May 31, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 6

May 31, 2017 0 Comments

Begitu Boss mengantarkan Belle ke kamar, S langsung membuka mata dan menuju kamar Belle. Ia panik mengetahui Boss ada di dalam dan mengunci kamar. S berteriak memanggil Belle sampai Pang dan Aom terbangun. Pang juga takut terjadi apa-apa dengan Belle. Untunglah mereka punya kunci cadangan dan cepat-cepat membuka pintunya.

May 29, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 5

May 29, 2017 0 Comments


Setelah kembali dari liburan singkatnya, S mengajari Toy main badminton. Meskipun S sudah baikan dengan Belle tapi ia khawatir karena sebentar lagi Belle ulangtahun dan ia tidak tahu harus buat surprise apa. Saking bingungnya saat Toy men-serve langsung dipukul kuat-kuat oleh S sampai shuttlecooknya kejauhan dan terpaksalah Toy bolak-balik mengambilnya. S lalu bertanya masalah Toy dan ia menyarankan agar Toy mengajak Mayrin untuk bermain dengannya. Toy tidak yakin karena dia belum bisa main apalagi S yang malah memukul shuttlecooknya kuat-kuat, dia kan masih pemula. Disaat mereka bertengkar itu, mereka tidak sadar kalau Mayrin datang dan mengambil shuttlecook-nya.

May 26, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 4

May 26, 2017 0 Comments

PATAH HATI. Itulah yang dirasakan S saat ini. Awalnya ia tak mau mengangkat telpon Toy, namun ia akhirnya bercerita bahwa ini pertama kali ia merasakan pedihnya sakit hati. Tahun lalu, dia menolak Belle. Sekerang Belle menolaknya. Dia rasa ini impas. Dia tak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, mungkin tak ada kata “selanjutnya”. Setelah mematikan telpon, S pun menangis.

May 17, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 3 part 2

May 17, 2017 0 Comments

Toy belum pulang, dia menunggu Mayrin di tempat latihan badminton untuk menemaninya pulang sebagai balasan karena mau membantu S. Mayrin jadi penasaran kenapa dia ngotot banget mau bantuin S. Toy beralasan karena dia sayang sama S, dia mau S mendapatkan apa yang diinginkannya. Dari gelagatnya saja Mayrin tahu kalau sebenarnya Toy ingin mendekatinya Dengan menjadikan S alasan.

May 16, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 3 part 1

May 16, 2017 0 Comments

Belle belum sempat menjawab apakah ia menerima S atau tidak karena Orn tiba-tiba muncul dan memanggilnya. Seperti biasa S selalu memberitahu Toy apa yang terjadi. Toy merasa waktunya tidak tepat dan menyuruh S mencobanya lagi besok. S khawatir apakah ini tidak kecepatan, namun Toy berpendapat S hanya butuh jawaban, jadi temukan moment yang tepat besok.

May 14, 2017

[Review] Philippine Movie: Barcelona A Love Untold

May 14, 2017 0 Comments

Semenjak salah satu tv swasta menayangkan drama Filipina Pangako Sa’yo, aku jadi suka banget serial Filipina, apalagi kalau bukan karena “Kathniel” julukan untuk pasangan Kathryn Bernardo dan Daniel Padilla. Serial mereka yang telah selesai tayang “Got to Believe” lebih membuatku tertarik sampai ceritanya tamat pun aku gak bisa move on. Berasa ada yang hilang tiap malam hingga kuputuskan untuk menanti drama terbaru mereka Barcelona yang kerap kali muncul di iklan. Aku gak tahu kalau itu bukan drama melainkan film. Saking penasarannya aku langsung cari di internet untuk nonton trailer2 nya, karena berharap di tv bakal main hahaha. Tapi ternyata gak main, entah aku yang gak tahu jadwal tayangnya atau memang belum main. Entahlah.. Dan aku coba cari di internet full movienya, meskipun agak susah. And finally I got it. Apakah kalian juga menantikan Barcelona, atau hanya aku? hehehe

May 13, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 2 part 2

May 13, 2017 0 Comments

Setelah kejadian itu, Toy langsung menghubungi S yang lagi nungguin Belle pulang kampus. S ikut senang karena sekarang Mayrin sudah kenal dengan Toy, tapi Toy kecewa karena dia sendiri yang mengacaukan rencananya. Dia sudah membuat Mayrin sangat marah. Tak ada yang bisa dia lakukan lagi. Dia berawal dari nol hingga sekarang jadi negative 100. S menenangkannya, mungkin saja Mayrin tak semarah itu dan menyuruh Toy minta maaf padanya besok. Tapi Toy takut Mayrin tak mau bicara padanya.

