaket Se Ra yang menyangkut, Se Ra langsung menghajarnya karena ia pikir Woo Jin berniat macam-macam. Pria yang masuk ke ruang karaoke Se Ra tadi pun berteriak panik kalau Se Ra memukuli orang lalu menghubungi polisi.



Akibatnya, Woo Jin dan Se Ra berakhir di kantor polisi. Se Ra menunduk malu sampai pak polisi menegurnya kalau Se Ra tetap begitu masalah takkan terselesaikan. Barulah Se Ra berani mengangkat kepalanya dan ternyata pak polisi itu juga ngefans sama Se Ra. Dia menyarankan agar Se Ra mengelak karena ini hanya penyerangan biasa jadi Se Ra pasti dilepas.


“Kalau kau ada di toilet wanita dan siswa laki-laki masuk, pasti menakutkan” tuduh pak polisi
“Bukan toilet wanita, tapi toilet pria. Apa salah kalau seorang pria ada di toilet pria?” Hhahaah, Se Ra yang tadinya manggut-manggut setuju jadi panik lagi karena memang dialah yang salah.


Tapi pak polisi kembali memihak padanya dan menyuruh Se Ra menyangkal semua tuduhan. Ia kemudian memastikan Se Ra menanggung biaya medis dan juga kesehatan mentalnya. Se Ra mengangguk setuju. Namun Woo Jin tak terima, ia nggak butuh uang. Pak polisi pun membujuknya, jika masalah ini diteruskan maka akan tetap ada dalam catatan riwayat Woo Jin dan itu akan sangat mengganggu saat masih bersekolah seperti ini. Woo Jin luluh dan kemudian mengaku sebagai pemain voli. Dia juga fans Se Ra.. dan masalah pun terselasaikan dengan damai sampai tiba-tiba manager Kim datang dan langsung menonjok wajah Woo Jin.


Pak polisi yang tadinya mencari berkas kaget melihat Woo Jin yang tiba-tiba tiduran di meja. HAHAHA, Ia langsung panik begitu melihat wajah lebam Woo Jin.


Keesokan harinya diadakanlah konferensi pers dewi voli, Kang Se Ra, akibat masalah penyerangan itu. Seorang wartawan yang baru datang langsung meminta penjelasan tentang konferensi ini pada atasannya. Atasannya lalu menjelaskan permasalahan yang sebenarnya dan memberitahu Manager Kim adalah managernya Se Ra. Seorang pria yang bisa menyembunyikan kebenaran atau membuat-buat! Wartawan itu malah kagum karena kedengarannya kekuatan managemen mereka sebanding dengan kekuatan Avengers HAHAHA..



“Hei, kalau kasus penyerangan Se Ra bocor, menurutmu, apa Kim Ki Joon akan diam saja? Gimana kalau dia memberikan berita ekslusifnya ke yang lain dan bukan kita? Kalau sampai kejadian, leher kita akan dipotong dan Koran kita akan bangkrut. Mau dia menyerangnya atau tidak, yang harus kita lakukan hanyalah beritahu semua orang kalau ‘Kang Se Ra akan menjadi pelatih’!”


Wahh, konspirasi nih. Manager Kim sengaja menyeting semuanya dengan alasan Se Ra akan menjadi pelatih serta menunjukkan Woo Jin sebagai bukti. Woo Jin yang tidak tahu apa-apa langsung berbisik kapan Se Ra akan datang ke sekolah mereka? Sambil pasang senyum manis manager Kim berkata bahwa Se Ra sibuk dan detik itu juga tahulah Woo Jin bahwa semua ini hanya settingan agar masalah penyerangan tidak bocor ke publik. Kesal, dia lantas mengangkat tangannya untuk memberitahu para wartawan yang sebenarnya. Tapi, Se Ra dan manager Kim langsung merangkulnya dan cepat-cepat berkata kalau Se Ra akan kesekolah setelah jadwal diatur. Sontak, Woo Jin langsung senang apalagi Se Ra menggandeng tangannya. Dia pun ikut-ikutan melambaikan tangan seperti manager Kim. HAHAHA


Begitu tiba di kantor, Manager Kim merasa ini keputusan yang tepat untuk menjadi pelatih. Woo Jin adalah pemain voli, terlebih dia adalah fans Se Ra dan timnya berada di posisi terakhir, jadi dapatkan kepercayaan untuk melatih mereka. Se Ra sangat terkejut mendengar posisi terakhir apalagi kalah telak dengan skor 25-0. Tapi manager Kim berkata Se Ra bukanlah satu-satunya orang yang berkata begitu.

