Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 7 part 2


Mendapat pesan dari Orn yang akan mengatakan sesuatu yang penting tentang Belle, S langsung datang menuju apartemen Belle, tapi ia hanya melihat Orn disana. Orn memberitahu kalau Belle dan yang lain pergi, mungkin menonton film. OMG, Orn cuma pakai handuk, apa coba maksdunya?




S yang merasa tak nyaman, menyuruh Orn ganti baju dulu, tapi dia malah bersikap semakin aneh seperti akan menggoda S, dan mengatakan lebih nyaman seperti itu. S tak mau melihat kearahnya, ia bilang meski Orn nyaman tapi itu tak pantas. Karena Orn tetap tak mau, S pun mengambilkan bantal sofa untuk menutupi pahanya. Ia kemudian menanyakan apa yang ingin Orn bilang tentang P’Belle.

Dengan gaya lemah lembutnya itu (huekk), Orn mengatakan sebenarnya ia tak ingin memeberitahu S, dia tak ingin S sedih. Tapi akhirnya dia bilang kalau saat dia kembali kemarin, dia melihat P’Boss dan Belle berduaan di kamar. Awalnya dia tak terlalu memikirkannya, tapi dia mengintip dan melihat mereka bermesraan. Orn terus menjelek-jelekkan Belle, agar S merasa dirinya adalah orang yang baik. Saat dia bertanya pada Belle siapa yang Belle pilih Belle bilang kalau dia memilih P’Boss.



S nampak termakan omongon Orn yang jelas kebohongan. Orn terus melanjutkan aktingnya, sampai pura-pura menangis. Dia mengatakan dirinya bertengkar dengan Belle. Dia rasa Belle takkan mau bicara padanya lagi. Dia tak punya teman bicara seorangpun. S bertanya, benarkah Belle mengatakan itu? Orn mengangguk membenarkan. S pun memutuskan untuk pergi tapi tiba-tiba Orn berdiri dan memeluk S. S melepaskan pelukan Orn. Orn lalu berkata, jika dia tidak memilihmu, kamu masih punya aku. Orn mendekat dan akan mencium S, tapi S langsung mengalihkan wajahnya. S berkata menegaskan, bahkan jika P’Belle tidak memilihnya, P’Belle tetap satu-satunya yang dia pilih. Awwww



S meminta maaf dan bergegas pergi, tapi didepan pintu sudah ada Belle dkk. Oh my! mudah-mudahan aja mereka melihat dan mendengar semua trik busuk Orn. Pang naik darah, ia langsung menghampiri dan menampar Orn. Orn malah bertanya untuk apa Pang memukulnya. Pang berteriak, kau masih berani menanyakan pertanyaan itu? Kau memang pembohong handal. Untung saja Belle datang tepat waktu untuk melihat siapa dirimu sebenarnya. Kuberitahu ya, kemarin Belle menghabiskan waktunya menjaga S di UKS. Yang kau katakan Belle bersama P’Boss itu MUSTAHILLL. Pang masih berteriak pada Orn mengingatkan kalau Belle takkan pernah bicara pada P’boss lagi. Ia kemudian mendorong kepala Orn, menyuruhnya mengemasi barang-barangnya, dan pergi meninggalkan apartemen mereka. Tak ada tempat untuknya lagi disini. Bukannya malu, Orn malah merengek pada Belle, tapi Belle langsung buang muka tak ingin melihatnya lagi. Pang mengingatkannya agar ganti baju dulu kalau tak mau orang menertawakannya. HAHAHAHA tau rasa lu Orn.


Malam itu mereka pun merayakannya dengan minum susu. Seperti kata Pang, No Alcohol! Lucunya, setiap mereka merayakan sesuatu dengan minum susu, Pang lah yang semangat sekali meminumnya, sedangka Belle dan Aom hanya cheers saja, sampai Pang kesal sendiri. HAHAHAH pantas saja Pang lebih berisi sering minum susu sih.



Aom bertanya bingung apa ini perayaan? Pang dengan gaya khasnya itu menjelaskan bahwa ini untuk menandakan kejadian saat mereka bisa tinggal bersama bertiga lagi. Belle kemudian berterima kasih karena mereka sudah membantunya dalam segala hal. Dia tak tahu harus bagaimana untuk membalasnya. Pang berkata seorang teman tidak butuh balasan. Karena yang dibutuhkannya adalah bayaran HAHAHAHAH. Pang kemudian serius mengatakan bahwa ada satu hal yang belum terselesaikan, yaitu Belle dan S. Ia kesal karena Belle membuatnya sangat sulit. Belle menyukai S, S menyukai Belle, tapi kenapa mereka masih belum bersama? Belle meminta mereka menunggu dan lihat saja. Tidak ingatkah kalau mereka dulu berjuang sangat keras? Dia ingin lihat mau dibawa kemana hubungan mereka ini. Jika S bisa menunjukkan dirinya benar-benar menyukainya, mungkin akan berhasil nanti. Pang meminta Belle mengingat kata-katanya itu. Jika pada akhirnya S meminta Belle untuk jadi pacarnya dan Belle menolak, maka dia akan sangat marah. Belle mengatakan, sekarang dia hanya akan menungu dan melihat. Ini akan jadi ujian bagi S untuk membuktikan padanya, dan untuk S sendiri agar mengetahui isi hatinya yang sebenarnya. Pang dan Aom kesal, Belle masih saja ingin pembuktian, tapi Belle hanya ingin sedikit lagi. Mereka bisa melihat betapa keras S mencoba, betapa bertekadnya dia. Dia menantang S untuk membuktikan apakah dia bisa mencoba sekeras yang dia lakukan. “Drama queen” Ucap Pang kemudian dan lanjut meminum susunya.


Sebelum tidur, S mengirim pesan “sweet dreams” untuk Belle. Ia lalu melihat chat terakhirnya dengan Toy, sampai sekarang Toy masih belum mau menghubunginya.


Keesokannya di sekolah, Toy duduk dan makan sendirian di kantin. Taewin yang duduk bersama S menanyakan hal itu, kenapa Toy duduk sendirian? S menjawab mereka bertengkar. Karena Mayrin. Toy berpikir kalau dirinya dan Mayrin sama-sama punya perasaan. Padahal sebenarnya tidak. Taewin lalu bertanya kenapa S tidak menjelaskannya pada Toy? Dia bukannya tidak mau, hanya saja Toy dalam mood yang tidak baik. Taewin mengerti, ia nampak kasihan pada mereka berdua.



Sepulang sekolah, Taewin mengirim pesan pada Toy, meminta tolong sesuatu dan mengajaknya bertemu di sekolah. Terpaksalah Toy balik lagi menemui Taewin disaat matahari hampir tenggelam (mahgrib). Bingung deh, di Thailand apa sekolahnya pulang sore hari ya? Karena setiap S atau Toy pulang ke rumah pasti sudah malam. Toy sudah menunggu cukup lama, jam sudah hampir setengah delapan, tapi Taewin tak muncul juga dan Toy pun mengirim pesan kalau dia akan pulang. Pesan balasan masuk dari Taewin yang memintanya ke ruangan gym. Toy pergi ke ruangan itu dan memeriksanya, namun Taewin tak ada disana. Pesan masuk dari Taewin yang sekarang memintanya ke atap. Toy pergi ke atap yang merupakan tempat latihan tenis, tapi Taewin juga tidak ada. Toy jadi bingung apa maksud Taewin melakukan ini.



Tiba-tiba pintu masuknya terkunci (padahal tadi terbuka lebar lho). Dan entah darimana tiba-tiba Mayrin juga muncul di belakang Toy. Toy berusaha memanggil-manggil penjaga agar membukakan pintunya tapi tak ada yang menyahut seorangpun. Mayrin mengatakan mungkin penjaganya pergi entah kemana, tunggu saja sebentar dan panggil lagi nanti. Lampu juga msih nyala, pasti penjaganya akan balik lagi. Melihat Mayrin yang digigitin nyamuk, Toy pun bersedia menunggu dan duduk di tempat yang lebih terang. Ternyata itu adalah ulah S dan Taewin yang sengaja mempertemukan Toy dan Mayrin agar mereka bisa bicara. Sementara menunggu mereka pun bermain game Jepang kesukaan Taewin.



Mayrin mengaku kalau dia juga disuruh ke tempat ini. Mungkin ini set-up untuk mereka agar terjebak bersama. Toy tak mengerti, set-up? Untuk apa? Mayrin mengatakan mungkin S ingin mereka bicara. Mendengar nama S wajah Toy jadi berubah kesal. Mayrin kemudian bertanya, Toy masih belum bicara pada S, kan? Toy hanya diam, membuat Mayrin merasa Toy bertingkah seperti anak kecil. Toy menjawab dia memang anak kecil. Benarkah? Kata Mayrin. Laki-laki tidak bertingkah seperti ini. “Aku perempuan!” balas Toy HAHAHAHAH. Mayrin lalu to the point menanyakan kalau Toy cemburu kan? Toy mengelak, cemburu apa? Dengan S, jawab Mayrin. Memangnya kita apa? Kenapa Toy harus cemburu padanya? Toy masih terus mengelak, ia tak punya hak untuk cemburu. Terus kenapa Toy sangat sedih waktu itu? Dia tak tahu. “Kau punya perasaan padaku, kan? Kenapa kau tak mengakuinya saja? Apa kau malu atau takut ditolak?” tanya Mayrin bertubi-tubi.

Toy mengatakan ia tak berani. Dia tak pernah jatuh cinta. Tak pernah punya pacar. Itulah kenapa dia tak berani.

“Aku punya banyak pacar. Itu pasti membuatku jadi ahli. Tapi aku tidak pernah punya hubungan yang langgeng.” Aku Mayrin.

“Kamu cantik. Kamu punya banyak penggemar. Suatu hari kamu akan menemukan seseorang bersamamu dan memiliki hubungan yang langgeng. Aku tidak bisa bersaing dengan siapapun. Tidak juga S.”



Mayrin mengatakan bahkan Toy belum memulainya. Dasar pengecut! Jangan pernah berpikir dia akan jatuh cinta dengan seseorang. Toy tidak suka dibilang pengecut, tapi kelakuannya sendiri yang membuktikannya. Apa Toy pikir dia tidak tahu kalau Toy menyukainya, mencoba mendekatinya dengan menjadikan S alasan, tapi ketika dia terus-terang bertanya, Toy bilang tidak. Mereka lalu adu mulut dan Mayrin menantang Toy sebarapa berani dirinya. Toy memandang Mayrin dan tiba-tiba ia mengecup bibir Mayrin. Shock, Mayrin menampar Toy dan kemudian ia menangis.



Toy kemudian meminta maaf. Melihat Mayrin yang menangis begitu, Toy bertanya apa dia baik-baik saja? Mayrin mengatakan yang sesuatu mengejutkan bahwa dia punya perasaan pada S. Dan S masuk tepat saat itu, ekspresi nya menunjukkan rasa kaget. Apa S mendengar pengakuan Mayrin?


No comments:

Post a Comment