Sinopsis Thumping Spike Episode 10 - 11

~ Episode 10: Kontrak ~


Hwang Jae Woong mengaku pada manajer kalau dialah orang yang ada di foto itu. Jadi, datang dan bawalah Kang Se Ra. Manajer tidak bisa, dia tidak punya hak lagi karena masa kontraknya sudah habis. Tapi Jae Woong berkata kalau Se Ra akan memperbaharui kontraknya, jadi dia minta manajer datang dan bawalah Se Ra kembali. Setelah mengatakan itu Jae Woong memutus telponnya. Manajer merasa aneh, dia yakin sekali Se Ra bersama sorang pria, tapi kenapa ada dua orang pria yang mengklaim kalau mereka adalah orangnya? Woo Jin juga ada di sana, dia mengaku pada manajer dialah orang di foto itu. Setelah sek Kim menunjukkan sesuatu pada manajer, manajer berkata pada Woo Jin kalau para wartawan sudah diurus. Pergilah lihat sendiri. Tanpa berkata apapun Woo Jin pergi, tapi sebelum itu manajer mengingatkannya agar jangan lupa kontrak yang telah mereka buat.


Sek Kim datang menjemput Se Ra pulang. Di jalan, Se Ra melihat Jae Woong tapi Jae Woong tak melihatnya. Sek Kim lalu menunjukkan pesan yang mengurus skandal Se Ra. Mereka sudah memulai langkah pertama dengan mengirimkan sms itu ke wartawan, dan setelah Se Ra memperabrui kontrak, mereka akan memulai langkah kedua dimana Se Ra akan keluar dari pekerjaan melatihnya, dan melakukan perpisahan dengan murid-muridnya. Itulah yang akan mereka lakukan.


Setelah menandatangani kontrak, mereka melakukan press con. Se Ra tampak tak semangat, dan hal itu disadari oleh seorang wartawan yang baru datang, ia bergosip pada teman wartawan di sebelahnya apa Se Ra dipaksa untuk menandatangani kontrak? Kalau orang melihat ini, mereka akan berpikir Se Ra sedang dijual. Tapi temannya yakin kalau Se Ra hanya lelah, lelah dengan cinta terlarang HAHAHAHA. Gosip mereka semakin parah karena wartwan satunya bilang agensi Se Ra lah yang memebuat skandal foto itu.


Se Ra yang tampak lelah sekali tiba-tiba oleng, manajer cepat-cepat memeganginya dan menghentikan press con saat itu juga. Se Ra langsung diantar pulang ke rumah, manajer tak percaya saat melihat Se Ra masih menggunakan password lamanya, 114030. Arti dibaliknya adalah, mulai voli di umur 11, ingin main selama 30 tahun sampai umur 40. Saat mereka berjalan masuk, Jae Woong keluar dari tempat persembunyiannya, ia melihat Se Ra khawatir.

Manajer kagum dengan piala-piala Se Ra, dia ingin Se Ra kembali memenangkan penghargaan seperti dulu, Se Ra yang tak jauh dari manajer tiba-tiba kesulitan bernafas dan pingsan.
Se Ra dibawa ke rumah sakit. Dokter mengatakan Se Ra hanya anemia, apa dia ingin Se Ra dirawat lebih lama? Manajer mengiyakanya, dia tampak khawatir.


Di rumah tim, Jae Woong masuk ke bekas kamar Se Ra sekaligus bekas kamarnya. Lalu Sang Gyun dan Hyun Sung datang. Sang Gyun menanyakan apakah kamar itu kosong? Jae Woong berkata biarkan saja kosong. Sang Gyun bertanya, Kenapa? Sudah tidak ada kesempatan pelatih datang kembali. Kalau kau tidak menginginkannya, kami yang akan ambil kamar ini. Sang Gyun langsung rebahan dan saat melihat keatas ia melihat poster Hanbit dengan tulisan you can do it dan melepasnya. Ia bertanya apa Jae Woong yang buat itu? Jae Woong yang lagi bete langsung merebutnya.


Jae Woong sekamar bertiga dengan Han Sol dan Jin Ah. Saat Jae Woong masuk dan sibuk melihat poster itu, Han Sol dan Jin Ah lagi membicarakan tentang Se Ra. Han Sol bertanya pada Jin Ah, apa Jin Ah tahu ayah pelatih Kang sudah meninggal? Ya, Jin Ah tahu. Ayah tirinya adalah professor di NYU dan ibunya tinggal bersamanya sekarang. Han Sol kaget karena Jin Ah tahu sedetail itu, apa Jin Ah menguntit pelatih Kang? HAHAHAHA Jin Ah bilang kalau itu adalah pengetahuan dasar. Han Sol kesal mendengarnya LOL.

Ia membalas dengan mengetes Jin Ah, apa Jin Ah tahu ini, apa hewan favorit pelatih Kang? Jin Ah mengaku ia tidak tahu soal itu. Han Sol langsung berkata, Beruang! Beruang, beruang. Ah, kamu tidak tahu apa-apa. HAHAHA Han Sol kesal banget. Dia yang lagi baca profil dan Q&A Se Ra lalu menceritakan alasannya. Benda yang terakhir ayahnya tinggalkan adalah boneka beruang, tapi setelah hilang semua beruang mengingatkannya pada boneka ini.


HAHAHAH ternyata Jae Woong juga ikut mendengarkan mereka. Dia ingat saat di taman hiburan Se Ra memohon2 padanya untuk mendapatkan boneka itu. Se Ra berkata boneka beruang itu sangat berarti baginya, kalau dia bisa mendapatkan bonekanya, mungkin dia bisa memulai dari awal lagi.


Woo Jin datang ke rumah tim, tapi dia tidak masuk, dia hanya berdiri di tepi jalan. Sementara itu Se Ra sudah sadar dan akan dirawat lebih lama. Saat manajer keluar, dia menelpon Woo Jin tepat saat Woo Jin akan pulang. Woo Jin terlihat ragu mengangkatnya tapi akhirnya dia menjawab telpon Se Ra yang menanyakan apakah dia latihan hari ini. Woo Jin mengiyakan singkat. Se Ra kemudian mengingatkan bahwa ini sangat penting, piala presiden akan dimulai. Woo Jin khawatir mendengar suara Se Ra seperti orang sakit, apa Se Ra tidak apa-apa? Se Ra berbohong mungkin karena larut, jadi suaranya seperti itu. Dia kemudian bertanya soal Jae Woong yang langsung membuat Woo Jin kesal, tapi dia tetap mengatakan Se Ra tidak usah khawatir karena Sunbae Jae Woong berlatih sangat keras.


Woo Jin kini berjalan pulang, tapi aneh karena dia terlihat berkaca-kaca. Dari kilas balik, rupanya Woo Jin melihat dari jauh saat para wartawan berkumpul di depan rumah tim. Saat itu juga dia langsung pergi menemui manajer. Dia mengaku dia orang yang ada di foto itu. Karena itu dia meminta para wartawan untuk pergi. Kalau aku menyuruh mereka pindah, apa yang akan kau lakukan untukku? Tanya manajer. Apapun, jawab Woo Jin. Manajer berkata, jangan temui Kang Se Ra lagi. kau bilang itu kau yang ada di dalam foto. Kalau kau menemuinya lagi, beritanya akan menyebar. Ini akan jadi lingkaran setan. Dengan berat hati Woo Jin berjanji. Manajer mengancam kalau sampai Woo Jin menemui Se Ra lagi, maka dia takkan bisa bermain voli lagi. Dan begitulah perjanjian kontrak mereka. Woo Jin tak tahan, diapun menangis.


Manajer baru keluar dari ruangan dokter. Wajahnya terlihat kesal, rupanya sang dokter memberitahu soal Se Ra yang melakukan pemeriksaan tapi bukan dengan dia (dengan dokter lain). Dokter menduga kalau kaki Se Ra kambuh lagi dan saat itu dia tidak datang sendirian, dia datang bersama temannya. Manajer semakin kesal saat masuk ke ruangan Se Ra dan mendapati Se Ra tidak ada.


Se Ra pulang ke rumah. Ia sedikit terkejut melihat ada boneka beruang yang sama persis dengan milik Jae Eun sudah terduduk manis di depan pagar. Ia melihat ke sekeliling, tapi tak ada siapapun. Ia pun memutuskan masuk tanpa mengambil boneka itu. Rupanya itu adalah trik, karena saat itu Jae Woong datang dan mengambilnya bonekanya kembali. Tepat saat Jae Woong akan pergi, Se Ra keluar dan memanggilnya.


Mereka lalu duduk di teras dengan Se Ra yang memeluk boneka beruangnya. Se Ra meminta maaf karena sudah menampar Jae Woong. Jae Woong berkata jangan khawatirkan itu. Se Ra lalu mengatakan kalau dia hampir saja bilang ke wartawan kenapa dia tidak punya pilihan kecuali menjadi seorang pelatih. Saat dia tak lagi bisa main di lapangan, dia bertanya-tanya apa mereka akan mengerti dia.. atau mereka akan salah paham. Dia hampir saja pasrah.


Jae Woong berpikir Se Ra akan terluka kalau dia tinggal bersama mereka, dan itulah sebabnya dia menyuruh Se Ra pergi. Karena dia tidak bisa melindungi Se Ra… karena keegoisannya, dia bahkan menyakiti Se Ra lagi. Se Ra tidak apa-apa. Dia hanya minta mereka memenangkan piala presiden dan berdoa semoga Jae Woong masuk Hanbit. Setelah berterima kasih atas boneka beruang yang lucu itu, Se Ra berdiri beranjak pergi, tapi Jae Woong menariknya hingga mereka saling bertatapan dan tiba-tiba dia mencium Se Ra. Se Ra melotot kaget sampai tak sadar menjatuhkan bonekanya.


~ Episode 11: Keraguan ~


Setelah kejadian kissu tadi, Se Ra jadi galau memikirkannya. Dia bertanya-tanya apa Jae Woong menyukainya? Oh, tidak! Dia pasti sudah gila. Kang Se Ra, kau seorang pelatih! HAHAHAH, tapi sedetik kemudian dia berkata, kan dia sudah berhenti jadi pelatih, kalau Jae Woong menyukainya…. Dia kemudian sadar lagi, Jae Woong itu kan siswa dan dia adalah guru! Kalau begini, aku perlahan-lahan akan gila.. HAHAHAH. Tak lama suara bel rumah berbunyi.

Woo Jin baru sampai rumah. Ia membungkuk hormat saat melihat ayahnya. Ayah mengomeli Woo Jin yang jam segini baru pulang, tapi Woo Jin ngeloyor pergi, malas berdebat dengan ayahnya.


Rupanya yang datang adalah Manajer dengan menyerahkan laporan rumah sakit. Ia bertanya kapan Se Ra akan memberitahunya? Se Ra bekata, kalau manajer ingin mengakhiri kontrak, lakukan saja. dia belum menerima uang mukanya, tapi karena kontrak tetaplah kontrak, dia akan membayar biaya pembatalannya. Manajaer tidak ingin mengakhiri kontrak itu. Bagaimana bisa dia memanfaatkan Kang Se Ra, yang sudah tidak bisa main voli lagi? Apa Se Ra tidak penasaran? Se Ra hanya diam tak bisa berkata-kata.


Pagi hari ini, tim sudah berkumpul di depan rumah untuk latihan. Han Sol mencoba menghubungi Woo Jin yang belum juga muncul, tapi tidak diangkat. Semua jadi bertanya-tanya karena Woo Jin sebelumnya tidak pernah melewatkan latihan. Jae Woong pun mengajak mereka pergi ke lapangan.


Saat mereka latihan, tiba-tiba Se Ra keluar dari balik pohon, dia menyamar HAHAHAH. Tapi dia tidak melihat Woo Jin disana dan mencoba menelponnya tapi tak diangkat. Di balik pohon lain, Se Ra melihat Jung Eul Young yang lagi serius menonton latihan. Dia memanggil Eul Young dan berlari mengejarnya. Alhasil semua siswa melihatnya dan kompak bilang ‘pelatih’ HAHAHAH. Dia sibuk menutupi kepalanya dengan scarf, tapi sudah ketahuan LOL.


Se Ra pun duduk ditemani Jae Woong sambil mengawasi yang lain latihan. Dia kaget saat Jae Woong bilang Woo Jin belum ada datang sejak kemarin. Dia lantas memberitahu saat dia menelpon Woo Jin tadi malam, Woo Jin bilang dia sedang latihan dan berkata tidak usah khawatir. Tadi Malam? Tanya Jae Woong, yang membuat Se Ra ingat kissu itu dan menutupi wajahnya HAHAHAH. Jae Woong kesal, kenapa kamu menyembunyikan wajahmu? Harusnya aku yang melakukan itu! Bwhahahah. Dan rupanya setelah kissu itu, Se Ra menampar Jae Woong dan langsung berlari masuk, makanya Jae Woong malu. Tapi sedetik kemudian ia malah menggoda Se Ra HAHAHAH.


Latihan sudah selesai. Il Young bertanya kapan Se Ra akan kembali lagi ke rumah mereka, karena berita skandal itu palsu. Dan latihannya bagaimana? Se Ra akan terus melatih mereka, kan? Se Ra tak tahu bagaimana menjawabnya, dan tepat saat itu manajer menelpon.


Se Ra langsung ke kantor. Sek Kim menjelaskan rencana mereka untuk mengungkapkan cidera Se Ra. Se Ra tidak setuju. Sambil menangis dia berkata voli adalah impiannya? Apa ini yang manajer maksud sata bilang dia akan memanfaatkannya?


Jae Woong keluar untuk olahraga. Tapi sepertinya ada yang mengikuti Jae Woong bahkan sampai ke lapangan. Saat Jae Woong istirahat, dia merasa curiga dan menoleh ke belakang, tapi orang itu langsung bersembunyi. Jae Woong menoleh ke belakang lagi, ia kemudian tertawa, Hei Baek Woo Jin! Katanya memanggil. Dia menyuruh Woo Jin keluar, apa Woo Jin pikir pohon itu bisa menyembuyikannya? HAHAHAH karena besaran badan Woo Jin daripada pohon itu, jadi ya jelas kelihatan. Woo Jin pun langsung nyengir, sadar LOL.


Jae Woong lalu menemani Woo Jin makan. Woo Jin makannya buru-buru banget sampai tersedak. Dia lalu bertanya apa Jae Woong hari ini latihan? Jae Woong menjawab, kalau memang kau sangat mengkhawatirkan hal itu, kenapa kau tidak latihan? Mereka pun berdebat masalah itu sampai Woo Jin meminta konfirmasi soal foto skandal dengan Se Ra. Jae Woong membenarkannya, dia sudah keluar, tapi Woo Jin tidak disana mendengarnya.
Woo Jin lalu bertanya apa manajer ada mengatakan sesuatu padanya? Bilang apa, tanya Jae Woong. Woo Jin lega, tapi Jae Woong menuntutnya untuk mengatakan hal itu. Woo Jin pun bilang kalau manajer menyuruhnya jangan menemui pelatih Kang. Jae Woong bekata, apa Woo Jin janji tidak akan melakukannya? Bukan janji, tapi kami menandatangani kontrak, jawab Woo Jin. Kalau dia melanggarnya maka dia tidak bisa main voli lagi.

Balik ke soal menguntit, Jae Woong ingat dan bertanya kenapa Woo Jin mengikutinya? Dia mengikutinya sedari rumah, kan? Woo Jin bilang dari semuanya, ia rasa Jae Woong yang akan mengerti dia. Jae Woong membantahnya, dia tidak tahu bagaimana perasaan Woo Jin, baginya Woo Jin adalah orang yang tak bisa memilih apa yang dia inginkan karena dia punya segalanya. Kalau voli gagal, dia bisa belajar. Woo Jin tersinggung, apa menurut Jae Woong dia bakal menyerah pada voli? Tidak akan. Jae Woong tampak merasa bersalah, ia pun menyuruh Woo Jin lanjut makan saja HAHAHAH.


Saat akan membayar, tiba-tiba Woo Jin membungkuk berterima kasih pada Jae Woong dan minta Jae Woong yang bayar HAHAHAHA, Kena deh Jae Woong. Si Woo Jin cuma senyam-senyum puas. Saat akan bayar itulah Jae Woong melihat cctv dan tanya ke ibu kasirnya apa cctv itu juga merekam toko yang diluar? Ibu kasir membenarkannya dan setelah itu dia minta si ibu untuk memutar rekaman dari jam 9-10 tanggal 13. Jae Woong menemukan tiga pria suruhan sek Kim dalam rekaman. Dia pun menjelaskan apa yang terjadi malam itu pada Woo jin. Dia curiga kalau pria2 itu yang mengambil fotonya. Sebelum tanggal 13 pria2 itu juga tertangkap dengan pakaian yang sama dan menuju ke toko depan.


Sekarang, Jae Woong dan lainnya sedang berkumpul di depan komputer menyaksikan rekaman cctv dari toko depan, toko yang dimasuki pria2 tadi. Si karyawan tampak ketakutan dengan mereka HAHAHA. Dalam rekaman, ketiga pria itu sedang makan kimbap yang membuat Han Sol selera, dia lalu minta kimbap ke karyawan itu, yang kadaluarsa juga tidak apa-apa HAHAHAHA. Si karyawan makin takut karena Han Sol menarik2 bajunya LOL. Tak lama Sek Kim datang menghampiri ketiga pria itu dan memberikan kamera yang waktu itu digunakan untuk memfoto Se Ra dan Jae Woong. Woo Jin kaget karena dia tahu itu adalah sekretaris manajer.

No comments:

Post a Comment