“Hey, kau sudah dikeluarkan di tim pro. Bukannya kau tahu ini yang akan terjadi setelah kalah telak di pertandingan terakhir? Sampai kapan kau akan terpuruk? Dan kenapa hp mu tidak aktif?”


Dengan wajah sedih ia berkata hp nya rusak dan ia sudah menukarnya pada orang lain. Saat manager Kim menelepon Sekretaris Kim untuk membelikan Se Ra hp baru, Se Ra melihat kakinya yang tampak seperti bekas luka.


Sek. Kim datang menyerahkan hp baru juga barang sponsor yang akan Se Ra gunakan. Semua mata akan tertuju pada Se Ra saat dia melatih, jadi itulah kesempatan yang bagus untuk beriklan. Sek Kim mengingat saat di pertandingan terakhir universitas, Se Ra minum minuman berenergi, dan memintanya untuk setiap kali kalah tenggaklah sambil menunjukkan labelnya dengan jelas. Setelah mengatakan itu semua, Sek Kim menghembuskan nafas berat dengan wajah yang menahan kesal.


Se Ra kembali ke rumahnya sambil mengomeli seseorang yang diteleponnya karena tidak mengangkat. Tak lama hpnya berdering dan ia langsung mengomeli orang itu, tapi ternyata itu adalah ibu nya yang sangat mengkhawatrikan Se Ra. Ibu memberitahu kalau ayah bermimpi aneh tentang Se Ra dan kemudian berpesan agar Se Ra tetap menjaga kesehatan.

Se Ra hanya diam, dalam hatinya dia mengadu kalau kakinya terasa aneh setelah dioperasi, mungkin dia cedera lagi. Itu semua tidak dia katakan pada ibunya dan berpura-pura senang dengan menanyakan cuaca di New York.


“Mereka bilang operasi kedua akan mustahil, kalau aku melakukan operasi, aku tidak bisa main voli. Ibu, apa aku bisa hidup tanpa main voli?”

Se Ra tetap tak mengatakan yang sebenarnya pada ibunya. Air matanya mengalir namun ia tetap berusaha tersenyum.


Esok harinya, Se Ra datang ke sekolah Woo Jin disambut teriakan heboh dari para wartawan. Se Ra turun dari mobil dengan memakai barang sponsor. Tidak lupa Sek Kim mengingatkannya untuk minum minuman yang iklannya dibintangi Se Ra.


Mereka langsung menuju tempat latihan. Manager Kim menyapa seseorang dengan pelatih Song Byung Joo, tapi yang disapa langsung menangis. “Jin Ah itu temanku. Dia siswa baru” jelas teman yang dibelakangnya. HAHAHA, Manager Kim pikir Jin Ah adalah pelatih Song karena wajahnya tua banget buat jadi anak SMA. Sek Kim saja sampai tak percaya. Manager Kim berusaha menahan tawa dengan menyarankan pergi ke bedah plastik saja dan lagi-lagi temannya itu menjelaskan bahwa Jin Ah sudah suntik teratur tapi wajahnya tetap begitu. Wkwkwkwk


Se Ra mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat latihan. Tak heran, penampilannya langsung membuat para siswa terpesona dan senyam-senyum memujinya. Se Ra kesal melihat siswa yang dipojokan malah bersantai main hp dan bukannya latihan. Ia pun memutuskan tidak mau melatih mereka.


Sek Kim dengan tatapan tajamnya mengingatkan atlet yang bernama Yeon Song Yi yang terpuruk karena bersikap sesuka hatinya tapi Se Ra tidak peduli dan meminta manager untuk mengatasi semuanya. Manager Kim tak bisa melakukannya, karena ini masalah besar dan kerugiannya pun pasti akan besar juga. Lalu datanglah pelatih Song dengan seorang pria yang ternyata itu adalah Jae Woong.


Alhasil Se Ra terpaksa menerima untuk menjadi pelatih sementara. Pelatih Song tak kalah senangnya dengan kehadiran Se Ra dan langsung menyuruh Woo Jin, kapten tim, untuk mengambilkan seragam untuknya. Woo Jin dengan senang hati melakukannya dan meminta Se Ra memberitahukan ukurannya nanti, tapi siswa di sebelah Woo Jin langsung menyahut kalau dia tahu ukurannya dan menyebutkan ukuran tubuh Se Ra. Teman yang disampingnya pun langsung membekap mulutnya.. HAHAHA, dasar!



Lalu dengan berapi-api pelatih Song mengenalkan Jae Woong yang sudah pulih total dan resmi kembali lagi setelah istirahat setahun. “Selamat kembali, sunbae!” ucap semuanya serempak. Saat itulah akhirnya Se Ra ingat itu benar Jae Woong yang ia temui di taman bermain. Manager Kim bertanya apa Se Ra mengenalnya, namun Se Ra cepat-cepat menggeleng. Dan tampaknya Jae Woong juga mengenali Se Ra.


“Hey, sampaikan sesuatu” pinta Pelatih Song

“Ada wajah-wajah yang tak asing, dan wajah-wajah baru, dan wajah yang tak ingin ku lihat. Semoga semester kita menyenangkan!” Ucap Jae Woong. Saat dia mengatakan ada wajah yang tak ingin dia lihat, tatapan dinginnya mengarah kepada Woo Jin. Apa Jae Woong kesal karena Wo Jin adalah kapten yang membuat tim voli mereka ada di posisi terakhir??


Dalam perjalanan pulang, Manager Kim membujuk Se Ra melatih anak-anak itu selama seminggu saja. Se Ra langsung setuju, dia tak ingin lama-lama. Baru sampai di rumah, tiba-tiba pelatih Song menelepon mengajaknya minum-minum.


Se Ra menutupi wajahnya dengan syal agar tidak ketahuan. Saat pelatih Song menawarkannya minum, ia menolak dengan sopan karena dia tidak bisa minum. Pelatih Song pun memberitahu kalau tim mereka ikut piala Presiden. Se Ra sangat terkejut mengetahuinya. Pelatih Song lalu menyampaikan keluh kesahnya bahwa pria yang tersisa sudah menyerah. Tidak ada harapan. Tapi ada satu pria yang tidak mau menyerah. Tingginya 180 cm, tinggi yang sangat jarang dalam olahraga ini. Tapi kepakan sayapnya luar biasa. Dan Jae Woong, orang yang dibicarakan pun muncul.


Se Ra langsung kaget, ketika Jae Woong hendak menuangkan minum untuk pelatih Song Se Ra langsung menahannya. Ia mengomeli Jae Woong yang sebagai siswa tidak boleh pergi ke bar.

“Kau berani menyentuh alkohol. Kau siswa! Siswa SMA! Dengan kata lain kau anak kecil”

“Ini bukan bar, tapi restoran daging. Aku… bukan anak kecil! Balas Jae Woong

Pelatih Song menegur sikap kasar Jae Woong. Tak peduli, Jae Wong pun memilih keluar. Se Ra yang tadi bilang tidak bisa minum langsung menenggak alkohol saking kesalnya. “Tentang Jae Woong.. dia 20 tahun. Dia mengambil cuti” Kata Pelatih, tapi itu malah membuat Se Ra makin kesal dan terus minum berdua dengan pelatih sampai keduanya pun teller. HAHAHAHA


Jae Woong lah yang membantu pelatih Song yang sudah tak berdaya itu masuk ke dalam taksi, tapi bukannya cepat masuk pelatih Song kembali mengingatkan Jae Woong akan mimpinya masuk tim pro sambil menangis sedih. Sementara Se Ra berdiri terhuyung-huyung dan berceloteh-celoteh sendiri.


Jae Woong akan memanggilkan taksi untik Se Ra tapi Se Ra ngotot bisa pulang sendiri karena rumahnya sangat dekat. Alhasil Jae Woong mengantarkan Se Ra pulang sambil mengawasi Se Ra yang jalan terhuyung-huyung dari belakang. Ia berceloteh tak karuan, dan begitu sampai di depan rumahnya, Se Ra langsung menjatuhkan diri. Untunglah Jae Woong menangkapnya dan mereka saling bertatapan.


1 comment: