Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 3 part 2


Toy belum pulang, dia menunggu Mayrin di tempat latihan badminton untuk menemaninya pulang sebagai balasan karena mau membantu S. Mayrin jadi penasaran kenapa dia ngotot banget mau bantuin S. Toy beralasan karena dia sayang sama S, dia mau S mendapatkan apa yang diinginkannya. Dari gelagatnya saja Mayrin tahu kalau sebenarnya Toy ingin mendekatinya Dengan menjadikan S alasan.




Belle curhat tentang S pada Pang dan Aom. Dia merasa S tidak seperti dulu. Pang dan Aom sampai bingung apa sebenarnya maksud Belle, dan hanya menduga Belle kebanyakan mikir. Tapi Belle tetap merasa S berubah. Pang berkata memang S berubah, itu karena S mau dia cocok dengan Belle. Aom juga setuju, S berubah untuk Belle pertanda S sangat mencintai Belle.

“Belle, kamu harus tahu apa yang hatimu inginkan.” Ucap Pang sedih.

“Jika kamu ada di posisi ini, dimana kamu punya seseorang yang akan melakukan segalanya untuk memenangkan hatimu, bagaimana perasaanmu?” tanya Belle

“Aku akan sangat baik!”

“Tapi bukankah itu pura-pura? Dia membuat rencana dan menciptakan keadaan2 palsu hanya untuk membuatmu senang.”

“Apa yang kita lakukan dulu juga juga rencana dan persekongkolan. Apa kamu lagi nungguin takdir? Jaman sekarang kalau mau sesuatu, kamu harus membuatnya terjadi. Sebenarnya, kenapa kamu jadi khawatir begini?”

Belle pun bilang kalau Orn memberitahunya tentang S yang minta bantuan untuk mendapatkannya. Dia gak ngerti kenapa S sampai butuh bantuan orang lain.



Tiba-tiba bel rumah berbunyi, yang datanglah adalah Orn. Orn melihat wajah sedih Belle dan minta maaf sudah mengatakan hal yang tadi siang. Pang dan Aom lalu meninggalkan mereka berdua. Pang merasa ada yang aneh dengan Orn. Entah kenapa dia tidak suka melihat Orn. Maka dari tahu mereka harus mengawasinya. Belle jadi sedih juga karena perkataan Orn. Aom sih setuju-setuju saja dan bertanya apa Pang akan tidur dengan Belle nanti. Pang mengiyakannya, dia khawatir pada Belle, mungkin mereka bisa bicara lebih tentang ini nanti. Tapi saat Pang dan Aom ke kamar Belle, mereka kaget karena Orn menginap malam ini dan tidur di kamar Belle.


Keesokan paginya, mereka lebih kaget lagi karena Belle memberitahu kalau Orn akan tinggal bersama mereka. Rumah Orn jauh dari kampus makanya Belle mengajaknya tinggal bareng. Pang dan Aom pun terpaksa setuju.


Di sekolah, S dan Toy membicarakan perkembangan masing-masing. Toy berterima kasih atas saran S tentang warung Mie dekat sekolah, karena ia rasa Mayrin menyukainya. S lalu bertanya jika ia dan Belle jadian bagaimana jadinya kelanjutan rencana Toy? Toy berkata tak masalah, yang penting S dan Belle bisa bersama. Tiba-tiba HP Toy berbunyi, si Pan lah yang menelpon. Pan mengajaknya bertemu pulang sekolah nanti. Toy yang mikir itu adalah Mayrin langsung mengiyakannya.


S pulang bersama Belle. Karena S sekarang suka dengerin music, ia minta direkomen lagu-lagu baru yang enak. Tapi Belle sudah jarang dengerin lagu sekarang. S lalu bertanya apa Belle masih suka nonton pertandingan basket? Belle mengaku ada pertandingan basket di kampusnya, tapi dia sudah gak ngikutin lagi. Belle ikut senang saat S bilang dia bergabung dengan tim inti. Mereka ada pertandingan di akhir semester nanti. Dia harap Belle bisa datang untuk mendukungnya. Belle dengan senang hati mengiyakannya.

S yang selalu penasaran tentang kehidupan universitas bertanya apakah lebih enak daripada sekolah? Belle merasa cukup enak, dia sudah mulai terbiasa. Universitas dan sekolah benar-benar berbeda. Berbeda gaya hidup, juga berbeda lingkungan. Rasanya dia lebih dewasa. S tidak sabar sekali ingin lulus dan kuliah, tapi kalau dia masuk kuliah nanti Belle pasti sudah memasuki tahun ke-4, itu berarti dia cuma punya waktu satu tahun bersama.



Sampailah mereka di apartemen Belle. Sebelum Belle masuk, S bertanya serius apa mereka bisa bersama? Belle tampak ragu menjawabnya, apalagi saat S kemudian bertanya apa Belle masih punya perasaan untuknya. Belle meminta mereka jalani saja dulu. Mereka mungkin hidup di dunia yang berbeda seperti yang pernah S katakana. S gak harus berubah untuk masuk kedunianya. Suatu saat S bakalan tahu kalau itu melelahkan.

“ Aku tidak lelah atau apapun itu.” Ucap S agak kecewa

“Aku akan naik sekarang. Aku harus ngerjain tugas dan memberikannya pada teman.”

“P’… P’Belle! Sejak kau datang dalam hidupku, aku jadi tahu perasaan2 yang tak pernah kuketahui sebelumnya. Kau mengajarkanku bagaimana caranya untuk mencintai. P’Belle! Aku tidak akan menyerah dengan mudah. Aku akan lakukan yang seharusnya kulakukan untukmu agar kau menyukaiku lagi!” teriak S.

Belle berhenti mendengar semua kata-kata S itu tapi ia sama sekali tak menoleh sedikitpun dan mempercepat langkahnya.


bersambung...

No comments:

Post a Comment