Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 7 - 3


Touma menangis dan menyesali semua kata-kata kasarnya saat melihat pesan di buku resep yang ditulis Kanata untuknya “Berjuanglah TOUMA”. Sementara itu Sakurai masih terus menyemangati Kanata bahwa semua akan baik2 saja dan Touma juga akan baik-baik saja. Tiba-tiba Sakurai berteriak girang karena melihat tulisan hadiah di stick es krimnya, tapi ia langsung berhenti karena mendapat tatapan tajam dari Kanata. Hihihi



Kesal karena Kanata bukannya ikut senang, Sakurai lalu mengajaknya ke suatu tempat. Lama Kanata memandang Sakurai yang sudah beranjak duluan hingga akhirnya ia mengikuti Sakurai ke sebuah tempat penyewaan sepeda. Setelah dibujuk Kanata akhirnya mau bersepeda tanpa tahu tujuannya akan kemana sementara Sakurai terus tersenyum senang selama perjalanan.


Wow pemandangnya supeerrr… mereka singgah ke kuil, ke pohon keberuntungan, mencicipi makanan jelly, dan melihat pemandangan seluruh jembatan dari ujung jalan. Sakurai yang iseng lalu selfie dan pura-pura memanggil Kanata hingga Kanata berbalik dan cekreekk… mereka selfie bersama walaupun Kanata harus diisengin dulu. Tak lupa ia langsung mempostingnya di IG.


Spot terakhir yang mereka datangi adalah pantai dengan pemandangan sunset yang tak kalah indahnya. Sakurai sengaja melakukan ini semua agar Kanata merasa lebih baik dan ternyata sukses karena Kanata benar-benar terpukau dengan keindahan di depan matanya sekarang.


“Hei... Kenapa kau datang?” tanya Kanata tiba-tiba

“Karena aku ingin berada di sisimu” jawab Sakurai sedikit gugup, namun saat Kanata menatapnya ia langsung berkata bahwa itu karena Kanata meninggalkan Hpnya dan juga bolos kerja. Dia harus protes kan? lalu Sakurai memberikan kunci Sea Son dengan gantungan kunci Tokyo tower pada Kanata. Tampak jelas kalau Kanata sedikit tersenyum walaupun ia langsung cemberut lagi, hihihih. Kanata pun bersedia pulang dan kali ini ia benar-benar tersenyum pada Sakurai dan Sakurai membalas senyumnya malu-malu sambil menikmati indahnya sunset bersama.


Setelah sampai di rumah, Chiaki yang sedang mengerjakan sesuatu langsung berkata pada Kanata kalau ia akan memotong gaji Kanata hari ini karena bolos kerja. Chiaki mengatakan itu seperti tidak pernah ada yang terjadi pada mereka dan Kanata langsung mengiyakannya plus sedikit tersenyum sih. Namun sedetik kemudian, Chiaki berdiri dan memanggil Kanata, “Kanata.. Selamat datang”, “Ya.. Aku pulang, Aniki (kak)” balas Kanata. Chiaki dan Sakurai sama-sama tersenyum melihat keadaan sudah kembali seperti semula.


Kanata pergi ke restoran, menyiapkan semua bahan-bahan untuk besok. Tak lama pintu terbuka, Touma lah yang datang. Tanpa berkata apa-apa ia langsung menghampiri Kanata dan membungkuk di hadapannya. “Ajari aku. Ajari aku memasak! Kumohon!” Ucapnya tulus.


Kanata diam saja, hingga Touma berdiri tegak kembali dan tampak sedikit kecewa, tapi ia kaget begitu Kanata menyuruhnya mengambil mentega karena itu tandanya ia diterima. Touma tersenyum dan menguatkan tekadnya. Ia membantu dan menuruti semua perintah Kanata. Tanpa mereka sadari, Chiaki dan Sakurai mengintip dari pintu. Keduanya senang melihat Kanata dan Touma akur kembali bahkan sudah mulai bercanda. Huh terharu bgt lhat scene ini. Karena persaudaraan diantara laki-laki itu beda sama perempuan. Kalau punnya saudara sesama perempuan bisa saling bertukar segala hal dan kalau marah bisa cepet baikan lagi. Tapi kalau laki-laki jarang tuh yang kayak gitu, iya gak sih?


Chiaki dan Sakurai pun pergi karena tak ingin mengganggu mereka berdua. Chiaki berterima kasih pada Sakurai karena sudah berhasil mengatasi Kanata hari ini. Sakurai menggeleng, ia merasa ini semua bukan karena dirinya tapi karena Chiaki. Chiaki bingung, kok dia? Sakurai lalu cerita bahwa saat Kanata menemui ibunya dirumah sakit, Kanata sama sekali tak mengatakan siapa dirinya. Kanata pikir itu tidak perlu karena dia menganggap Chiaki dan Touma adalah keluarganya.


“Aku yakin itu, karena kau selalau menganggapnya sebagai adik kandungmu.. karena itulah dia berpikir seperti itu. Karena itulah kau tidak gagal sebagai kakak. Aku pikir kau adalah kakak terbaik yang Kanata punya.” Air mata Chiaki menetes mendengar itu semua.


Sementara itu di restoran, Touma kecapekan karena dilatih habis-habisan. Tapi setelah itu ia senang karena mereka bisa santai bersama dan iseng menggoda Kanata yang dijemput Sakurai hahah.

Sakurai yang juga kecapekan seharian menghibur Kanata tertidur di ruang tamu. Chiaki mencoba membangunkannya, tapi saking ngantuknya Sakurai tak sadar hingga Chiaki menggendongnya ke kamar. Chiaki tersenyum mengucapakan selamat malam, namun saat hendak keluar langkahnya terhenti melihat boneka penguin yang dulu diberikannya pada Sakurai.



Sakurai bergerak dalam tidurnya sampai menghadap kearah Chiaki. Chiaki awalnya tertawa melihat wajah Sakurai, tapi sesaat kemudian matanya berkaca-kaca dan berubah sendu. Apa yang terjadi dengan Chiaki ya? Apa dia sadar kalau dirinya tak lagi mencintai Kaede dan malah mencintai Sakurai?

No comments:

Post a Comment