Sinopsis A Girl & Three Sweethearts Episode 8 - 2


Chiaki mengantarkan Sakurai pulang. Sakurai yang masih bisa berjalan meminta maaf pada Chiaki. Chiaki berusaha untuk menguatkan Sakurai soal dessert nya yang hanya tidak sesuai dengan selera Naomi, bukan berarti dessert Sakurai tidak bagus. Sakurai sadar kemampuannya memang kurang, tapi saat dia tahu kalau Kanata akan bekerja sama dengan patissier lain.. dia jadi frustasi dan iri.

Tiba-tiba Chiaki membahas soal Kanata yang menyatakan cinta pada Sakurai, Sakurai tentu saja kaget, darimana Chiaki bisa tahhu? Chiaki berkata Kanata yang memberitahunya dan apa pendapat Sakurai tentang dia? Sakurai menjawab dengan gugup, ia mengatakan mustahil dia bersama Kanata. Dia lalu jalan duluan dan mengalihkan pembicaraan.


Setelah sampai di rumah, Sakurai meminta maaf pada Kanata. Sakurai mengaku kalau dari awal pekerjaan ini memang terlalu berat baginya, tapi dia masih malu karena dia terlalu percaya diri. diluar sana banyak patissier yang lebih bagus daripada dia. “Kau pecundang!” kata Kanata tiba-tiba. Dengan sinis Kanata berkata dialah yang bodoh karena sudah mengharapkan sesuatu dari Sakurai. Sakurai bertanya, kenapa kau bicara seperti itu padaku? Apa kau mengerti bagaimana perasaanku sekarang? Aku tidak mau tahu bagaimana perasaanmu sekarang, jawab Kanata.
Sakurai marah dan langsung masuk ke kamarnya. Di buku resep miliknya, dia melihat catatan Kanata begitu juga Kanata yang melihat gambar lucu Sakurai. Keduanya sama-sama kesal dan menutup buku resep itu.


Chiaki kembali lagi ke kedai Nobuyuki. Kaede memuji Chiaki orang yang baik pada siapa saja. Sebenarnya, dia tak mau Chiaki pergi tadi. Akhir-akhir ini dia merasa gelisah saat mereka bersama. Kaede sepertinya tahu ada hal yang berbeda dari Chiaki sekarang.


Esok harinya, Kanata bertemu dengan tuan Higashimura. Kanata mengatakan bahwa sekarang mereka sudah tidak ada hubungan lagi. saat Kanata akan pergi Higashimura menghentikannya dengan berkata dia ada, dia ini orang yang buruk dalam menyerah. Tiba-tiba dia bertanya tentang persiapan dining out, apakah berjalan baik? Setelah mengatakan itu Higashimura pergi dengan limosin mewahnya.


Naomi dan Chiaki bertemu, membahas Kanata yang menolak bekerja sama dengan patissier yang direkomendasikannya. Kanata sama sekali tidak mengatakan alasan apapun padanya, apa Chiaki tahu sesuatu? Chiaki terkejut, setelah ia sampai dirumah Touma juga memberitahu kalau Sakurai dan Kanata bertengkar, kali ini serius. Chiaki kemudian melihat map RIOPSE yang Kanata buang. Chiaki mengerti kalau Sakurai lah orang yang Kanata inginkan untuk menjadi patissier-nya. Maka dari itu Chiaki langsung memberitahu Sakurai soal ini dan menyarankan Sakurai bicara dengan Kanata. Saat itu juga Sakurai langsung pergi ke restoran. Ia berusaha membuat dessert yang sesuai dengan hidangan Kanata. berulang kali ia gagal, tapi ia tak berhenti mencoba.


Pagi hari menjelang, Touma bertanya pada Kanata dimana Sakurai, sepertinya dia tidak pulang semalam. Kanata tampak khawatir, dia langsung ke restoran tapi tak menemukan Sakurai disana. Hanya buku resep Sakurai lah yang tertinggal. Rupanya Sakurai menemui Naomi dengan membawa dessert-nya sekali lagi. Dia memohon pada Naomi untuk diberikan kesempatan, tapi Naomi meminta Sakurai menyerah saja demi kebaikan Kanata. Sakurai berkata dengan yakin dia tidak mau meyerah. Tidak peduli apapun itu dia ingin membuat ini sukses bersama Kanata.

Sakurai terus memohon, tapi Naomi sekali lagi mengatakan kemampuan Sakurai kurang dalam pekerjaan ini. Sakurai hampir pasrah, namun tiba-tiba Kanata datang dan mengatakan dia juga akan berhenti kalau Sakurai gagal. Dia tidak bisa melakukannya tanpa Sakurai, karena Sakurai lah yang paling mengerti masakannya. Kanata memberikan buu resep Sakurai dan mengajaknya pulang, namun Naomi menyuruhnya tunggu dan ia mencicipi dessert Sakurai yang kali sesuai dengan harapannya. Sakurai pun berhasil.


Sakurai berterima kasih pada Kanata, kalau bukan karena dirinya pasti Naomi tidak akan memberinya kesempatan sekali lagi. Dia juga meminta maaf karena sudah mencoba untuk menyerah. Dia pikir Kanata akan bekerja sama dnegan patissier lain, Sakurai belum sempat melajutkan perkataannya karena Kanata memegang kuat kedua pipinya. Kanata memintanya jangan mencari alasan karena tidak ada pengganti… tidak ada orang yang bisa menggantikan Sakurai. Awwww Sakurai langsung seyum tersipu.


Saat di bus, Sakurai meminta agar mereka merayakannya malam ini dan Kanata menyetujuinya. Sakurai berkata dia akan membuat kue di restoran jadi tunggu dia di rumah. Sementara Sakurai membuat kue spesial untuk Kanata, di rumah, Kanata juga akan membuat omelet hamburger yang spesial untuk Sakurai. Chiaki akan pergi, dia yang sudah tahu Kanata-Sakurai berhasil di even dining out menanyakan dimana Sakurai, Kanata menjawab kalau Sakurai ada di restoran. Dan sebelum pergi Chiaki melihat Kanata sedang menyiapkan omelet spesial dan di meja sudah ada dua piring. Wajahnya berubah.


Chiaki akhirnya memutuskan pergi ke restoran saat Sakurai hampir menyiapkan cake-nya. Dia melihat tulisan selamat di hiasan love yang Sakurai buat. Sakurai pun permisi pergi pada Chiaki karena cake-nya sudah selesai dan tiba-tiba Chiaki memeluk Sakurai sampai cake spesial itu jatuh berantakan. Sementara itu, di rumah, Kanata juga telah selasai dan menunggu Sakurai yang belum juga datang.

No comments:

Post a Comment