Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 9 - 2


Keduanya sama-sama sedih. Sejak itu mereka tak pernah menyapa dan sibuk dengan urusan masing-masing. Touma yang sedang makan bersama Sakurai bisa menebak kalau Kanata dan Sakurai bertengkar karena Chiaki, diapun mengajak Sakurai keluar agar Sakurai bisa memikirkan siapa diantara kakaknya yang akan Sakurai pilih. Setelah itu dia pergi kencan bersama Fuka.



Acara dining out Enoshima pun tiba. Kanata sudah ada disana tapi Sakurai sama sekali belum muncul. Kanata melihat ke dapur, hanya ada seragam Sakurai disana. Kanata pun menyiapkan hidangannya karena acara sudah mulai. Touma dan Chiaki datang, mereka juga terkejut mendengar Naomi memeberitahu Sakurai belum datang. Hanya tersisa dua hidangan lagi sebelum dessert Sakurai akan disajikan, dan tepat saat itulah Sakurai datang. Dia membungkuk minta maaf pada semuanya, dia terlambat karena pergi ke Nanasawa untuk membeli buah kabosu (seperti jeruk nipis) untuk menambah rasa dessert nya. Kanata melihat buah itu dan memutuskan mengganti sausnya menjadi saus bit untuk melengkapi kabosu itu.


Mereka sibuk pada hidangan masing-masing tanpa menoleh sedikitpun. Kanata bahkan menyuruh orang lain untuk menghantarkan saus yang dibuatnya agar dicicipi Sakurai, tapi saat dessert Sakurai selesai ia sendiri yang menghampiri Kanata dan meminta Kanata mencicipinya. Akhirnya tugas mereka selesai dengan sangat baik, semua tamu memuji dessert Sakurai yang sangat lezat juga cocok dengan hidangan Kanata.


Kanata tersenyum puas menyendiri. Higashimura lalu datang sambil bertepuk tangan, dia memuji Sakurai dan Kanata adalah kombinasi yang sangat pas, luar biasa. Kanata dengan ketus menyuruhnya pergi, tapi Higashimura berkata dia ingin merekrut Kanata lalu merangkulnya ramah seperti mengancam.


Malamnya, Kanata memberikan sambutan untuk para tamu sebagai ketua event sekaligus chef Sea Sons. Dalam sambutannya Kanata mengatakan bahwa hidangan utama yang dia buat hari ini sangat berbeda dari yang dia bayangkan. Semua ini berkat seseorang. Dia bertemu dengannya pertama kali pada musim panas ini. Awalnya dia pikir orang itu sulit untuk mengerti, selalu membuatnya jengkel dan selalu mengacau, tapi saat dia bersama dengannya, dia merasa termotivasi. Karena dia, hari ini dia berhasil membuat sesuatu diluar bayangannya. Dia adalah Patissier Misaki Sakurai. Semua orang memandang kearah Misaki. Kanata melanjutkan bahwa tanpa dia sadari Sakurai menjadi seseorang yang sangat penting baginya.

Sakurai berkaca-kaca karena terharu. Ia tidak menyangka dirinya begitu penting untuk Kanata, sementara Chiaki terlihat sedih, dia mungkin sadar kalau Kanata benar-benar menyukai Sakurai, begitupun Sakurai. Setelah menyelesaikan sambutannya, Kanata menghampiri Sakurai dan melempar kelereng Sakurai yang sudah retak-retak karena waktu itu dilempar Sakurai. Kanata meminta agar jangan membuang kelerengnya lagi. Mereka sama-sama terenyum singkat.


Setelah dining out selesai, Sakurai berlari pergi mencari Chiaki. Sebenarnya dia ingin mengatakan kalau dia tidak bisa menerima Chiaki tapi dia tidak sanggup mengatakannya. Chiaki mengerti, tanpa sedikitpun membahas soal pengakuannya dia malah minta tolong agar Sakurai memberikan ponsel Kanata yang ketinggalan. Dia juga meminta agar Sakurai mengatakan perasaannya yang sesungguhnya pada Kanata.

Sakurai pun berlari menuju restoran, dimana Kanata sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk besok. Dia mendapat telpon dari seseorang, sepertinya penting, tapi tidak didengarkan apa pembicaraan mereka. Setelah ditolak Sakurai, Chiaki pulang bersama Touma, tapi Touma mengejeknya, aku pikir aku harus menyelamatimu, karena hari ini adalah hari dimana kau patah hati. HAHAHAH

Chiaki tertunduk sedih, Touma pun meminta maaf dan meminta Chiaki jangan marah padanya, tapi Chiaki kemudian tertawa, dia hanya bercanda. Dan untuk menghibur Chiaki Touma menyanyikannya sebuah lagu asal-asalan HAHAHAHAH.


Sakurai sampai di restoran. Kanata tak peduli meski Sakurai memintanya mendengarkan apa yang akan dia katakan. Kesal, Sakurai lalu memegang pipi Kanata sehingga menatap wajahnya. Sakurai berkata, aku bilang aku kesini untuk memberikan jawabanku, dan Sakurai langsung mencium Kanata seperti di episode 1.

“Aku menyukaimu. Yang aku suka.. adalah kau. Aku ingin berada disisimu, selalu.” Ucap Sakurai.

Kanata tersenyum kecil, tapi dia tak mengatakan apapun dan melanjutkan pekerjaannya. Sakurai tentu saja bingung dan akan minta penjelasan, dengan membelakangi Sakurai Kanata berkata Sakurai terlambat, dia sudah tidak menyukai Sakurai lagi.

4 comments: