Sinopsis 109 Strange Things Episode 2

Episode 2: Sebuah Dunia Baru

Akhirnya KDI tinggal bersama keluarga Shin. Pagi-pagi sekali dia sudah siap memasak sarapan, dan segera membangunkan keluarga Shin sampai semuanya protes karena dibangunkan pagi-pagi sekali HAHAHAH. Tapi begitu melihat ruangan sudah rapi serta makanan yang sudah tersaji, mereka bertanya-tanya heran apa ini benar-benar rumah mereka? HAHAHHA.


Ki Yeon sangat senang dan memanggil KDI dengan ‘Baek-Ku’ yang tampan. KDI pun memberitahu ramalan cuaca hari ini mendung dengan angin dingin 5 derajat celcius, kelembapan 55% dengan tingkat debu rendah halus di udara. Dia menyarankan agar mereka mengenakan sweater ringan saat keluar rumah. Semua bengong + kagum mendengar penjelasan detail KDI, benar-benar seperti robot, bahkan Ki Yeon mengaku jika dia belum menikah, dia pasti akan berdiri di altar bersama Baek-ku sekarang LOL.


Ketika melihat makanan enak di meja, semua semakin kagum karena KDI juga bisa memasak. KDI berkata dia diprogram dengan lebih dari 83.200 resep, dia bisa membuat apapun yang mereka inginkan. Wowww mau deh punya KDI-109 juga bwhhahaha.

Saat yang lain makan, KDI menggendong bayi Ki Yeon. Ki Yeon tentu saja senang karena mereka bisa makan dengan santai karena ada yang menjaga bayinya, dia pun berharap KDI-109 bisa tinggal bersama mereka untuk waktu yang lama HAHAHAH. KDI lalu mendeteksi kesehatan Young Teuk (bayi Ki Yeon), ia berkata Young Teuk dalam kondisi baik, hanya saja KDI menjelaskannya dengan sangat detail sampai ke pH dan mineral segala HAHAHAHA, mereka pun berhenti makan karena mendengarkan penjelasan KDI itu. Ki Yoen sampai berkata pada suaminya agar mereka mencari uang yang banyak agar bisa membeli sebuah robot HAHAHAHA.


Ki Won akan berangkat kerja dengan sepatu yang sudah tersedia di depan pintu, dan saat dia keluar sudah ada KDI dengan sepeda imut dihiasi tempat duduk bulu yang lembut dibelakang. Mulai sekarang KDI akan mengantarkan Ki Won kemanapun Ki Won pergi. Ki Won bertanya apa dengan sepeda itu, bagaimana bisa? Saat Ki Won melihat tempat duduk bulu itu KDI mendekat untuk mengambil sehelai rambut Ki Won di blazer nya, untuk sesaat Ki Won nampak terpesona melihat senyum KDI. Meskipun robot senyumnya tetap manis HAHAHAHA.


Ki Won diantar ke tempat kerja dengan sepeda itu, tapi dengan kecepatan super duper kencang (namanya juga robot LOL) sampai orang-orang yang di jalan berjatuhan saat mereka lewat. Dan ketika sampai Ki Won langsung muntah-muntah karena kecepatan mereka 127 km/jam, wkkwkw gila kencang banget. Mata KDI berkilat, dia akan menyimpan referensi ini kalau Ki Won muntah karena naik sepeda terlalu kencang, lain kali dia akan membuat Ki Won lebih nyaman. Ki Won berterima kasih meskipun dia masih mual dan untung saja dia tidak mati HAHAHAH. KDI mengatakan dia akan mengantarkan Ki Won ketempat berikutnya. Ki Won kesal, apa dia itu supir taksi? Wkwkwkwk


KDI menghampiri Ki Won yang lagi nungggu diwawancara, dia memberi Ki Won beberapa butir coklat untuk mengurangi stressnya. Ki Won senang, dia langsung memakan coklat itu dan bilang pada KDI alangkah baiknya jika dia bisa berbagi dengannya. Maksudmu aku? Tanya KDI. Ya, kau. Walaupun kau robot, kau itu terlalu kaku! Kau harus lebih lembut. KDI mengangguk-ngangguk LOL.
Ki Won pun diwawancara. Si pewawancara bertanya apa Ki Won punya bakat lain? Ki Won berusaha menjelaskan kemampuannya dalam bidang filsafat, tapi si pewawancara menyimpulkan kalau Ki Won tidak punya bakat lain dan mencoret berkas miliknya.


Lagi-lagi Ki Won gagal mendapatkan pekerjaan. Dia terduduk lemas. KDI membawakan kopi panas untuk menenangkan Ki Won dan memberitahu kalau 100ml kopi cukup untuk memberikan kekuatan dan kepercayaan diri. Kekuatan? Kepercayaan? Ki Won marah dan menepis kopi yang diberikan KDI sampai tumpah. Kau robot, apa yang kau tahu? Apa kau pernah ditolak 133 kali? Dan kau juga belum pernah diusir dari wawancara sebanyak 29 kali. Kau tidak tahu bagaimana perasaanku! Ki Won lalu menangis, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, dan tiba-tiba KDI berlutut di hadapannya. Dia mengeluarkan sepatu dari jaketnya dan dengan perhatian memasangkan sepatu itu ke kaki Ki Won agar kaki Ki Won tidak sakit. Ki Won merasa sepatu itu tidak cocok dengan pakaiannya sekarang, tapi KDI mengatakan, bahkan tanpa heels, Ki Won cantik. Ki Won bertanya, kau pikir aku cantik? Tentu saja. Yang tercantik. Omo.. robot bisa romantis juga HAHAHAH. Ki Won pun tampak sedikit lebih tenang, bukan karena kopi panas tapi robot KDI-109 nya.


Di sebuah tempat, tiga orang misterius kemarin kembali memeriksa sinyal target mereka yang hilang di suatu lokasi. Si wanita menjelaskan kalau lokasi itu semuanya lahan pertanian. Tidak ada alasan untuk 109 mendarat disana. 109? Apa jangan-jangan mereka lagi mencari KDI-109?
Lokasi pertanian itu terletak di Gyeonggi Ilsan. Si boss seperti ingat sesuatu dan memerintahkan anak buahnya untuk membandingkan alamat tadi dengan alamat Dr. Shin. Si wanita menemukan sesuatu, dia bilang Dr. Shin menghilang satu tahun yang lalu, tapi ini adalah rumah tempat persembunyiannya. Hmmm.. mencurigakan.


Ki Won minum ditemani KDI. Dia heran melihat Ki Won karena Ki Won membuat dirinya sulit sendiri. Ki Won dapat kemana saja dan melakukan apa saja, daripada mencari pekerjaan bukankah lebih baik untuk menciptakan pekerjaan sendiri, dan tunjukkan kepada orang siapa Ki Won. Mata KDI kemudian berkilat, dia mengatakan pada tahun 2017 data yang besar akan menjadi faktor besar di dunia. Dia pun menjelaskan panjang lebar tentang kehidupan pekerjaan di masa mendatang. Ki Won kesal, kau bilang kau disini untuk menyelamatkanku, tapi kau lebih terlihat akan membunuhku. Dia lalu berceloteh saat dia masih kecil dia pikir dia bisa melakukan apapun ketika dia dewasa nanti dan mengingat kenangan ayahnya yang jago membuat kari. Ayah? kau baik-baik saja, kan? katanya sambil memandang langit.


Ki Yoen sedang buang sampah saat tiga orang misterius sudah berdiri di hadapannya. Ki Yeon bertanya heran siapa mereka. Si boss mengenalkan dia adalah murid Dr. Shin Dong Cheol, Dr. Jung Seok Jin. Sementara anak buahnya bernama Halli (pria), dan Berry (wanita). Dr. Jung bertanya apa orangtua mereka ada di rumah, Ki Yeon menjawab kalau mereka dalam perjalanan. Dia juga tidak tahu kapan mereka akan kembali. ini ekspedisi penelitian 1 tahun mungkin juga 10. Mereka selalu lupa waktu. Mereka keluar untuk mendapatkan obat dan kembali tiga tahun kemudian.
Tiba-tiba bunyi seperti alarm terdengar menandakan ada sinyal target, bertepatan dengan pulangnya Ki Won dan KDI. KDI langsung menatap tajam Dr. Jung yang tersenyum penuh maksud padanya.

No comments:

Post a Comment