Sinopsis My Lil Boy 2 Episode 8 part 2 - END



Setelah mengajak Pe masuk, S menanyakan untuk apa dia datang kemari. Pe berkata dia ada acara di Bangkok. S yang tak suka melihatnya langsung bertanya kenapa Pe disini menemuinya. Sebenarnya Pe ingin membicarakan sesuatu, ini tentang.. hal yang pernah dia bilang ke S. Dari kilas balik (Season 1), saat Pe membisiki sesuatu pada S yang lagi main bola, hal yang dikatakan Pe adalah dia takkan menyerah dengan mudah untuk mendapatkan Belle. S tak mengerti apa maksud Pe, apa Pe kembali lagi untuk P'Belle? Ya, Belle kan single, dia akan mendapatkan Belle kembali. S tak terima, lawan dia dulu baru bisa mendapatkan Belle. Pe merasa S sudah punya banyak waktu tapi tetap tak bisa mendapatkan Belle, apa S benar-benar menyukainya? Atau Belle itu cuma sekedar gadis pertama yang menyukai S? S menegaskan perasaannya untuk Belle itu sungguhan. Pe pun setuju, dia akan memberikan S waktu sampai liburan sekolah, kalau mereka tetap tidak bersama, maka dia akan kembali. Pe mengingatkan jika S benar menyukai Belle, menangkan dia. Dia tahu kalau Belle tidak menyukainya lagi, kalau mereka berdua pacaran, maka dia takkan mengganggu. Sekarang semua tergantung S. Semoga beruntung, kata Pe menyemangati sambil menatap tajam S.



Karena bertemu Pe kemarin, S jadi galau lagi, takut Belle akan menolaknya. Toy menyemangati S untuk terus maju, karena dia sangat yakin Belle pasti akan bilang iya. Tak peduli S ditolak dua kali, yang ketiga pasti berhasil. Intinya, do or die, seperti dia dan Mayrin. Toy lalu izin pergi, dia ada kencan di warung mie dengan Mayrin.




Ternyata Mayrin sudah menunggu Toy, dengan malu-malu mereka pergi ke warung mie biasa. Hari ini adalah hari terakhir ujian, Toy bertanya pada Mayrin apakah semuanya OK? Mayrin kelihatan sedih, hari ini hari terakhir final exam, itu berarti ini adalah hari terakhirnya menghabiskan waktu di sekolah. Dia takkan bisa makan mie bersama Toy lagi. Toy juga sedih, dia lalu bertanya Mayrin akan kemana setelah lulus. Mayrin tidak tahu, tapi jika jauh, makaï¾… Toy langsung nyambung , kalau dia bisa mengujungi Mayrin tak peduli seberapa jauhnya. Dia bisa pindah ke provinsi lain, tapi jika itu di luar negeri, maka dia harus menunggu sampai liburan sekolah. Toy berpesan pada Mayrin agar jangan bicara pada orang lain, jangan sukai orang lain. Jika seseorang bertanya, please jangan kasi nomor Hp Mayrin. Mayrin takkan melakukannya, kan sekarang mereka pacaran, Toy langsung sumringah mendengarnya.

Mie yang mereka pesan pun datang. Toy berkata ini sebagai perayaan atas kelulusan Mayrin dan kemenangan Mayrin di pertandingan badminton kemarin. Mayrin tersenyum, berkata dia saja hampir lupa. Karena ini hari terakhir, Toy bertanya apa dia boleh mengantarkan Mayrin pulang? Mayrin tersenyum mengiyakannya.



Setelah selesai makan, mereka langsung pulang. Mayrin bertanya apa Toy akan mengantarkannya dengan jalan kaki? HAHAHHA Toy ingat kalau dia tidak bawa sepeda, berhubung ada sepeda nganggur di warung itu Toy pun meminjamnya sebentar untuk mengantar Mayrin pulang. Toy meminta Mayrin memegang pinggangnya, dengan senyum malu-malu Mayrin melakukannya dan saat sudah sampai di depan rumahnya, mereka masih mengobrol sebentar sebelum Mayrin dengan tak diduga memeluk Toy dan bersandar padanya. Mayrin berterimakasih karena Toy menyukainya. Suasana menjadi hening beberapa saat sampai Toy berkata biarkan dia menjadi orang pertama yang akan menjalin hubungan langgeng dengan Mayrin. Keduanya tersenyum bahagia, saling diam menikmati moment singkat itu.


Liburan sekolah tiba. S menemui Belle di kampusnya dan bermaksud ingin kembali menanyakan apakah Belle mau menjadi pacarnya, tapi S malah terdiam gugup sampai Belle yang bertanya, S mau tanya dia mau atau tidak jadi pacar S, kan? kalau iya, berarti ini yang ketiga kalinya. S mengiyakannya. Dia bermaksud ingin menanyakan itu, "P'Belle, maukah kamu jadi pacarku?" ucap S akhirnya. Belle meminta waktu untuk memikirkannya dan akan menjawab saat mereka sampai di apartemennya nanti. Belle bertanya pada S, apa S punya sesuatu untuk membantunya membuat keputusan. HAHAHHA, S menjawab seperti janji kampanye aja, dia berjanji kalau mereka berpacaran dia akan mengantar dan menjemput Belle setiap hari. Belle heran, bukankah sebelumnya S melakukan itu, apanya yang special? S pun mengganti janjinya, dia akan memainkan gitar untuk Belle setiap malam. Tapi Belle dengan jujurnya berkata, maksud S main gitar yang berantakan itu? HAHAHAH. Tak tahu lagi harus apa, S pun mengatakan terserah Belle, pasti dia akan melakukannya.

"Kalau aku bilang aku mau bintang?"

"Aku akan menggambarnya untukmu."

"Lihat? Kau tidak bisa menepati janjimu"

"Baiklah, tapi itu tidak masuk akal."



HAHAHAH, S dibuat bingung dengan permintaan Belle. Belle berkata S masih punya waktu untuk memikirkannya sebelum mereka sampai apartemen. Seperti sedang main game, S berusaha memikirkan apa yang menjadi kesukaan Belle, dia berjanji dia akan menjadi partner Belle latihan boxing, tapi Belle sudah tidak main boxing lagi. S akan mengajak Belle melihat pertandingan basket, Belle tidak mau. S bejanji akan membuat Belle bahagia, takkan membuatnya kecewa, masuk ke universitas Belle, dia akan melakukan apapun untuk Belle, sampai bersedia melakukan pekerjaan rumah, HAHAHAH Belle mengatakan kalau dia sudah punya pembantu untuk melakukan itu semua. S terus berusaha mencari sesuatu untuk membuat Belle bersedia jadi pacarnya, tapi Belle tetap tidak tertarik hingga sampailah mereka di apartemen.





S berdiri dengan sigap menunggu jawaban dari Belle, tapi sebelum itu Belle mengatakan bahwa S tidak butuh orang lain atau apapun untuk memenangkan hatinya. Cukup jadi diri S sendiri. Jangan mencoba merubah diri hanya untuk dirinya. Suatu hari S bakalan sadar kalau itu melelahkan. S berkata dia tidak lelah, dan dia bahkan tidak melakukan setengah dari yang Belle lakukan. Dia harus tetap mencoba. Belle merasa S mungkin sudah melakukan lebih dari apa yang sudah dia lakukan, dan ia berterima kasih untuk itu semua. Terima kasih sudah berdiri di hadapannya sekali lagi. Mereka bisa mencoba dan lihat apa yang akan terjadi.

"Kamu bilang apa?"

"Itu, IYA"

"Sungguh? Kamu bilang iya, benarkan?" S berteriak dan melompat kegirangan.



Sekarang, Belle gantian yang bilang kalau semua janji S tadi bisa dia dapatkan, kan? HAHAHHA S langsung mengiyakannya. Tidak usah khawatir, dia takkan mengecewakan Belle. Belle pun berkata jujur kalau sebenarnya dia kurang suka menonton basket, dia melakukannya karena dia menyukai S. Awwwww.. S jadi tersipu malu dan dia juga jujur, alasan dia bermain karena dia ingin Belle melihatnya. S berlari mendekati Belle dan menggenggam tangan Belle, "Terima kasih P'Belle, karena sudah datang di hidupku. Terima kasih banyak. Emm.. bolehkah aku memelukmu? Kamu pernah memelukku sekali." tanpa menunggu persetujuan dari Belle, S langsung memeluknya dan Belle juga membalas pelukan S. Kyaaa.. akhirnya!


Setelah Belle masuk ke apartemennya, dia langsung disambut Pang dan Aom yang sudah mengetahui berita bahagia ini karena mereka tadi melihat HAHAHHAH. Jadi, bagaimana? Pancing Pang. IYa, jawab Belle. Pang langsung berteriak heboh, yay.. yay dan memeluk Belle erat2! Mereka bertiga sangat senang. Pang kemudian bertanya siapa selanjutnya, apa dia atau Aom? HAHAHAH


Sebelum tidur S mengirim pesan, sweet dreams P'Belle, dan Belle juga membalas pesan yang sama. Kemudian Toy mengirim gambar dimana Belle menunduk melihat S saat S dirawat waktu itu (sama seperti scene di season 1). Toy baru mengirimkannya sekarang sebagai surprise untuk S. S tersenyum senang dan gantian mengirim foto Toy yang latihan dengan Mayrin sebelum mereka bertengkar hari itu.


Di kilas balik, Belle menunduk memperhatikan wajah S sambil mengatakan ini adalah balasan atas apa yang S lakukan padanya, jadi S bakal tahu betapa malunya saat seseorang memandang wajahnya sangat dekat. Dia juga ingin bilang dia masih merasakan perasaan yang sama pada S. Tanya saja dia 'pertanyaan itu' SEGERA.


END


Akhirnya selesai juga. Setelah nonton sampai tamat season 2 nya, aku malah lebih suka season pertama, karena scene Belle dan S lebih banyak dan lebih terasa romantisnya daripada season 2 ini. Disini hubungan Belle-S banyakan tarik ulur dengan segala intrik masalah mereka. Aku lebih suka cerita Toy-Mayrin, yang menurutku lucu dan lebih romantis daripada Belle dan S. Persahabatan Belle, Pang, dan Aom juga semakin kuat, mereka mencoba saling memahami satu sama lain, meskipun ya terkadang tetap marah-marahan. Setelah drama ini gak tahu bakalan buat recap drama apa lagi, waktu yang semakin sibuk membuatku tidak tahu perkembangan dunia drama HAHHAHA. Kalaupun ngerecap kasian readers yang nanti lama banged nunggu up postingan aku. T_T hhuhuhu

No comments:

Post a Comment