Love Books Love Series: Secret & Summer Episode 1 part 1


Kembali lagi dengan Thai series baru, Love Books Love Series: Secret & Summer


“Seseorang pernah berkata. Orang-orang selalu suka berimajinasi tentang diri mereka sendiri. Tidak tahu bahwa hal ini imajinasi atau nyata. Aku jatuh cinta dengan orang asing. Cinta pertamaku. Ciuman pertamaku. Yang mana di dalam ingatanku, aku juga tidak tahu!”




Suasana kota Bangkok sangat sibuk. Orang-orang berkutat dengan kehidupan mereka masing-masing, sekolah, bekerja, dan bercengkrama dengan teman-teman. Seorang wanita cantik berjalan sambil memperkenalkan dirinya. Dia adalah Summer (Jiravechsoontornkul Lapalal). 19 tahun. Dan juga seorang mahasiswa yang percaya diri mencari pekerjaan paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan dirinya.Sekarang ini dia adalah pemilik akun facebook “Some Change”. Belum jelas isi dari akunnya itu apa tapi kelihatannya akun itu cukup terkenal.


Summer berhenti di depan sebuah bangunan yang seperti toko, ia mengeluarkan ponselnya dan memotret tampak depan toko itu. Tiba-tiba masuk satu notif di messanger nya. Akun yang bernama Siri Karna mengiriminya sebuah video di pub yang tampak mencurigakan. Di video itu ada dua orang pria aneh yang seperti melakukan transaksi, sedangkan satu orang pria lagi menunggu sambil mengawasi keadaan sekitar.

Setelah melihat video itu, dia membuat status di facebook nya “Hello, di hari senin yang tak banyak peristiwa ini. Meskipun aku tidak mendapatkan satu pekerjaan pun, tetapi ideologi ku untuk membuka kedok orang-orang jahat masih tetap tak berubah #SomeChange”. Yah, seperti nama akunnya, akun ini berisi hal-hal jahat yang dilakukan orang lain untuk disebarkan ke orang-orang sehingga perbuatan jahat tersebut terbongkar.


Di jalan raya yang sepi pengendara, ada seorang pengendara motor yang tampak di kejar-kejar oleh polisi. Mungkin karena kecepatannya yang melebihi batas maksimum berkendara. Saking kencangnya ia bahkan tak bisa menghindari seorang pejalan kaki yang hendak menyebrang. Alhasil pejalan kaki yang tak lain adalah Summer itu terjatuh dengan bokong yang mendarat duluan.
Orang-orang langsung membantu Summer berdiri. Pak polisi datang menghampiri Summer dan menanyakan keadaannya. Summer berkata dia baik-baik saja. Polisi itu beralih melihat pengendara motor tadi yang sepertinya jatuh agak parah. Summer yang sudah kesal langsung mengumpatnya, “bagusan tuh pembalap mati aja sekalian pak Polisi. Kan bagus jadi berkurang satu orang di dunia”. HAHHAHAHAH (Aku agak lucu liat pak pol nya, habis tu baju ketat amat. Emang polisi di Thailand harus pake baju seketat itu ya? Hahahahha).


Pak Polisi dan Summer menghampiri pria pembalap tadi yang sudah terjatuh plus gak ada yang nolongin, orang-orang cuma ngelihatin aja wkwkwk. Polisi lain yang tadi ngejar pria itulah yang akhirnya membantu. Pak polisi itu bertanya apa si pria mabuk? Tapi si Pria langsung membantahnya. Sementara Summer apa yang dia lakukan? Dia malah nge-videoin peristiwa ini. Peristwa untuk Some Change yang sayang kalau dilewatkan.

Pria itu dengan posisinya yang masih terduduk membuka helm nya dan marah melihat Summer memvideokannya. Summer terkejut, tapi bukan karena takut melainkan pria yang sedang di videokannya ini sangat tampan. Sejenak Summer terpesona tapi dengan cepat ia kembali pada niat awalnya, dia tak peduli dengan pria itu yang terus protes.


Ambulance tiba dan kaki pria itu sudah diperban. Summer juga masih ada disana. Polisi meminta id card keduanya.

“Kau membuat kaki ku patah. Tanggung jawab!” Katanya sambil menunjuk wajah Summer.

“Siapa yang harusnya tanggung jawab?” Balas Summer kesal sambil memotret pria itu.

“Hey, kamu yang nyebrang gak lihat-lihat. Siapa yang bisa ngehindar tiba-tiba gitu coba?”

“Maaf ya! Aku nyebrang di zebra cross. Kalau kamu gak percaya lihat sana kamera CCTV!” Bentak Summer


Keduanya masih terus berdebat sampai pak polisi mengancam akan menambah hukuman mereka kalau mereka gak juga berhenti. Tapi bukannya dengerin mereka berdua malah makin adu mulut bahkan Summer mengancam akan menyebarkan video yang direkamnya tadi. Mendengar pak Polisi yang untuk kedua kalinya melerai mereka, Summer pun memilih pergi. Dia lupa kalau ID card nya masih ditangan pak polisi. Pria itu meminta ID card Summer dan berkata dia yang akan mengembalikannya. Saat dilihatnya ID card Summer itu, senyum penuh makna terlintas di wajahnya.

 
Summer yang kini sudah berjalan pulang ke rumahnya ingat soal kejadian tadi, diapun langsung memposting video tadi dengan caption “Big bike make chaos in the city” sebagai balas dendam. Dia lalu tertawa puas ala nenek lampir.


“Little tiger! Little Tiger!” Panggil Summer di depan pagar rumahnya. Keluarlah seekor anjing yang agak besar. Summer memberikan grilled pork yang dimakannya tadi pada anjing itu sambil mengelus-ngelusnya penuh perhatian. Saat di pintanya si Little tiger mengulurkan tangan, anjing pintar itu langsung mengulurkan tangannya diatas tangan Summer. Summer berceloteh padanya, “Hei Little Tiger! Kalau ada orang asing datang kemari, gigit mereka! Okay?” Ucap Summer kemudian masuk ke rumahnya.


Begitu di rumah, ia berdiri di depan figura ibunya dan mengucapkan salam. Ibunya sudah meninggal dan sepertinya dulu adalah seorang polisi. Tak terlihat siapapun di rumah Summer, hanya dirinya seorang diri yang sekarang tengah menikmati makanannya. Tak lama suara nada dering ponselnya berbunyi. Rupanya Ayahnya . Ayahnya protes melihat badan putrinya itu yang semakin kurus. Apa dia gak makan? Summer langsung menunjukkan mie instan, makan malam favoritnya pada ayahnya. Ia gantian bertanya bagaimana keadaan ayahnya di toko. Ayahnya yang seorang chef itu memberitahu bahwa sekarang sangat dingin. Akhir-akhir ini banyak orang Thailand di Jepang. Summer merasa senang mendengarnya. Lalu gimana dengan Hari Songkran nanti? Apa ayahnya akan pulang? Ayahnya berkata mungkin akan banyak pengunjung di toko, jadi dia tidak bisa pulang. Tapi dia ingin putrinya lah yang datang mencarinya. Da juga sudah mencarikan sekolah untuk Summer disini. Mau datang atau tidak? Tanya Ayahnya berusaha meyakinkan. Tapi tampaknya Summer tak tertarik sama sekali. Ia menolak tegas ajakan ayahnya itu dan tetap meminta ayahnya saja yang pulang. Summer pamit pada ayahnya untuk mematikan telepon video mereka karena sepertinya ada orang di depan rumah.


