Sinopsis 109 Strange Things Episode 5


Episode 5 : Semuanya Hebat


Ki won bersiap untuk berburu pekerjaan lagi. Dilihatnya sepeda miliknya sudah terparkir di halaman dengan post it yang tertempel di setang. “Jika kita kita melakukan perjalanan dengan kecepatan aman, kita akan sampai pukul 9:17”. Bukan hanya di setang sepeda, di boncengan bulu yang empuk itu juga terdapat post it yang berisi pesan romantis “Kau bilang kau ingin lihat hal yang “Romantis” pada malam pembukaan, kan? Aku ingat. Karena aku adalah robotmu”. Secara tidak langsung KDI mengajak Ki Won kencan ni sepertinya hahahah. Ki Won pun tersenyum senang membaca pesan di post it itu yang seperti mood booster baginya. KDI mengantarkan Ki Won sampai ke tempat tujuan. Sepanjang jalan Ki Won terus menyunggingkan senyumnya. Ki Won sudah mulai terbawa perasaan oleh si robot ganteng KDI nih.




Ki Won mengetik dengan sangat lambat, KDI yang berada di sampingnya jadi tidak sabar dan beralih mengambil laptop yang ada dihadapan Ki Won. Ki Won lantas tercengang melihat kemampuan KDI dan dalam sekejap pekerjaannya selesai. Ki Won merasa sangat senang, ia berterima kasih pada KDI dan langsung memeluknya. KDI tertegun, tapi ia akhirnya tersenyum dan membiarkan Ki Won memeluknya. Deg..deg…deg…. Terdengar suara detak jantung, entah suara detak jantung siapa, tapi saat itu juga Ki Won melepaskan pelukannya dan menatap KDI penuh tanda tanya. KDI heran, ia lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Ki Won yang lantas membuat Ki Won sedikit mundur karena malu. Ki Won menunduk, ia perlahan memejamkan matanya. Wajah KDI semakin dekat dan dekat, dan kemudian jari kelingkingnya terulur untuk mengambil sesuatu di bawah mata Ki Won. HAHAHAHHAH… Ki Won langsung cemberut mendengar KDI berkata kalau mata Ki Won sepertinya sedang sakit, apa perlu dia melakukan scan? “Tidak” Jawabnya ketus dan langsung pergi meninggalkan KDI. Wkwkwkwk


Ki Won ngambek akibat sikap KDI yang sudah membuatnya malu tadi. Ia berjalan pergi tanpa peduli dengan KDI yang tampak heran dengan sikapnya. Saking kesalnya, ia bahkan tak melihat ada sepeda yang melintas di depan. KDI langsung menarik tangan Ki Won hingga Ki Won berada dalam pelukannya dan suara detak jantung kembali terdengar. KDI pun mengingatkan Ki Won agar dia berjalan di tempat yang aman.


Rupanya itu adalah suara detak jantung KDI. KDI menjelaskan pada Ki Won yang tengah memegang dadanya bahwa itu adalah suara detak jantungnya. Robot juga mempunyai organ2 yang mirip dengan manusia. Pada tahun 2050 nanti, manusia juga bisa mendapatkan donor organ dari robot (drama ini genrenya fantasy sci-fi, jadi agak-agak gimana gitu). Ki Won serius mendengarkan, ia lalu bertanya “Kalau begitu, apa robot bisa merasakan emosi seperti manusia?” KDI balik bertanya, “Apa kau mau sebuah robot dapat merasakan emosi?”. “Tidak” Jawab Ki Won.
“Jika robot memiliki emosi seperti manusia. Kau pikir apa yang akan terjadi? Jika pemilik robot dibunuh, robot itu mungkin akan balas dendam. Dan, robot atau manusiakah yang harus disalahkan?”
“Itu rumit. Mereka tidak mencakupi dalam filsafat.” Balas Ki Won.


