Sinopsis 109 Strange Things Episode 6 - END


Episode 6 : Masa Depan di dalam Tanganku

KDI memancarkan cahaya biru dari matanya yang membuat Dr. Jung bertanya pada Berry apa yang KDI lakukan. Berry mengatakan bahwa KDI mengalami peningkatan 300 volt yang tandanya dia bisa mengeluarkan sengatan listrik. Saat diancam akan disemprot air barulah KDI melepaskan cengkramannya dan kembali normal.


Dr. Jung menyuruh kedua anak buahnya untuk membawa KDI pergi tapi Ki Won cepat-cepat berdiri di depan KDI berusaha menghalangi mereka membawa KDI-nya. Semua anggota keluarga juga ikut maju ke depan agar KDI tidak dibawa pergi, Ki Han bahkan mengancam akan menelpon polisi jika mereka macam-macam.



Dr. Jung tertawa sinis, ia merasa tersentuh melihat para manusia dihadapannya begitu sangat menyayangi robot yang hanyalah mesin itu. Ia menunjukkan tangannya yang sekarang telah berubah menjadi mesin, Dr. Shin Dong Chul lah yang telah membuatnya menjadi robot. Maka dari itu sekarang dia akan mengungkapkan rahasia untuk robot. Ia segera memerintahkan Berry dan Hally untuk membawa KDI, tapi Ki Won meminta agar mereka membawanya juga, dia tak mau membiarkan KDI sendiri. KDI melarangnya karena ia tidak akan bisa berbuat banyak jika Ki Won ikut. Dia meminta Ki Won mempercayainya, dia akan menghubungi Ki Won nanti. Setelah melihat satu persatu anggota keluarga Shin, dengan berat hati KDI pergi meninggalkan tempat itu dan mengikuti Dr. Jung.


KDI sudah ada di markas Dr. Jung. Ia langsung mendeteksi ketiga orang yang ada dihadapannya itu ‘berbahaya’ saat Dr. Jung menodongkan suatu alat di depan KDI. Dr. Jung berkata bahwa dia akan mengambil semuanya dari kepala sampai kaki. Melihat KDI sama sekali tidak takut dengan ancamannya, ia berkata bahwa hanya ada satu cara agar KDI bisa hidup.
“Katakan bagaimana caramu melakukan perjalanan waktu? Dengan begitu aku akan membiarkanmu hidup” kata Dr. Jung.
“Aku ini robot. Aku tidak bernegosiasi dengan manusia.” Jawab KDI lantang.
KDI mulai berpikir untuk melarikan diri, tapi niatnya segera diketahui oleh Dr. Jung dan Berry langsung menempelkan tangannya di dada KDI sehingga memancarlah cahaya merah yang membuat KDI tidak berdaya.


Sementara itu di rumah, Ki Won berusaha mencari-cari sesuatu di ruang penelitian ayahnya. Setelah Ki Won menemukan suata alat (seperti pistol) dia bergegas pergi tapi Ki Han kemudian datang dan menahannya. KDI disiksa sampai dia meringis kesakitan (bukan dipukul ya), namun dia tetap memilih diam daripada membocorkan rahasia tentang perjalanan waktunya. Hally yang bertugas memeriksa system yang ada ditubuh KDI melaporkan bahwa mereka tidak bisa menganalisis apapun. Kesal, Dr. Jung lantas memerintahkan Berry untuk membunuh KDI.


Dibawanya KDI masuk ke suatu ruangan. Dari ruangan yang telah dikunci rapat itu terdengar jerit kesakitan KDI dan esok harinya keluarga Shin melihat KDI sudah ada di lokasi rumah mereka dengan hanya kepala yang terlihat sementara tubuhnya terkubur. Matanya tidak membuka sama sekali walaupun semua berteriak-teriak memanggilnya.

                       


Terlintas semua kenangan manis KDI bersama keluarga Shin. KDI bernarasi “Ki Won. Maaf aku tidak bisa melarikan diri. Aku kira dari waktu ke waktu, bahkan saat aku salah. Maafkan aku. Aku sudah hancur berantakan. Kau tidak akan bisa memperbaiki tubuhku. Tentang perasaan yang kau katakan. Perasaan yang dikatakan seseorang padaku. Jika aku memilikinya, itu akan membuatku berakhir. Terima kasih untuk semuanya."

                        

Ki Won terus berusaha menyadarkan KDI dengan memanggilnya ‘Baek-ku’ yang merupakan panggilan sayang keluarga Shin untuknya. Air matanya sudah sedari tadi mengalir. Disaat situasi yang sudah semakin menyedihkan, datanglah sebuah mobil. Keluar seorang pria dengan membawa koper kecil dan memakai kacamata hitam yang langsung menghampiri KDI. Ki Won terdiam sejenak, sebelum menyadari itu adalah ayahnya. Sontak semua anggota keluarga yang lain kompak memanggilnya ‘ayah’ dengan rasa terkejut. Dr. Shin membenarkan dan menyapa semua anak dan juga menantunya itu serta menanyakan kabar mereka. Karena Dr. Shin tidak punya banyak waktu, dia langsung memerintahkan semuanya untuk membawa tubuh KDI agar di reparasi ahhahaha.


KDI duduk dengan wajah tertunduk di kursi, sementara Ki Won dan yang lain duduk mengelilinginya, menunggu dengan harap-harap cemas. Tak lama KDI membuka matanya, dan orang yang pertama sekali dilihatnya adalah Ki Won (hahahah ya iyalah, orang Ki Won duduknya pas di depan KDI). Semua terlihat senang campur sedih, karena mereka berpikir mereka tidak akan pernah bertemu dengan ‘Baek-ku’ lagi. Hyung Bum yang duduk di sampingnya langsung memeluk manja KDI. Ki Won tersenyum menatap KDI yang sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari Ki Won semenjak ia sadar.


Lalu bagaimana dengan appa dan eomma mereka? Setelah memperbaiki KDI mereka menghilang lagi. Ki Won bahkan tidak tahu kemana orangtuanya itu pergi dan apa yang mereka lakukan. Kabar baiknya adalah proposal bisnisnya diterima. Sekarang ia bukan pengangguran lagi, dan pekerjaannya adalah menyetujui pendanaan dan ruang kantor. Dia tidak pernah membayangkan dia akan diterima.
KDI selalu setia menemaninya dan pekerjaan Ki Won semakin sukses dan memuaskan. Sikap KDI pada Ki Won juga semakin manis. Saat Ki Won sedang bekerja di luar lapangan KDI menyampirkan jaketnya pada tubuh Ki Won karena melihat Ki Won kedinginan. Ia juga memberikan minuman hangat untuk digenggam Ki Won agar rasa dinginnya berkurang.


Ki Won sedang berada di kantornya ketika sepasang kekasih keluar dari sebuah ruangan . Si pria mengenali Ki Won dan meledeknya apakah dia magang disini. Ki Won hanya menutup wajahnya dengan buku. Pacarnya yang penasaran bertanya siapa dia, apakah mantan? Dengan gaya sombongnya si pria mengatakan, “Cewek seperti itu? Hanya kenalan, itu saja.” dan saat itu muncul seorang bule yang bernama William. Si Pria menegur ramah William mengira William akan bicara padanya, tapi tak disangka William malah menyodorkan kartu namanya pada Ki Won. Dia adalah CEO perusahaan CODENCO dari NY yang berniat mengajak Ki Won bekerja sama.

Ki Won merasa tersanjung, tapi dia masih baru dan menolak dengan halus. William tak masalah, Ki Won bisa memikirkannya lagi dan tak perlu menjawabnya sekarang. KDI datang tak lama kemudian dan langsung dikenalkan oleh Ki Won sebagai rekan kerjanya. Pacar si pria tadi malah berteriak heboh saat melihat si robot tampan KDI ahhahah. KDI tahu tentang CODENCO dan menyarankan Ki Won menerima tawaran William karena CODENCO adalah perusahaan besar. Sementara itu pacar si pria tadi menendang kaki pacarnya mengetahui kalau Ki Won punya keterampilan bukan penipu sepertinya. Si wanita pun pergi meninggalkan si Pria wkwkwkwk, tau ras lo.


Ki Won berjalan pulang bersama KDI. Dia menceritakan si pria yang bersama pacarnya tadi. Dulu mereka bekerja sama, tapi ternyata pria itu penipu. Dia mengatakan pada semua orang kalau mereka pacaran, padahal tidak. KDI mengiyakan dan tiba-tiba turunlah salju yang membuat suasana menjadi romantis.


Ki Won jadi bernostalgia, dimana dulu dia dan ayahnya suka sekali membuat manusia salju dan dia akan meletakkan topi di kepala manusia salju itu. “Aku merindukan itu” ucap Ki Won tersenyum. KDI diam seperti memikirkan sesuatu dan kemudian dia berkata, “Ketika aku hancur menjadi potongan-potongan. Ketika aku hampir mati. Aku masih bisa melihatmu.” Ki Won tidak mengerti, KDI pun mengatakan “Aku ingin bertemu denganmu. Aku khawatir aku tidak akan melihatmu lagi.” Tiba-tiba Ki Won mendekat dan langsung mencium KDI, KDI juga membalas ciuman Ki Won ditengah turunnya salju yang indah itu.


Scene berubah ke pagi hari dimana Ki Won sedang tidur sambil memanyunkan bibirnya. Sepertinya dia mimpi indah tadi malam. Tapi tetap ya yang kissu itu bukan mimpi heheheh. Ki Won merenggangkan tangannya sambil tersenyum. Pandangannya beralih ke jendela kamarnya, dilihatnya ada manusia salju kecil lengkap dengan topi merah disana. “Wah lucu sekali” Ucap Ki Won senang. Sudah tahu kan siapa yang buat manusia saljunya? heheheh


Berbanding terbalik dengan dirinya yang lagi bahagia, di ruang keluarga Ki Han tampak tengah bertengkar dengan Ki Eun. Ki Han protes karena dia disuruh melipat baju, sejak kapan laki-laki melipat baju? Katanya kesal HAHAHAHH. Ki Won pun keluar dan ikut bergabung bersama mereka. Sedangkan KDI duduk manis sambil menggendong bayi Ki Yeon. Tak lama Ki Yeon pulang. Rupanya dia pergi untuk mengambil gaji pertamanya. Bertepatan dengan itu Hyung Bum juga baru saja diterima bekerja di perusahaan investasi. Ki Han dan Ki Eun langsung berteriak senang dan ribut minta ditraktir.


Disaat itu juga mereka langsung pergi untuk merayakan hari ini. Ki Won dan KDI berjalan di belakang, tanpa ragu KDI merangkul Ki Won. Ki Won pun memberikan senyum terbaiknya. KDI bernarasi “Kita tak punya waktu lama untuk bersama-sama. Namun bagaimanapun itu, aku akan tetap melindungimu. Sehingga kau dan keluargamu akan menjadi bahagia.” Tanpa mereka sadari Dr. Jung, Berry, dan Hally sedang mengintai mereka.


THE END

No comments:

Post a Comment