Summer melihat ke depan pagar, benar ada seorang pria disana. Summer langsung memanggil pria yang bernama Point itu. Point (Pornpipat Pattanasethanon) memberitahu soal video di pub yang sekarang lagi diusut oleh polisi. Penyamaran orang-orang itu akan segera terbongkar. Summer luar biasa senang karena facebook page nya bakalan populer. Tapi kemudian ia jadi bete lagi mendengar info dari point bahwa polisi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan disana. Hanya jadwal operasi nya saja yang melebihi batas waktu yang diijinkan. Summer merasa itu tidak mungkin, pasti memang benar-benar ada sesuatu disana. Kalau Point gak percaya tanya saja pada orang di sekitar pub itu. Semua orang pasti tahu.


Point khawatir, ia meminta Summer berhenti menyelidiki pub DNA itu. Dia itu hanya anak yang normal. Jika mereka tahu siapa orang dibalik Some Change. Tidak tahu kapan Summer akan mati. Summer bertanya kenapa Point harus takut? Ibunya meninggal saat melaksanakan tugas. Dia sangat bangga padanya. Tapi menurut Point ini berlebihan untuk anak seperti mereka. Summer tidak mau berhenti karena merasa dia tidak salah, harusnya orang-orang jahat itulah yang merasa takut.

Point meminta untuk sekarang Summer jangan mengupload berita apapun tentang mereka dulu. Berbahaya. Summer masih saja ngeyel. Point mengingatkan lebih baik mencegah daripada mengobati. Selain itu, ayahnya mengajaknya bermeditasi selama seminggu. Jadi seminggu ini dia bakalan tidak ada di Bangkok. Sekali lagi Point mengingatkan agar Summer jangan macam-macam dengan pub DNA sebelum dia pergi. Summer hanya mengiyakannya dengan malas. (Btw, selama obrolan mereka musicnya horror banget)


Esok Hari. Jam sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Summer yang lapar bergegas ke dapur untuk makan. Awalnya dia ingin makan mie instan, tapi karena dari kemarin dia hanya makan itu, ia memilih makan bubur saja sekarang. Baru saja diseduhnya dengan air panas, terdengar bunyi bel rumahnya beberapa kali hingga dia menunda acara makannya itu. Dia membuka pintu dengan malas, muncullah pria tampan lengkap dengan kaca mata plus gaya coolnya di depan pintu. “Hello Little girl” Katanya menggoda.

Ya, Pria itu adalah Secret (Pathomphong Ruenjai). Pria yang menabrak Summer dan juga menyimpan ID card Summer kemarin. Summer terkejut bukan main. Dia langsung menutup pintu tapi dengan cepat Secret menghalanginya.

“Kenapa kamu mengikutiku? Terus kenapa kamu bisa sampai sini? Apa google map?” Tanya Summer curiga.

“Baiklah, aku menggunakan ID card ini.” Ucap Secret sambil mengacungkan ID card itu di depan wajah Summer.


Secret lalu bertanya apa Summer mau ID card nya kembali? Summer meminta ID card nya dan menyuruh Secret segera pergi, tapi saat Summer hendak merebut ID Card itu Secret cepat-cepat menarik ID card nya lagi, mempermainkan Summer. “Kalau kamu mau ini balik bicaralah baik-baik. Lihat? Aku sakit!” Kata Secret. Tanpa dia sadar Summer sudah merebut ID card nya dan cepat-cepat menutup pintu. “Hey! Kamu tidak gak mau berterima kasih sama sekali padaku?” Tanya Secret menahan pintunya. Summer kesal, untuk apa dia harus berterima kasih? Dia pun menutup pintunya lagi. “Hey! Tunggu.. tunggu!” Teriak Secret menahan pintunya lagi.

“Apa lagi?” Kata Summer mulai emosi.

“Aku sudah lelah. Kamu gila! Aku meminta uang untuk kakiku! Kamu membuatku menderita seperti ini. Berikan aku uang untuk kakiku ini!”

Summer tak peduli, ia langsung menutup pintunya cepat. Tapi yang tak disadarinya adalah ada pintu lain yang tak terkunci. Secret tertawa karena Summer sudah tak bisa lari lagi darinya hahahha.


Mereka pun berakhir adu mulut sambil dorong-dorongan pintu. Karena tenaga Secret lebih kuat, alhasil pintu berhasil terbuka dan Secret masuk dengan mudah. Perlahan dia mendekati Summer. Dia mengatakan akan menjadikan Summer kaki dan tangannya sampai dia sembuh.


Summer yang sudah terpojok plus takut juga akhirnya melemparkan vas bunga ke Secret. PLAKK, Secret langsung pingsan di tempat. Wkwkwkwk Summer jadi takut kalau Secret bakal mati di rumahnya. Dia mendekat dan menempelkan kepalanya ke dada Secret, “Kamu masih belum mati! Hey! Jangan mati di rumahku. Bangun. Bangun!” Kata Summer.


Summer membaringkan Secret yang tangan dan kakinya sudah dia ikat di sofa. “Gila berat banget ni badan! Apa kamu makan gajah?” Kata Summer. HAHAHHA di scene ini aku gak berhenti ketawa lihat mereka bertengkar, apalagi Summer yang bilang ‘apa kamu makan gajah’ eh beneran ada suara gajah yang bikin tambah lucu.


Summer mencoba menelpon seseorang. Terdengar pesan suara kalau yang ditelpon sedang meditasi dengan ayahnya selama satu minggu. Siapa lagi kalau bukan Point yang ditelepon Summer. Summer berdecih kesal, ia lupa perkataan Point semalam. Ia pun ingin menelpon polisi. Tiba-tiba kaki Secret bergerak, Summer langsung siap siaga dengan teflon ditangannya, gak jadi nelpon polisi. Summer menganga tak percaya melihat pelipis Secret berdarah akibat kena lemparan vas nya tadi. Merasa bersalah, ia pun mengelap darah di pelipis Secret hati-hati takut membangunkannya.


Setelah bersih, dia lalu mendekat dan mulai memperhatikan wajah damai Secret yang lagi tidur. Bahkan Summer menyentuh hidung Secret sambil senyam-senyum sendiri. Memuji Secret yang tampan, tapi dia heran kenapa Secret harus jadi orang yang jahat. Summer kemudian ijin sebelum dia membuka baju Secret dan langsung cengengesan malu sambil buang muka melihat tubuh Secret hahahahahah.


Secret bergerak membuat Summer menarik tangannya dari tubuh Secret dan merasakan ada sesuatu yang aneh di kantong celana Secret. Penasaran, Summer mencoba mengambilnya diam-diam, tapi hal itu malah membuat Secret bangun dan Summer langsung angkat tangan kaget wkwkwkkw.
Secret menduga Summer akan mengambil sesuatu, memangnya dia gak tahu? Diam-diam dia melihat Summer tadi. Summer bilang pasti di kantong Secret itu senjata, kan? Secret membantahnya, dia jadi bingung kenapa tangan dan kakinya jadi diikat seperti ini? HAHAHAH Summer berkata bahwa dia takut kalau nanti Secret bangun dan menyakitinya makanya dia ikat dulu sambil menunggu polisi datang. Saat Summer benar-benar akan menelpon polisi baterai ponselnya malah habis, tapi ia pura-pura saja menelpon polisi untuk menyuruh datang ke rumahnya karena ada orang jahat. LOL


Secret diam-diam berhasil melepaskan ikatan ditangannya dan langsung menghentikan Summer yang ia tahu hanya pura-pura. Ahahhah wajah Summer melotot kaget, dia pun berteriak-teriak heboh minta tolong. Secret membekap mulut Summer, Summer berhasil melepaskan tangan Secret yang kemudian jatuh terduduk karena ikatan kakinya belum terlpeas. Dengan polosnya dia malah minta ikatannya di peas dulu ahahahh. Summer langsung berkata tidak dan pergi meninggalkan Secret.

Credit: Thanks to nekomeowmeow.com for the sub
             Gambar bersumber dari GMM25

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment