Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 7 - 1

Maaf ya, postingnya lamaaa banget.. tugas kuliah menumpuk jd harus fokus dulu dan diusahain buat posting episode selanjutnya, yah walaupun udh ktinggalan 3 episode nih. Maaf.. episode 7 nya dikit dulu ya..


Kanata syok dan terdiam bingung begitu mengetahui dirinya bukanlah saudara kandung keluarga Shibasaki. Terlebih ia menyadari bahwa Chiaki sudah tahu hal ini sebelumnya. Touma pun memberitahu kalau ada seseorang yang ingin bicara dengan Kanata, dan masuklah Manami yang merupakan adik kandungnya yang sebenarnya. Belum habis rasa syoknya, Kanata harus menerima realita bahwa dia memiliki seorang adik perempuan dan sekarang ibu kandungnya memiliki penyakit darah yang serius. Ibunya harus segera menerima transfusi darah, tapi dia memiliki golongan darah yang sangat langka, sehingga dia tidak bisa diobati.



“Aku baru saja dapat telepon dari rumah sakit. Mereka bilang kondisi ibuku memburuk. Tidak ada waktu lagi. Kau satu-satunya orang yang bisa menolongnya. Tolong. Tolong selamatkan ibuku.” Ucap Manami memohon.


Bingung dengan semua ini,Kanata langsung pergi diikuti Sakurai yang sangat khawatir padanya. Akhirnya Sakurai menemukan Kanata yang lagi merenung di pinggir jalan.


Sementara itu di rumah, Touma membela Manami bahwa ini bukan salahnya. Toh suatu hari nanti Kanata pasti akan tahu semuanya.

“Tapi kau tidak seharusnya tiba-tiba mengatakan sesuatu seperti itu padanya. Pikirkan sedikit bagaimana perasaan Kanata.” sesal Chiaki

“Aku mengatakannya karena nii-chan tidak akan mengatakannya. Apa-apaan semua ini? setelah selama ini, kita bukan saudara yang sebenarnya. Tidak satupun masuk akal bagikuu!” Teriak Touma

“Mungkin kau bermaksud merahasiakan dan menutupinya, tapi kalau kau tanya aku.. itu Cuma kepuasan dirimu sendiri” Setelah mengatakan itu Touma pun pergi.


Sakurai berdiri lama di belakang Kanata sebelum akhirnya dia memberanikan diri untuk bicara. Tapi sayang, Kanata masih belum mau bicara dengan siapaun dan memilih pergi. Sampai malam hari, dia belum juga pulang. Sakurai mencoba meghubunginya dan tak diangkat. Sakurai beralih bertanya pada Touma yang asyik main game, apa dia tak khawatir dengan Kanata? Dengan dinginnya Touma menjawab bahwa mengkhawatirkannya takkan mengubah apapun. Sakurai berpikir semua orang pasti ketakutan jika mereka tiba-tiba mendengar sesuatu seperti tadi, dan bukankah mereka harus melakukan sesuatu untuknya? Kesal, Touma langsung membanting stick gamenya dan berkata apa Sakurai menganggap itu adalah salahnya? Dia tahu pasti Sakurai juga memihak Kanata. Tak ada satupun yang berpihak padanya.

“Kapanpun Nii-chan membuka mulutnya, semua selalu tentang Kanata. Ayah juga sama. Yah, aku rasa dia (Ayah) mau bagaimana lagi mengingat bahwa anak kandungnya seseorang yang sepertiku.”

“Touma..”

“Aku berharap kalau aku yang diadopsi"


Touma pun memutuskan untuk pergi juga. Sakurai mencoba menahannya dan tepat saat itu Kanata pulang. Kanata dan Touma saling menatap dalam diam, tanpa sepatah kata keluar dari mulut Touma dia langsung pergi begitu saja melewati Kanata.


Di restoran, Chiaki melihat kembali surat perjanjian pengalihan bisnis dan akhirnya ia merobeknya. Semuanya larut dengan pikiran mereka masing-masing.


Keesokan paginya, Sakurai mengetuk pintu kamar Kanata untuk membangunkannya, tapi ternyata Kanata tidak ada didalam, dia menghilang. Begitu juga Touma yang pergi entah kemana. Di kedainya, Nobuyuki, Kaede, dan Mikako juga prihatin dengan masalah yang terjadi.Nobuyuki lalu menanyakan keadaan Chiaki pada Kaede. Kaede menjawab ia tidak tahu pasti karena hanya bicara lewat telepon padanya. Tapi dari dari suaranya dia terlihat murung. “Dia telah memikul beban ini sendirian selama ini. Beri dia kekuatan, Kaede-chan.” Nasihat Nobuyuki.