May 9, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 2 part 1

May 09, 2017 0 Comments


S mendekat dan akan mencium Belle, tapi tiba-tiba bel berbunyi mengagetkan mereka. S membukakan pintu yang ternyata adalah teman kampus Belle (belum tahu namanya siapa). Ia kaget karena yang bukain S dan tanya ini tempat tinggal Belle kan? S mengiyakan. Tak ingin mengganggu, S pamit pulang dan mengingatkan Belle agar minta Aom dan Pang beliin perban nanti. Teman Belle yang akhirnya mengantar S sampai depan dan memberitahu namanya, Orn.


Di taman sekolah, S memperkanalkan Toy pada Taewin, teman SMP nya dulu. Toy merasa tidak asing dengan Taewin, namun Taewin langsung mengucap salam dengan sopan padanya. S pun membisiki Toy kalau ketika ngomong sama Taewin, harus bicara dengan sopan. Gak boleh ada umpatan, gunakan kalimat yang sopan HAHAHAH.

Taewin lalu mengajaknya bermain game “GO” tapi harus download app nya dulu. Toy iya iya saja, Taewin juga berkata biar dia saja yang downloadkan kalau tidak ngerti LOL. S langsung berbisik kalau itu adalah game berbahasa Jepang.



Tak lama Pon datang bergabung. Ia senang bisa bertemu lagi karena sudah lama tak melihat mereka. Rupanya dia sempat tak bersekolah sampai ayahnya marah dan memaksanya kembali. Seperti Pang dan Aom, Pon juga penasaran akan kisah cinta S dan Belle, diapun bertanya gimana ceritanya. Gimana? Apakah ada kelanjutannya? Ada dong Hhahaha.

“Aku pedekate sama dia?”

“Pedekate? Kamu udah pedekate?”

“Benar sekali.. Lelaki harus dewasa”

Pon kagum mendengarnya dan kemudian bertanya apakah sukses? Ummm… Belum, jawab S. Pon heran kenapa bisa belum? Padahal kan mereka saling menyukai. Itulah yang S tidak diketahui, sekarang Belle berubah jadi pendiam, gak kayak dulu lagi.

“Mungkin dia tidak mau sama kamu lagi?” Celetuk Pon




Topik lalu berganti ke seorang cowok yang lagi ngasi bunga ke ceweknya yang tak jauh dari mereka. S bingung kenapa harus ngasi bunga mawar? Bukankah itu terlalu kuno?

“Mawar itu symbol cinta. Jadi gak akan ketinggalan jaman. Mawarnya harus merah.” Jawab Taewin.

“Bukannya mawar pink yang symbol cinta?” tanya S lagi.

Mereka jadi sibuk membahas itu, sampai berhenti main game. Pon pun memuji Taewin yang sudah dewasa sekarang.


Seperti biasa, S menunggu Belle pulang kampus. Dia langsung bertanya apa Belle suka bunga? Belle berkata tidak, lagian dia juga alergi bunga. Kenapa? Tanya Belle kemudian.

“Ga ada.. aku pikir semua cewek suka bunga.” Ucap S. Belle berkata dia tidak tahu tentang itu, mungkin cewek lain suka, tapi dia tidak.

S berjalan pulang bersama Belle, dibelakangnya terselip bunga mawar merah yang tak jadi dia berikan karena Belle alergi. Dan benar saja Belle langsung bersin2 meskipun tak tahu kalau dibelakang S ada bunga.




Malamnya, S chat dengan Toy. Ia merasa harus cari cara lain bukan dengan bunga mawar. Dia sama sekali belum melakukan apa-apa untuk membuat Belle terkesan. Apalagi kemarin, dia sudah membuat Belle terluka. Hahahah bukannya membalas chat dari S, Toy malah asyik sendiri memandangi foto Mayrin.



Keesokannya di kantin sekolah, S, Toy, dan Taewin makan bareng. Tapi bukannya makan si Toy malah asyik memandangi Mayrin yang duduk di seberang mereka. “Ngelihatin dia terus tanpa makan, memangnya kenyang?” Gurau S.

Taewin tahu kalau mereka lagi ngebahas kakak senior. S pun bertanya apa ada yang Taewin sukai juga? Iya, yang ditengah, jawab Taewin. Langsung kesal lah si Toy ternyata mereka menyukai orang yang sama, P’Mayrin. S hanya bisa tertawa geli, kemudian ia menanyakan tentang P’Pang, apa Taewin sudah melupakannya?

“P’Pang dan aku hanya teman. Dia bilang aku masih kecil, harus lulus sekolah dulu. Dan aku setuju. Aku masih single.” Katanya menjelaskan.



S hanya mengangguk-angguk, dan saat mereka menoleh kearah Mayrin lagi, sudah ada Pon disana meminta nomor hape Mayrin. HHAHAHAHAH cinta segi empat ni. Setelah mereka tukeran nomor, Pon langsung ke meja S dkk.

“Kamu tahu kakak senior itu?” tanya S pada Pon.

“Itu? Iya dong. Aku baru aja minta nomornya. Dia manis kan?”

“Kamu mau mendekatinya?”

“Ya iyalah. Makanya aku minta nomornya.” Jawab Pon semangat.

Wajah Toy jadi sedih. Tak mau dengar percakapan mereka lagi ia pun balik ke kelas dengan alasan kenyang. Padahal dia belum menyentuh makanannya sedikitpun. Taewin juga begitu, ia merasa banyak sekali yang menyukai Mayrin, apa ini berarti dia akan apatah hati? Kamu harus siap dengan itu, Ucap S.


Di kelas, Toy sedih memikirkannya. Bagaimana bisa dia melawan mereka, sedangkan mereka adalah teman dekat S. S berkata jangan khawatir, mereka punya kompetisi masing-masing. S berpikir apakah mengatakannya saja langsung pada Belle? kalau dia kelamaan mungkin saja Belle akan ditembak duluan.

“Sama sepertimu! Kamu Cuma ngelihatin aja. Mungkin orang lain mengejarnya dan Mayrin menyukainya. Berakhirlah kalau begitu!”

“Aku rasa kamu masih punya kesempatan. Bilang saja padanya apa yang kamu rasakan. Kurasa dia tahu, tapi dia Cuma nungguin kamu untuk mengatakannya. Situasi kita berbeda.” Ucap Toy pasrah.

“Kita kan sudah setuju untuk saling membantu. Kita harus berjuang.”

Toy tidak mau, karena ia tidak bisa melakukan itu kepada teman-teman S. S menyemangatinya, Toy kan juga temannya. Dia mendukung mereka. S pun menyarankan kalau Mayrin menerima Pon, maka Toy mundur. Tapi sekarang Pon kan cuma baru punya nomornya, bukan berarti Mayrin juga menyukai Pon. Toy tidak sependapat, kalau Mayrin tidak suka ngapain dia ngasi nomornya ke Pon. Berarti Mayrin juga suka sama Pon.

“Baiklah, Kamu coba saja minta nomornya juga? Lihat apa dia nanti akan memberikannya?”

Toy menggeleng, “Aku gak berani. Apa kamu pikir ini gak kecepatan?”

“Kamu itu sudah kelambatan daripada Pon!”

Tapi tetap saja Toy tidak percaya diri untuk mendekati Mayrin. S menyarankan agar cari cara supaya bisa bicara dengannya. Dulu, Belle selalu menemukan cara untuk bicara padanya, apapun itu.



Akhirnya Toy menemukan ide. Setelah pulang sekolah ia menemui Mayrin yang baru saja selesai main bulutangkis. Awalnya Mayrin tidak ingat dengan Toy, tapi saat Toy menejelaskan ia langsung ingat saat dia tiba-tiba naik sepeda Toy.

“Namaku Toy, dari kelas 4/1” katanya mengenalkan diri.

Dua teman Mayrin lewat, sehingga Toy berhenti dan setelah itu ia langsung meminta tolong sesuatu.

“Tentang apa?” jawab Mayrin

“Temanku, S, sedang pedekate sama seniornya P’Belle” jelas Toy.

Mayrin mengenal P’Belle. Toy menyampaikan maksudnya kalau temannya itu (S ) tidak tahu cara pedekate sama cewek, karena gak pernah punya pacar. Mayrin tertawa mendengarnya dan menebak pasti Toy juga sama. Dengan malu-malu Toy mengiyakannya.

Mayrin tidak bisa membantu karena dia tak begitu dekat dengan P’Belle. Namun bukan itu yang diinginkan Toy, dia mau Mayrin mengajari mereka gimana caranya pedekate sama cewek. Huh? Mayrin kaget, tapi Toy cepat-cepat meralat kalau dia mau Mayrin mengajari temannya itu.


Toy merasa pasti Mayrin sudah berpengalaman tentang ini, karena dia lihat di facebooknya Mayrin banyak sekali foto mantan-mantannya. Mayrin kesal dan marah pada Toy, “Apa kau pikir aku cewek murahan?” Toy berusaha menjelaskan kalau maksudnya bukan itu, tapi Mayrin yang sudah terlanjur marah langsung pergi begitu saja.

“Maafkan aku. Aku gak bermaksud seperti itu tadi. P’Mayrin!” teriak Toy, membuat Mayrin berhenti.

“Keluarlah! Ini ruangan cewek” Katanya sedikit membentak.

“Aku cuma mau membereskan kesalahpahaman ini. Aku gak mau kamu merasa gak enak.”

“Oh ya? Terus kenapa kalau ngomong gak dipikirin dulu?”

“Aku sama sekali gak bermaksud. Bisakah jangan marah padaku?”

“Kenapa kamu peduli?”



Toy terdiam gak tahu harus jawab apa, sampai Mayrin berkata “Apa kau menyukaiku?” Jeng… jeng.. jeng Toy membisu. Mayrin perlahan-lahan mendekatinya, “Kau menyukaiku, kan?” Toy tak berani menatap Mayrin yang semakin mendekat, hingga Toy akhirnya mengatakan, “Benar, aku menyukaimu!”

Tanpa berkata-kata, Mayrin mendekati Toy yang sangat gugup bahkan menutup matanya karena ia pikir Mayrin akan menciumnya, tapi Mayrin cuma tersneyum kecut memandangi wajah Toy, “Aku tak semudah itu!” Ucapnya mengancam lalu pergi.

bersambung....

Note:
Duh,.. penasaran banget jdinya sama kisah dua couple ini. Sama-sama naksir seniornya tapi banyak saingan. Apalagi si Toy yang punya dua saingan hahaha. Siapa ya akan dipilih Mayrin nanti?

May 8, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 1 part 2

May 08, 2017 0 Comments

Entah apa yang S pikirkan, ia langsung menyuruh Toy membawa sepedanya pulang dan cepat-cepat berdiri di depan mobil, menanyakan Belle mau kemana, dan tanpa ijin dari mereka S langsung nyelonong masuk mobil wkkwkw. Temannya Belle tentu saja bingung tapi akhirnya dia mengijinkan S ikut. Lebih parahnya lagi, S bahkan minta ikut saat temannya Belle itu mengajaknya makan siang. Kesal, dia lantas bertanya siapa S. Dengan wajah tak berdosa ia menjawab “Temannya P’Belle” hahhaha.



Teman Belle itu menduga pasti S masih SMA kan, Kelas Berapa? S jujur berkata kalau dia kelas 10. Hahaha spontan teman Belle tertawa dan langsung menyuruhnya pulang mengerjakan PR. Tapi S berkata kalau dia tidak buru-buru jadi santai saja. Terpaksalah dia membiarkan S ikut.


Sementara itu, di perjalanan pulang, Toy berhenti di persimpangan untuk menyebrang, tiba-tiba seorang cewek berseragam datang dan langsung duduk di sepeda sambil memegang pinggang Toy. Toy bingung melihatnya apalagi cewek itu cuma senyam-senyum aja. Sekilas cewek itu melirik kesamping melihat dua orang cowok berseragam yang seperti sedang menunggu seseorang.

“Ayo. Jalannya sudah kosong sekarang!” katanya pada Toy.




Walau bingung Toy tetap mengayuh sepedanya dan ketika melewati dua orang cowok tadi, si cewek malah ngobrol seakan mereka teman dekat. Saat agak jauh, si cewek minta berhenti. Dengan senyum manisnya ia berterima kasih pada Toy. Toy pun terpesona melihatnya hingga tak sadar kalau ia cengar-cengir sendiri. Sepertinya cewek itu Cuma mau menghindari dua cowok tadi dengan pura2 berboncengan dengan Toy.



Toy menemukan buku cewek itu terjatuh, dan mengetahui namanya “Mayrin”. Sepanjang jalan Toy terus senyam-senyum gaje sampai gak lihat jalan dan akhirnya terjatuh dengan ban sepada yang patah hahah. Luar biasa sampai ban nya bisa gitu!


Saat S datang menemui Toy, ia kaget melihat sepedanya rusak parah. Toy mengaku kalau itu karena ada anjing yang tiba-tiba berhenti di depannya. S tak percaya, bagaimana mungkin? Tapi S tak mempersalahkannya, yang masalah adalah bagaimana cara dia membawa sepedanya pulang. Alhasil S menggeret sepedanya, dan ngadu ke ibu kalau dia terjatuh dan minta dibeliin mobil, hahhaha.


Ibu tak menginjinkan, karena S masih dibawah umur. Tapi S tetap maksa, dia kan tinggi jadi pasti dia bisa belajar dengan cepat. Mobil kecil juga tidak apa-apa. Ibu tetap meminta S untuk sementara ini pakai sepeda saja, setelah lulus baru dia bisa pakai mobil.




S langsung nelpon Toy memberitahu kalau ibunya tidak setuju. Ia jadi bingung apa yang akan dia lakukan untuk melawan cowok itu.

“Mungkin P’Belle gak suka naik mobil. Dia lebih suka naik sepedamu. Kan romantis!” ucap Toy

S langsung membayangkan bagaimana jadinya kalau dia mengantar Belle dengan sepeda.

“Ayolah, coba pikirin. Sulit untuknya duduk. Dia memakai rok” keluhnya.

“Dia bisa duduk menyamping”

“Tapi dia bakalan jatuhlah?”

“Dia bisa pegang kamu”

“Yaaa.. jadinya kami kayak pelukan gitu?”

HAHAH S langsung membayangkannya disambut tawaan Toy yang kemudian menyarankan S untuk menyewa mobil sekalian supir. Detik itu juga S langsung browsing rental mobil padahal Toy hanya bercanda.


Keesokan harinya, Toy tengah sibuk mencari akun fb seseorang sampai ia tak mendengarkan S yang bertanya tentang mobil apa yang nyaman diduduki. S pun jadi penasaran apa yang Toy lakukan.

“Ahh, kamu sibuk stalking cewek online ya? Siapa dia?”

“Gak ada. Aku Cuma lihat-lihat profilnya.” Jawab Toy

“Oh ya? Tapi kamu request pertemanannya?”

“Ga sengaja aja ke klik.” Kata Toy grogi. wkwkwk

S pun mengatakan kalau itu adalah tanda-tanda seorang pria jatuh cinta. Gagap dan wajah berubah merah. Toy membantahnya dan malah membuat S semakin yakin kalau Toy beneran jatuh cinta. Penasaran S langsung merebut hape Toy. Dan ternyata cewek yang Toy cari adalah Mayrin.

“Hey, dia satu sekolah sama kita ni! Kelas 12. Siapa dia?”

“Udah.. udah” kata Toy mengambil hape nya kembali.



S tersenyum dan berkata “Welcome to the club”. Klub apa? tanya Toy bingung. Klub menyukai cewek senior, jawab S. S juga memuji Mayrin yang manis dan menyemangati Toy untuk mengejarnya. Tapi Toy tak tahu harus ngapain. S berkata kalau nanti Toy akan tahu dengan sendirinya. Mereka pun buat kesepakatan akan saling membantu. S akan membantu Toy untuk mendapatkan Mayrin di sekolah, sedangkan Toy akan membantunya di kampus mendapatkan Belle. Saking asyiknya ngobrol mereka gak sadar kalau di dalam kelas tinggal mereka berdua dan mereka gak nyatat sama sekali ahahah. Padahal tadinya S bilang kalau urusan sekolah dapat berjalan bersama dengan urusan cinta. LOL



Saat bel masuk berbunyi, S dan Toy diam-diam mengintai keruangan Mayrin. S yakin sekali kalau kelasnya itu ada di bawah kelas mereka. Tahun lalu saja, P’Belle memata-matainya lewat jendela karena gedung kelas mereka berlawanan. Tapi mereka tidak bisa melakukun itu. Tiba-tiba S dapat ide.


Mereka menggulung kertas yang sudah diikat dengan tali dan menurunkannya kebawah sampai berada di jendela dekat Mayrin. Mayrin melihat itu, tapi hanya senyum bertanya-tanya. S menceritakan sedikit kisahnya dulu yang awalnya tidak menyukai Belle sama sekali, tapi setelah Belle mendekatinya, tanpa sadar dia mulai ada perasaan. Toy jadi berteriak heboh.




Mereka lalu menarik talinya, dan membaca pesan yang tertulis “Sawatdee Khrap, fokuslah belajar. Terimakasih J ”. Toy sungguh senang, tapi yang tak disangka bukan Mayrin yang membalasnya, melainkan seorang siswi gendut yang duduk di depan Mayrin, yang sekarang lagi digodain seisi kelas karena membalas surat dari Toy. HAHAHAHA


Setelah pulang sekolah dan berganti pakaian, S kembali menunggu Belle di depan kampus bersama Toy. Namun Belle tak kunjung keluar. Hari sudah malam, ketika Belle pulang ke asrama dan mendapati sepatu cowok di depan kamarnya.


Benar saja, cowok itu tak lain adalah S yang sekarang tengah bersama Pang dan Aom. S datang karena ia pikir Belle sudah pulang. Pang dan Aom yang tak enak langsung berniat pergi dengan alasan jalan-jalan sebentar. Rupanya mereka bertiga sudah pindah dari asrama dan tinggal bareng.


Suasana jadi sedikit canggung. Mereka mengobrol singkat, sampai saat Belle mau pergi ambil air, S menghentikannya dan mengungkapkan kekhawatirannya kalau Belle pulang jalan kaki sendirian malam-malam begini. Tiba-tiba S bertanya, “P’Belle apakah kamu masih punya perasaan padaku?” “ Ya Masih” jawab Belle langsung. S duduk mendekat dan menggenggam tangan Belle, “Kalau begitu, maukah kamu jadi pacarku?” Belle tesenyum manis padanya.

Ternyata eh ternyata itu semua hanya khayalan S. Belle yang mengambil air heran melihat S senyum-senyum sendiri dan bahkan memanggil-manggil nama S. HAHAHA. Akhirnya dia sadar kalau tadi itu hanya lamunan dan Cuma bisa garuk-garuk kepala.

Belle ingin menawari S makan, tapi semuanya habis dimakan Pang duluan. S tak masalah, ia merasa kehidupan kampus itu enak. Tak perlu pulang dan bisa tinggal bersama teman-teman. Penuh kebebasan. Dia jadi tak sabar ingin segera lulus dan kuliah, tapi Belle seketika berkata bahwa itu 3 tahun lagi. ahahah



S lalu mengeluarkan PR nya dan meminta Belle untuk membantu. Belle kaget, Dia? S mengingatkan bukankah waktu itu Belle pernah jadi tutornya. Wkwkwk . Belle pun mengiyakan dan pergi ke kamar untuk ganti pakaian, tapi terdengar suara gelas pecah diluar membuat Belle langsung keluar lagi.

“S?”

“Jangan kesini!” teriak S.

Terlambat, karena kaki Belle sudah menginjak pecahan kaca itu. S membantunya berdiri dan mengobati kakinya. Karena tidak ada perban, S memegangi kapas untuk menahan darah di kaki Belle. Mereka saling pandang sesaat sebelum S membersihkan pecahan kaca yang berserakan dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

S membantu Belle untuk pindah duduk di sofa dan hal itu membuat jarak mereka cukup dekat. S mendekat.. dan mulai mendekat untuk mencium Belle.


bersambung eps 2...