Sinopsis Thumping Spike Episode 9

~ Episode 9: Perangkap ~


Se Ra mulai menyiapkan timnya untuk bertanding di piala presiden. Dia menjadwalkan hari minggu ini mereka akan bertanding melawan Hyunchang. Hyunchang? Semua kaget karena Hyunchang adalah tim juara pertama.Han Sol protes, apa pelatih gila? HAHAHAH dia langsung mendapat omelan dari yang lain. Se Ra mengatakan mereka harus menang juara pertama. Lagi-lagi Han Sol menyahut, baiklah, bagus kalau bermimpi besar wkwkwkk. Se Ra berkata ini bukan mimpi, karena itu mereka harus menang. Dia sudah janji pada presdir Lee tim akan dibubarkan kalau mereka kalah. Semuanya kompak berkata, pelatih, apa kau gila? Woo Jin lah yang tidak terkejut.


Hari pertandingan dengan Hyunchang pun tiba. Sebelum bertanding, tim Se Ra saling menyemangati satu sama lain. Se Ra berteriak mereka harus bermain seperti saat latihan. Bisa dibayangkan tim posisi terakhir melawan juara pertama, tentu saja kalah. Dibabak pertama tim Se Ra kalah telak. Saat briefing babak kedua, Se Ra menyuruh Woo Jin memberitahu siapa lawan mereka dan ternyata itu bukan Hyunchang melainkan tim pengganti yang lain. Han Sol berkata, bagaimana bisa mereka dilawankan dengan juara pertama? Se Ra mengancam jika mereka terus bermain seperti ini dia akan melarang makan camilan tengah malam. Hanya Han Sol yang bereaksi menolak.


Di babak kedua ini, Woo Jin dkk berhasil menaklukan tim lawan dengan sangat bagus dan sepertinya mereka yang menang, karena saat tim lawan keluar dari arena mereka sudah duduk santai2 di halaman sekolah. Mereka melambai-lambai mengucapkan selamat tinggal. Han Sol berkata kalau mereka tahu mereka akan menang, pasti mereka akan taruhan. Hyun Sung langsung menanggapi, kau sangat senang untuk seseorang yang mengalahkan tim pemain pengganti hahahah. Pantas saja mereka senang karena ini adalah pertama kalinya mereka menang.


Se Ra kemudian keluar diikuti tim lawan yang antusias minta foto dan juga tanda tangannya. Il Young memuji pelatih mereka benar-benar seorang bintang, tapi Han Sol malah merasa dia tidak tahu apa istimewanya Se Ra, apa karena mereka melihatnya setiap hari? LOL. Sang Gyun si kutu buku menyahut kalau teman sekelas SMP nya meminta dia mendapatkan ttd Se Ra dan bertanya kenapa dia tidak mengupload foto. Jadi apa kau mengupload, tanya Woo Jin penasaran. Enggak, jawab Sang Gyun.

Woo Jin memperingatkan lebih baik mereka tidak memfoto atau mengupload foto pelatih. Asal mereka tahu, pelatih bukanlah orang yang bisa diperlakukan sembarangan atau seseorang yang bisa dengan mudah berinteraksi dengan mereka. Jae Woong tersenyum remeh mendengarnya, HAHAHA merasa disindir kali ya? Saat tim lawan pamit pada Se Ra, Se Ra melihat Jung Eul Young (siswa yang waktu itu melempar bola kearahnya) mengintip dari pagar, tapi saat Se Ra memanggilnya Eul Young langsung kabur.


Seperti biasa, Jae Woong bersiap lari di malam hari. Se Ra mengikutinya, bertanya kenapa hari ini dia tidak istirahat? Hari ini dia kan main lima pertandingan. Jae Woong berkata dia akan lari beberapa putaran supaya bisa tidur nyenyak. Obat insomnianya sdg berjalan. Se Ra pun menemaninya berlari. Kemudian Woo Jin keluar, ia melihat Se Ra pergi bersama Jae Woong.


Di lapangan, saking ngantuknya, Se Ra bahkan tidur dengan posisi duduk sambil menunggui Jae Woong selesai lari. Jae Woong berhenti melihat Se Ra tertunduk, ia lalu duduk di samping Se Ra dan mengambil handuk dari tangan Se Ra, membuat Se Ra akhirnya bangun. Se Ra bertanya, berapa putaran lagi? Jae Woong tahu kalau Se Ra lelah, ia pun mengajak Se Ra pulang, tapi Se Ra meminta Jae Woong selesaikan saja larinya.


Jae Woong lalu bertanya, apa Se Ra tidak bisa tidur? Se Ra menjawab iya, dia membuat strategi untuk pertandingan hari ini. Setelah itu Se Ra tertidur lagi dan bersandar pada bahu Jae Woong. Jae Woong kaget, ia berusaha geser menjauh, tapi saat kepala Se Ra akan jatuh ia menahannya dan kembali geser mendekat juga membenarkan posisi kepala Se Ra agar nyaman bersender di bahunya.


Tiba-tiba saja ada tiga pria muncul disana. Mereka mengenali Jae Woong sebagai tim voli Daehan. Karena berisik Se Ra pun terbangun. Berfirasat tidak enak, Jae Woong langsung meng ajaknya pergi tapi salah satu pria mengenali Se Ra dan mengira mereka berpacarn. Pria yang ditengah diam-diam mengambil foto mereka dan saat sudah cukup banyak dia mengajak kedua temannya pergi.


Jae Woong menyeret Se Ra pulang. ia marah dan memperingatkan Se Ra mulai sekarang jangan ikuti dia lagi. itu sangat berbahaya. Se Ra tidak mau, bagaimana bisa dia pergi dan meninggalkan Jae Woong disana begitu saja? Jae Woong makin kesal, Hei Boneka beruang, apa kamu tahu seberapa….? Jae Woong diam, tidak jadi melanjutkan kata-katanya, tapi kemudian Se Ra tersenyum, kamu khawatir? apa kamu marah? Jae Woong memegang bahu Se Ra, dengan suara yang lebih pelan dia meminta Se Ra jangan ikut campir lagi, dia tak mau Se Ra diganggu.


Ternyata ketiga pria tadi adalah orang suruhan sek Kim. Sek Kim kesal karena foto2 yang mereka ambil jelek sekali (hahaha kayak pas foto). Dia langsung memberi mereka uang tapi pria2 itu membuat alasan supaya uangnya ditambahi.


Jae Woong masuk ke kamarnya, disana sudah ada Han Sol yang lagi asyik baca komik. Jae Woong mengingat kejadian tadi, dimana pria2 itu mengenalinya sebagai tim voli Daehan. Ia heran bagaimana orang2 itu tahu dia, apa mereka bisa melihat huruf di punggungnya, padahal mereka kan melihatnya dari depan? HAHAHAH ekspresi Jae Woong lucu banget sampai Han Sol mengalihkan perhatiannya dan merasa suasanaini tidak asing baginya, tapi dia tidak ingat LOL.


Keesokan paginya, Se Ra bersiap olahraga tepat saat Jae Woong juga akan pergi. Jae Woong langsung menariknya dan menyuruhnya keluar dengan pakai topi dan masker. Dia parno karena kejadian semalam hihihi. Se Ra protes, ini kan masih pagi sekali, siapa yang akan lihat? Jae Woong tak peduli, mulai sekarang Se Ra harus menurutinya. Dia memaksa Se Ra masuk dan pakai apa yang dibilangnya tadi.


Jae Woong berjalan santai keluar rumah, untunglah bukan Se Ra yang keluar duluan karena di depan sudah berkumpul para wartaan yang menunggu Se Ra terkait fotonya dengan Jae Woong. Wartawan langsung mencecar banyak pertanayaan untuk Jae Woong sementara di dalam Se Ra sudah melihat berita skandal yang dibuat oleh sek Kim.


Pelatih Song dan Soo Bin sudah ada di depan rumah. Mereka kaget melihat betapa banyaknya wartawan dan tidak mungkin lewat dari pagar. Akhirnya Soo Bin memanjat tembok dibantu ayahnya. Setelah berhasil dia langsung masuk ke dalam, lupa kalau ayahnya masih di luar yang dari tadi bicara sendiri minta diambilin tangga wkwkwk. Pelatih Song kesal, astaga… dasar anak nakal! Dia pun berusaha memanjat tapi karen atubuhnya pendek jadi susah HAHAHAH.


Berita tersebar cepat, teman2 Jae Woong sudah melihatnya dan penasaran siapa orang di foto itu, apa itu Woo Jin, tanya Jin Ah. Benar, itu Woo Jin, jawab Han Sol sambil memandangi Jae Woong HAHAHAH. Di foto itu wajah Jae Woong di blur, tapi Cuma Jin Ah dan Han Sol yang tidak tahu itu siapa, yang lain cuma bisa geleng kepala melihat dua orang itu LOL.

Tak lama Soo Bin masuk. Han Sol terkejut, Hei Anjing gila, kenapa kau bisa masuk? Dimana pelatih Song? HAHAHAH anjing gila adalah julukan Soo Bin. Soo Bin berkata ayahnya di sebelah. melihat mereka yang duduk serius seperti itu apalagi di depan banyak wartawan, Soo Bin pun bertanya ada apa? Apa mereka melakukan sesuatu yang salah?


Se Ra keluar. Jae Woong menghampirinya. Mau kemana? Mereka menungguku keluar, jadi aku harus keluar, jawab Se Ra. Jae Woong menyuruh Se Ra masuk, tapi tiba-tiba Soo Bin berteriak menyruh Se Ra keluar. Ia mengatakan, ini tidak akan berakhir sampai pelatih keluar. Keluar! Ponsel Se Ra bordering, dari manajer. Manajer meminta Se Ra mengatakan maunya kapan (tandatangan kontrak ), dia akan mengeluarkan Se Ra dari sana. Se Ra berkata tidak, dia tidak apa-apa dan akan menutup telpon, tapi Jae Woong langsung mengambil ponsel Se Ra dan mengatakan pada manajer dialah orang yang ada di foto itu. Semua terkejut.


Di luar, wartawan beranjak pergi, mungkin perintah manajer. Pelatih Song yang dari tadi menunggu karena tidak bisa memanjat tembok bingung melihat hal ini. Dia bertanya seorang diri, ada apa? Apa mereka bercanda? HAHAHA dan saat masuk ke rumah, pelatih Song terkejut melihat Se Ra menampar Jae Woong tepat di depannya wkwkwk. Lucu lihat wajah kagetnya pelatih Song, baru masuk malah mendapati hal seperti itu hahahh.

Soo Bin emosi, ia tak terima melihat Jae Woong ditampar. Han Sol dan Sang Gyun langsung memeganginya sebelum sempat ngapa-ngapain Se Ra. Jin Ah juga beringsut masuk ke kamarnya, takut terlibat bwhahahah.


Pelatih Song bertanya, sebenarnya ada apa? apa Jae Woong melakukan kesalahan? Para wartawan tiba-tiba pindah dan dia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kasihan, tak ada satupun yang menajwab pelatih Song wkwkwk.

Se Ra mengur Jae Woong, kamu tahu apa yang baru saja kamu lakukan? setelah semua keputusan sulit yang kubuat kamu sudah mengembalikanku ke tempat dimana aku memulai. Kembalilah, kamu seharusnya tidak berada disini, ucap Jae Woong.


Di kantornya, manajer dibuat bingung, dia yakin sekali Kang Se Ra bersama seorang pria, tapi kenapa ada dua pria yang mengklaim kalau mereka orangnya? Dan ternyata Woo Jin sudah ada bersama manajer disana.

No comments:

Post a Comment