Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 1 part 2


Entah apa yang S pikirkan, ia langsung menyuruh Toy membawa sepedanya pulang dan cepat-cepat berdiri di depan mobil, menanyakan Belle mau kemana, dan tanpa ijin dari mereka S langsung nyelonong masuk mobil wkkwkw. Temannya Belle tentu saja bingung tapi akhirnya dia mengijinkan S ikut. Lebih parahnya lagi, S bahkan minta ikut saat temannya Belle itu mengajaknya makan siang. Kesal, dia lantas bertanya siapa S. Dengan wajah tak berdosa ia menjawab “Temannya P’Belle” hahhaha.



Teman Belle itu menduga pasti S masih SMA kan, Kelas Berapa? S jujur berkata kalau dia kelas 10. Hahaha spontan teman Belle tertawa dan langsung menyuruhnya pulang mengerjakan PR. Tapi S berkata kalau dia tidak buru-buru jadi santai saja. Terpaksalah dia membiarkan S ikut.


Sementara itu, di perjalanan pulang, Toy berhenti di persimpangan untuk menyebrang, tiba-tiba seorang cewek berseragam datang dan langsung duduk di sepeda sambil memegang pinggang Toy. Toy bingung melihatnya apalagi cewek itu cuma senyam-senyum aja. Sekilas cewek itu melirik kesamping melihat dua orang cowok berseragam yang seperti sedang menunggu seseorang.

“Ayo. Jalannya sudah kosong sekarang!” katanya pada Toy.




Walau bingung Toy tetap mengayuh sepedanya dan ketika melewati dua orang cowok tadi, si cewek malah ngobrol seakan mereka teman dekat. Saat agak jauh, si cewek minta berhenti. Dengan senyum manisnya ia berterima kasih pada Toy. Toy pun terpesona melihatnya hingga tak sadar kalau ia cengar-cengir sendiri. Sepertinya cewek itu Cuma mau menghindari dua cowok tadi dengan pura2 berboncengan dengan Toy.



Toy menemukan buku cewek itu terjatuh, dan mengetahui namanya “Mayrin”. Sepanjang jalan Toy terus senyam-senyum gaje sampai gak lihat jalan dan akhirnya terjatuh dengan ban sepada yang patah hahah. Luar biasa sampai ban nya bisa gitu!


Saat S datang menemui Toy, ia kaget melihat sepedanya rusak parah. Toy mengaku kalau itu karena ada anjing yang tiba-tiba berhenti di depannya. S tak percaya, bagaimana mungkin? Tapi S tak mempersalahkannya, yang masalah adalah bagaimana cara dia membawa sepedanya pulang. Alhasil S menggeret sepedanya, dan ngadu ke ibu kalau dia terjatuh dan minta dibeliin mobil, hahhaha.


Ibu tak menginjinkan, karena S masih dibawah umur. Tapi S tetap maksa, dia kan tinggi jadi pasti dia bisa belajar dengan cepat. Mobil kecil juga tidak apa-apa. Ibu tetap meminta S untuk sementara ini pakai sepeda saja, setelah lulus baru dia bisa pakai mobil.




S langsung nelpon Toy memberitahu kalau ibunya tidak setuju. Ia jadi bingung apa yang akan dia lakukan untuk melawan cowok itu.

“Mungkin P’Belle gak suka naik mobil. Dia lebih suka naik sepedamu. Kan romantis!” ucap Toy

S langsung membayangkan bagaimana jadinya kalau dia mengantar Belle dengan sepeda.

“Ayolah, coba pikirin. Sulit untuknya duduk. Dia memakai rok” keluhnya.

“Dia bisa duduk menyamping”

“Tapi dia bakalan jatuhlah?”

“Dia bisa pegang kamu”

“Yaaa.. jadinya kami kayak pelukan gitu?”

HAHAH S langsung membayangkannya disambut tawaan Toy yang kemudian menyarankan S untuk menyewa mobil sekalian supir. Detik itu juga S langsung browsing rental mobil padahal Toy hanya bercanda.


Keesokan harinya, Toy tengah sibuk mencari akun fb seseorang sampai ia tak mendengarkan S yang bertanya tentang mobil apa yang nyaman diduduki. S pun jadi penasaran apa yang Toy lakukan.

“Ahh, kamu sibuk stalking cewek online ya? Siapa dia?”

“Gak ada. Aku Cuma lihat-lihat profilnya.” Jawab Toy

“Oh ya? Tapi kamu request pertemanannya?”

“Ga sengaja aja ke klik.” Kata Toy grogi. wkwkwk

S pun mengatakan kalau itu adalah tanda-tanda seorang pria jatuh cinta. Gagap dan wajah berubah merah. Toy membantahnya dan malah membuat S semakin yakin kalau Toy beneran jatuh cinta. Penasaran S langsung merebut hape Toy. Dan ternyata cewek yang Toy cari adalah Mayrin.

“Hey, dia satu sekolah sama kita ni! Kelas 12. Siapa dia?”

“Udah.. udah” kata Toy mengambil hape nya kembali.



S tersenyum dan berkata “Welcome to the club”. Klub apa? tanya Toy bingung. Klub menyukai cewek senior, jawab S. S juga memuji Mayrin yang manis dan menyemangati Toy untuk mengejarnya. Tapi Toy tak tahu harus ngapain. S berkata kalau nanti Toy akan tahu dengan sendirinya. Mereka pun buat kesepakatan akan saling membantu. S akan membantu Toy untuk mendapatkan Mayrin di sekolah, sedangkan Toy akan membantunya di kampus mendapatkan Belle. Saking asyiknya ngobrol mereka gak sadar kalau di dalam kelas tinggal mereka berdua dan mereka gak nyatat sama sekali ahahah. Padahal tadinya S bilang kalau urusan sekolah dapat berjalan bersama dengan urusan cinta. LOL



Saat bel masuk berbunyi, S dan Toy diam-diam mengintai keruangan Mayrin. S yakin sekali kalau kelasnya itu ada di bawah kelas mereka. Tahun lalu saja, P’Belle memata-matainya lewat jendela karena gedung kelas mereka berlawanan. Tapi mereka tidak bisa melakukun itu. Tiba-tiba S dapat ide.


Mereka menggulung kertas yang sudah diikat dengan tali dan menurunkannya kebawah sampai berada di jendela dekat Mayrin. Mayrin melihat itu, tapi hanya senyum bertanya-tanya. S menceritakan sedikit kisahnya dulu yang awalnya tidak menyukai Belle sama sekali, tapi setelah Belle mendekatinya, tanpa sadar dia mulai ada perasaan. Toy jadi berteriak heboh.




Mereka lalu menarik talinya, dan membaca pesan yang tertulis “Sawatdee Khrap, fokuslah belajar. Terimakasih J ”. Toy sungguh senang, tapi yang tak disangka bukan Mayrin yang membalasnya, melainkan seorang siswi gendut yang duduk di depan Mayrin, yang sekarang lagi digodain seisi kelas karena membalas surat dari Toy. HAHAHAHA


Setelah pulang sekolah dan berganti pakaian, S kembali menunggu Belle di depan kampus bersama Toy. Namun Belle tak kunjung keluar. Hari sudah malam, ketika Belle pulang ke asrama dan mendapati sepatu cowok di depan kamarnya.


Benar saja, cowok itu tak lain adalah S yang sekarang tengah bersama Pang dan Aom. S datang karena ia pikir Belle sudah pulang. Pang dan Aom yang tak enak langsung berniat pergi dengan alasan jalan-jalan sebentar. Rupanya mereka bertiga sudah pindah dari asrama dan tinggal bareng.


Suasana jadi sedikit canggung. Mereka mengobrol singkat, sampai saat Belle mau pergi ambil air, S menghentikannya dan mengungkapkan kekhawatirannya kalau Belle pulang jalan kaki sendirian malam-malam begini. Tiba-tiba S bertanya, “P’Belle apakah kamu masih punya perasaan padaku?” “ Ya Masih” jawab Belle langsung. S duduk mendekat dan menggenggam tangan Belle, “Kalau begitu, maukah kamu jadi pacarku?” Belle tesenyum manis padanya.

Ternyata eh ternyata itu semua hanya khayalan S. Belle yang mengambil air heran melihat S senyum-senyum sendiri dan bahkan memanggil-manggil nama S. HAHAHA. Akhirnya dia sadar kalau tadi itu hanya lamunan dan Cuma bisa garuk-garuk kepala.

Belle ingin menawari S makan, tapi semuanya habis dimakan Pang duluan. S tak masalah, ia merasa kehidupan kampus itu enak. Tak perlu pulang dan bisa tinggal bersama teman-teman. Penuh kebebasan. Dia jadi tak sabar ingin segera lulus dan kuliah, tapi Belle seketika berkata bahwa itu 3 tahun lagi. ahahah



S lalu mengeluarkan PR nya dan meminta Belle untuk membantu. Belle kaget, Dia? S mengingatkan bukankah waktu itu Belle pernah jadi tutornya. Wkwkwk . Belle pun mengiyakan dan pergi ke kamar untuk ganti pakaian, tapi terdengar suara gelas pecah diluar membuat Belle langsung keluar lagi.

“S?”

“Jangan kesini!” teriak S.

Terlambat, karena kaki Belle sudah menginjak pecahan kaca itu. S membantunya berdiri dan mengobati kakinya. Karena tidak ada perban, S memegangi kapas untuk menahan darah di kaki Belle. Mereka saling pandang sesaat sebelum S membersihkan pecahan kaca yang berserakan dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

S membantu Belle untuk pindah duduk di sofa dan hal itu membuat jarak mereka cukup dekat. S mendekat.. dan mulai mendekat untuk mencium Belle.


bersambung eps 2...

No comments:

Post a Comment