Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 7 - 2


Bersama-sama, Chiaki dan Sakurai pergi mencari Kanata, namun selama perjalanan Chiaki terus memperhatikan Sakurai yang terlihat sangat khawatir. Belum sampai di rumah sakit, tiba-tiba Chiaki mendapat telepon dari Kaede yang mengabarkan keberadaan Touma sekarang. Sakurai pun meminta Chiaki pergi menemui Touma, karena Touma pasti juga menunggu Chiaki. Dengan berat hati, Chiaki membiarkan Sakurai pergi mencari Kanata seorang diri.



Di depan sebuah stasiun, Kanata tampak mencoba menghubungi seseorang tapi niatnya itu diurungkannya dan memilih pergi tanpa arah. Sementara itu di sebuah restoran Kaede sudah menunggu dan tak lama kemudian Chiaki datang dengan tergesa-gesa. Di gedung seberang restoran itulah ternyata tempat Touma tinggal. Kaede mencoba bertanya pada orang yang dikenalnya, dan seseorang melihat Touma disana. Chiaki tampak lega dan berterima kasih pada Kaede, tapi Kaede menggeleng. Dia berharap kalau Chiaki sedikit bergantung padanya. Dia ingin menjadi sumber dukungan yang terbesar bagi Chiaki. Dan tepat saat itu, Touma muncul. Chiaki langsung pamit pergi untuk menghampiri Touma.


Kanata terus berjalan, hingga sampailah ia di sebuah rumah sakit dimana ibunya dirawat. Perlahan Kanata memasuki kamar 413 dan mendapati seorang wanita terbaring lemah dibalik tirai, ya ibunya. Ibunya menoleh dan bertanya siapa Kanata, Kanata terdiam tak tahu harus menjawab apa sampai akhirnya Manami muncul.

“Apa kau temannya Manami?”

 “Ya, aku temannya Manami-san” jawab Kanata membuat Manami sedikit terkejut.

Ny. Nagisa malah berpikir kalau Kanata adalah pacar Manami dan bersyukur Manami punya pacar yang baik juga tampan. Belum sempat tahu nama Kanata, dokter datang untuk pemeriksaan.


Di gedung yang tak terpakai itu, Chiaki muncul tanpa sepengatahuan Touma. Dia langsung mengambil rokok dari tangan Touma dan mematikannya. Chiaki menasihatinya kalau merajuk seperti ini takkan mengubah apapun. Namun, Touma membantah itu karena dia tak mau diomeli, makanya dia kabur. Ia balik mengungkit-ungkit masalah persaudaraan mereka. Dia merasa selama ini tak dianggap. Ayah selalu memuji Kanata, yang berarti dia sama sekali tidak lebih baik dari anak orang lain.

“Sejak kami kecil, aku selalu dibandingkan dengannya. Kanata hebat dan aku kegagalan. Hidupku akan jauh berbeda jika Kanata tidak pernah bergabung dengan keluarga kita. Ayah akan mengajariku tentang memasak lebih banyak…”


Chiaki terdiam dengan mata-mata berkaca, sementara itu Sakurai terus mencari alamat rumah Manami. Dengan susah payah ia hampir tiba dan tak sengaja bertemu Manami disana.
Chiaki terus mendengarkan semua isi hati Touma yang selama ini tidak dia ketahui, namun tiba-tiba dia berkata bahwa Touma tidak mengerti sama sekali dan langsung menarik adiknya itu pergi.

Sementara itu, Sakurai sudah berada di rumah Manami. Sakurai bertanya soal Kanata, membuat Manami teringat saat dirinya tadi meminta maaf pada Kanata.

 Flashback, 


Manami meminta maaf atas ibunya yang mengira Kanata adalah pacarnya. Ia mengaku salah, karena dialah yang memutuskan untuk mencari Kanata. Kanata hanya diam memandang lurus ke depan sampai Manami mendekat kearahnya.

“Aku juga baru tahu kalau aku punya seseorang kakak musim panas ini. Saat aku membersihkan kamar ibuku, aku menemukan surat dari Haruto Shibasaki. Aku rasa apa yang sudah dilakukan ibuku itu tidak termaafkan. Kenyataannya setelah sekian lama, bahwa itulah yang akan menyelamatkan hidupnya. Pasti terdengar sangat mudah bagimu, aku tahu itu. Aku tahu, tapi… dia satu-satunya ibu yang aku punya. Jadi tolong.. tolong selamatkan ibuku.”


Tanpa berkata-apa Kanata pergi, tapi ia memutuskan untuk menolong ibu Manami yang juga ibu kandungnya. Setelah selesai transfusi darah, Kanata berdiri cukup lama di ruang rawat ibunya, smapai akhirnya dia pergi meninggalkan mereka. Flashback end..


Manami bercerita bahwa Kanata tidak ingin ibu tahu tentang dia. Kanata lalu menghilang begitu saja tanpa sepatah katapun. Setelah pergi dari rumah Manami, Sakurai merenung seorang diri dan dilain tempat Kanata juga melakukan hal yang sama. Akhirnya Ny. Nagisa pun sadar. Manami tersenyum penuh syukur sambil terus menggenggam erat tangan ibunya.


Chiaki membawa paksa Touma ke restoran. Dengan nafas terengah-engah dia meminta Touma memperhatikan seluruh isi restoran. Tidakkah aneh Cuma ada satu chef yang memasak untuk kursi sebanyak ini?

“Tidak peduli seberapa sibuknya dia, Kanata selalu menjalankan dapur sendirian. Kau tahu kenapa?"

“Mungkin dia pikir dia bisa melakukannya sendiri?” balas Touma sinis.

“Kanata selama ini menunggumu. Saat ayah meninggal dan Kanata menjadi chef, aku sebenarnya mencoba mempekerjakan seorang sous chef. Tapi Kanata menolaknya. Dia bilang padaku, dia ingin menjaga tempat itu untukmu!”


Touma syok, ia tak percaya dan menganggap itu hanya candaan. Ia berpikir selama ini Ayah hanya senang saat mengajari Kanata memasak. Tak pernah ada ruang untuknya. Melihat itu sepanjang waktu membuatnya sadar, bahwa yang diingankan ayah untuk menggantikannya adalah Kanata, bukan dirinya. “Itu sangat sulit bagiku. Jadi apa maksudnya Kanata menungguku? Lelucon macam apa ini?” Chiaki langsung mengambil buku resep peninggalan ayah mereka dan memaksa Touma untuk melihatnya.


Di tepi pelabuhan tempat Kanata tidur, Sakurai muncul dan menyentuh pelan pipinya. Kanata kaget dan langsung bangkit begitu melihat Sakurai sudah ada di hadapannya.

“Kenapa kau disini?”

“Jangan tanya kenapa? Meninggalkan ponselmu lalu menghilang benar-benar sulit dipercaya” omel Skaurai sambil meletakkan ponsel di kepala Kanata. Sakurai menyampaikan rasa khawatirnya dan bilang kalau dia sudah tahu semuanya dari Manami. Manami sangat senang atas bantuan Kanata,


Sakurai juga memuji Kanata hebat, dan memberikan es krim sebagai hadiah. Kanata tiba-tiba berkata bahwa semuanya terasa tidak nyata, walaupun dia sudah melihat wajah orang yang melahirkannya dan sudah mendengar bahwa dia hanya anak adopsi. Dia seperti dibodohi.

“Mereka benar-benar hebat. Ayah, ibu, dan kakak juga. Biasanya kalau kau diadopsi, pada akhirnya kau akan menyadarinya. Tapi mereka semua.. terlalu baik dalam berbohong.”

“Ya. Tapi.. itu adalah kebohongan yang paling menyentuh di seluruh dunia.”

“Ya. Tapi mengetahui kebenarannya setelah sekian lama, berarti aku tidak bisa berterima kasih pada ayahku untuk apa yang telah dilakukannya untukku. Aku juga tidak bisa mengabulkan keinginan terkahirnya. Aku berjanji kepada ayah…”


Di restoran, Touma terkejut mendengar kata janji dari Chiaki. Chiaki memberitahu bahwa sebenarnya ayah sangat menantikan mengajari Touma memasak. Tapi ayah menolak keinginannya itu sampai Touma sendiri mempunyai tekad untuk menjadi chef. Tapi sebelum hari itu datang, ayah pingsan.

“Karena itulah ayah meminta Kanata.. untuk mengajarimu menggantikannya.”


Ya, itulah janji Kanata pada ayah, dia sendiri yang akan mengajari Touma memasak. Sakurai diam mendengarkan cerita Kanata. Ia sadar kalau inilah masalahnya. Kanata berpikir ia gagal sebagai seorang kakak, dan Chiaki juga mengatakan hal yang sama. Padahal mereka berdua adalah kakak yang baik, yang selalu melindungi adiknya dengan cara apapun.


Kembali ke restoran, Chiaki menyerahkan buku resep itu pada Touma. Ia meminta Touma membaca semuanya lalu memikirkannya dalam-dalam. Setelah itu Chiaki pun pergi. Perlahan Touma mulai membuka lembar demi lembar sampai ia menemukan pesan ayah “Demi-glace ini adalah segalanya bagi Sea Sons. Aku ingin kalian bertiga melindunginya dengan sekuat tenaga”.

Terngiang kembali Chiaki yang berkata bahwa Kanata selama ini menunggunya, Kanata yang waktu itu mengingatkan janji mereka bersama untuk melindungi Sea Sons. Air mata jatuh begitu Touma melihat buku catatan yang sudah disiapkan Kanata untuknya berlatih memasak. Dibacanya semua catatan-catatan itu dengan berlinang air mata. Kini dia sadar, kedua kakaknya selalu memperhatikannya, mendukungnya, menginginkan yang terbaik untuknya, bukan untuk membandingkannya. Touma menyesalinya kata-kata kasarnya, air matanya terus mengalir dan jatuh di pesan terakhir Kanata “Berjuanglah, Touma”.

Bersambung ke part 3...

15 comments:

  1. Akhir ny d lanjut juga sinopsis ny,,,.
    Ayo semangat d lanjut,,, SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT

    ReplyDelete
  2. Akhirnya muncul juga lanjutannya..
    Semangat ya..😊

    ReplyDelete
  3. Akhirnya muncul juga lanjutannya..
    Semangat ya..😊

    ReplyDelete
  4. Ayo mbak semangat.. sy nunggu terus lanjutannya..

    ReplyDelete
  5. Sperti menemukan sesuatu yang sudah lama hilang...makasih ya udah dilanjutkan...Semangat....smangat

    ReplyDelete
  6. Terimakasih udah dilanjudkan sinopsisnya ☺☺☺

    ReplyDelete
  7. Lama banget kak,tapi syukurlah tetep dilanjut,makasih sinopsisnya.....

    ReplyDelete
  8. Sukaaaaa sinopsisnya. Semangat ya kak!!!...

    ReplyDelete
  9. Lanjutannya adakah?
    Arigato
    Fighting
    Terusin ya
    😙😙😙

    ReplyDelete
  10. Ditunggu ya ka lanjutannya... :D

    ReplyDelete