Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 7 part 1

Di episode sebelumnya diceritakan bahwa Belle sudah mengetahui siapa Boss sebenarnya. Belle sudah tidak marah lagi pada S karena video itu dan berakhir dengan menonton pertandingan S saat tiba-tiba S terjatuh pingsan. Di episode 7 ini dimulai dengan kilas balik sebelum mereka datang ke pertandingan S dan alasan kenapa Belle mau datang melihat S.


Malam itu Pang dan Aom ke kamar Belle, mereka ingin tidur bareng berhubung Orn tidak ada. Aom meminta maaf atas video kemarin. Belle percaya padanya kan? Belle mengatakan tentu saja ia percaya dan ia sudah melupakannya saat memutuskan pergi dengan P’Boss kemarin. Aom kemudian memberitahu tentang S yang menunggu saat ultah Belle untuk membuat surprise untuknya. Belle tahu maka dari itu ia meminta maaf karena sudah menyakiti perasaan mereka. Pang dengan gaya jual mahalnya berkata ia memaafkan Belle. HAHAH Selalu lucu liat cara Pang maafin belle, sama kayak di Season 1, pura-pura gak peduli gitu tapi gak bisa.




Mereka punya sesuatu untuk Belle dan tadaaa, video mereka bareng S sambil menyanyikan lagu happy birthday saat Belle mabuk (tertidur pulas). Sweet banget! Meskipun surprise kemarin gak jadi, tapi ini lebih daripada surprise untuk Belle. Di video itu Pang juga mengungkapkan rasa kesalnya pada Belle karena meninggalkannya dan membuat mereka menunggu sepanjang malam. Dia memang marah sedikit, meski begitu dia tetap mencintai Belle. Belle merasa dirinya seperti orang bodoh. Tertidur tanpa tahu apapun yang terjadi. HAHAHAH


Video masih berlanjut dengan acara tiup lilin. Tapi karena Belle tidur mereka bertiga yang meniup lilinnya untuk Belle dan menyimpan cake nya di kulkas. Hmm, tapi cake nya udah di makan Orn tuh. Moment romantis pun dimulai saat S mengatakan dia mencintai Belle, meskipun disuruh sama Pang dan Aom sih heheheh. Pang dan Aom kemudian pergi agar S bisa menyampaikan sesuatu pada Belle.



Sambil menghadap kamera dan sesekali melihat kearah Belle yang tidur, S mengatakan dia sudah menulis sebuah lagu untuk Belle. Meskipun nada nya berantakan dan gak masuk akal, dia ingin Belle mendengarkannya. Anggap saja ini lagu baru yang waktu itu dia bilang akan dia berikan pada Belle. Sebuah tanda terima kasih ketika dulu Belle mengenalkannya lagu cinta. Dan S pun mulai bernyanyi.

“The sounds of old love songs, that empty space, thinking about it, I feel so blue. I was looking back on my life and learned the best thing I have had is you. From that day I’ve realized what I know now. If I had you here, that is how missing piece will become whole again. I just know my heart when it’s too late. I know I love you so when you’re gone. I just know how much you mean to me. And all I ever wants, is to say ‘I LOVE YOU’ to the one, and it’s you. Every feeling I feel, every breath I take, reminds me of how much I love you. I never understood it until you’re gone. Now I know I cannot live without you."

Awwww, that’s sweet! Liriknya dalam banget. Penuh dengan cerita dan perasaan terpendam S. Selama S menyanyi muncul kilasan kenangan ketika Belle dengan segala trik nya mencoba mendekati S. Hingga akhirnya S menyadari dia mencintai Belle meskipun terlambat. Btw, suara S lumayan juga.



Kembali ke sekolah S. S yang pingsan akhirnya dibawa ke UKS. Belle menunggunya disana sambil kembali melihat video surprise itu. dia berbicara pada S yang masih belum sadar. Mungkin tidur kali ya HAHAHAHA. Belle mengatakan dia akan bertemu S di kampus. Jangan menyerah dulu, karena sedikit lagi dia akan memenangkan dirinya. Setelah itu Belle keluar, dimana sudah ada Pang, Aom dan Toy yang menunggu. Toy bertanya apa sebaiknya dia membangunkan S, S pasti senang melihat P’Belle disini. Tapi Belle berkata tidak usah, biarkan saja S istirahat. Belle pun kemudian pergi.



Keesokan harinya, S sudah ada di lapangan basket berniat latihan, tapi temannya tak mengijinkannya sampai S benar-benar sehat. S lalu keluar dan bertemu Mayrin. Mayrin menanyakan kabarnya. S menjawab ia baik-baik saja. Mayrin yang juga ingin latihan badminton memuji S sangat kuat karena cepat banget pulihnya. Ia menanyakan dibagian mana yang terkena bola sampai membuatnya pingsan. S menunjuk dibagian lehernya, dan tiba-tiba Mayrin ingin melihat apakah leher S baik-baik saja. Untunglah tidak ada memar sama sekali. Dan tepat saat itu, Toy datang melihat mereka yang seperti bermesraan. Ia tidak jadi menghampiri mereka karena terlanjur kesal dan cemburu. S yang gak ngapa-ngapain akhirnya menawarkan diri untuk jadi partner latihan Mayrin karena belum ada seorangpun yang datang latihan.


Mereka berdua bermain dengan bagus. Ketika S memukul bola dengan keras, Mayrin tak bisa mengembalikannya hingga dia kalah. Mayrin memuji kalau S itu punya skill. Tapi S menampik, dia hanya suka olahraga dan bisa bermain olahraga lain. Mayrin mengerti dan meminta S agar jangan main dengan mudah. Ini akan seperti kompetisi sungguhan baginya. Dan benar, S langsung menunjukkan kemampuannya sampai Mayrin tak bisa meraih bola dan terjatuh.

S langsung mengejar menghampiri Mayrin dan bertanya apa tidak apa-apa. Mayrin baik-baik saja. S janji akan main lebih mudah, namun Mayrin bilang tidak perlu. Mereka pun lanjut bermain lagi. Mayrin nampak jelas menikmati waktunya bersama S.



S kemudian melihat Toy di pojokan sedang memperhatikan mereka. Dia lantas bertanya apa Toy sudah dari tadi disini? Toy hanya diam dengan wajah marahnya. Mayrin kemudian istirahat sebentar dan memberikan raketnya pada S. S mengajak Toy bermain, tapi saat pertama serve shuttlecook-nya langsung dipukul Toy dengan sangat keras ke arah bawah. S kaget, ada apa dengan Toy? Diapun mengikuti permainan Toy dan tentu saja Toy yang kalah. Mayrin berulang kali bertepuk tangan untuk S yang semakin membuat Toy kesal dan tiba-tiba ia menghempaskan raket itu ke lantai. raketnya punya Mayrin lho Toy!



Mayrin dan S tercengang kaget + tak menyangka. S mencoba mengejarnya dan bertanya ada apa, tapi Toy terus berjalan, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. S menariknya berhenti dan bertanya ia kenapa? Untuk apa dia melakukan hal tadi? “Urusi urusanmu sendiri” jawab Toy ketus. S tak mengerti Toy marah karena apa . Dia tak bisa mengembalikan smash nya dan terus marah?

“Apa kamu pikir cuma itu?”

“Yaudah bilang, biar aku ngerti!”

“Kenapa kamu tidak menelponku?” (Ohh, jadi ini alasan Toy ngelihatin hp nya waktu Mayrin melihat bekas timpukan bola di leher S)

S terdiam. Toy mengatakan seharusnya S menelponnya saat tahu Mayrin tidak punya partner latihan. Tapi kenapa dia gak ditelpon? Dia kan tahu bagaimana perasaannya pada Mayrin. S tentu saja tak terima disalahkan, bagaimana bisa Toy mengharapkan dia menelponnya. Dia tak memikirkannya sampai sejauh itu. Toy lantas menduga apa jangan-jangan S memang menginginkan Mayrin untuk dirinya sendiri? Mereka tak sadar kalau Mayrin datang dan mendengar pertengkaran mereka. S kemudian berkata ini gila, untuk apa dia menginginkan itu? Toy masih tak percaya, dan terus bertanya kenapa S dekat dekat dan akrab dengan Mayrin kalau dia memang tidak menginginkannya? S hanya bermaksud jadi partner latihan Mayrin, tak ada maksud lain. Namun Toy tetap tak percaya dan terus adu mulut, sampai S berkata, jadi dia yang salah disini? “Fine, ini salahku. Aku mengganggu kencan kalian” jawab Toy lalu pergi.



S menarik tangan Toy, dan Toy langsung menonjok keras wajah S. “Ini yang kau inginkan? Kau mendapatkannya!” ucap S dan balas menonjok wajah Toy. Mereka berakhir dengan tonjok-tonjokan sampai S terjatuh dan mengalah. Toy bertanya-tanya kenapa S mengajarinya badminton. S lebih baik daripada dia dalam segala hal. S itu tipe Mayrin. Mayrin suka cowok yang pintar olahraga, dan S bagus dalam hal itu. Dia tidak bisa melawan S. Mayrin dengan berkaca-kaca akhirnya tahu apa yang dirasakan Toy selama ini padanya.


S melihat Mayrin, tapi kemudian pesan Orn masuk, meyuruh S agar menemuinya. Dia ingin mengatakan sesuatu yang penting tentang Belle.


Bersambung…

Note:

Diantara episode-episode lainnya, menurutku episode ini yang paling menarik. Bukan hanya tentang Belle yang akhirnya tahu siapa Boss dan yakin akan perasaan S padanya, tapi juga persahabatan diantara mereka juga persahabatan antara S dan Toy. Toy seharusnya tidak mengharapkan S menelponnya. Benar kata S, dia tidak mungkin kepikiran sampai kesitu disaat mereka lagi asyik ngobrol, bukan karena S suka, tapi apa S tidak boleh dekat ataupun berteman dengan Mayrin? Toy juga harusnya bisa mengerti apa yang dibilang Mayrin waktu itu, kalau dia suka cowok yang terus terang, tidak pemalu. Kalaupun tidak pintar olahraga, tapi selalu mendukungnya dan menonton pertandingannya. Toy tidak percaya diri untuk mendekati Mayrin, dan selalu putus asa setiap Pon atau orang lain mendekati Mayrin, padahal Mayrin mungkin saja menyukainya. Sedangkan S yang selama ini membantunya, malah dituduh ingin merebut Mayrin. Aduh Toy, jujur aja deh sama Mayrin.

No comments:

Post a Comment