May 16, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 3 part 1


Belle belum sempat menjawab apakah ia menerima S atau tidak karena Orn tiba-tiba muncul dan memanggilnya. Seperti biasa S selalu memberitahu Toy apa yang terjadi. Toy merasa waktunya tidak tepat dan menyuruh S mencobanya lagi besok. S khawatir apakah ini tidak kecepatan, namun Toy berpendapat S hanya butuh jawaban, jadi temukan moment yang tepat besok.





Keesokan paginya S bangun dengan sebuah rencana. Ia memulai step pertama “berhenti menjadi anak-anak” dengan menyingkirkan benda-benda yang menurutnya jauh dari ciri-ciri lelaki dewasa. Dia harus berubah agar Belle bisa mengandalkannya. Kedua “Peroleh banyak ilmu” untuk membuktikan kalau dia sudah dewasa,. Eitss bukan pelajaran tapi tips bagaimana caranya agar disukai wanita. Ketiga “berubah untuk P’Belle”. Lakukan sesuatu yang Belle sukai, seperti makan mie, menonton basket, dan boxing. Tapi saat baru mau latihan boxing, S udah eneg duluan Hahahah. Keempat “Pamer”. Ya setelah merubah diri dia harus menunjukkannya pada Belle. Kelima, lakukan semuanya setiap hari sampai Belle melihat. Keenam “tunggu”. Benar saja, saat S mengupload foto semangkuk bakso yang biasa mereka makan dekat sekolah dulu, Belle me-like foto tersebut. Ketujuh, Ulangi secara berkala sampai Belle terkesan. S mencoba selfie saat ia lagi latihan boxing, tapi gak bisa karena susah untuk nge-kliknya pakai sarung tinju hahahah. Kedelapan alias terakhir, jadilah seorang pengikut.


S mengirimkan pesan sebelum tidur pada Belle, Belle membalas dan S pun memberitahu kalau sebentar lagi semester baru, kalau dia bisa lulus lebih awal bolehkah dia bertemu Belle. Tentu, jawab Belle yang langsung membuat S kegirangan dan senyam-senyum sendiri ala orang kasmaran.


Namun, rencana itu semua hanya ada dalam mimpi S wkwkwk. Huh kirain beneran. Setelah sampai di kelas yang sudah ada Toy, S bertanya apa Toy sudah siap untuk rencana selanjutnya? Rencana apa? tanya Toy bingung. Rencana untuk berbaikan dengan Mayrin, jawab S. Dia sudah memikirkannya. Ternyata rencananya sama seperti waktu itu, mengikat kertas di tali dan menurunkannya ke ruangan Mayrin. Toy bingung apanya yang sudah S pikirkan, bukankah ini sama? Hahah, S berkata lakukan beberapa kali agar membuat Mayrin terkesan. Toy berpikir tidak ada orang yang datang sepagi ini, hahaha S lupa dan memang benar karena di kelas hanya ada teman sebangku Mayrin. Toy jadi kesal, seharusnya dicek dulu baru mulai. Merasa bersalah S pergi kebawah dan mengecek Mayrin sudah datang atau belum, sementara Toy tetap memegang tali gulungan kertas itu. wkwkwk



Saat S mengintai ke kelas Mayrin, kebetulan sekali Mayrin datang dan mengambil kertas itu. Dibelakang mayrin juga ada Pan, cewek gendut yang waktu itu membalas surat Toy.Toy semangat dan akan melihat kebawah jendela tapi S langsung menariknya. Mayrin tidak boleh tahu kalau itu Toy, Toy harus tetap jadi misterius sampai Mayrin jatuh cinta dan ungkapkan siapa Toy sebenarnya.
Mereka lalu menarik gulungannya, dan horeee berhasil!! Sudah ada nomor Mayrin disana. Rencana selanjutnya keluar kelas agar tidak ada yang tahu kalau itu ulah mereka. Hmm rada curiga kalau itu bukan nomor Mayrin tapi si Pan.


S dan Toy buru-buru lari ke taman, duduk di dekat Taewin yang lagi asyik main game. S langsung menyuruh Toy untuk menelpon Mayrin, tapi karena gugup Toy jadi lama banget sampai S gak sabar dan langsung nempelin HP ke kuping Toy. Hallo, telpon diangkat tapi cewek itu bukanlah Mayrin melainkan Pan. Kan benerrr hahahah.



Pan tanya siapa yang nelpon, Toy pun memberitahu namanya yang langsung membuat Pan senyum salah tingkah sambil dikerumunin teman-teman yang lain karena di speaker-in sama Pan. HAHAHA
Mendengar Toy memberitahu ia berada di kelas 4/1, Mayrin yang juga ikut mendengarkan obrolan mereka keluar menuju kelas 4/1. Tapi tentu saja tidak ada siapa-siapa. Ia menuju meja Toy dan melihat sobekan kertas. Diam-diam dia memeriksa tas Toy dan menemukan buku dengan nama Tinnapat Nuadpan (nama asli Toy) dan juga menemukan bukunya yang terjatuh waktu itu.


Sementara di kampus, Orn mencoba memberitahu Belle kalau S benar-benar menyukainya. S minta tolong bantuannya untuk mendapatkan Belle karena tidak mau kalah dari Boss. “Dia pikir ini game. Sangat kekanakan!” tambah Orn. Wah, Orn jahat banget padahal S gak ada bilang gitu dan Orn sendiri malah yang menawarkan bantuan.

Orn semakin menghasut S juga membanding-bandingkannya dengan Boss yang lebih dewasa. Belle tampak termakan hasutan Orn. Saat pulang bersama S, Belle juga banyak diam.



Di sekolah, Toy belum pulang karena sibuk mencari sesuatu. Sepertinya buku Mayrin. Ditengah kegusarannya itu, muncul Mayrin di depan pintu, “Mencari ini?” katanya sambil memegang buku. Toy hanya mengucap salam dan tak menjawab pertanyaan Mayrin. Kesal, Mayrin langsung to the point menanyakan kenapa bukunya bisa ada sama Toy. Takut-takut Toy menjawab kalau waktu itu Mayrin menjatuhkannya, jadi… “Menyimpannya untuk ku?” sambung Mayrin.

Mayrin marah karena Toy tidak langsung mengembalikannya dan berpikir kalau Toy akan menyimpan buku itu untuk dirinya sendiri.

“Tidak.” Jawab Toy

“Apa kamu tahu aku harus menulis ulang semuanya untuk dikumpulkan tepat waktu?”

“Tidak. Aku minta maaf” jawab Toy sambil tertunduk.

Mayrin menatap tajam Toy sampai Toy terdiam takut. Melihat ketakutan Toy, Mayrin tiba-tiba tertawa dan berterima kasih karena telah menyimpankan bukunya. “Apa kamu takut padaku?” tanya Mayrin kemudian. Toy mengaku dia memang takut, takut kalau Mayrin akan marah padanya. Mayrin tidak marah kalau soal buku ini, tapi dia masih marah soal waktu itu dan mengingatkan Toy untuk pikir dulu sebelum bicara. Saat Mayrin akan pergi, Toy menghentikannya untuk meminta bantuan memberikan nasihat tentang cewek untuk S.



Scene beralih pada S dan Belle yang sedang makan. Tak lama Toy menelpon S, tapi S mematikannya, membuat Belle curiga dan langsung tanya siapa yang nelpon. S hanya bilang itu teman yang mau tanya tenatng pr. Saat S pergi membelikan minum, masuk pesan dari Toy yang kemudian dibaca Belle. Dalam pesan itu Toy memberitahu kalau Mayrin akan membantu mereka agar S bisa mendapatkan Belle dan mengalahkan Boss. Belle jadi teringat perkataan Orn tadi dan nampak khawatir. OMG!!


Bersambung...

No comments:

Post a Comment