Sakurai sibuk mengurus restoran yang untuk sementara ditutup. Semua pesanan juga dibatalkan. Chiaki berterima kasih dan juga minta maaf padanya. Dia mengaku mungkin dirinya sudah salah. Mungkin seharusnya dia memberitahu Kanata yang sebenarnya daripada menyembunyikannya.
“Aku berumur 5 tahun saat dia pertama kali datang ke rumah kami. Ayaku bilang padaku ‘mulai sekarang, anak ini adikmu’. Aku selalu menginginkan seorang adik, jadi aku sangat senang. Saat itulah aku memutuskan.. kalau aku akan melindunginya. Sejak saat itu, Ayah, Ibu, dan aku tidak pernah berpikir kalau Kanata itu anak adopsi, tidak sekalipun. Kenyataannya, kami lupa. Aku tahu kalau aku harus memberitahunya suatu hari nanti, tapi.. aku tidak mau melihatnya terluka. Jadi, aku tidak bisa memberitahunya, apapun yang terjadi. Tapi justru itu yang akhirnya melukai Kanata. Aku gagal sebagai seorang kakak.” Ucap Chiaki berusaha menahan tangisnya.Tanpa mereka berdua sadari, diluar Kaede mendengar curhatan Chiaki itu.


Setelah pulang dari restoran, di kamarnya, Sakurai melihat keluar kearah kamar Kanata. Ia teringat saat festival kembang api dimana Kanata tiba-tiba menarik memeluknya dan berjanji untuk selalu berada disisinya. Bingung dimana Kanata, Sakurai mencoba meneleponnya tapi Kanata sengaja meninggalkan ponselnya di kamar dan tak sengaja Sakurai melihat berkas-berkas yang berisi daftar keluarga di tong sampah. Ia segera memberitahu hal ini pada Chiaki. Chiaki berpikir kalau Kanata mungkin pergi menemui Nagisa, ibunya. Manami memberikan alamat tempat ibunya di rawat pada Chiaki, jadi Chiaki menyimpulkan bahwa saat ini Kanata sedang di rumah sakit dimana ibunya di rawat.


Ia lalu memberitahu bahwa dulu ibu Kanata bekerja di Sea Sons. Dia meninggalkan Kanata dalam asuhan ayahnya dan tiba-tiba menghilang. Ayahnya pernah sekali mengirim surat untuk mengabarkan keadaan Kanata, tapi ibu Kanata membalas.. “Aku merahasiakan keberadaan Kanata dari keluargaku yang sekarang, jadi aku tidak ingin kau menghubungiku lagi”. Kanata diperlakukan seperti dia tak pernah ada.



Sakurai tak menyangka mendengar cerita Chiaki, ia pun memutuskan untuk pergi menemui Kanata. Ia yakin Kanata pasti akan marah kalau dia tahu rahasia yang baru saja Chiaki katakan padanya. Dia takut jika saat itu datang, Kanata merasa sendirian dan kesepian, “Aku benar-benar mengkhawatirkan Kanata. Aku ingin melakukan sesuatu untuknya… apapun! Karena itulah aku pergi.” Ucap Sakurai. Namun tiba-tiba Chiaki menarik tangannya, “Aku juga akan pergi”

9 comments:

  1. makasih udah mau d lanjut

    ReplyDelete
  2. Akhirnya lanjut juga , makasih Mba.
    Ttp semanget buat lanjutin sinopsisnya ya :-)

    ReplyDelete
  3. WKtu liat sdh ada lanjutanx Mata lgsg berbinar - binar 😍. Meski sedikit tetap trima kasih sdh berusaha di tengah tumpukan tugas kuliahx. Lanjut y..tugas kuliahx tetap harus nomer 1. Semangat..✊✊👍

    ReplyDelete
  4. Tak kirain gk lnjut mksh dah dlnjutin..
    Fighting....

    ReplyDelete
  5. Akhirnya rilis juga lanjutannya,... Semangat terus untuk nulis sinopsis & tugas kuliahnya ya mbak,...

    ReplyDelete
  6. Akhirnya dilanjut juga,makasih udah mau lanjutin ni sinopsis,selalu ditunggu lanjutannya.....

    ReplyDelete
  7. Masih di lanjutin ga ya....??? #khawatir �� soalnya nanggung bgt

    ReplyDelete
  8. Mbaaaaaa lanjutin sinop nyawa, semangat!!!!!!

    ReplyDelete
  9. Mba,terusin ceritanya yaaa kami selalu menanti kelanjutan cerita nya, karena dorama sedikit banget yang mau bagi cerita lewat sinop. Fighting mba!!!!!!!

    ReplyDelete