Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 6


Begitu Boss mengantarkan Belle ke kamar, S langsung membuka mata dan menuju kamar Belle. Ia panik mengetahui Boss ada di dalam dan mengunci kamar. S berteriak memanggil Belle sampai Pang dan Aom terbangun. Pang juga takut terjadi apa-apa dengan Belle. Untunglah mereka punya kunci cadangan dan cepat-cepat membuka pintunya.




Boss sudah membuka bajunya, tapi tepat saat itu S dan yang lain masuk. S langsung menonjok wajah Boss dan mereka saling tonjok-menonjok. Saking ngantuknya karena mabuk, Belle bahkan tak bangun sama sekali. Pang berteriak meminta mereka berhenti dan PRAKKK, ia menghampiri dan menampar Boss. Malu atas perbuatannya itu, Boss langsung pergi. Namun Pang menyuruh Aom memastikannya, apakah Boss benar-benar pergi dan mengunci pintu.



Pang mencoba membangunkan Belle, tapi Belle sudah tertidur pulas. Pang pun membenarkan selimutnya. Pang lalu meringis melihat luka S dan bertanya apa itu sakit? S menjawab ia tidak apa-apa. Selama Belle baik-baik saja dia pun akan baik juga. Pang dan Aom tersenyum mendengarnya dan Aom mengobati luka S.

Pang masih berada di kamar Belle. Ia mengeluhkan sikap Belle yang selalu membuat mereka khawatir. Kenapa coba Belle tidak memberitahu mereka kemana Belle pergi? Mereka kan bisa pergi bersama.



Esok harinya S pulang ke rumah, ia tampak tersenyum memikirkan sesuatu. Sementara itu di kampus, Pang memberitahu kalau semalam ia melihat diam-diam hp Belle dan menemukan video S dan Aom. Itu ulah Orn. Bagaiamana bisa dia melakukannya? Aom jadi cemas karena dialah yang telah menyebabkan kesalahpahaman. Tapi Pang yakin Belle tak akan menganggap serius video itu. Belle tahu gak ada apa-apa diantara Aom dan S. Aom berharap mudah-mudahaan saja seperti itu. Ia lalu bertanya apa mereka tidak akan mengatakan apapun tentang kejadian semalam? Pang mengatakan Belle saja masih belum bangun. Aom bertanya lagi apa Pang masih marah? Sedikit, jawab Pang. Pang tak bisa membiarkannya begitu saja setelah rencana yang sudah mereka siapkan. Tapi Aom berpikir itu bukan salah Belle. Belle pergi dengan Boss karena Belle melihat video itu. Pang meminta mereka tak usah membahas tentang itu lagi, lebih baik sekarang mereka bersiap untuk ujian.



Belle bangun dan langsung mencuci wajahnya. Ia nampak memikirkan sesuatu dan berusaha mengabaikannya, mungkin video S dan Aom. Setelah bersiap untuk pergi ke kampus, ia membangunkan Orn yang masih tidur di sofa. Tak bangun juga, Belle membiarkannya dan jalan menuju kulkas. Ia mendapati post it dari Pang dan Aom yang menyemangatinya dan berpesan kalau mereka akan berteman selamanya. Kalau ada masalah, pikirkanlah mereka dulu. Lalu pikirkanlah S. Belle tersenyum senang apalagi ia melihat cake bentuk bola basket dengan ucapan selamat ulang tahun untuknya. Tepat saat itu Boss menelpon, tapi Belle tak mengangkatnya.


Di sekolah, S memberitahu Toy kejadian Belle semalam. Meskipun Belle tidak tahu, ia yakin Pang dan Aom akan memberitahunya nanti. Itu bagus, kata Toy. Jangan sampai S yang memberitahunya. Karena S akan menjadi hero di cerita ini. Keren, kan? Hihiihi mereka tertawa. Toy menduga pasti Belle belum mendengar lagu S. S membenarkannya. Toy yakin akan ada kesempatan lain untuk S. S gantian bertanya tentang Toy, bagaimana perkembangan dirinya dan Mayrin. Toy mengatakan cukup baik. Kadang-kadang Mayrin menyapanya duluan. S jadi berpikir pantesan Toy tidak membalas sms nya. Toy sibuk rupanya. HAAHAHHA sibuk dengan Mayrin.


Belle menunggu Boss yang masih bermain basket. Ia juga memberikan minum untuknya. Boss berkata dia masih ada satu babak lagi jadi tunggu sebentar saja. Belle ingin pulang sendiri karena dia ingin mengerjakan tugas, tapi kemudian Boss mengatakan ia akan mengantar Belle.



Boss lanjut main sebentar. Bolanya lalu menggelinding di kaki S yang baru saja datang. wajah S berubah kesal melihat Boss yang masih mendekati Belle. Boss menantangnya main basket. Kalau S kalah maka S harus pulang ke ibunya. Tapi kalau dia yang kalah maka ia akan memberitahu Belle kejadian semalam dan akan meninggalkan Belle. S setuju dan meminta Boss untuk menepati janjinya.


Belle yang duduk tak jauh dari mereka mungkin tak tahu apa yang mereka bicarakan tapi ia pasti bisa menebak kalau keduanya sedang taruhan. Siapa yang mendapat 3 poin pertama dialah yang menang. Bola dilempar oleh teman Boss dan Boss langsung menangkapnya dan melempar bolanya masuk padahal ia menghadap belakang. 1 poin untuk Boss. Bola lalu dilempar pada S tapi saat S berusaha memasukkan bolanya ia dibuat terjatuh oleh Boss dan Boss lah yang memasukkan bolanya. Kali ini S berhasil memasukkan bola tapi untuk yang kedua ia tak dapat merebut bola dari tangan Boss sehingga Boss lah yang menang.



Boss meminta S menepati janjinya. Dia juga meremehkan S yang ikut tim utama tapi kemampuannya hanya segini? Apa ini kemampuan terbaiknya diluar sekolah? “Dunia ini lebih besar dari yang kau pikir! Loser, pulanglah dan menangis pada ibumu!” Kesal, S langsung menonjok wajah Boss, tapi Boss tidak melawan karena ada Belle disana.


Di perjalanan pulang, Belle menanyakan kenapa Boss bertengkar dengan S? Boss mengatakan ia tidak tahu, mungkin S kesal karena kalah. Ia lalu menanykan mereka akan dinner dimana. Namun Belle meminta diantarkan langsung ke apartemennya.



Boss bergegas pergi saat sudah mengantar Belle sampai depan apartemen, tapi kemudian Pang datang dan memanggil Boss. Pang menyindirnya yang masih berani datang kemari. Boss biasa-biasa saja dan malah berkata mereka bicara nanti saja karena dia harus pergi. Tentu saja Pang muak dengan sikap tak tahu malu Boss itu. Ia lantas memberitahu Belle kejadian semalam, tapi Boss mengelak dengan berbagai alasan. Pang terserah Belle mau percaya pada mereka atau percaya pada laki-laki yang kurang dari setahun dia kenal.



Tiba-tiba Belle berkata dia menarik kembali perkataannya semalam yang telah memberikan Boss kesempatan. Dia percaya pada temannya!! Dia tak butuh bukti apapun. Belle langsung masuk ke apartemen. Pang pun berkata pada Boss bahwa ia berharap tak pernah bertemu Boss lagi.



Setibanya di apartemen, Orn sudah bangun dan asyik makan cake ultahnya Belle. Pang dan Aom malas meladeninya dan pergi ke kamar mereka. Orn memberitahu Belle dia akan pulang kerumahnya hari ini. Rasanya dia sudah lama sekali tidak pulang. Belle hanya tersenyum singkat padanya. Orn lanjut makan cake. Ia memakan bagian yang ada tulisan HBD BELLE. Mungkin Orn pikir Belle belum melihat cake itu. Jadi dia makan supaya Belle tidak tahu Pang dan Aom sudah menyiapkan surprise untuknya semalam. Jahatt banget!



Di tempat latihan badminton, Toy menemui Mayrin dan mengajaknya ke warung mie biasa. Mayrin menolak karena dia ada kencan hari ini. Toy ingin menunggu Mayrin tapi Mayrin berkata tidak perlu dan menyuruh Toy pulang saja. Tanpa sepengetahuan Mayrin, Toy tetap menunggu dan ia melihat Mayrin pergi dengan Pon. Jleb.. Toy kecewa banget, itu artinya dia sudah memilih Pon, tak ada kesempatan lagi untuknya.


Sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah Toy sedih memikirkan itu, ditambah lagi musiknya (hadeuhh). Dia menulis pesan untuk Mayrin agar jangan terlalu lama perginya, tapi ia kemudian menghapusnya. Ia menulis lagi, “Apa P’Mayrin sudah sampai di rumah?” dan kembali menghapus pesan itu. dan untuk ketiga kalinya ia menulismenanyakan Mayrin ada dimana, tapi ia juga menghapusnya. Toy kesal sendiri karena ia tidak bisa mengirim pesan itu lalu mencampakkan ponselnya ke tempat tidur. Tak lama masuk pesan yang ternyata dari S menanyakan Toy lagi ngapain. Toy membalas ia sedang sedih.


Toy kemudian menginap di rumah S. Mereka curhat tentang kegagalan masing-masing. S menyesali dirinya yang harusnya tidak bersikap sombong dengan meminta Belle melihat apa yang dia lakukan. Pada akhirnya dia tak melakukan apapun. Toy mengatakan ada sesuatu yang harus mereka lakukan, yaitu menyelesaikannya. Namun S tak ingin melakukannya, begitu juga dengan Toy. Keduanya bingung apa yang harus mereka lakukan. Toy kemudian bertanya apa S masih butuh bantuan Mayrn. S mengatakan sejak awal Mayrin tidak membantu apapun HAHAHAH. Toy merasa benar juga, dia hanya menggunakan S sebagai alasan agar dia bisa dekat dengan Mayrin.

“Tidak ada seorangpun yang bisa membantu kita.” Ucap S.

“Peringkatku menurun. Orangtuaku marah. Kamu bilang sekolah dan urusan percintaan bisa berjalan seimbang.”

“Hemm, aku hanya mengatakannya agar terdengar keren. Aku saja tidak bisa melakukan keduanya. Sekolahku berantakan dan ibuku memarahiku.”

“Mr. Cool, bagaimana bisa kita berakhir seperti ini?” HAHAHAHA, S dan Toy benar-benar sudah kehabisan ide sekarang.



Besoknya, S sedang bertanding basket. Ia berhasil mencetak angka untuk timnya dengan lemparan bola dari jauh. Kerenn! Toy dan Taewin juga ada disana. Taewin mengatakan kalau tahun lalu dia juga menonton pertandingan S. Mereka datang ramai-ramai, termsuk P’Belle. Dia berharap P’Belle disini melihat S. Toy menyarankan bagaimana kalau Taewin mengajak teman-teman P’Belle? Taewin sudah melakukannya, tapi P’Pang tak yakin mereka bisa datang. Kalau P’Belle disini pasti S akan sangat senang. Toy juga berharap begitu. Dia dan Taewin tak ingin S menyerah begitu saja.



Toy lalu permisi pada Taewin karena dia ingin menonton pertandingan badminton dan minta mengatakannya pada S nanti. Saat Toy berjalan kearah lapangan, tak sengaja ia mendengar percakapan Pon dan Mayrin. Toy lalu mengintip dan menguping. Dari pembicaraan itu Toy tahu kalau Mayrin sudah menolak Pon. Awalnya Mayrin memang memberikan Pon kesempatan tapi ternyata mereka memang tidak cocok. Sekilas Toy tersenyum.


Pang menanyakan dimana Taewin sekarang. Taewin membalas dia ada di lapangan basket dan tak lama kemudian Pang, Belle, dan Aom muncul. Horeee!! Taewin memberitahu kalau team S sekarang memimpin. Pang mengingat tahun lalu dimana Belle akan terkena bola di wajahnya. Mungkin saja kali ini kejadian lagi, tapi belle tak percaya hal2 seperti itu terjadi dua kali.


S masih belum menyadari kedatangan Belle. ia bermain dengan baik sampai bola yang dipegang lawan terlempar ke kaki Belle dan Belle menangkapnya. Kejadian dulu terjadi lagi meskipun bukan mengenai wajah Belle. S tampak tak menyangka melihat Belle ada di bangku penonton. Ia menghampiri Belle dan mengambil bolanya. Ia juga mengucapkan terimakasih. Belle tersenyum memberi semangat padanya.



Tak berselang lama, S tiba-tiba terjatuh karena berturukan dengan pemain lain dan pingsan ditempat. Belle langsung bangkit khawatir.

No comments:

Post a Comment