Sinopsis Thumping Spike Episode 3


~ Episode 3: Pertandingan ~



Se Ra bangun keesokan paginya dengan sakit kepala akibat mabuk semalam. Sek Kim lalu menelepon mengingatkannya untuk datang mengajar di SMA Daehan.



Terpaksa Se Ra menurut walaupun sakit kepalanya belum hilang. Selagi para siswa mengerjakan tugas mereka, Se Ra memijat-mijat kepalanya dan teringat dengan kejadian semalam.

Flashback..



Jae Woong tampak sangat kesal dengan ulah Se Ra dan melemparkan heels Se Ra ke tanah, ia juga berteriak pada Se Ra, tapi suaranya seperti auman beruang. Begitu di rumah, Jae Woong juga melilit paksa syal ke leher Se Ra.

Kembali ke masa sekarang..


Seorang murid cowok yang bernama Lee Han Sol memperhatikan tingkah Se Ra yang ngomong-ngomong sendiri. Ia malah merasa Se Ra ini bipolar. Hahaha.Bahkan saking kesalnya dengan Jae Woong Se Ra tak sadar kalau dirinya mengomel mengancam Jae Woong, sampai sorang murid cewek mengatainya berisik. Sontak, Se Ra diam dan langsung minta maaf. Hahaha


Begitu kembali ke ruang guru, ia duduk melampiaskan lelahnya. Seorang guru cowok yang juga mungkin fans Se Ra duduk di sampingnya. Menyadari Se Ra sangat lelah, ia inisiatif untuk membuatkan kopi. Woo Jin datang tak lama kemudian, membawa seragam olahraga untuk Se Ra.


Setelah Woo Jin pergi, guru cowok itu memberikan satu kopinya untuk Se Ra. Niatnya sih mau caper, eh ternyata Se Ra tidak minum kopi. Malu, guru itu pun mengaku dia sangat suka kopi dan langsung menenggaknya. Se Ra menegur kalau kopi itu masih panas, tapi si guru berkata dia suka sekali yang panas-panas. Kekeke, padahal dia sampai gemeteran minumnya, mulutnya pun melepuh.


Tim voli sudah ada di arena bersama Se Ra yang siap melatih. Tapi Se Ra melihat tidak ada kekompakan disana. Woo Jin dan kawan-kawan serius latihan, sedangkan yang lain sibuk dengan ponselnya di pojokan. Bahkan saat Woo Jin meminta latihan tanding 3 lawan 3, tak ada yang mendengarkannya sama sekali. Alhasil, Se Ra pun turun tangan. Ia langsung memarahi Jae Woong yang latihan sendiri untuk bergabung. Apa kata-kata Woo Jin tadi hanya lelucon? Apa karena dia senior maka bisa berbuat seenaknya? Kalau tidak suka, kenapa gak jadi kapten tim saja?


Takut dimarahi juga, yang lain pun datang bergabung. Soo Bin yang merupakan adik kelas Jae Woong merasa tak terima Jae Woong dimarahi. Ia sudah bersiap untuk membalas Se Ra, tapi Jae Woong menahan tangannya.


“Sejak kapan senior yang lebih tua harus jadi kapten tim?” Ujar Jae Woong

“Kita akan tanding 3 lawan 3. Oke, baiklah.. kita lihat seberapa hebatnya dirimu. Tandinglah lawan Woo Jin! Kalau kamu menang, kamu bisa jadi kapten”


Mendengar itu, teman-teman Woo Jin jadi penasaran apa Woo Jin mengadu pada Se Ra kalau dia kesulitan jadi kapten? Woo Jin cepat-cepat menggeleng.


Jae Woong pun menantang Woo Jin. Kalau Woo Jin menang, dia akan menerima semua permintaan konyol Woo Jin selama latihan. Tapi jika dia yang menang “kamu harus pergi” kata Jae Woong menunjuk Se Ra.


Soo Bin langsung lari ke kelas mengabarkan pertarungan Se Ra dan Jae Woong. Seisi kelas pun langsung berlari heboh menuju arena. Karena banyaknya dukungan untuk Jae Woong, Se Ra jadi berpikir lebih baik Jae Woong menang, toh dia tak berniat untuk tinggal lebih dari seminggu.
Jae Woong memilih timnya, Park Hyun Sung dan juga Pyo Jin Ah Dia memilih satu orang untuk tim Woo Jin yaitu Lee Han Sol. Tak disangka Woo Jin memilih Se Ra sebagai timnya satu lagi. Jae Woong hanya tersenyum meremehkan.


Sementara itu di ruangan kepala sekolah, kepala sekolah tengah berbincang dengan Presiden Lee, ayah Woo Jin. Ia dengar kepala sekolah menghentikan tim sepak bola dan basket juga, kenapa tidak sekalian dengan tim voli? Kepala sekolah mengaku tidak bisa melakukannya, karena Woo Jin bergabung di tim voli apalagi dia kaptennya. Presiden Lee berkata dia mengijinkan Woo Jin ikut untuk selingan Woo Ji diantara belajarnya. Tapi sekarang, prioritasnya menurun. Woo Jin baru belajar setelah main voli. Apa begitu yang seharusnya siswa lakukan? Dia harusnya belajar. Belajar! Akhirnya kepala sekolah pun setuju untuk menghentikan tim voli. Wah,, ayahnya Woo Ji ini sebenarnya apa ya. Seenaknya aja minta menghentikan ekskul di sekolah gara-gara prestasi anaknya menurun.


Suasana di arena semakin heboh dengan teriakan siswa “Hwang Jae Woong. Hwang Jae Wong”. Jae Woong melempar bola pertamanya dan lawan tak bisa mengembalikan. Poin terus dipegang tim Jae Woong dan akhirnya mereka memenangkan babak pertama dengan skor 25-13.


Se Ra melihat tekad kuat Woo Jin untuk menang. Tapi Woo Jin berkata kalau mereka kalah maka Se Ra akan pergi. “Jadi harga dirimu, pelatih, dalam bahaya juga” tambah Woo Jin. Se Ra akan mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi, ia hanya berkata dalam hati bahwa dia tak punya harga diri. Dia hanya ingin kalah agar dia bisa menyerah.


Kedua tim sudah mulai bersiap lagi. Woo Jin kali ini memperingatkan Se Ra bahwa mereka tidak boleh kalah. Se Ra lalu teringat saat dia menjadi atlet dimana akhirnya tim mereka kalah karena dia tidak bisa memblok bola akibat kakinya keseleo.


“Sejak kapan aku sangat lemah begini? Waktu saat aku berdiri di arena memberiku banyak sekali kekuatan. Tak ada yang bisa kita lakukan kalau kalah karena cedera. Tapi kita takkan kalah dengan sengaja”


Semangat Se Ra muncul kembali. Saat bola datang ia segera membloknya hingga lawan tak bisa mengembalikan. Jae Woong tampak mulai kesal, Jin Ah dan Hyun Sung juga protes karena Se Ra terus membimbing Woo Jin dan Han Sol selama pertandingan.


Di sesi kedua, tim Woo Jin berhasil menang. Tinggal sesi terakhir sebagai penentuan. Se Ra meringis sakit saat kakinya keseleo, namun ia terus bermain sampai akhirnya mereka mampu memenangkan pertarungan ini. Para siswa yang tadinya mendukung Jae Woong malah berteriak senang mendukung tim Woo Jin-Se Ra.

“Pelatih. Kita menang. Kita menang!!” teriak Woo Jin dan Han Sol. Dan tepat disaat itu kepala sekolah masuk ke arena dan terkaget-kaget dengan ulah siswanya. HAHAHAH


Kepala sekolah langsung marah dan menyuruh mereka kembali ke kelas dan juga mengomeli Soo Bin yang pasti dalang dari ini semua. Ia memandang kesal kearah Se Ra sebelum akhirnya keluar.


Woo Jin malah tertawa, mereka berdua memuji kepakan Se Ra. Daebakk. Mereka pun berpelukan merayakan kemenangan. Hyun Sung dan Jin Ah yang kalah juga ikut-ikutan berpelukan sampai keduanya ditarik oleh yang lain. HAHAHAH


Dengan tatapan dinginnya, Jae Woong menghampiri mereka dan tiba-tiba ia berlutut di hadapan Se Ra.

2 comments: