[Review] Philippine Movie: Barcelona A Love Untold


Semenjak salah satu tv swasta menayangkan drama Filipina Pangako Sa’yo, aku jadi suka banget serial Filipina, apalagi kalau bukan karena “Kathniel” julukan untuk pasangan Kathryn Bernardo dan Daniel Padilla. Serial mereka yang telah selesai tayang “Got to Believe” lebih membuatku tertarik sampai ceritanya tamat pun aku gak bisa move on. Berasa ada yang hilang tiap malam hingga kuputuskan untuk menanti drama terbaru mereka Barcelona yang kerap kali muncul di iklan. Aku gak tahu kalau itu bukan drama melainkan film. Saking penasarannya aku langsung cari di internet untuk nonton trailer2 nya, karena berharap di tv bakal main hahaha. Tapi ternyata gak main, entah aku yang gak tahu jadwal tayangnya atau memang belum main. Entahlah.. Dan aku coba cari di internet full movienya, meskipun agak susah. And finally I got it. Apakah kalian juga menantikan Barcelona, atau hanya aku? hehehe



Well, Barcelona: A Love Untold adalah film besutan ABS-CBN Film Productions yang rilis pada tanggal 14 September 2016 lalu dengan durasi yang cukup lama, 2 jam. Film ini gak hanya tayang di Filipina tapi juga beberapa Negara seperti USA, Canada, Dubai, Australia, New Zealand dan tentu saja Barcelona, Spanyol. Bahkan saking suksesnya jadwal penayangan di beberapa Negara ditambah sampai empat minggu alias 1 bulan. Woww

Apa sih yang membuat film ini begitu diminati? Baiklah, kita lanjut ke kisah mereka.



Cerita bermula dari pria bernama John Elias Antonio atau Ely (Daniel Padilla) yang melanjutkan pendidikan masternya di Barcelona, jurusan arsitek. Secara tak sengaja ketika Ely menabrak seorang pria paruh baya di kereta ia melihat seorang wanita yang membuatnya terperangah. Dia adalah Maria Angela dela Torre atau Mia (Kathryn Bernardo) yang baru tinggal di Barcelona untuk merubah hidupnya. Ely mengikutinya dan memanggilnya dengan Celine. Mia memandangnya aneh dan pergi menjauh dari Ely. Tapi Ely terus mengikutinya dan menghentikannya. Kesal, Mia langsung menepis tangan Elly dan berkata dia bukan Celine. Di Barcelona Mia tinggal dengan seorang temannya yang bernama Flor, yang berjanji akan mencarikan pekerjaan untuknya, tapi sayang Flor terlibat masalah sehingga dia harus melarikan diri dan memberikan sedikit uang untuk Mia.

Sementara itu, Ely selain jadi mahasiswa dia juga menjadi tour guide, dia juga bekerja part time di restoran. Itu semua ia lakukan untuk membantu biaya sekolah adiknya di Filipina.Pertemuan-pertemuan tak sengaja mereka pun berlanjut di Sagrada Familia (Geraja yang tak pernah selesai pembangunannya), dimana saat itu Mia lagi video call dengan keluarganya di Filipina. Ely melihat mata Mia berkaca-kaca ditengah kegembiraannya dan diam-diam ia melukis mata Mia.

Hingga suatu malam, ia melihat Mia bersama seorang pria, teman Flor, yang berjanji akan membantunya. Tapi saat pria itu menjauh dari Mia ia menelpon pacarnya dan ketika Mia tak sadarkan diri ia membawa Mia ke sebuah ruangan. Kata hati Ely berniat menolongnya dan entah apa yang ia katakan pada pria itu, ia berhasil membawa Mia pulang kerumahnya.

Ely tinggal bersama bibi Insiang dan juga sepupunya Tonying. Bibi Insiang kaget melihat Mia yang masih tertidur pulas sangat mirip dengan seseorang, seperti fotocopy nya. Tiba-tiba Mia ditelpon pemilik rumah tempat ia tinggal yang sudah mengepaki barang2 Mia karena Mia belum bayar sewa rumah. Tanpa sadar ia kelupaan passport nya. Ia juga berusaha mencari pekerjaan saat itu juga tapi tak ada yang menerimanya.

Panik luar biasa, Mia mecoba menghubungi Jose, pria yang malam itu bersamanya untuk minta bantuan. Tapi Jose malah menyuruhnya pulang dan langsung mematikan telpon. Sementara itu Ely berusaha mencari Mia untuk mengembalikan passport nya dan teringat saat Celine meninggal karena tertembak peluru nyasar. Celine adalah pacar Ely di Filipina yang meninggal karena teretembak. Ely berada di Barcelona untuk memenuhi harapan Celine yang ingin Ely jadi seorang arsitek hebat dan biaya kuliah Ely juga dibantu oleh Orangtua Celine. Hampir dua tahun berlalu, Ely masih belum bisa melupakan Celine karena tak ada yang bisa menggantikan Celine dihatinya. Sampai dia bertemu Mia yang sangat mirip dengan Celine.


Teringat akan Mia, Ely berhasil menemukannya di stasiun kereta dan langsung menarik dan memeluk Mia yang berteriak minta dilepaskan, karena ia pikir Mia akan mengakhiri hidupnya. Mia berterimakasih dan minta passport juga diary miliknya, namun saat tahu Ely membawanya ke kantor konsulat, Mia pun menangis karena dia tak mau pulang sebelum sukses di Barcelona. Akhirnya Ely membawa Mia tinggal di rumah bibinya.

Mia pergi ke Barcelona untuk membuktikan pada keluarga, terutama ayahnya bahwa dia juga bisa sukses mewujudkan impiannya. Ayahnya mengganggap dirinya adalah kegagalan karena ketahuan menyontek saat ujian. Karena terus tertekan Mia pun memutuskan pergi, meski ayahnya marah karena hal itu.


Setelah kumpul dengan orang-orang Filipina lainnya bersama Ely dan Bibi Insiang, Mia menyampaikan niatnya untuk bekerja di kantor karena dia lulusan Psikologi. Namun ternyata yang lain juga lulusan sarjana semua bahkan ada yang Cum Laude dan memulai dengan bekerja part time mencuci piring, bersih-bersih, dll karena tak mudah mendapatkan pekerjaan seperti yang mereka mau.



Terpaksa Mia harus bersedia menerima pekerjaan yang dicarikan Ely, tapi baru satu hari kerja Mia sudah dipecat karena tidak becus. Mia menawarkan diri untuk jadi tutor bahasa inggris tapi Ely membalas dengan bahasa spanyol yang sangat lancar. Sumpah fasih banget, mungkin Daniel emang bisa bahasa spanyol. Ely bilang kalau mau jadi tutur bahasa inggris Mia harus bisa bahasa Spanyol, kalau tidak gimana mau ngajarinnya? Sontak Mia terdiam dan menangis merasa beratnya masalah yang dia hadapi.

Karena Mia hanya punya dua sepatu, dua-duanya heels, terpaksa dia bekerja dengan sepatu itu sampai kakinya berdarah. Kasihan, Ely membelikannya sepatu dan mencarikan pekerjaan lain untuknya. Mulai dari bersih-bersih hotel, jadi nanny dan semuanya juga dipecat dalam satu hari.

Karena semua orang bilang dia mirip Celine, Mia jadi penasaran siapa itu Celine. Saat ada sebuah acara di balai kota, Ely bertemu dengan ibunya yang telah menikah lagi dengan pria kaya Barcelona. Karena itulah Ely tidak suka dengan ibunya dan selalu menolak pertolongan darinya.


Mia tak sengaja melihat film animasi buatan Ely, film itu adalah film favoritnya dan ia tak tahu kalau Ely lah yang membuatnya. Namun Ely marah dan masalah terus timbul apalagi karena mengurusi Mia Ely ditegur Prof nya karena jarang datang dan tidak ngumpulin tugas.

Karena pekerjaan, Mia dan Ely bertengkar hebat sampai Mia pergi dari rumah bibi Insiang. Sambil menangis ia memberitahu ibunya kalau dia ingin kembali, tapi kalimat itu tidak sempat terucap saat ayah ingin bicara padanya. Ayah bangga mendengar kalau Mia dapat beasiswa hukum disana. Tak pernah merasa dibanggakan oleh ayahnya seperti itu, Mia dengan berlinang air mata memutuskan kembali ke rumah Bibi Insiang. Ia senang ayahnya bangga walaupun itu semua bohong.



Mia mulai berubah, ia tidak cengeng lagi di depan Ely. Ia kembali bekerja di hotel sebagai cleaner. Ely juga berjanji padanya kalau dia bekerja keras maka dia akan menceritakan siapa itu Celine. Mereka semakin dekat apalagi saat Mia bergabung di group tour guide dan short film Ely.
Bahkan saat ke lokasi pembuatan film yang cantik pun, Mia sudah tak mau lagi berfoto-foto. Hanya kerja.. kerja.. dan kerja.


Mia menyadari dia suka pada Ely saat membangunkan Ely yang masih tidur. Ely sebenarnya bermimpi minta dicium Celine, dan Mia tahu itu tapi Mia mendekat dan akan menciumnya sebelum akhirnya Ely bangun dan kaget.



Mereka jalan-jalan ke pantai, dan kemanapun mereka pergi Mia selalu bertanya siapa itu Celine, karena Ely belum menepati janjinya. Akhirnya Ely menerima friend request Mia dan tahulah Mia siapa itu Celine dari video-video yang ada di fb Ely. Perbedaan mereka hanya ada di tahi lalat di dekat bibir Celine.


Pada akhirnya Ely menceritakan kisahnya dengan Celine, semuanya.. semuanya pada Mia. Mia tahu bahwa Ely masih menyimpan rasa sakit di hatinya dan tak bisa melupakan Celine walaupun hampir dua tahun waktu berlalu.



Saat Mia homesick, Ely membawanya ke atraksi air mancur dan menghapus air mata bahagia Mia. Mia juga memberikan hadiah buku sketsa agar Ely menggambar lagi untuk melanjutkan film animasi nya yang belum selasai. Bibi Insiang juga bilang kalau cerita di film animasi itu bukan untuk Celine tapi untuk ibunya Ely yang meninggalkannya dulu.

Mia berusaha membantu Ely untuk melepaskan Celine. Mereka naik bianglala yang tingginya melebihi Sagrada Familia agar Celine bisa mendengar kata-kata Ely. Karena takut ketinggian, Ely menurut saja biar cepat turun dan hanya minta maaf pada Celine. Tapi dengan menangis Mia mengungkapkan harapannya untuk Ely pada Celine

“Celine. Hi, aku Mia. Ely sudah berhasil memenuhi salah satu keinginanmu. Dia sudah jadi arsitek. Bisakah kamu bebaskan dia? Celine? Bisakah kamu bilang padanya kalau kamu sudah bahagia disana? Bilang padanya kalau dia bisa bahagia lagi! Dia sangat mencintaimu! Bisakah sekarang dia dicintai oleh orang lain? Please!”

Akhirnya orangtua Celine tahu kalau Ely dekat dengan gadis lain yang mirip dengan Celine. Tapi respon yang didapat Ely tidak baik karena ibu Celine tidak suka jika Ely melupakan Celine terlebih hari itu Ely lupa ke gereja untuk memperingati kematian Celine yang ke 2 tahun.

Ely jadi bingung, ia yang awalnya sudah bisa menerima Mia walaupun mereka belum resmi pacaran, mulai mengacuhkan Mia. Mia juga berusaha menyatukan Ely dengan ibunya, tapi Ely tak terima dan marah-marah membuat Mia benar-benar pergi dari rumah. Kali ini Mia berniat mengakhiri hidupnya namun suathu hal mengingatkannya dan ia bertemu Ely lagi di Sagrada Familia.


Mia memberitahu kalau visanya sudah habis dan ia memutuskan untuk kembali ke Filipina. Ia juga sadar kalau dia sudah berhutang banyak maaf pada dirinya sendiri karena kegagalannya. Berhutang pada keluarganya atas kebohongannya. Mia terus menangis dan Ely juga menangis mengatakan dia mencintai Mia. Tapi Mia berkata Ely tak perlu melakukan itu. Ely tidak harus mencintainya hanya karena dia mencintai Ely. Cintai dia karena Ely memang mencintainya.

“Terima kasih atas segalanya Ely. Aku harap, suatu saat kita akan bertemu lagi di ceritaku.”

ENDING??? Happy Ending.


Mia kembali ke Filipina, ayah sudah memaafkannya, dan bagaimana dengan Ely? Ely menemui ibunya dan memberikan dvd film animasinya. Ia sudah memaafkan ibunya. Dan memutuskan kembali ke Filipina. Ia memohon maaf pada orangtua Celine, tapi ibu Celine masih belum bisa menerima. Sedangkan ayah Celine mengerti bagaimana beban berat yang dibawa Ely selama ini.



Mia pun bertemu Ely saat ia syuting adegan menunggu kekasihnya datang. Namun di belakang lawan mainnya muncullah Ely. Mia terpaku dan langsung memeluk Ely bahagia sampai para kru ikut terharu dan bertepuk tangan untuk mereka. Terbang ke Barcelona kembali, dimana Ely dan Mia sedang mendokumentasikan marriage proposal mereka di depan Sagrada Familia.



THE END

Note:
Akhirnya udh gak penasaran lagi kn? Gimana chemistry mereka? gak usah diragukan lagi, udah top banget. Ceritanya juga gak terlalu berat tapi juga gak terlalu ringan. Meskipun banyak cerita yang sama, tentang si cewek meninggal terus ada yang mirip n jatuh cinta, tapi bumbu-bumbu ceritanya yang membuat penonton terhanyut dan tanpa sadar air mata menetes sendiri. Ely juga pas ketemu Mia gak langsung suka, dia malah bersikap keras pada Mia agar Mia berubah, jangan jadi orang yang cengeng. Film ini bukan sekedar soal cinta tapi juga bagaimana mereka mampu meraih mimpi-mimpi mereka, seperti Mia yang saat kembali ke Filipina mencoba jadi artis. hahaha

Yang paling sedih menurutku adalah saat Mia kembali ke keluarganya, Ayah memeluk dan memaafkannya. Dan bagaimana Ayah Celine memahami Ely bahwa hidup harus terus berlanjut. Sudah cukup 2 tahun bagi Ely untuk berada dalam bayang-bayang Celine. Dirinya juga harus bahagia dengan wanita yang dicintainya sekarang. Bukan berarti melupakan Celine, karena Celine juga merupakan bagian dari hidup Ely.

Comedy nya juga ada meskipun sedikit, yaitu saat Tonying membaca buku diary Mia dan memperagakannya terus ditimpuk sma bibi Insiang. menit menit terakhir saat Mia dan Ely bertemu, kru syutingnya heboh sendiri sampai noyor noyor kepala kameramen hahahah.Dan masih banyak adegan lucu lainnya.
Overall this movie is very recommended for you who loves melodrama :)) and of course love team Kathniel. See you on the next review Pinoy movie and with the other love team.


No comments:

Post a Comment