May 8, 2017

Love Myself or You Episode 14 - 1




Esok paginya di restoran, Ah Jie bingung melihat lokernya kosong. Ternyata seragamnya sudah dikeluarkan oleh Da Zhi yang marah akibat peristiwa kemarin. Xiao Shu juga ikut-ikutan berkata kalau sebaiknya seragam Ah Jie dibuang ke tong sampah saja. Da Zhi merampas seragam Ah Jie sampai Ah Jie kesal dengan sikap kekanak-kanakan mereka. Tak lama Kai Qi masuk, ia sama sekali tak memperdulikan Ah Jie. Xioa Shu malah mengusir Ah Jie yang menurutnya tak pantas berada di restoran kecil merkea untuk chef hebat seperti dirinya. Tanpa membalas sedikitpun, Ah Jie langsung merampas kembali seragamnya dan memasukkannya kedalam loker.


Saat di dapur, Ah Jie mencoba berbicara dengan Kai Qi, tapi Da Zhi dan Xiao Shu tak mengizinkannya sama sekali dengan menyuruhnya ini dan itu, sampai datanglah Le Xuan yang memarahi ulah mereka itu. Kai Qi sebenarnya tak tega melihat Ah Jie diperlakukan begitu oleh yang lain, tapi mungkin ia masih belum menerima kejadian kemarin.


Xiao Li juga berubah, saat Ah Jie tak sengaja hampir menabraknya ia langsung marah-marah. Tapi ia juga tak tega melihat Ah Jie, iapun memberitahu dimana Kai Qi sambil buang muka HAHAHA. Secepat kilat ia mengejar Kai Qi yang pergi dengan Hao Wei, tapi mobil mereka terus melaju.


Saat makan siang bareng Hao Wei, Kai Qi galau memikirkan Ah JIe, mengingat kenangan indah mereka sampai Ah Jie yang membohonginya.

“Du Kai Qi. Du Kai Qi” Panggil Hao Wei. “Kamu masih belum menjelaskan padanya, kan?”

Kai Qi langsung berkilah kalau dia mau menjelaskan, tapi.. “tapi ketika aku melihatnya aku jadi marah” ucap Kai Qi kesal. Dia juga menampik kalau dia punya perasaan pada Ah Jie, namun Hao Wei tahu kalau Kai Qi masih mencintai Ah Jie.


“Kamu tahu, setiap kita menjernihkan kesalahpahaman, ada sesuatu yang menggangguku.”

“Apa itu?” Tanya Kai Qi.

“Itu adalah aku sering memikirkanmu, kalau kamu akan selalu jadi dirimu sendiri. Itu membuatku tidak tenang.”

“Lalu kenapa kalau aku jadi diriku sendiri? Itu bukan masalahmu.”

Hao Wei hanya merasa kasihan karena ia masih punya teman2 yang akan mendukungnya, dan Le Xuan yang akan memasakkan makanan untuknya. Sedangkan Kai Qi siapa yang dia punya? Hao Wei menghubungkan kisah masa lalu mereka dengan Kai Qi yang sekarang. Hao Wei tak mau Kai Qi menyesal seperti dirinya dulu. Ia menasehati Kai Qi untuk bicara saja pada Ah Jie.


Saat di restoran, Ah Jie menunggu di ruang ganti. Tak lama Kai Qi keluar dan setelah memikirkannya sejenak, ia mengijinkan Ah Jie bicara. Ah Jie berkata bahwa sebenarnya dia tak menyembunyikan tentang kepergiannya itu. Dia sudah berjanji pada kakaknya, hanya kakaknya lah yang tahu tentang ini. Dia juga bercerita tentang masa lalu mereka dimana dirinya membuat kakaknya terluka hingga merampas impian kakaknya menjadi koki.

Kai Qi tak percaya dengan alasan itu. Belum sempat Ah Jie berkata apa-apa lagi, tiba-tiba Xiao Qiang datang memberitahu kalau Manajer yang tak lain adalah Fu Zi Xiang, kakak Ah Jie, sedang menunggu dibawah.


Mereka cepat-cepat turun. Zi Xiang mengatai Ah Jie lamban. Karena takut, Young Qian langsung menyuruh Ah Jie minta maaf tapi langsung dihentikan Zi Xiang yang mengaku kalau Ah Jie adalah adiknya. Sontak semua orang kaget dibuatnya.


“Sebenarnya, selain ingin melihat kalian, aku juga ingin bertemu Kai Qi. Adikku bilang padaku kalau dia menyukaimu. Duduklah.” Kata Zi Xiang


Kai Qi yang tak suka melihatnya pun berkata “Tidak perlu, aku bisa berdiri”. Zi Xiang dengan sinisnya menyindir Kai Qi yang putri seorang pembantu kini punya pendukung, dan terus menjelek-jelekkannya. Mengatai Kai Qi matre yang hanya pacaran dengan Ah Jie untuk mengincar jabatan. Kesal Kai Qi membalas bahwa ia jadi asisten koki bukan karena koneksi tapi kemampuannya. Ah Jie mencoba menarik kakaknya keluar tapi langsung ditepis dengan kasar.

“Kelihatannya jadi kepala koki belum cukup. Demi menyelamatkan harga diri Zi Jie, aku akan berikan semua restoran ini untukmu. Boss restoran, bagaimana?”


Kesal dengan sikap Zi Xiang yang sudah kelewatan, Ah Jie tiba-tiba menepis gelas wine yang akan diminum Zi Xiang sampai pecah. Zi Xiang masih bersikap tenang namun Kai Qi langsung menyatakan ketidaksukaannya pada Zi Xiang dan langsung pergi. Entah apa maksud kedatangan Zi Xiang, tapi sepertinya dia mengancam Ah Jie.


Saat Ah Jie tengah sendiri di dapur, Le Xuan menghampirinya menanyakan hubungan persaudaraan mereka yang sepertinya tidak baik. Ah Jie hanya tersenyum dan begitu ia berbalik kebelakang, Xiao Shu sudah berdiri di hadapannya. Hhahaha

“Biar aku yang melakukannya. Bagaimana putra direktur dan adik dari manajer melakukan tugas seperti ini?” Kata Xiao Shu dengan sangat manis. Mereka sampai tarik-tarikan timun, hingga datanglah Da Zhi yang memisahkan sampai akhirnya Xiao Shu terjatuh.


Da Zhi tak peduli meskipun Ah Jie adalah seorang raja. Pembohong tetaplah pembohong. “Satu menit, kamu adalah Louis dan berikutnya, kamu adalah putra boss. Kamu terus berubah, bahkan kebohonganmu berubah.

“Aku tidak mengatakan pada semua orang kalau ayahku adalah direktur. Aku minta maaf untuk itu. Tapi aku tetap Ah Jie. Tidak ada yang berubah.”


Xiao Shu langsung memarahi Da Zhi yang bersikap kasar pada boss mereka. Apa Da Zhi mau kehilangan pekerjaan? HAHAHA dasar Xiao Shu! Dan ternyata semua orang melakukan hal yang sama, tidak ada yang marah lagi pada Ah Jie. Young Qian malah merangkul Ah Jie dan bersikap sangat baik padanya. Young Qian juga memanggil Kai Qi yang baru datang dengan istri masa depan boss restoran. Tapi Kai Qi tak tertarik sama sekali dan memperingatkan mereka agar jangan menggunakan hal ini untuk mengganggunya. Tapi Xiao Shu malah berkata, tidak apa kalau Kai Qi gak tertarik yang penting anak bossnya yang tertarik. hahaha dan Young Qian juga mendukung mereka asalkan ia tidak dicabut jadi kepala koki. HAHAHA. Dengan terus tersenyum Young Qian bahkan mengantarkan Ah Jie untuk bicara dengan Kai Qi. Tapi Kai Qi masih tak mau bicara dengannya.


Di rumah orang tua Ah Jie, ibu dan ayahnya sedang merangkai bunga. Tak lama Zi Xiang pulang disusul oleh Ah Jie. Ayah dan ibunya sangat senang sedangkan Zi Xiang langsung pasang muka kesal. Ia hanya bisa diam menahan marah ketika Ah Jie memberitahu orangtua mereka bahwa dia tidak akan pergi ke Perancis, dia akan tinggal di Taiwan.

“Kamu benar-benar bisa melakukan apapun untuk seorang wanita.” Kata Zi Xiang tiba-tiba. Diapun memberitahu kalau sekarang Ah Jie sedang jatuh cinta.

“Benarkah. Itu bagus. Ajak dia ke rumah.” Sambut ayah dan ibu.


Tanpa ragu, Ah Jie memberitahu bahwa wanita itu adalah Kai Qi. Kai Qi lah yang membuatnya sadar bahwa Taiwan adalah rumahnya. Ayah dan Ibu sangat senang mendengarnya. Ah Jie tak takut lagi, ia siap melawan kakaknya yang egois.


Ah Jie berbincang dengan orangtuanya sambil menyiapkan tempat tidur. Ibu bertanya sejak kapan Ah Jie pacaran dan apa yang dia sukai dari Kai Qi. Ah Jie berkata ia suka kemandirian Kai Qi. Dia tampak tidak membutuhkan siapapun untuk menjaganya, tapi sebenarnya menahan sesuatu untuk dirinya sendiri. Ibu sangat senang, terlebih Ah Jie akan tinggal dan akan mengambil alih pekerjaan ayah. Mereka bertiga bercanda riang bersama, tak sadar kalau Zi Xiang tengah melihat mereka dengan tatatpan penuh amarah.

No comments:

Post a Comment