Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 4


PATAH HATI. Itulah yang dirasakan S saat ini. Awalnya ia tak mau mengangkat telpon Toy, namun ia akhirnya bercerita bahwa ini pertama kali ia merasakan pedihnya sakit hati. Tahun lalu, dia menolak Belle. Sekerang Belle menolaknya. Dia rasa ini impas. Dia tak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, mungkin tak ada kata “selanjutnya”. Setelah mematikan telpon, S pun menangis.




 
Esok harinya S datang agak terlambat dari biasanya. Ia tampak murung. Toy bertanya apa S akan berhenti? Tahu kalau yang mereka bicarakan adalah P’Belle, Taewin menyemangati S agar jangan menyerah karena P’Belle itu mencintai S. S mengatakan kalau P’Belle menolaknya kemarin. Taewin berkata P’Belle menolaknya cuma sekali, tapi S dulu menolaknya berkali-kali, meskipun begitu P’Belle tetap tidak menyerah. Ini hanyalah permulaan. Apa S sudah mau menyerah? Dia mendukung S begitu juga dengan P’Pang dan P’Aom. S punya banyak orang yang mendukungnya. Namun S berkata kalau P’Belle tak memiliki perasaan untuknya, apa yang bisa dia lakukan? GIGIH, jawab Taewin kemudian. Dia membaca sebuah buku tentang perubahan. Jika kita bisa mengubah dunia, kita bisa mengubah pandangan seseorang. Setelah keadaan turun naik, suatu hal akan menemukan jalan mereka kembali ke awal. Pada akhirnya, P’Belle akan menemukan jalannya untuk kembali pada S. Dia percaya itu.

Taewin lalu memberitahu kalau minggu depan P’Belle dan gang-nya akan pergi ke pantai. P’Pang yang memberitahunya. Ia pikir itu adalah kesempatan yang bagus, jadi S harus ikut juga. Ketika suasananya bagus, S bisa membicarakannya. S bingung bagaimana caranya dia bisa pergi? Taewin dengan cepat langsung ngechat P’Pang mengatakan kalau S akan ikut juga. S pun tersenyum dan nampak lebih baik.


Toy terkagum-kagum pada Taewin, sampai dia gak bisa berkata apa-apa. Dia juga minta diajarin bagaimana caranya mengejar senior cewek. Tapi Taewin juga tidak tahu caranya. Toy terus memaksanya, bahkan sedikit saja tidak apa-apa. HAHAHA



Di kantin, Toy yang lupa menceritakan tentang “nomor Mayrin” akhirnya bilang kalau nomor yang mereka dapat di kertas waktu itu bukan punya P’Mayrin. S penasaran, jadi siapa dong? Dari kilas balik tahulah Toy kalau orang yang selama ini dia telpon dan yang minta ketemu adalah Pan. Toy awalnya gak sadar sama sekali, ia malah bertanya Pan mau ngapain, apa ada yang bisa dia bantu? HAHAHA. Dengan salah tingkah Pan memukul manja Toy karena ia pikir Toy sedang pura-pura. Pan lalu bilang mereka sedang berkencan, dan kagetlah Toy, KENCAN??? Tanpa basa-basi Pan langsung menariknya untuk pergi, dan bertanya mereka mau makan apa. HAHAHAH. Toy masih bingung karena dia merasa tak pernah mengatur kencan dengan Pan apalagi saat si Pan bilang Toy bicara padanya tadi pagi. HAH? Toy semakin bingung, kapan? Pan lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Toy untuk membuktikan. Toy masih tidak tahu jadi ia mengangkat telpon Pan dan bilang kalau dia sudah menunggu di bawah. HAHAHAH. Pan langsung bilang namanya adalah PAN, ya dia adalah orangnya!! Toy kaget luar biasa. Pan malah bersikap semakin manja dan bilang kalau mereka bisa jadi couple sekarang. Toy hampir saja lari kalau Pan tidak menarik tangannya. Toy sampai berteriak bilang tunggu agar dilepaskan. Tapi Pan tak berniat melepaskan Toy. HAHAHAH



S jadi geli sendiri mengetahui orang yang mereka telpon selama ini bukanlah P’Mayrin. Iapun bertanya P’Pan itu siapa? Dia itu temannya P’Mayrin, jawab Toy. Tak lama Taewin datang membawa minuman untuk mereka. Ia bertanya apa yang mereka berdua omongin. Saat S mau bilang, Toy langsung menepuk-nepuk tangan S dan berkata hanya kesalahpahaman sedikit. HAHAHA. S lalu bertanya pada Toy lagi apa dia jujur pada P’Pan itu. Ya, Toy jujur tapi Pan nya gak ngerti juga. Pan bilang padanya untuk coba terbuka saja. Terbuka? Tidak, terimakasih. Begitulah jawaban Toy. S malah menawarkan Toy untuk mencobanya, yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Toy. Dia hanya punya seorang gadis yang dia sukai. Kemudian Mayrin pun muncul. Mata Toy tak bisa lepas darinya sampai tiba-tiba Pon datang bergabung di meja Mayrin dan duduk di sebelahnya. Cemburu + kesal, Toy langsung pergi tanpa menyentuh makanannya sama sekali.


S menemui Toy di lapangan. Ia bertanya apakah rasanya seperti patah hati? Toy hanya diam menunduk. S berkata mereka itu sama, dua cowok yang suka senior cewek dan ditolak. Kemarin Toy menghiburnya, sekarang dia yang menghibur Toy. Sungguh luar biasa. Untuk mengurangi kesedihan Toy, S mengajaknya main badminton karena itu kesukaan Mayrin. Lakukan hal yang disukainya agar bisa dekat dengannya. Tapi Toy tidak bisa main badminton. S berkata P’Belle juga tidak bisa main bola, tapi dia berlatih dan suatu hari dia mengajaknya main bersamanya. Toy bertanya itukah saat S mulai menyukai Belle? S bilang itu cuma salah satu cara Belle mendekatinya. Semua usahanya itu membuat dirinya akhirnya meyukai Belle. Mereka berdua jadi semangat lagi.



Hari dimana Belle dan gang pergi ke pantai pun tiba. Dan tentu saja S juga ada disana. Dia dan Boss sampai berebutan untuk membawakan tas Belle, hingga Belle akhirnya bawain tasnya sendiri. HAHAHH. Ketika di pantai Belle cuma duduk diam memandangi Pang dan Aom yang main air. S yang bersama Pang dan Aom ingin menghampiri Belle tapi keduluanan Boss yang membawakan Belle kelapa muda.

Boss bertanya kenapa Belle tidak berenang. Belle berkata dia punya kolam berenang di rumah jadi dia hanya ingin menikmati suasana pantainya saja. Tiba-tiba Boss memegang rambut Belle untuk mengambil sesuatu. Kirain ada daun atau apa, gak tahunya cuma pasir. Hahahah, S makin kesal melihatnya dan melampiaskannya dengan melempar batu-batu kecil ke laut. Lalu Orn datang minta difotoin ke spot yang agak jauh dari tempat Belle. Terpaksa S mengiyakannya meskipun ia terus bolak-balik melihat kearah Belle.


Entah sengaja atau tidak Orn minta difotoin pake hp S karena Hp nya ketinggalan. S menurut saja sambil terus melihat kearah Belle. Selesai foto Orn bertanya tentang perkembangan mereka. S berkata Belle hanya diam saja sejak menolaknya waktu itu. Orn pura-pura menyemangatinya dan berjanji akan bicara pada Belle nanti. OMG pasti Orn bakalan ngomong yang aneh-aneh lagi nih tentang S.


Pang curiga melihat S dan Orn yang lanjut foto-foto lagi. Pang yakin pasti Orn ngerayu S. Pakai baju seksi seperti itu dan sengaja dekat-dekat S terus. Aom yang lurus-lurus aja malah berpikir kalau Orn itu memang seksi dan manis. HAHHAH. Pang mengingatkannya kalau S dan Belle itu harus bersama, bukan malah jadinya seperti ini, apalagi melihat kalau diujung sana Boss tengah bersama Belle. Huh,, wrong couples! Ucap Pang kesal.



Pang, Belle, dan Aom kemudian bersantai di tepi kolam. Aom merasa tempat ini seperti rumah Belle. Pang lalu mengajaknya ke rumah Belle saja lain kali. Tapi Aom malah berpikir di rumah Belle kan gak ada lautnya. HAHAHAH. Kembali fokus ke Belle, Pang meminta Belle untuk berhenti mendiamkan S. Aom juga merasa buruk melihat S yang kelihatan sedih sejak Belle menolaknya. Sedih? Tanya Belle sambil melihat kearah S yang diujung sana gak sedih sama sekali, malah senyam-senyum gaje kearahnya. HAHAHA



Belle merasa dia tak melakukan apapun, dia hanya jadi dirinya sendiri. Pang mengerti itu, tapi cerialah sedikit seperti Aom. Belle juga harus senyum. Belle langsung senyum, tapi Pang minta agar Belle senyumnya pada S bukan mereka. Aom menyarankan Belle untuk bicara saja pada S, tapi Belle merasa tidak perlu terburu-buru atas segalanya. Tapi Aom berkata mereka begitu tahun lalu. Hahahah
Pang juga kesal. Dia sudah semangat sekali ingin merayakan tapi apa yang terjadi sekarang? Mereka jadi seperti ini. “Apa yang terjadi tahun lalu, adalah cerita tahun lalu. Sekarang sudah berbeda cerita.” Kata Belle. Mereka jadi berdebat sampai Pang bertanya apa Belle masih menyukai S. Belle sendiri tidak tahu apa yang dirasakannya. Pang bertanya apa ini gara-gara Boss? Belle mengaku Boss baik padanya sejak awal, tapi dia tidak punya perasaan padanya. Apa Belle sering bertemu dengannya di kampus? Belle mengiyakannya, setiap hari malahan, karena mereka satu gedung. Pang merasa itu tidak ada hubungannya. Dia satu gedung dengan orang yang disukainya, tapi dia tidak bertemu dengannya dalam sebulan. Mereka pun jadi tahu kalau Pang sudah punya pujaan hati, dan melupakan Taewin.

Kesal, Pang menegaskan kalau Taewin itu sudah seperti adik baginya. Kan sudah berulang kali dia bilang! Belle lalu mengejeknya “Menjadi cantik itu tidak mudah” HAHAHAH!



Pang kembali ke masalah Belle, dia berpikir kalau bukan gara-gara Boss, berarti ini diantara S dan Belle. Maka dari itu Belle harus menentukan sikap sebelum kehilangan S. Kalau Belle tidak hati-hati, seseorang akan mencurinya. Pang melihat kearah S yang lagi ditemani Orn menyiapkan makanan. Belle tidak mengerti apa yang dibicarakan Pang. Pang juga tidak tahu. Perasaannya mengatakan seperti itu. Pang lalu kode-kode kebelakang agar mereka melihat S dan Orn. Tapi tepat saat itu S tengah membantu Boss mengangkat sebuah box. Aom bertanya heran, P’Boss? Pang, P’Boss kan suka Belle, bagaimana mungkin dia jadi gay? HAHAHAH, Pang jadi malas bicara pada Aom. Pang lalu mengingatkan Belle agar mengawasi Orn. Belle merasa Orn tidak apa-apa. Pang merasa bagus kalau Orn tidak “bermasalah” tapi jika iya maka Belle harus bersiap-siap padanya.
Aom kembali melihat kearah S dan Boss yang sekarang lagi berebutan makanan. Ia semakin penasaran apa P’Boss itu beneran gay? HAHAHHAH Pang dan Belle tak habis pikir melihat Aom yang susah banget nyambungnya. LOL


Disaat Pang dan Aom sudah tidur duluan, keempatnya masih ada di tepi kolam. Ketika Belle akan masuk, tak sengaja ia menepak gelas hingga pecah. S menyuruh Belle tidur saja, dia yang akan membereskannya. Dan sebelum Belle masuk dia mengajak Orn juga, tapi Orn berkata ia tidak lelah. Tinggalah S dan Orn berdua, sedangkan Boss sudah tertidur di dekat kolam.



Ketika S membersihkan pecahan gelas itu, tiba-tiba Orn memanggilnya dengan gaya centil dan bersikap seperti menggoda S. Ia menawari S minum, tapi S tidak mau. Ia lalu mengajak S berenang, namun S menoknya juga. S tampak tidak nyaman dengan sikap Orn, dan saat S sibuk melihat ke dalam vila, Orn sudah nyebur ke kolam dan terus mencoba mengajak S berenang bersamanya.



Tiba-tiba Orn tenggelam dan berteriak minta tolong. S panik karena hanya ada dirinya disana. Tak mungkin ia membangunkan Boss hingga akhirnya dia nyebur menolong Orn. Orn jelas pura-pura tenggelam, mungkin untuk menarik perhatian S. S yang panik melihat Orn pingsan mencoba menekan dadanya tapi tak berhasil dan mencoba memberi nafas buatan. Saat S sudah membuka mulut Orn, Belle muncul memanggil S. Ia langsung mengambil alih pertolongan. Belle menekan-nekan dada Orn, dan akan memberi nafas buatan. Orn langsung sadar sebelum Belle memberi nafas buatan. Ia nampak kecewa karena bukan S yang melakukannya. Setelah memapah Orn S pun pergi dan Belle dibuat heran oleh Orn karena ia terlihat baik-baik saja.


Esok harinya, saat tengah berkumpul, Boss menawarkan mereka untuk sailing dan snorkeling, tapi karena Belle mabuk laut dia memutuskan untuk tetap di villa saja. Belle menyuruh mereka pergi, dia tidak apa-apa sendirian. S lalu bilang kalau dia juga mabuk laut, jadi dia akan menemani Belle. Merasa ini kesempatan untuk Belle dan S, Pang pun memaksa mereka pergi sailing kalau tidak Belle akan sedih. Setelah berusaha meyakinkan Boss dan Orn mereka akhirnya pergi meninggalkan S dan Belle berdua.


Belle dan S jalan-jalan di sekitar pulau. S merasa bersyukur sekali kemarin malam Belle datang tepat waktu. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. S juga bilang kalau dia tidak memberikan Orn nafas buatan. Meskipun tidak ada hubungannya dengan Belle, dia hanya ingin Belle tahu.
Belle lalu bertanya tentang S yang mabuk laut juga. S jujur kalau sebenarnya dia tidak tahu, karena dia tidak pernah naik boat sebelumnya. Dia hanya ingin menemani Belle. Sebenarnya dia ikut karena Belle bukan untuk melihat pemandangan.



“Kamu sudah tahu kalau aku menyukaimu, kan? Aku tidak berani sebelumnya. Aku mencoba untuk berubah. Berlatih di depan cermin setiap hari untuk merasakan seperti aku bicara padamu. Aku akan bertanya lagi suatu hari. Setelah kamu menolakku, aku memikirkannya sepanjang malam apa yang harus aku lakukan. aku takut kalau aku mungkin membuatmu jengkel kalau aku terus mengejarmu. Kamu orang pertama yang mengajarkanku apa itu cinta. Kamu orang pertama yang mengajarkan aku apa itu patah hati. Aku minta maaf selama ini sudah membuatmu sedih. Kamu pasti sakit sekali. aku minta maaf.”

Belle tersenyum mengatakan tidak apa-apa. Itu semua sudah berlalu. Dia baik-baik saja sekarang. Apakah patah hati lebih sakit daripada patah kaki? Tanya Belle bercanda. S berkata itu tidak bisa dibandingkan. Lebih baik kakinya patah daripada patah hati. Dia lalu berterima kasih pada Belle. Belle akan semakin sering melihatnya nanti karena dia akan menemui Belle setiap hari dan mengubah pikiran Belle. Dia berjanji. Dengan percaya diri S mengatakan bahwa Belle sudah membuat kesalahan karena membuatnya jatuh cinta. Dia akan mengejar Belle lebih keras dari yang Belle lakukan. Lihat saja!!

“Baiklah, aku akan lihat apakah kamu bisa melakukan setengah dari yang aku lakukan.”

“Tantangan diterima.” Jawab S.



Bersambung...

No comments:

Post a Comment