KDI mengatakan bahwa robot hidup hanya untuk kenyamanan manusia. Tapi Ki Won tidak setuju. Ayahnya juga tidak pernah berbicara seperti itu. Dia bilang bahwa mereka harus hidup berdampingan dengan robot untuk mengatasi keterbatasan sebagai manusia. Ayahnya juga bilang jika mereka bisa mengatasi kelemahan mereka dan hidup dengan robot, mereka bisa melakukan perjalanan 1 juta cahaya dan bisa melihat luar angkasa. Untuk sejenak, KDI tampak tersentuh dengan kata-kata Ki Won barusan. Ia berharap semoga saja di masa depan akan ada banyak orang seperti Ki Won. Sekarang, dia mengerti. Ayah Ki Won berada di masa depan, itulah mengapa dia menyarankan Ki Won agar belajar filosofi. Ki Won membenarkan. Itu jauh di masa depan. Makanya sekarang dia menderita. Hahahah KDI tersenyum, saat dia hampir tertawa, ia langsung berdehem untuk menghilangkan perasaan lucunya itu. Tapi terlambat karena hal itu disadari oleh Ki Won yang menggodanya kalau robot ternyata juga bisa tertawa. HAHAHAHAH


Malam hari. Semua anggota keluarga Shin sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Lalu keluarlah Ki Eun yang menarik tangan KDI dan memaksanya untuk duduk. Ki Eun memakaikan sepatu yang dibawanya untuk KDI dan ternyata sangat pas. Ki Eun sangat senang, dia membelikan itu sebagai hadiah untuk KDI dari gaji kerja paruh waktunya. KDI mengatakan ini adalah hadiah pertamanya yang langsung membuat Ki Eun tersenyum malu karena tersentuh.


Tiba-tiba Ki Han bertanya pada KDI, bagaimana rasanya tahu ketika dia akan mati? KDI menjawab ia tidak tahu, karena dia tidak merasakan emosi itu. Ki Won yang duduk di sebelah Ki Han menyuruhnya minta maaf atas pertanyaannya tadi. Ki Yeon dan Hyung Bum juga melakukan hal yang sama. Ki Han kesal, karena mereka semua menyudutkannya. “ Kenapa aku harus minta maaf pada robot? Dia hanya mesin. Aku manusia. Ada jutaan robot disana. Kau ingin aku membuatnya satu?” Ki Han marah karena mereka memperlakukan KDI yang hanyalah robot seperti manusia. Dia bahkan meminta agar KDI itu dibuang saja atau dikembalikan ketempat asalnya.


Ki Han menghempaskan bukunya dan keluar dari ruangan. Sementara itu KDI melihat kalau Ki Han sedang stress dan dia akan berkonsultasi dengannya. Ki Han menyendiri di ruang penelitian ayahnya. Ia mengusir KDI keluar saat tahu KDI sudah berada di ruangan itu juga. Mereka berdebat dan hampir berkelahi gara-gara Ki Han tidak yakin kalau KDI bisa melindungi keluarga dan noona-nya. Tapi kemudian, mereka duduk akrab di halaman dengan KDI yang mendengarkan curhatan Ki Han yang menganggap Noona-nya sudah seperti ibu nya. KDI tersenyum, sebenarnya dia iri. Iri dengan orang-orang, dan iri dengan keluarga Ki Han. “Kau juga bagian dari keluarga kami” Ucap Ki Han “Tapi aku Hyung-nya” lanjutnya kemudian sambil tertawa saat mendengar penolakan KDI.


Ki Han mulai terbuka dan menceritakan mimpinya yang ingin kuliah setelah lulus. Ia penasaran bagaimana rasanya kehidupan kampus. Ki Han dan KDI bahkan saling bercanda bersama, saat tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah mobil yang datang. Ya.. Dr Jung dan anak buahnya.


Tanpa basa-basi, Berry langsung mengulurkan tangannya. Tak lama pertahanan yang dibuat KDI berhasil diruntuhkan olehnya hingga mereka bebas memasuki daerah itu. Ki Won, Ki Yeon dan yang lain keluar rumah, terkejut oleh kedatangan tiga orang itu. Ki Han memberanikan diri untuk mendekat dan mencegah Dr. Jung melangkah kerumah mereka, tapi Dr. Jung langsung mencengkram bahu Ki Han dan terlihat sinar ungu kemerahan mengalir disana. Cybernatic.


KDI menghampiri mereka dan langsung melepas paksa tangan Dr. Jung dari bahu Ki Han. Ia menatap tajam Dr. Jung dengan cahaya matanya yang berwarna biru.

No comments:

Post a Comment