Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 2 part 1



S mendekat dan akan mencium Belle, tapi tiba-tiba bel berbunyi mengagetkan mereka. S membukakan pintu yang ternyata adalah teman kampus Belle (belum tahu namanya siapa). Ia kaget karena yang bukain S dan tanya ini tempat tinggal Belle kan? S mengiyakan. Tak ingin mengganggu, S pamit pulang dan mengingatkan Belle agar minta Aom dan Pang beliin perban nanti. Teman Belle yang akhirnya mengantar S sampai depan dan memberitahu namanya, Orn.


Di taman sekolah, S memperkanalkan Toy pada Taewin, teman SMP nya dulu. Toy merasa tidak asing dengan Taewin, namun Taewin langsung mengucap salam dengan sopan padanya. S pun membisiki Toy kalau ketika ngomong sama Taewin, harus bicara dengan sopan. Gak boleh ada umpatan, gunakan kalimat yang sopan HAHAHAH.

Taewin lalu mengajaknya bermain game “GO” tapi harus download app nya dulu. Toy iya iya saja, Taewin juga berkata biar dia saja yang downloadkan kalau tidak ngerti LOL. S langsung berbisik kalau itu adalah game berbahasa Jepang.



Tak lama Pon datang bergabung. Ia senang bisa bertemu lagi karena sudah lama tak melihat mereka. Rupanya dia sempat tak bersekolah sampai ayahnya marah dan memaksanya kembali. Seperti Pang dan Aom, Pon juga penasaran akan kisah cinta S dan Belle, diapun bertanya gimana ceritanya. Gimana? Apakah ada kelanjutannya? Ada dong Hhahaha.

“Aku pedekate sama dia?”

“Pedekate? Kamu udah pedekate?”

“Benar sekali.. Lelaki harus dewasa”

Pon kagum mendengarnya dan kemudian bertanya apakah sukses? Ummm… Belum, jawab S. Pon heran kenapa bisa belum? Padahal kan mereka saling menyukai. Itulah yang S tidak diketahui, sekarang Belle berubah jadi pendiam, gak kayak dulu lagi.

“Mungkin dia tidak mau sama kamu lagi?” Celetuk Pon




Topik lalu berganti ke seorang cowok yang lagi ngasi bunga ke ceweknya yang tak jauh dari mereka. S bingung kenapa harus ngasi bunga mawar? Bukankah itu terlalu kuno?

“Mawar itu symbol cinta. Jadi gak akan ketinggalan jaman. Mawarnya harus merah.” Jawab Taewin.

“Bukannya mawar pink yang symbol cinta?” tanya S lagi.

Mereka jadi sibuk membahas itu, sampai berhenti main game. Pon pun memuji Taewin yang sudah dewasa sekarang.


Seperti biasa, S menunggu Belle pulang kampus. Dia langsung bertanya apa Belle suka bunga? Belle berkata tidak, lagian dia juga alergi bunga. Kenapa? Tanya Belle kemudian.

“Ga ada.. aku pikir semua cewek suka bunga.” Ucap S. Belle berkata dia tidak tahu tentang itu, mungkin cewek lain suka, tapi dia tidak.

S berjalan pulang bersama Belle, dibelakangnya terselip bunga mawar merah yang tak jadi dia berikan karena Belle alergi. Dan benar saja Belle langsung bersin2 meskipun tak tahu kalau dibelakang S ada bunga.




Malamnya, S chat dengan Toy. Ia merasa harus cari cara lain bukan dengan bunga mawar. Dia sama sekali belum melakukan apa-apa untuk membuat Belle terkesan. Apalagi kemarin, dia sudah membuat Belle terluka. Hahahah bukannya membalas chat dari S, Toy malah asyik sendiri memandangi foto Mayrin.



Keesokannya di kantin sekolah, S, Toy, dan Taewin makan bareng. Tapi bukannya makan si Toy malah asyik memandangi Mayrin yang duduk di seberang mereka. “Ngelihatin dia terus tanpa makan, memangnya kenyang?” Gurau S.

Taewin tahu kalau mereka lagi ngebahas kakak senior. S pun bertanya apa ada yang Taewin sukai juga? Iya, yang ditengah, jawab Taewin. Langsung kesal lah si Toy ternyata mereka menyukai orang yang sama, P’Mayrin. S hanya bisa tertawa geli, kemudian ia menanyakan tentang P’Pang, apa Taewin sudah melupakannya?

“P’Pang dan aku hanya teman. Dia bilang aku masih kecil, harus lulus sekolah dulu. Dan aku setuju. Aku masih single.” Katanya menjelaskan.



S hanya mengangguk-angguk, dan saat mereka menoleh kearah Mayrin lagi, sudah ada Pon disana meminta nomor hape Mayrin. HHAHAHAHAH cinta segi empat ni. Setelah mereka tukeran nomor, Pon langsung ke meja S dkk.

“Kamu tahu kakak senior itu?” tanya S pada Pon.

“Itu? Iya dong. Aku baru aja minta nomornya. Dia manis kan?”

“Kamu mau mendekatinya?”

“Ya iyalah. Makanya aku minta nomornya.” Jawab Pon semangat.

Wajah Toy jadi sedih. Tak mau dengar percakapan mereka lagi ia pun balik ke kelas dengan alasan kenyang. Padahal dia belum menyentuh makanannya sedikitpun. Taewin juga begitu, ia merasa banyak sekali yang menyukai Mayrin, apa ini berarti dia akan apatah hati? Kamu harus siap dengan itu, Ucap S.


Di kelas, Toy sedih memikirkannya. Bagaimana bisa dia melawan mereka, sedangkan mereka adalah teman dekat S. S berkata jangan khawatir, mereka punya kompetisi masing-masing. S berpikir apakah mengatakannya saja langsung pada Belle? kalau dia kelamaan mungkin saja Belle akan ditembak duluan.

“Sama sepertimu! Kamu Cuma ngelihatin aja. Mungkin orang lain mengejarnya dan Mayrin menyukainya. Berakhirlah kalau begitu!”

“Aku rasa kamu masih punya kesempatan. Bilang saja padanya apa yang kamu rasakan. Kurasa dia tahu, tapi dia Cuma nungguin kamu untuk mengatakannya. Situasi kita berbeda.” Ucap Toy pasrah.

“Kita kan sudah setuju untuk saling membantu. Kita harus berjuang.”

Toy tidak mau, karena ia tidak bisa melakukan itu kepada teman-teman S. S menyemangatinya, Toy kan juga temannya. Dia mendukung mereka. S pun menyarankan kalau Mayrin menerima Pon, maka Toy mundur. Tapi sekarang Pon kan cuma baru punya nomornya, bukan berarti Mayrin juga menyukai Pon. Toy tidak sependapat, kalau Mayrin tidak suka ngapain dia ngasi nomornya ke Pon. Berarti Mayrin juga suka sama Pon.

“Baiklah, Kamu coba saja minta nomornya juga? Lihat apa dia nanti akan memberikannya?”

Toy menggeleng, “Aku gak berani. Apa kamu pikir ini gak kecepatan?”

“Kamu itu sudah kelambatan daripada Pon!”

Tapi tetap saja Toy tidak percaya diri untuk mendekati Mayrin. S menyarankan agar cari cara supaya bisa bicara dengannya. Dulu, Belle selalu menemukan cara untuk bicara padanya, apapun itu.



Akhirnya Toy menemukan ide. Setelah pulang sekolah ia menemui Mayrin yang baru saja selesai main bulutangkis. Awalnya Mayrin tidak ingat dengan Toy, tapi saat Toy menejelaskan ia langsung ingat saat dia tiba-tiba naik sepeda Toy.

“Namaku Toy, dari kelas 4/1” katanya mengenalkan diri.

Dua teman Mayrin lewat, sehingga Toy berhenti dan setelah itu ia langsung meminta tolong sesuatu.

“Tentang apa?” jawab Mayrin

“Temanku, S, sedang pedekate sama seniornya P’Belle” jelas Toy.

Mayrin mengenal P’Belle. Toy menyampaikan maksudnya kalau temannya itu (S ) tidak tahu cara pedekate sama cewek, karena gak pernah punya pacar. Mayrin tertawa mendengarnya dan menebak pasti Toy juga sama. Dengan malu-malu Toy mengiyakannya.

Mayrin tidak bisa membantu karena dia tak begitu dekat dengan P’Belle. Namun bukan itu yang diinginkan Toy, dia mau Mayrin mengajari mereka gimana caranya pedekate sama cewek. Huh? Mayrin kaget, tapi Toy cepat-cepat meralat kalau dia mau Mayrin mengajari temannya itu.


Toy merasa pasti Mayrin sudah berpengalaman tentang ini, karena dia lihat di facebooknya Mayrin banyak sekali foto mantan-mantannya. Mayrin kesal dan marah pada Toy, “Apa kau pikir aku cewek murahan?” Toy berusaha menjelaskan kalau maksudnya bukan itu, tapi Mayrin yang sudah terlanjur marah langsung pergi begitu saja.

“Maafkan aku. Aku gak bermaksud seperti itu tadi. P’Mayrin!” teriak Toy, membuat Mayrin berhenti.

“Keluarlah! Ini ruangan cewek” Katanya sedikit membentak.

“Aku cuma mau membereskan kesalahpahaman ini. Aku gak mau kamu merasa gak enak.”

“Oh ya? Terus kenapa kalau ngomong gak dipikirin dulu?”

“Aku sama sekali gak bermaksud. Bisakah jangan marah padaku?”

“Kenapa kamu peduli?”



Toy terdiam gak tahu harus jawab apa, sampai Mayrin berkata “Apa kau menyukaiku?” Jeng… jeng.. jeng Toy membisu. Mayrin perlahan-lahan mendekatinya, “Kau menyukaiku, kan?” Toy tak berani menatap Mayrin yang semakin mendekat, hingga Toy akhirnya mengatakan, “Benar, aku menyukaimu!”

Tanpa berkata-kata, Mayrin mendekati Toy yang sangat gugup bahkan menutup matanya karena ia pikir Mayrin akan menciumnya, tapi Mayrin cuma tersneyum kecut memandangi wajah Toy, “Aku tak semudah itu!” Ucapnya mengancam lalu pergi.

bersambung....

Note:
Duh,.. penasaran banget jdinya sama kisah dua couple ini. Sama-sama naksir seniornya tapi banyak saingan. Apalagi si Toy yang punya dua saingan hahaha. Siapa ya akan dipilih Mayrin nanti?

No comments:

Post a Comment