May 29, 2017

Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 5



Setelah kembali dari liburan singkatnya, S mengajari Toy main badminton. Meskipun S sudah baikan dengan Belle tapi ia khawatir karena sebentar lagi Belle ulangtahun dan ia tidak tahu harus buat surprise apa. Saking bingungnya saat Toy men-serve langsung dipukul kuat-kuat oleh S sampai shuttlecooknya kejauhan dan terpaksalah Toy bolak-balik mengambilnya. S lalu bertanya masalah Toy dan ia menyarankan agar Toy mengajak Mayrin untuk bermain dengannya. Toy tidak yakin karena dia belum bisa main apalagi S yang malah memukul shuttlecooknya kuat-kuat, dia kan masih pemula. Disaat mereka bertengkar itu, mereka tidak sadar kalau Mayrin datang dan mengambil shuttlecook-nya.




Toy kaget melihat Mayrin datang. S pun menyapanya sopan. Mayrin mengenali S karena dia sering melihat S. Melihat mereka yang sedang latihan, Mayrin ingin bergabung juga dan pindah ke dalam tempat latihan. Mayrin mengingatkan kalau lain kali mereka latihan sebaiknya di dalam saja karena diluar berangin.


Ingin membiarkan Toy dan Mayrin berdua, S bisik-bisik ingin pamit tapi Toy tidak mengizinkannya. Namun saat Mayrin bertanya mereka ngomong apa Toy malah bilang kalau S mau pergi ke toilet dan menyuruh S cepat pergi HAHAHHAHA. Sebelum itu Toy berpesan agar S mengambil foto mereka.


Ternyata Mayrin latihan badminton setiap hari minggu untuk mengikuti kompetisi sekolah. Toy memuji pasti Mayrin sangat jago, tapi Mayrin mengaku ia tidak sejago itu, ia saja tidak pernah memenangkan medali emas. Toy menyemangati kalau ia akan mendapatkannya tahun ini.



Mereka lalu latihan bersama. Awalnya Toy tidak bisa menangkap bola, mungkin karena grogi hihih tapi selanjutnya mereka bermain dengan bagus sampai S kemudian datang. Mayrin mengajak S ikut bergabung, dia akan melawan S dan Toy. S setuju, ia tiba-tiba menantang Mayrin kalau mereka menang apa yang akan mereka dapat. Mayrin minta sebutkan saja apa itu dan tanpa ragu S meminta kalau mereka menang Mayrin harus pergi nonton dengan Toy. Mayrin setuju. Tapi Toy tidak yakin mereka bisa menang, dan benar saja baru satu kali serve dari Mayrin mereka berdua berebut sampai kepala keduanya terbentur. Mereka kalah. HAHAHA



Kini mereka ada di warung mie. Karena Mayrin menang, dia mendapat traktiran mie setiap hari minggu. S berbisik merasa ini kesempatan yang baik karena Toy bisa dekat dengan Mayrin. Melihat mereka yang selalu berbisik-bisik seperti itu Mayrin pun berkata apa mereka sedang membicarakannya? Tidak, jawab keduanya kompak. Ingat kalau saat itu Toy pernah minta bantuan Mayrin untuk menolong S, Mayrin kali ini menanyakan hal itu, apa mereka masih butuh bantuannya? Bukannya menjawab iya atau tidak, Toy malah menanyakan tipe cowok seperti apa yang disukai cewek menurut Mayrin. HAHAHAH karena sejak semula Toy memang menjadikan S sebagai alasan untuk mendekati Mayrin.



Mayrin menajwab, kalau dia itu suka cowok yang bisa olahraga. Kalaupun cowok itu gak bisa main bersamanya, dia harus meluangkan waktu untuk melihatnya bermain dan mendukungnya. S lalu bertanya apakah ini sama seperti dia yang menemui Belle setiap hari di kampusnya? Ya, apa dia tersenyum saat ditemui, tanya Mayrin. Ya, jawab S singkat.

Mayrin juga berkata kalau dia itu suka yang terang-terangan, contohnya kalau mereka menganggap dirinya itu menarik maka langsung saja datang dan minta nomornya. Dia tidak suka cowok pemalu yang bisanya ngelihatin dia dari jauh. HAHAHAH ini nyindir Toy ya?


Saat Mayrin lanjut makan, S membisiki Toy agar dia mendengarkan Mayrin. Toy mengangguk mengiyakan dan tiba-tiba S berkata kalau Toy mau bilang sesuatu pada Mayrin HAHAHAH. Toy kaget + gelagapan. Mereka pun jadi berdebat karena Toy gak berani ngomong sementara Mayrin bingung melihat mereka berdua.

Akhirnya S balik ke masalahnya sendiri dan bilang kalau sebenarnya dia sudah menyatakan perasaannya pada Belle. Tapi dia tidak mendapatkan apapun. Dia terkejut saat Belle mengejarnya dulu. Belle pasti punya perasaan untuknya, kan? Tapi dia menolak Belle saat itu. Sekarang, dia tahu perasaannya dan kembali pada Belle, tapi Belle nampaknya tidak tertarik lagi. Kenapa ini tidak lebih mudah dari yang seharusnya? Mayrin mengatakan bahwa ini sebenarnya lebih sulit. Karena S tidak mulai dari nol tapi negative. Apa ini karena dia pernah menolaknya? Mungkin, apa ada factor lain yang bisa membuatnya jadi seperti sekarang? kata Mayrin. S berpikir mungkin Belle menganggapnya terlalu muda. Sekarang dia kuliah. Dia juga bilang bahwa segalanya sudah berubah baginya. Keadaan sekitar, teman-teman, gaya hidup. Segalanya sudah menjadi lebih dewasa. Dia mungkin memang terlalu muda. Mayrin berpendapat jika Belle peduli masalah usia, maka dia tidak akan tertarik pada S sejak awal. Cobalah cari tahu apa yang Belle sukai, lalu coba untuk menyukainya juga.



Sepanjang perjalanan pulang S bingung memikirkan sesuatu yang spesial untuk Belle. Dia melihat sarung tangan tinju di kamarnya, dan berpikir apa dia bantuin Belle latihan aja? Tapi begitu ia membayangkannya, ia malah jadi takut kena pukulan Belle dan tentu saja jadinya tidak spesial dan tidak romantis. Ia lalu melihat bola basket. Belle suka menonton pertandingan basket, tapi ia tidak tahu bagaiaman caranya menjadikan pertandingan basket itu spesial untuk Belle. Bingung karena belum mendapat ide sama sekali, S pun beralih dengerin lagu untuk menenangkan diri. Dia mendengarkan lagu yang saat itu didengarkan Belle untuknya ( di Season 1) dan muncullah ide untuk menulis sebuah lagu.



Dia lalu mengundang Pon kerumahnya karena Pon bisa bermain gitar dan minta dibantuin untuk membuat nada dari lagunya. Sejak saat itu S fokus menulis lirik bahkan saat sedang makan di kantin sekalipun. Ia berjuang keras meski tak mengerti dengan kunci-kunci nada, tangan yang terluka kena senar gitar, latihan siang malam sampai tak fokus belajar hingga akhirnya dia bisa bermain gitar.


Hari-hari berlalu sampai S mulai menunjukkan permainan gitarnya di depan Toy dan Mayrin. Mereka memuji cukup bagus meskipun ada beberapa nada yang aneh HAHAHA. Toy bertanya kapan rencananya S akan memainkannya untuk Belle, S mengatakan kalau waktu itu dia bilang ke Belle kalau dia nemu music yang enak dia akan berbagi dengannya. Akhir-akhir ini Belle jarang dengerin music dan dua hari lagi Belle ulang tahun, itu akan menjadi waktu yang tepat. Toy dan Mayrin pun menyemangatinya.


Hari ulang tahun Belle tiba. S pergi ke apartemen Belle dan Aom yang membukakan pintu. S mengira Pang dan Aom pulang cepat hari ini, tapi rupanya mereka tidak kuliah karena ingin menyiapkan surprise untuk Belle. S merasa berterima kasih sekali karena Pang dan Aom benar-benar menyayangi Belle dan rela membantunya juga. Aom tak masalah, lagian mereka sudah berteman bertahun-tahun. Seperti yang dia katakana dulu, jika S dan Belle bahagia dia juga ikut bahagia.



Aom melihat jari-jari S diperban dan menanyakan kenapa dengan jari S itu. S menjelaskan kalau jarinya luka karena belajar bermain gitar. Meskipun sakit, tapi itu tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang dilakukan Belle dulu. Aom memuji mereka memang pasangan yang cocok. Jadi, inikah alasan kenapa dia menghilang berhari-hari? S mengiyakannya. Dia ingin membuat kejutan dengan sebuah lagu hari ini. Kemudian S bercerita saat dulu Belle menghilang dari pandangannya. Saat itu dia terus-terusan memikirkan Belle. Jadi, dia melakukan hal yang sama tapi tidak tahu apakah Belle merindukannya atau tidak.

“Tentu saja dia merindukanmu. Aku melihatnya tampak sedih berhari-hari.”

“Benarkah?”

Aom menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba S menyadari bahwa sebelumnya mereka tidak pernah bicara duduk seperti ini. Ia kemudian bertanya pendapat Aom tentang dia dan Belle.



Scene beralih ke Pang yang sedang menuju apartemen dengan bungkusan yang dibawanya, sementara itu Orn sudah tiba di depan pintu dan melihat ada sepatu laki-laki, S. Sekilas dia tersenyum dan merekam S yang sedang menunjukkan permainan gitarnya pada Aom. Haduh, mau ngapain sih Orn ini? jangan-jangan dia mau ngadu yang enggak2 ke Belle tentang Aom dan S. Tapi kayaknya Belle gak mungkin percaya, karena Aom kan sudah melupakan S. Orn tidak jadi masuk dan balik pergi, tapi di depan lift ia bertemu Pang. Orn menyapanya dan langsung masuk ke lift. Pang yang selalu kesal melihat Orn lalu mengerjainya dengan menekan tombol agar lift nya terbuka lagi dan dia langsung lari sambil tertawa puas HAHAHA.


Pang senang melihat S datang. Ia lalu menanyakan soal Orn tadi, namun Aom bilang kalau Orn tidak ada datang. Mereka sampai meributkan masalah itu. Pang yang tadinya menaruh curiga jadi tak memperdulikannya.



Malam pun tiba. Pang, Aom, dan S kelihatan sudah bosan menunggu Belle yang tak kunjung pulang. Aom bertanya apa Pang yakin tetap tidak mau menghubungi Belle? Pang sangat yakin. Mereka harus bersikap seakan-akan mereka lupa ini ulangtahunnya. Jadi, ketika Belle datang, mereka akan “Surprise!”. Namun sudah berjam-jam mereka menunggu Belle belum pulang juga. Saat Aom menelpon pun Belle tak mengangkatnya. Aom khawatir karena Belle tidak biasanya seperti ini. Pang berpikir apa mungkin Belle tahu mereka akan membuat kejutan untuknya, jadi dia menunggu sampai tengah malam baru pulang? Aom merasa itu tidak mungkin. S bertanya apa sebaiknya mereka telpon Orn saja, mereka pasti sedang bersama? Tapi baik Pang dan Aom tidak punya nomornya. S lalu menanyakan Belle pada Orn lewat Line. Beberapa saat kemudian Orn mengirim foto Belle sedang makan malam bersama Boss.


Pang langsung kesal luar biasa melihat foto itu. Dia tak mau menunggu Belle lagi dan berniat tidur saja. Untuk apa mereka menunggu, toh mereka juga gak tahu apa Belle pulang atau tidak. Aom berusaha membujuknya, mereka kan sudah menyiapkan semua, jadi tunggu saja sampai tengah malam nanti. Pang tetap dengan pendiriannya, ia tak mau menunggu lagi. ini sudah terlalu malam, bukankah mereka besok ada kelas? Dia juga harus ujian besok karena tadi tidak hadir. Aom bertanya pada S, apa S akan menunggu? Mungkin sebentar lagi Belle pulang. Dia meyakinkan S untuk menunggu sebentar lagi sementara dia akan bicara pada Pang. S pun mengangguk ragu.


Di kamar, Aom membujuk Pang agar jangan seperti ini. Pang tidak terima. Mereka sudah menyiapkan semuanya, tapi Belle malah tidak ada bersama mereka. Aom mengatakan kalau Belle hanya merayakan ulang tahunnya bersama teman kampusnya. Dia punya teman2 baru sekarang. Lalu apa kita cuma “teman lain” baginya? Kenapa kita tidak punya teman lain saja di universitas? Pang sangat kesal. Aom yakin mereka masih bisa seperti sebelumnya. Mereka tinggal disini bersama. Meski ada Orn, mereka lebih dekat dengan Belle daripada dirinya.

“Kau mungkin akan tahu suatu hari bahwa kita bukanlah “teman dekatnya” lagi.”

“Pang. Dia akan segera pulang.” kata Aom menenagkannya.


S ditelpon ibunya menyuruh agar S menginap saja dirumah Toy karena sudah terlalu malam untuk pulang. S berbohong pada bibi Praew kalau dia akan pergi ke rumah Toy bukan Belle. S mencoba memainkan gitarnya sambil menunggu hingga akhirnya dia tertidur dan tak lama Belle dan Orn pulang dibopong Boss. S melihat mereka namun ia pura-pura tidur lagi. Belle yang mabuk memanggil nama S, tapi Boss langsung membawa Belle ke kamarnya dan mengunci kamar Belle sehingga mereka berdua di kamar itu.


Bersambung..

No comments:

Post a Comment